Dinamika Penduduk Papua Barat

  • View
    177

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Dinamika Penduduk Papua Barat

Text of Dinamika Penduduk Papua Barat

  • DINAMIKA PENDUDUK

    PROVINSI PAPUA BARAT

    Makalah ini disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

    Demografi/Kependudukan

    Pengampu : Dr. Sarwono, M.Pd

    Oleh:

    Yuhana Dwi Krisnawati (S881402013)

    Semester Februari-Juni 2014

    PROGRAM STUDI PKLH

    PROGRAM PASCASARJANA

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    2014

    Generated by Foxit PDF Creator Foxit Softwarehttp://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

  • 2

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas

    berkat rahmat serta hidayah penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagai

    tugas individu mata kuliah Demografi/Kependudukan dengan baik. Makalah ini

    berjudul Dinamika Penduduk Provinsi Papua Barat.

    Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen

    pengampu mata kuliah Demografi/Kependudukan yaitu Dr. Sarwono, M.Pd.

    Penulis sepenuhnya sadar, penyusunan makalah ini tidak akan terlaksana dengan

    baik tanpa arahan, bimbingan, dan petunjuk dari beliau.

    Penulis juga menyadari, makalah ini masih jauh dari sempurna dan

    membutuhkan perbaikan untuk menjadi lebih baik. Oleh karena itu, kritik dan

    saran dari pembaca sangat kami harapkan.

    Surakarta, Juni 2014

    Penulis

    Generated by Foxit PDF Creator Foxit Softwarehttp://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

  • 3

    DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN JUDUL ......................................................................................

    KATA PENGANTAR ....................................................................................

    DAFTAR ISI ...................................................................................................

    BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................

    A. Latar Belakang .....................................................................................

    B. Rumusan Masalah ................................................................................

    C. Tujuan Penulisan ..................................................................................

    BAB II PEMBAHASAN ................................................................................

    A. Kondisi Fisik Provinsi Papua Barat .....................................................

    B. Pertumbuhan Penduduk Provinsi Papua Barat .....................................

    C. HDI di Provinsi Papua Barat.................................................................

    D. Ketercapaian MDGs di Provinsi Papua Barat ......................................

    E. Masalah dan Kebijakan Penduduk di Provinsi Papua Barat ................

    BAB III SIMPULAN ......................................................................................

    DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

    1

    2

    3

    4

    4

    5

    5

    6

    6

    6

    11

    18

    39

    42

    43

    Generated by Foxit PDF Creator Foxit Softwarehttp://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

  • 4

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki 33 provinsi.

    Sebagai negara kepulauan tentunya banyak tantangan yang dihadapi oleh

    negara Indonesia, baik itu masalah aksesbilitas, penduduk, pendidikan

    maupun kesehatan. Salah satu provinsi di Indonesia yangmasih mengalami

    banyak masalah adalah provinsi Papua Barat. Provinsi Papau Barat,

    merupakan salah satu provinsi di belahan timur. Permasalahan kemiskinan

    dan pembangunan kualitas sumber daya manusia dan membuka mengatasi

    hambatan geografis merupakan sejumlah tantangan besar yang dihadapi

    oleh pemerintah Provinsi Papua Barat.

    Pada awal terbentuknya pada tahun 2006, tingkat kemiskinan di

    Provinsi Papua Barat sangat tinggi. Persentase penduduk miskin mencapai

    41,34 persen atau 284,1 ribu penduduk. Papua Barat menempati lima

    provinsi dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Indoneisa

    bersama Provinsi Papua, Provinsi Maluku, Provinsi Gorontalo dan

    Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selain itu, tingkat kedalaman kimiskinan

    dan tingkat keparahan kemiskinan di Papua Barat tertinggi di Indonesia.

    Hal ini menggambarkan kondisi kemiskinan di Papua Barat yang sangat

    buruk pada saat itu.

    Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Barat pada

    tahun 2006 berada pada posisi ke-30 dari 33 provinsi yang dihitung IPM-

    nya. Selain persoalan kemiskinan, permasalahan pembangunan manusia di

    Papua Barat masih sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan, salah satu

    komponen pembentuk IPM yaitu rata-rata lama sekolah masih sangat

    rendah yaitu sebesar 7,20 tahun. Selain itu, persentase penduduk 15 tahun

    atau lebih yang buta huruf mencapai 11,45 persen. Indikator tersebut

    menggambarkan sejumlah permasalahan penyelenggaraan pendidikan di

    Generated by Foxit PDF Creator Foxit Softwarehttp://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

  • 5

    Tanah Papua terkait akses, partisipasi, kontrol dan manfaat pembangunan

    bagi masyarakatnya.

    Rendahnya kualitas sumberdaya manusia di Papua Barat

    berdampak nyata pada kontribusi Papua Barat terhadap pembangunan

    nasional. Kontribusi perekonomian Provinsi Papua Barat terhadap

    perkonomian nasional yang diukur dari PDRB berdasarkan harga berlaku

    hanya 0,3 persen pada tahun 2008. Di sisi lain, tingkat pengangguran

    terbuka pada tahun yang sama mencapai 32 ribu orang ( 9,03 persen).

    Melihat berbagai permasalahan dalam latar belakang di atas,

    penulis tertarik untuk menulis makalah dengan judul Dinamika Penduduk

    Provinsi Papua Barat.

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah dalam

    makalah ini adalah:

    1. Bagaimana kondisi wilayah Papua Barat?

    2. Bagaimana pertumbuhan penduduk di Papua Barat?

    3. Bagaimana tingkat HDI di Papua Barat?

    4. Bagaimana ketercapaian MDGs di Papua Barat?

    5. Apakah masalah penduduk di Papua Barat dan kebijakan?

    C. Tujuan Penulisan

    Sesuai dengan rumusan masalah di atas, dalam makalah ini akan

    dibahas tentang:

    1. Kondisi fisik Papua Barat.

    2. Pertumbuhan penduduk di Papua Barat.

    3. Tingkat HDI di Papua Barat.

    4. Ketercapaian MDGs di Papua Barat.

    5. Masalah dan Kebijakan Penduduk di Papua Barat.

    Generated by Foxit PDF Creator Foxit Softwarehttp://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

  • 6

    BAB II

    PEMBAHASAN

    A. Kondisi Fisik Provinsi Papua Barat

    Provinsi Papua Barat secara geografis terletak pada 124-132 BT dan 0- 4

    LS, tepat berada di bawah garis khatulistiwa dengan ketinggian 0-100 meter

    dari permukaan laut. Batas wilayah Provinsi Papua Barat, sebelah Utara

    berbatasan dengan Samudera Pasifik, sebelah Selatan berbatasan dengan Laut

    Banda (Provinsi Maluku), sebelah Barat berbatasan dengan Laut Seram

    (Provinsi Maluku), dan sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Papua.

    Gambar 1. Provinsi Papua Barat

    B. Pertumbuhan Penduduk Provinsi Papua Barat

    1. Kepadatan Penduduk Papua Barat

    Kepadatan dapat dilihat dari beberapa pendekatan yaitu kepadatan

    bruto, netto dan kepadatan agraris. Karena tidak adanya data lahan

    terbangun, maka kepadatan penduduk yang diuraikan ini adalah kepadatan

    bruto. Kepadatan bruto penduduk di Provinsi Papua Barat tidak

    terdistribusi secara merata. Karakter pola pemukiman loncat katak, dari

    Generated by Foxit PDF Creator Foxit Softwarehttp://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

  • 7

    kota/kabupaten satu ke kota/kabupaten lainnya. Secara umum, kepadatan

    penduduk di Provinsi Papua Barat relatif sangat rendah dengan kepadatan

    berkisar antara 4-12 jiwa/km2. Kota Sorong merupakan kota yang

    memiliki kepadatan penduduk paling tinggi, yaitu 147 jiwa/km2 atau 147

    jiwa setiap km2. Kota ini hanya memiliki luasan tak lebih dari 1105 km2

    dan di kota ini terdapat banyak fasilitas sosial perekonomian sehingga di

    wilayah ini terjadi pemusatan penduduk. Sedangkan kepadatan penduduk

    terendah terdapat di Kabupaten Kaimana, yaitu 2 jiwa/km2.

    2. Jumlah Penduduk Papua Barat

    Provinsi Papua Barat berdasarakan hasil sementara Sensus

    Penduduk Tahun 2010 (SP2010) dihuni oleh 760.855 jiwa terdiri dari

    402.587 penduduk laki-laki dan 358.268 penduduk perempuan. Penduduk

    Provinsi Papua Barat terkonsentrasi di Kota Sorong dan Kabupaten

    Manokwari dengan persentase penduduk terhadap total provinsi sebesar

    25,02 dan 24,66 persen. Sedangkan kabupaten lain masing-masing dihuni

    kurang dari 10 persen penduduk. Kabupaten dengan penduduk terkecil

    adalah Kabupaten Tambraw, kabupaten pemekaran dari Kabupaten

    Sorong, dengan jumlah penduduk 6.393 jiwa (0,84 persen). Pada tahun

    2000, Provinsi Papua Barat masih merupakan bagian dari Provinsi Papua.

    Pada awalnya, provinsi ini terdiri dari 3 kabupaten dan 1 kota yaitu

    Kabupaten Fakfak, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Sorong dan Kota

    Sorong. Kabupaten Manokwari merupakan kabupaten tertua di Papua

    Barat. Berdiri sejak 8 November 1898 sebagai bagian dari keresidenan

    Ternate. Manokwari sendiri secara etnologi berasal dari bahasa Biak

    Mnukwar yang bermakna Kampung Tua. Sebagai pusat pemerintahan,

    Manokwari juga merupakan pusat konsent