33
BAB III USAHA PEMASARAN OBJEK WISATA BENTENG PENDEM DAN KENDALA PENGE LOLA A. Usaha Pemasaran Objek wisata Benteng Pendem Van Den Bosch Menurut Oka A. Yoeti, pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan,menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial (Oka A. Yoeti. 19 85: 56) Tujuan umum dalam kegiatan promosi adalah tujuan umum promosi yang harus dibedakan dari tujuan pemasaran pada umumnya, biasanya berupa sasaran penjualan yang harus dicapai. Karena itu, tujuan promosi yang umum itu harus diungkapkan dalam bentuk angka-angka yang berasal dari penjualan. Porsi pasar atau jumlah kedatangan wisatawan dan jumlah malam menginap wisatawan. Jika tujuan umum pemasaran biasanya bersifat deskriptif dan filosofis yang diuraikan secara garis besar oleh organisasi pariwisata nasional, maka target pemasaran biasanya berupa perkiraan yang bersifat kuantitas akan hasil-hasil yang akan dicapai menurut jangka waktu tertentu. Hal inilah sebenarnya apa yang kita maksudkan dengan tujuan promosi pada umumnya. Hal ini perlu diketahui antara lain : sasaran khalayak, jenis dan ukurannya, hasil- hasil komunikasi yang ingin dicapai, tanggapan masyarakat terhadap

BAB III LOLA A. Usaha Pemasaran Objek wisata Benteng ...abstrak.ta.uns.ac.id/wisuda/upload/C9412041_bab3.pdf · Tidak ada kegiatan yang terdapat di explore_ngawi, karena pengikut

  • Upload
    voxuyen

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

BAB III

USAHA PEMASARAN OBJEK WISATA BENTENG PENDEM DAN KENDALA PENGE

LOLA

A. Usaha Pemasaran Objek wisata Benteng Pendem Van Den Bosch

Menurut Oka A. Yoeti, pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang

ditujukan untuk merencanakan,menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang

dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial (Oka A. Yoeti. 19

85: 56)

Tujuan umum dalam kegiatan promosi adalah tujuan umum promosi yang harus dibedakan dari

tujuan pemasaran pada umumnya, biasanya berupa sasaran penjualan yang harus dicapai.

Karena itu, tujuan promosi yang umum itu harus diungkapkan dalam bentuk angka-angka yang

berasal dari penjualan. Porsi pasar atau jumlah kedatangan wisatawan dan jumlah malam

menginap wisatawan. Jika tujuan umum pemasaran biasanya bersifat deskriptif dan filosofis

yang diuraikan secara garis besar oleh organisasi pariwisata nasional, maka target pemasaran

biasanya berupa perkiraan yang bersifat kuantitas akan hasil-hasil yang akan dicapai menurut

jangka waktu tertentu. Hal inilah sebenarnya apa yang kita maksudkan dengan tujuan promosi

pada umumnya. Hal ini perlu diketahui antara lain : sasaran khalayak, jenis dan ukurannya, hasil-

hasil komunikasi yang ingin dicapai, tanggapan masyarakat terhadap

media dean pesan iklan tertentu, penetapan isi pesan iklan, media yang akan dipergunakan (Salah

Wahab. 1989: 93).

1. Usaha Dari Dalam Pihak Pengelola (Dinas Pariwisata)

Usaha dari dalam dilakukan oleh pihak pengelola objek dan dinas pariwisata Kabupaten Ngawi. P

ertama, pihak pengelola melakukan strategi pemasaran perbaikan image dan revitalisasi objek

dengan cara melakukan promosi di berbagai media, baik media cetak, elektronik, maupun media

internet. seperti buklet, blog resmi dan iklan di radio. (Sugiman.Pengelola Objek Benteng

Pendem.20 April 2015).

I. Media Cetak

Pada media cetak pengelola menyebarkan buuklet, yang berisi tentang objek-objek wisata di

Kabupaten Ngawi, wisata kuliner, dan event-event budaya Ngawi. Didalam buklet terdapat keter

angan sejarah singkat objek wisata. Salah satunya adalah objek wisata Benteng Pendem Van Den

Bosch.

I. Media Elektronik

Pada media elektronik pengelola menggunakan radio sebagai media promosi objek wisata

Beteng Pendem. Stasiun yang sering menyiarkan informasi tentang event-event budaya adalah

radio Bahana 104.5 FM. Lokasi stasiun radio ini di Jl.Trunojoyo No.119 Ngawi-Jawa Timur.

Radio Bahana biasa menyiarkan informasi tentang event budaya, salah satunya event yang

berada di Benteng Pendem Van Den Bosch.

I. Media Internet.

Internet adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung, Salah satu

cara untuk mendapatkan informasi yang cepat dan mudah adalah melalui website. Website

resmi yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Ngawi adalah www.ngawikab.go.id. Didalam website

tersebut terdapat informasi-informasi tentang objek wisata Kabupaten Ngawi, salah satunya

objek Benteng Pendem yang baru-baru ini di buka untuk kawasan wisata.

Gambar 2. Tampilan Website Resmi DISPAR

Sumber ( Data Pribadi Rista, Juli 2015)

2. Usaha Dari Luar Pihak Pengelola.

Usaha dari luar inilah yang banyak diterapkan. Admin tersebut bekerja melalui jejaring sosial

dengan akun-akun yang mereka buat. Tujuan pengelola akun adalah untuk membuat suatu

komunitas, kemudian membuat suatu event-event di objek Benteng Pendem. Agar objek wisata

ini ramai setiap harinya. Adapun akun-akun yang mereka buat.

a) Akun Sosial Media Facebook.

Akun facebook adalah situs jejaring sosial yang sedang popular saat ini. Maka kebanyakan

admin membuat suatu group atau komunitas di akun ini. Ada 2 admin yang membuat group dan

halaman di facebook. Admin pertama membuat halaman “Selamatkan Benteng Pendem Ngawi”

yang beranggotakan 548 orang dan kemudian admin kedua membuat suatu group yang bernama

“Ngawi Photograpy” yang beranggotakan 2.962 orang. Para admin memiliki kegiatan masing-

masing di halaman/group mereka. Adapun kegiatan yang para admin jalankan.

1. Admin Halaman Facebook “Selamatkan Benteng Pendem Ngawi”.

Gambar 3. Tampilan Informasi dari Anggota Halaman “Selamatkan Benteng Pendem Ngawi”

Sumber ( Dokumen Pribadi Rista, Juli 2015)

Gambar 4. Tampilan Profile dan Aktifitas Halaman

“Selamatkan Benteng Pendem Ngawi”

Sumber ( Dokumen Pribadi Rista, Juli 2015).

Halaman “Selamatkan Benteng Pendem Ngawi” beranggotakan 548 orang. Kegiatan di halaman

ini hanyalah saling bertukar informasi tentang benteng pendem antara anggota satu

dengan anggota lainnya. Tetapi kebanyakan para anggota group menulis di dinding halaman

group, tentang pengalaman-pengalaman menarik setelah mereka berkunjung di Benteng Pendem

Van Den Bosch. Ada beberapa spam dari anggota yang menulis suatu berita yang tidak ada

sangkut pautnya dengan objek wisata. Contohnya mereka menulis suatu informasi dengan

tujuan menjual jasa/produk yang mereka tawarkan, misalnya menjual tiket kereta api online,

menjual kaos online, dan masih banyak lagi jenisnya. Itu sangat menganggu sekali, seharusnya

pemilik admin menyortir setiap post yang diupload para anggota. Admin bertugas sebagai

pemilik halaman (yang mengoprasikan halaman) untuk memperbaharui informasi terbaru di

objek wisata benteng pendem.

Gambar 5. Tampilan Komentar dari Anggota Halaman “Selamatkan Benteng Pendem Ngawi”

Sumber ( Dokumen Pribadi Rista, Juli 2015)

1. Admin Group Facebook “Ngawi Photography”

Group “Ngawi Photography” beranggotakan 2.962 orang rata-rata di group ini adalah para

pecinta fotografy Ngawi walaupun ada beberapa yang berasal dari luar kota karena group bersifat

publik. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan admin group, misalnya mengadakan hunting

photo di area benteng pendem dengan tema yang berbeda-beda, contohnya tema budaya, tema vin

tage, dan lain-lain. Pengelola group sengaja membuat event berkali-kali di lokasi yang sama.

Karena maksud dari admin adalah untuk mempromosikan objek wisata Benteng Pendem agar

dikenal lebih banyak orang hingga keluar kota bahkan luar provinsi. Didalam group terdapat berb

agai hasil foto yang backgroundnya Benteng Pendem.

Gambar 6. Tampilan Kegiatan di Group Facebook

“Ngawi Photography”

Sumber (Dokumen Pribadi Rista, Juli 2015)

Gambar 7. Tampilan Group Facebook “Ngawi Photography”

Sumber ( Dokumen Pribadi Rista, Juli 2015)

Gambar 8. Komentar Anggota Group “Ngawi Photography”

Sumber (Dokumen Pribadi Rista, Juli 2015)

b) Akun Sosial Media Twitter

Twitter merupakan jenis situs jejaring sosial yang berupa microblog sehingga memungkinkan

penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan (tweets). Di sosial

media twitter terdapat beberapa admin yang membuat akun di sosial media twitter. Antaranya

adalah akun yang bernama, @visit_ngawi, @kampoengngawi, dan @ngawi_update. Ke tiga adm

in tersebut saling berkaitan dalam hal informasi yang disebarkan melalui akun meraka. Hanya

saja ada beberapa hal yang membedakan tweets akun tersebut. Misalnya ada akun twitter lain

mengupdate informasi tentang adanya sebuah event, dengan cara menandai salah satu admin

diatas. Bahkan ada juga yang menandai ketiga admin sekaligus.

Gambar 9. Kegiatan yang ada di akun @kampoengngawi

Sumber (Data Pribadi Rista, Juli 2015)

@kampoenggawi memiliki 1.479 followers (pengikut). Akun ini mempunyai berberapa event

salah satunya adalah membuat kuis. Acara tersebut berhubungan dengan akun @visit_ngawi

karena memperingati hari jadi akun @visit_ngawi. Kuis tersebut menyuruh para followers

(pengikut) untuk berfoto selfie di wisata objek yang berada Kabupaten Ngawi, salah satunya

objek wisata Benteng Pendem dan kemudian mantion (kirim) kea akun @kampoengngawi.

Tetapi kebanyak followers (pengikut) yang mengikuti kuis tersebut berfoto selfie di objek

wisata Benteng Pendem.

Gambar 10. Tampilan Profil Akun Twitter @kampoengngawi

Sumber (Data Pribadi Rista, Juli 2015)

Akun @visit_ngawi memiliki 1.583 followers (pengikut). Akun ini hampir sama dengan

@kampoengngawi tetapi lebih besar acara yang mereka buat, karena ada ikut campur tangan

dengan dinas pariwisata. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata

Kabupaten Ngawi adalah acara “adventure tourism” dengan berkendara motor trail atau biasa

disebut “Trabas”. Start dimulai dari depan benteng pendem lalu berkeliling kota Ngawi, Alas

Ketonggo, Monumen suryo dan kembali lagi di Benteng Pendem. Dan diikuti

oleh hampir 1000 peserta termasuk Bupati Ngawi. Pelaksanaan acara seperti itu dilakukan setiap

tahunnya untuk memperingati ulang tahun jadi Ngawi. Admin @kampoengngawi bertugas

menyebarkan informasi ini di media sosial twitter agar wisatawan dari luar wilayah Ngawi

mengetahui informasi tentang event tahunan ini.

Gambar 11. Tampilan Profil Akun Twitter @visit_ngawi

Sumber (Data Pribadi Rista, Juli 2015)

Akun @ngawi_update memiliki 132 followers (pengikut). Kegiatan di akun ini juga sama

dengan @visit_ngawi tetapi lebih mengarah ke event-event kecil saja. Seperti kemaren

dilaksanakan ngabuburit bareng dan buka bersama di lokasi Benteng Pendem. Banyak komunitas

komunitas yang mengadakan meet up (kumpul bareng) dilokasi benteng pendem. Misalnya

komunitas “Pecinta Persinga” (pecinta persatuan sepak bola Indonesia Ngawi), lalu pecinta club

sepak bola Chelsea, dan masih banyak komunitas-komunitas lain yang berkumpul di objek

wisata Benteng Pendem Van Den Bosch.

Gambar 12. Tampilan Profil Akun Twitter @ngawi_update

Sumber (Data Pribadi Rista, Juli 2015)

Gambar 13. Kegiatan Akun @ngawi_update

Sumber (Dokumen Pribadi Rista, Juli 2015)

c) Akun sosial media Instagram

Instagram dirilis tahun 2010 kemaren, termasuk jenis sosial media baru dikalangan masyarakat.

Media ini hanya bisa mengupload sebuah foto dan video yang berdurasi maksimal 15 detik saja.

Di sosial media instagram hanya mempunyai satu admin yang mempromosikan tentang objek

wisata Benteng Pendem. Nama instagram akun tersebut adalah explore_ngawi. Akun ini

memiliki 586 pengikut. Tidak ada kegiatan yang terdapat di explore_ngawi, karena pengikut

hanya bisa melihat hasil foto, menyukai foto, dan berkomentar. Di dalam instagram

explore_ngawi terdapat banyak foto objek wisata Kabupaten Ngawi, tetapi yang paling banyak

adalah foto Benteng Pendem Van Den Bosch.

Gambar 14. Tampilan Akun Instagram explore_ngawi

Sumber (Data Pribadi Rista, Juli 2015)

Gambar 15. Komentar Akun Instagram explore_ngawi

Sumber (Data Pribadi Rista, Juli 2015)

B. Data Kunjungan Wisatawan ke Daerah Tujuan Wisata Benteng Pendem Van Den

Bosch

Kemajuan teknologi informasi merupakan salah satu faktor pendorong pemasaran pariwisata

salah satunya adalah melalui media sosial. Banyak wisatawan lokal maupun domestik

mengetahui informasi tentang objek wisata benteng pendem melalui media sosial seperti

facebook, twitter, instagram dan website. Dari situlah muncul

beberapa admin yang membuat suatu group atau komunitas di media sosial, salah satunya

adalah komunitas “Ngawi Photography”. Dan kemudian bermunculan beberapa komunitas

lainnya seperti komunitas motor trail,komunitas Persinga (pecinta sepak bola Ngawi) dan

komunitas-komunitas lainnya.

Hal tersebut berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan disetiap bulannya terutama

pada akhir pekan karena setiap komunitas atau group yang berinteraksi melalui media sosial

melakukan kumpul bareng dilokasi objek wisata, terutama di objek benteng pendem. Menurut

mereka objek benteng pendem selain strategis lokasinya, juga luas tempatnya sangat tepat bila

digunakan sebagai tempat berkumpulnya suatu komunitas.

Selain komunitas atau group yang mengunjungi objek wisata benteng pendem ada jenis

wisatawan lainnya seperti anak-anak, pelajar, orang dewasa dan orang tua. Karena benteng

pendem merupakan tempat objek wisata keluarga, sebab objek ini dilengkapi dengan fasilitas

taman bermain untuk anak-anak dan gazebo-gazebo kecil untuk keluarga bersantai.

Kunjungan wisatawan meningkat pada hari-hari libur serta hari besar seperti lebaran dan

tahun baru karena objek wisata ini lokasinya strategis dan harga tiketnyapun terjangkau (5000 per

orang). Berikut ini merupakan tabel kunjungan wisata di objek wisata benteng pendem pada

bulan Desember 2011 sampai Maret 2014 :

Table 1.

Bulan Jumlah Wisatawan

Mei 15095

Juni 26365

Juli 26562

Agustus 26798

September 26987

Oktober 38598

November 16047

Desember 38974

Januari 27992

Februari 15730

Maret 27685

April 15211

Jumlah 302044

(Sumber : Arsip objek wisata Benteng Pendem,Tanggal 12 Juni 2015)

Dari tabel di atas dapat di lihat jumlah wisatawan yang banyak pengunjungnya pada bulan

Oktober dan Desember karena pada bulan tersebut banyak hari libur seperti Hari Raya Idul Fitri,

Cuti Bersama, Natal, Tahun Baru serta Idul Adha selain itu bulan Desember adalah pertama

kalinya objek wisata benteng pendem ini dibuka untuk umum

jadi banyak wisatawan yang berkunjung. Selain itu jumlah wisatawan yang berkunjung di objek

tersebut paling sedikit pada bulan Mei karena objek wisata benteng pendem belum dikenal oleh

masyarakat luar daerah Ngawi karena masih baru dan dalam tahap pengembangan fasilitas-

fasilitas lainnya yang masih belum di bangun.

Umumnya wisatawan yang berkunjung di objek wisata benteng pendem berasal dari dalam

wilayah Kabupaten Ngawi karena mudah dijangkau dan biaya tiket yang dikeluarkan murah

tidak seperti objek wisata lainnya. Akan tetapi juga ada sebagian kecil wisatawan dari luar

daerah Kabupaten Ngawi seperti Kabupaten Sragen, Kabupaten Magetan, Kabupaten madiun,

dan Kabupaten-Kabupaten lainnya. Karena objek wisata ini masih baru sehingga sebagian

wisatawan belum mengetahui keberadaan objek wisata benteng pendem van den bosch. Tetapi

setelah adanya pemasaran pariwisata oleh Dinas Pariwisata Ngawi, objek wisata ini menjadi topik

utama dan membuat wisatawan dari luar daerah Ngawi menjadi penasaran ingin berkunjung di

benteng pendem.

Jenis wisatawan yang paling banyak berkunjung di objek wisata benteng pendem van den

bosch adalah kelurga dan anak-anak karena terdapat taman bermain anak dan gazebo tempat

untuk bersantai keluarga. Selain itu pada hari-hari biasa saja banyak pelajar yang berkunjung di

objek tersebut apalagi jika hari libur kunjungan pelajar semakin tinggi. Jenis wisatawan yang

paling sedikit berkunjung di

objek wisata nDayu Alam Asri orang tua karena sebagian orang tua itu kesadaran akan

pentingnya berwisata kurang.(Wawancara dengan Sugiman.Pengelola Objek Benteng Pendem.

20 April 2015).

C. Kendala-Kendala Yang di Hadapi Pihak Pengelola Objek Wisata

1. Sumber Daya Manusia

Kurangnya tenaga ahli seperti guide lokal di objek wisata Benteng Pendem yang menyebabkan

banyak orang berkunjung tetapi tidak tahu akan sejarah Benteng Pendem. Dan petugas

pengelola objek mempunyai latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan dunia

kepariwisataan umumnya mereka berlatar belakang pendidikan ekonomi, dan pertanian, maka

dari itu mereka belum mengetahui bagaimana cara mempromosikan objek wisat kepada para

wisatawan sebagai objek terfavorit di kota Ngawi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan

ketrampilan dan pengalaman dalam dunia kepariwisataan yang dimiliki oleh pengelola.

1. Kerusakan objek wisata

Banyak kerusakan di objek wisata ini karena sebagaian bangunan yang bagian samping runtuh

dan belum diperbaiki bahkan bangunannya juga tidak direnovasi ulang atau ditata agar rapi. Di

objek ini banyak bangunan yang berantakan tetapi tiang penyangga benteng masih kokoh dan

arsitektur bangunan masih asli dari dulu belum disentuh maupun direnovasi sejak tahun 1839.

Padahal lokasi

benteng Van Den Bosch sangat strategis untuk dijadikan objek wisata karena dekat dengan pusat

kota Ngawi.

1. Fasilitas

Fasilitas yang kurang memadai di objek wisata Benteng Pendem antara lain : kantin,kamar

mandi umum, dan tempat parkir. Hal tersebut dapat mengurangi minat wisatawan untuk

berkunjung kembali. Pihak pengelola harus meronovasi antin di objek wisata ini lebih baik lagi

agara membuat pengunjung nyaman, dan kamar mandi umum juga supaya layak dan tidak

menimbulkan kesan yang buruk. Tempat parkir di objek wisata Benteng Pendem sangatlah

berantakan dan apa adanya karena hanya berada di pekarangan yang berada di depan pintu

masuk, kurangnya penataan serta renovasi tempat parkir membuat risih pengunjung. Menambah

tempat duduk di dalam objek wisata Benteng Pendem agar wisatawan bisa beristirahat,

menambah pula wahana permainan anak-anak agar banyak peminat untuk berkunjung di objek

wisata ini. Perlu didirikan juga toko khusus menjual cindera mata khas objek wisata Benteng

Pendem Van Den Bosch dan toko oleh-oleh khas kota Ngawi. Di tahun ini pemerintah sudah

mengeluarkan dana untuk perbaikan objek wisata ini. (Wawancara dengan Andik.Staff Dinas

Pariwisata.Tanggal 11 mei 2015).