Anomali Refraksi Dig

Embed Size (px)

DESCRIPTION

mata

Text of Anomali Refraksi Dig

Pleno Clinical Preparation Kelompok F

RefreshingAnomali RefraksiOleh : Dudus Indra Gunawan(2009730014)Pembimbing : dr. Rety S, Sp. M

Kepaniteraan Klinik Stase Mata RSUD Banjar - FK UMJPendahuluan Interpretasi informasi penglihatan yang tepat bergantung pada kemampuan mata memfokuskan berkas cahaya yang datang ke retinaHasil pembiasan sinar pada mata ditentukan oleh media penglihatan yang terdiri atas kornea, cairan mata, lensa, badan kaca, dan panjangnya bola mata. Pada orang normal susunan pembiasan oleh media penglihatan dan panjangnya bola mata demikian seimbang sehingga bayangan benda setelah melalui media penglihatan dibiaskan tepat di daerah makula lutea dan akan menempatkan bayangan benda tepat di retinanya pada keadaan mata yang tidak melakukan akomodasi atau istirahat melihat jauh.

Proses sensasi cahaya diolah menjadi impuls listrik yang diteruskan otak melalui nervus optikTahapan pembiasan bayangan di retina :Pembiasan cahaya melalui perantara yang berbeda kepadatan dengan udara ; kornea, humor aquos, lensa dan humor vitreusAkomodasi lensa : proses cembung dan cekung tergantung jarak objekKontriksi pupil, pengecilan garis pusat pupil agar cahaya tepat di retina sehingga penglihatan tidak kaburPemfokusan : pergerakan kedua BM sedemikian rupa sehingga kedua BM terfokus ke arah objek.

Trias Akomodasi :Kontraksi otot siliaris, zonula zinnii mengendor, lensa cembung, cahaya fokus di retinaKontriksi otot rektus internus, timbul konvergensi dan mata terfokus pada objekKontriksi otot pupilterjadi miosis yang mengatur banyak cahaya yang masuk sehingga objek dapat terlihat jelas.

Anomali RefraksiAMETROPIA Sinar sejajar BM tidak dibiaskan tepat pada retina, tetapi dapat di depan atau di belakang retina dan/ atau tidak terletak pada suatu titik fokus

Kelainan refraksi dikenal dalam bentuk :MiopiaHipermetropiaAstigmatPresbiopia

Pembiasaan cahaya pada mata normal dan mata dengan kelainan refraksi

MIOPIAKelainan refraksi dimana sinar sejajar yang masuk ke mata dalam keadaan istirahat (tanpa akomodasi) akan dibias membentuk bayangan di depan retina

Seorang penderita miopia akan mengalami kesulitan melihat benda yang letaknya jauh, namun dapat dengan jelas melihat benda yang letaknya dekat

Etiologi MiopiaPembiasan sinar di dalam mata terlalu kuat akibat :Kornea terlalu cembungLensa dengan kecembungan yang kuat, bayangan yang dibiaskan kuatBola mata anterior-posterior terlalu panjangBentuk miopia :Miopia reaktif : bertambahnya indeks bias penglihatanMiopia aksial : akibat panjangnya sumbu bola mata, dengan kelengkungan kornea dan lensa yang normalGen hanya menentukan kepekaan terhadap miopia, sedangkan pengaruh lingkungan merupakan faktor pencetus.

Klasifikasi MiopiaBerdasarkan besar kelaianan refraksi :Ringan : -1-3 DSedang: -3-6 DBerat: >-6 D

Berdasarkan perjalanan penyakitStasioner: miopia menetep setelah dewasaProgresif: miopia bertambah terus setelah dewasaMaligna: miopia yang berjalan progresif, dapat menyebabkan ablasi retina dan kebutaan

Manifestasi KlinikJelas bila dalam jarak pandang dekat dan kabur apabila pandangan jauhSakit kepalaJuling ke dalam / esotropiaCelah kelopak mata sempitPasien memiliki kebiasaan mengernyitkan mata untuk mencegah aberasi sferis atau untuk mendapatkan efek pinholePada pemeriksaan funduskopi terdapat Miopik Kresen yaitu gambaran bulan sabit yang terlihat pada polus posterior fundus mata miopia,sklera oleh koroid.Pada miopia tinggi akan terdapat kelainan pada fundus okuli seperti degenerasi makula dan degenerasi retina bagian perifer.

Tata LaksanaKaca Mata : lensa konkaf / cekung / negatif, berkas cahaya berdivergensi sebelum masuk ke mata >> fokus dimundurkan ke arah retina.

Pada penderita miopia diberikan lensa sferis minus terkecil yang memberikan tajam penglihatan terbaik.

Lensa KontakLensa kontak keras dari bahan plastik polymethacrylate (PMMA)Lensa kontak lunak dari plastik hydrogen hydroxy methyl methacrylate (HEMA)Kualitas bayangan lebih baikKomplikasi : iritasi kornea, neovaskularisasi kornea, permukaan kornea melengkung

Bedah RefraksiRadial Keratotomy (RK). Pola jari-jari yang melingkar dan lemah diinsisi di parasentral. Permukaan kornea yang curam dibuat rata,. Hasil tergantung ukuran zona optik, angka, dan kedalaman insisiLaser Photorefractive keratektomy (PK). Kekuatan kornea ditekan dengan ablasi laser pada pusat kornea

Lensa intraokular, koreksi kelainan refraksi pada afakia. Lensa disisipkan kedalam mata melalui insisi kecil dengan posisi didalam kantung kapsul yang utuh setelah pembedahan ekstrakapsularEkstraksi lensa jernih

Pencegahan MiopiaMenghindari kebiasaan buruk : istirahat mata saat membaca atau melihat TV, atur jarak dan posisi membaca, penerangan yang cukupBerlatih melihat jauh dan dekat secara bergantianPerbaiki sejak awal

Komplikasi MiopiaAblasio retinaVitreal Liquefaction dan Detachment. Pencairan serat kolagen yang meningkat pada penderita miopia tinggi. Hilangnya struktur normal kolagen, gejala : floaters.Miopic Maculopathy. Penipisan koroid dan retina serta pembuluh darah kapiler pada mata yang berakibat atrophy sel retina sehingga lapang pandang berkurang.Glaukoma. Stress akomodasi dan konvergensi serta kelainan struktur jaringan ikat penyambung pada trabekulaSkotoma. Vitreus berdegenerasi dan berkumpul di muscae volicantes.

HIPERMETROPIA Anomali refraksi yang bila tanpa akomodasi, sinar sejajar akan terfokus di belakang retina.Sinar divergen dari objek dekat akan difokuskan lebih jauh dibelakang retina

Etiologi HipermetropiaPanjang axial (diameter BM) mata hipermetropia lebih pendek dari panjang axial BMBerkurangnya konveksitas kornea atau kurvatur lensaBerkurangnya indeks refraktifPerubahan posisi lensa

Klasifikasi Berdasarkan gejala klinis :Hipermetropia simpleks : akibat variasi biologi normal dengan etiologi axial ataupun refraktifHipermetropia patologik : anatomi okular yang abnormal karena maldevelopment, penyakit okular atau traumaHipermetropia fungsional : akibat paralisis dari proses akomodasi

Berdasarkan derajat beratnya :Ringan: +2.00 DSedang: +2.25 D sampai +5.00 DBerat: >+5.25 D

Berdasarkan status akomodasi :Hipermetropia latenSebagian kelaianan refraksi dapat dikoreksi oleh proses akomodasi mataDideteksi dengan sikloplegiaLebih muda >> lebih latenHipermetropia manifesDideteksi dengan pemeriksaan refraksi rutinDiukur derajatnya berdasarkan jumlah dioptri lensa positif dalam pemeriksaan subjektif

Hipermetropia Fakultatifbisa diukur dan dikoreksi dengan lensa positif maupun akomodasi mata pasienSemua hipermetropia laten adalah hipermetropia fakultatifDapat melihat dengan jelas dengan/tanpa lensa positifHipermetropia AbsolutTidak dapat dikoreksi dengan proses akomodasiPenglihatan subnormalPenglihatan jarak jauh kabur

Gejala dan TandaPenglihatan dekat kaburAsthenopia akomodatif (sakit kepala, lakrimasi, fotofobi, kelelahan mata)Strabismus pada anakKeluhan berhubungan dengan mata saat melihat dekat dan menghilang bila pekerjaan tersebut dihindariMata dan kelopak mata merah dan bengkak Mata berat bila mulai membacaAmbliopia

Diagnosis Anamnesa gejala dan tanda hipermetropiaPemeriksaan oftalmologiVisusRefraksiMotilitas okular, penglihatan binokular, dan akomodasiPenilaian kesehatan okular dan skrining kesehatan umum

Tata LaksanaKoreksi dengan lensa positif yang terkuat

Pembedahan refraktif

Komplikasi StrabismusMengurangi kualitas hidupKeluhan mata hingga sakit kepala

ASTIGMATISMEDalam bahasa yunani, berarti tanpa satu titikSinar cahaya sejajar BM tidak di refraksikan pada satu titik

Etiologi Distorsi pada kornea: astigmatisme korneaDistorsi pada lensa: astigmatisme lentikularTrauma yang sebelumnya menimbulkan jaringan parut pada kornea.Bekas operasi yang juga menimbulkan jaringan parut di kornea.

Klasifikasitergantung kondisi optik Simple hyperopic astigmatism. Meridian prinsipal emmetropik dan hiperopik

Simple miopic astigmatism meridian prinsipal adalah emmetropik dan miopik

Compound hyperopic astigmatism kedua meridian prinsipal hiperopik pada derajat yang berbeda

Compound miopic astigmatism kedua meridien prinsipal miopik pada derajat yang berbeda

Mixed astigmatism meridian prinsipal hiperopik dan miopik

Bentuk astigmatismeRegular meridian prinsipal bersudut tegak satu sama lain. Dikoreksi dengan lensa silinderIrregular meridian prinsipal tidak bersudut tegak satu sama lain akibat ketidak rataan kurvatur kornea.Oblique meridian prinsipal antara 30-60 atau 150 -180

Bentuk astigmatismeSymmetrical meridian prinsipal setiap mata pada posisi simetris dari deviasi garis median. Jika aksis dikoreksi dengan silinder dengan tanda yang sama dan jumlah sudut 180 . Assymetrical tidak ada hubungan simetris dari meridian prinsipal dari garis medianWith-the-rule astigmatism meridian vertikal mata dengan kurvatura terbesar antara sudut 60 -120 Against-the-rule astigmatism meridian horizontal dari mata dengan kurvatur terbesar antara 0 -30

Tanda dan gejalaDitorsi bagian lapang pandangTampak garis vertikal, horizontal atau obliq yang kaburMemegang bahan becaan dekat dengan mataSakit kepalaMata berairKelelahan mataMemiringkan kepala untuk melihat lebih jelas

Diagnosis Anamnesa tanda dan gejalaPemeriksaan oftalmologiVisus Refraksi dengan kartu astigmatisme. Menentukan garis yang lebih gelap dari yang lain.Motilitas okular, penglihatan binokular, akomodasiKesehatan okular dan skrining kesehatan umum

Tata LaksanaKoreksi dengan lensa silinderPemakaian lensa bertujuan untuk mengurangi gejalaAturan koreksi : meletakkan pada aksis 90 dari garis tergelap yang dilihat pasien pada kartu tes astigmatismePembedahan

Presbiopia Penglihatan usia lanjut, perkembangan normal yang