Blok 2 5 Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi Buat Anak Dewasa

  • View
    78

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Blok 2 5 Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi Buat Anak Dewasa

Text of Blok 2 5 Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi Buat Anak Dewasa

PERHITUNGAN KEBUTUHAN ZAT GIZI BUAT ANAK & DEWASA

DR. dr. MASRUL, MSc, SpGK

OUTLINE1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pendahuluan Fungsi zat gizi Sumber bahan makanan Prinsip kebutuhan zat gizi Kebutuhan gizi pada Anak/Dewasa Upaya memenuhi kebutuhan tersebut Pantauan terhadap kebutuhan zat gizi Daftar Pustaka

1. PENDAHULUAN Zat gizi Makro KH (50-60%) PROTEIN (10-15%) LEMAK (< 30%)

Mikro

Vitamin Mineral

KH

Monosakarida Disakarida Polisakarida

Lemak

Saturated Fatty AcidMono unsaturated Fatty Acid Poly unsaturated Fatty Acid

Vitamin

Larut dalam Air Larut dalam Lemak Makro Mineral Mikro Mineral Trace Element

Mineral

II. FUNGSI ZAT GIZI1. Untuk Energi Internal Kalori Ekspenditul SDA Untuk Pembangun Tubuh Untuk Pertumbuhan Untuk Daya Tahan Tubuh Imunologi Untuk Cadangan Glikogen Fat Untuk Metabolisme

2. 3. 4. 5. 6.

III. SUMBER BAHAN MAKANAN1. ALAM Makanan Pokok energi Lauk Pauk lemak, protein, vitamin, mineral Sayur vitamin, mineral Buah-buahan vitamin, mineral

2. SUPLEMENTASI + Fortifikasi

IV. PRINSIP PEMENUHAN ZAT GIZI 1950 di Indonesiaempat sehat lima sempurna

1993 Kongres Gizi Internasional (ROMA)

gizi seimbang

Widya Karya Pangan & Gizi V (1993)

Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS)

Dalam PUGS terdapat 13 Pedoman Dasar1. 2. 3. 4. Makanlah aneka ragam makanan Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi Makanlah sumber KH setengah kebutuhan energi Batasi konsumsi lemak sampai seperempat dari kebutuhan energi Gunakanlah garam beryodium Makanlah makanan sumber zat besi Berikan ASI saja sampai bayi usia 4 bulan Biasakan makan pagi Minumlah air bersih, aman yang cukup hindari dehidrasi

5. 6. 7. 8. 9.

Samb..............10. Lakukanlah aktifitas fisik secara rutin 11. Hindari minuman berakohol 12. Makanlah makan yang aman bagi kesehatan pencemaran peptisida, dioxin, zat pewarna, pengawet 13. Bacalah label pada makanan kandungan zat gizi, halal, kadaluarsa (Depkes, 2002)

V. KEBUTUHAN ZAT GIZI1. KH - 1 gram KH 4 Kkal - Diserap usus halus dari KH yang dinamakan : Glukosa Fruktosa Galaktosa - 55 70% x total kalori - Proporsi 90% KH Komplek 10% KH Sederhana

- Serat

20 30 gram/hari serat dibagi :

* Serat kasar * Serat yang terlarutPenyakit yang berkaitan dengan KH : DM Obesitas Labtose introlerance Carries gigi

2. Lemak :* Lemak dibagi : - Lemak sederhana - Lemak majemuk - Derivat lemak * Lemak Majemuk Dalam lipoprotein : Kilomikron VLDL LDL Arterio Skelerosis HDL * Komposisi lipoprotein : Trigliserida Kolesterol Posfolipid

Protein

* Pengaruh lemak terhadap kesehatan Arterio Skelerosis Stroke, PJK Lemak atau lemak omega } dan omega 6

Untuk perkembangan otak, PJK, inflamasi

* Kebutuhan lemak 1. < 30% x total kalori 2. Kolesterol < 300 Kg / hari 3. Lemak jenuh < 10%

3. Protein Asam amino

Essensial Non Essensial Kebutuhan 0,8 - 1,2 gr/kg BB

Manfaat : Pertumbuhan Daya tahan tubuh 4. Mineral 5. Vitamin 6. Air

KEBUTUHAN GIZI

VIII. DAFTAR PUSTAKA1. 2. 3. 4. 5. Almatsier A, 2001, Prinsip Dasar Ilmu Gizi FKM-UI, 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat Arismen MB, 2003. Gizi dalam Kehidupan Nix S, 2009. Basic Nutrition & Diet Theraphy De Bruyne Lk et all, 2008. Nutrition & Diet Theraphy

Stress Metabolik dan kebutuhan nutrien

Prof dr Nur Indrawaty Liputo, PhD Bagian Ilmu Gizi

Stres Metabolik Sepsis (infeksi) Trauma (termasuk luka bakar) Tindakan bedah Once the systemic response is activated, the physiologic and metabolic changes that follow are similar and may lead to septic shock.

Neurotransmiter dan hormon yang mempengaruhi pusat makan dan pusat kenyang di hipotalamusMenurunkan nafsu makan ( anoreksigenik) - melanocyte-stimulating hormon ( MSH) Leptin Serotonin Norepinefrin Hormon pelepas-kortikotropin Insulin Kolesistokinin (CCK) Peptida mirip-glukagon (GLP) Cocaine-and amphetamine-relguated transcrip (CART) Peptida YY ( PYY)

Meningkatkan nafsu makan ( oreksigenik )Neuropeptida Y ( NPY) Agouti related protein (AGRP) Hormon pemekat-melanin (MCH) Oreksin A dan B Endorfin Galanin (GAL) Asam amino ( asam glutamat dan aminobutirat) Kortisol Ghrelin

Infeksi, demam dan anoreksia Keadaan inflamasi sitokin adalah peptida yang bersifat katabolik anoreksia Kolesistokinin (CCK): katabolik febrigenesis yang menimbulkan anoreksia, meningkatkan metabolisme dan temperatur Leptin akan memicu pengeluaran sitokin dan peptida katabolik lain anoreksia MSH dan corticotropin releasing factor: memicu mekanisme adaptif katabolik

Hypermetabolic Response to Stress Cause

Algorithm content developed by John Anderson, PhD, and Sanford C. Garner, PhD, 2000.

Immediate Physiologic and Metabolic Changes after Injury or Burn

ADH, Antiduretic hormone; NH3, ammonia.

Keadaan hiperkatabolik Keadaan hiperkatabolik: dipicu oleh karena diproduksinya berbagai mediator akibat adanya trauma, sepsis, dan sakit lanjut Munculan: kehilangan protein yang progresif, gangguan metabolisme karbohidrat, peningkatan oksidasi lemak, peningkatan volume ekstraseluler organ failure tapi juga berperan dalam proses perbaikan dan menurunkan infalamasi

Respon metabolik pada Trauma dan keadaan sakit Moore dkk menemukan terjadi peningkatan ekskresi nitrogen, kalium dan fosfor di urin setelah terjadi trauma Zat gizi yang sama yang ada di otot Moore dkk berkesimpulan terdapat dua fase setelah terjadi trauma: fase ebb dan fase flow

Hypermetabolic Response to Stress Pathophysiology

Algorithm content developed by John Anderson, PhD, and Sanford C. Garner, PhD, 2000.

Trauma Setelah trauma terdapat 2 fase Ebb Phase : respon seketika setelah trauma Flow Phase: Fase setelah ebb phase berakhir

Ebb Phase: Instabilitas hemodinamik, ekstremitas dingin, hipometabolik Waktu: bervariasi, 12-24 jam, paling lama 3 hari Tergantung cukupnya resusitasi cairan Cardiac output menurun Konsumsi oksigen berkurang Penggunaan substrat menurun Penurunan fungsi sel

Ebb Phase Immediatehypovolemia, shock, tissue hypoxia Decreased cardiac output Decreased oxygen consumption Lowered body temperature Insulin levels drop because glucagon is elevated.

Flow Phase Follows fluid resuscitation and O2 transport Increased cardiac output begins Increased body temperature Increased energy expenditure Total body protein catabolism begins Marked increase in glucose production, FFAs, circulating insulin/glucagon/cortisol

Flow Phase: Peningkatan cardiac put Peningkatan expenditure, Peningkatan ekskresi nitrogen Peningkatan hormon katekolamin, kortisol dan glukagon Peningkatan mobilisasi asam amino dan asam lemak dari perifer Bertujuan mempercepat perbaikan

Fase Flow Respon metabolik yang dapat mengubah penggunaan energi dan protein Untuk menjaga fungsi organ Dan memperbaiki kerusakan jaringan Peningkatan konsumsi oksigen, tingkat metabolisme

Hormonal and Cell-Mediated Response Terjadi peningkatan signifikan produksi glukosa dan uptake sekunder glukoneogenesis, dan Peningkatan level hormon Peningkatan uptake asam amino hepatik Sintesa Protein Percepatan pemecahan protein otot

Skeletal Muscle Proteolysis

From Simmons RL, Steed DL: Basic science review for surgeons, Philadelphia, 1992, WB Saunders.

Metabolic Response to TraumaFatty DepositsFatty Acids

Endocrine Response

Liver & Muscle (glycogen) Muscle (amino acids)

Glucose

Amino Acids

Metabolic Response to Trauma28 Nitrogen Excretion (g/day) 24

2016 12 8 4 0

10Long CL, et al. JPEN 1979;3:452-456

20

Days

30

40

Severity of Trauma: Effects on Nitrogen Losses and Metabolic RateMajor Ciruga mayor Surgery Quemadura Moderate to Severe moderada a grave Burn Sepsis Severe grave Sepsis

Nitrogen Loss in Urine

Infeccin Infection Ciruga Elective electiva Surgery

Basal Metabolic Rate Adapted from Long CL, et al. JPEN 1979;3:452-456

Metabolic Changes in Starvation

From Simmons RL, Steed DL: Basic science review for surgeons, Philadelphia, 1992, WB Saunders.

Starvation vs. Stress Respon Metabolik thd stress berbeda dg respon terhadap kelaparan. Starvation = penurunan energi expenditure, menggunakan energi alternatif, penurunan protein wasting, penggunaan cadangan glikogen pada 24 jam pertama Late starvation = fatty acids, ketones, and glycerol provide energy for all tissues except brain, nervous system, and RBCs

Energy Expenditure in Starvation12

Nitrogen Excretion (g/day)

8

Normal Range

4

Partial Starvation

Total Starvation0

10

20

30

40

DaysLong CL et al. JPEN 1979;3:452-456

Metabolic Response to TraumaEbb Phase Energy Expenditure Flow Phase

Time

Cutherbertson DP, et al. Adv Clin Chem 1969;12:1-55

Hormonal Stress Response Aldosteronecorticosteroid menyebabkan retensi sodium Antidiuretic hormone (ADH) merangsang absorpsi air di tubular renal Mempertahankan air dan garan untuk menunjang sirkulasi volume darah

Hormonal Stress Responsecontd ACTHacts on adrenal cortex to release cortisol (mobilizes amino acids from skeletal muscles) Catecholaminesepinephrine and norepinephrine from renal medulla to stimulate hepatic glycogenolysis, fat mobilization, gluconeogenesis

Cytokines Interleukin-1, interleukin-6, and tumor necrosis factor (TNF) Released by phagocytes in response to tissue damage, infection, inflammation, and some drugs and chemicals

Pemakaian energi Pada fase flow, pemakaian energi meningkat, seiring peningkatan tingkat metabolisme K