Hand Out Kulit

  • View
    18

  • Download
    10

Embed Size (px)

DESCRIPTION

patsis

Transcript

  • CATATAN KULIAH PATOLOGI KULIT PATOLOGI SISTEMIK I FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 OLEH : Dr. Drh Sri Estuningsih MSi, PATAOLOGI PENYAKIT KULIT = DERMATOPATOLOGI Review HAKEKAT dan fungsi KULIT

    1. Menghubungkan hewan dengan lingkungan luar. 2. Merupakan bagian terluas dibandingkan bagian tubuh lainnya. 3. Berfungsi sebagai pelindung tubuh : terhadap bahaya fisik, bahan kimia,

    thermoregulator, menahan cairan tubuh, sintesa vit. D, alat sensor komunikasi, immunosurvaillence (memproduksi cytokines dan memiliki sel komponen sistem kekebalan (sel lengerhans dan limphosit).

    4. Mampu melakukan proses persembuhan dengan cepat ( setelah terpapar kerusakan ringan sedang).

    5. Menggambarkan kondisi kesehatan tubuh ybs (penyakit nutrisi, metabolisme dan penyakit kronis).

    6. Memiliki kemampuan antimikrobial. 7. Menyimpan cadangan elektrolit, air, vitamin, lemak dan karbohidrat. 8. Memiliki pigmen dan mampu melaksanakan pigmentasi sebagai usaha

    pelindung tubuh terhadap sinar matahari. 9. Dilengkapi dengan adnexa, memiliki struktur khas kuku, tanduk, sisik, rambut

    dan bulu. KULIT NORMAL terdiri dari 3 lapis ;

    epidermis. dermis. subkutis.

    LAPISAN EPIDERMIS:

    Bagian terluar, pada susunannya sebagai suatu struktur memiliki komponen sel:

    Keratinosit, merupakan bagian terbanyak diantara sel lainnya, memproduksi keratin.

    Melanosit adalah Sel yang memproduksi melanin. Sel Langerhans merupakan fogosit yang berperan dalam proses penangkapan

    antigen. Merkel cell merupakan sel neuroendokrin yang fungsinya masih belum

    diketahui.

    Susunan lapisan epedermis menunjukkan tingkat kematangan sel yang dimulai dari lapis termuda. Proses maturasi berlangsung sekitar 30 hari. Penting dicatat bahwa mitosisnya hanya terjadi pada lapis basal saja. Melanosit dan markel cell hanya terdapat pada lapis basal saja, sedangkan sel Langerhans terdapat disemua lapis sel secara acak.

    1

  • Skema kulit normal

    KERATINOSIT : Tersusun menjadi beberapa lapis : Lapis basal, terdiri dari sel yang aktif membelah. lapis spinosa, terdiri dari sel yang berbentuk poligonal dihubungkan satu lapis

    dengan lainnya oleh intercelluler bridges. Lapis granular, sel-selnya pipih memiliki granul keratohyalin. Lapisan keratin merupakan lapisan tersusun dari keratin tidak ada struktur inti

    pada lapisan ini.

    2

  • LAPISAN DERMIS:

    Dipisah dari lapisan epidermis oleh membran basalis yang merupakan bagian penting dari dermo-epidermis junction yang terdiri dari lamina lucida, densa sarta zona sublaminar.

    Dermis terdiri dari jalinan jaringan ikat longar yang dilengkapi oleh sistem kapiler buluh darah, folikel rambut, kelenjar keringat yang memiliki saluran pembuluh darah, folikel rambut, kelenjar keringat yang memiliki saluran sendiri, kelenjar sebaceous yang pada folikel rambut.

    3

  • DERMATOPATHOLOGY KELAINAN PADA LAPISAN EPIDERMIS ; No Istilah definisi

    1 Hyperkeratosis penebalan str. corneum. Berdasarkan bentuk selnya dibagi menjadi: a. Ortokeratotic Hyperkeratosis : lapisan keratin berpigmen, keratinosis tidak berinti. b. Parakeratotic Hyperkeratosis : keratinosis berinti.

    2 Hypokeratosis lapisan keratin ( str. corneum) menjadi tipis. 3 Dyskeratosis kegagalan proses keratinisasi secara individu

    keratinosit Hypergranulosis Penebalan str. granulosum. Sering terjadi

    menyertai dermatosis dengan orthokeratotic hyperkeratosis dan hyperplasia epidermis

    Hypogranulosis Penebalan str. granulosum. Sering terjadi menyertai dermatosis dengan Parakeratotic Hyperkeratosis

    Hyperplasia Penebalan lepisan epidermis yang tidak mengandung keratin ( tidak mengalami kornifikasi), artinya terjadi pertambahan sel epidermal. Bentuknya bisa tidak beraturan, beraturan (psoriasiformis), membentuk papil-papil yang menjulur ke permukaan kulit, dan pseudocarsinomateus (pseudoepitheliomateous).

    Achantosis Penebalan str. spinosum, kemungkinan besar mengarah keperubahan kulit hyperplasia.

    Hypoplasia Penipisan lapisan epidermis yang mengalami kornifikasi, disebabkan oleh berkurangnya jumlah sel.

    Atrophy Penipisan lapisan epidermis yang tidak memiliki corneum mengecilnya ukuran sel.

    Necrosis Kematian sel atau jaringan pada suatu individu yang ditandai oleh kayorrhexis (inti terpigmentasi), pyknosis (inti mengecil dan hyperkhromatik) serta karyolysis (inti menghilang).

    Spongiosis (interceluler Edema)

    jarak celah intercelluler meluas.

    Intracelluler Edema Disebut juga degenerasi juga hydropis atau degenerasi vacouler, terjadi perubahan yang khas berupa pembengkakan sel, sitoplasma pucat dan letak inti sel berubah.

    Balloning Degeneration (koilocytosis)

    Perubahan degeneratif yang khas terjadi pada lapisan epidermis, ditandai dengan pembengkakkan yang nyata sel epitel epidermis, sitoplasma berkesan eosinofilik tanpa ditandai oleh pembentukkan vokuola. Spesifik ditemukan

    4

  • pada infeksi virus.

    Acantholysis Hilangnya daya perlekatan diantara sel-sel epidermis, menyebabkan terbentuknya celah intra epitel, pembentukan vesicel atau kantung dan bullae. Jika dalam kantung terdapat sel, maka sel tersebut adalah Acantholysis

    Degenerasi Hydropis Sel Basal

    edema intraselluler yang terbatas pada lapisan sel basal. dapat terjadi pada lapisan folikel rambut, sehingga terbentuknya vesicle yang dapat menyebabkan penipisan lapisan dermo-epidermal.

    Cheft/Celah Suatu ruangan sempit yang pada epidermis atau pada regio DEJ yang dapat disebabkan oleh acantholysis atau degenerasi lapisan hidropis lapisan sel-sel basal. Juga dapat terbentuk akibat luka buatan waktu dilakukan biopsi.

    Mikrovesicle, Vesicle, Bullae

    terminologi ini menunjukkan ukurannya merupakan satu ruangan yang berisi, ruangan tersebut umumnya aselluler terbentuk pada lapisan dermis atau dibawah lapisan epidermis.

    Mikoabses dan Fustula dua terminologi yang sama untuk menggambarkan berubahan terbentuknya suatu ruangan interepidermal atau subepidural yang berisi sel radang. Tergantung ukuran ruangannya, mikroabses bisa kecil dan bisa cukup besar.

    Mikropigmentasi (Hyperpigmentosis)

    bila jumlah melanin terdapat terdapat berlebihan pada lapisan epidermis dan sering ditemukan pada makrofag lapisan dermis.

    Hypopigmentasi melanin yang jumlahnya menurun.

    5

  • Beberapa contoh skema kelainan epidermis

    1. :: KALAINAN PADA LAPISAN DERMIS

    No Istilah definisi 1 Hyalinasi Terakumulasinya suatu material pada dermis

    yang berwarna lebih eosinofilik, mengkilap dan berkilat.

    2 Degenerasi Fibrosa Terjadi deposit atau pergantian komponen dermis dengan suatu substansi yang berwarna eosinofilik, fibriler atau granular.

    3. Kolagenolisis Terdapat suatu substansi homogenuos berwarna eosinofilik pada suatu dermis yang mengantikan struktur detail collagen yang menghilang.

    Mineralisasi Distrofik Deposisi bahan yang mengandung garam kalsium tampak sebagai material yang berwarna basofilik, amorphus atau material bergranul disekitar jaring-jaring collagen (calsinosis cutis).

    Atrophy bila serat collagen badan fibroblas berkurang jumlahnya, menyebabkan bagian dermis menipis.

    Desmoplasia bila fibroplasia dirangsang oleh terbentuknya neoplasma.

    6

  • No Istilah definisi 1 Fibroplasia pembentukkan dan pertumbuhan jaringan ikat

    fibrosa, sering disebut pembentukan jaringan granulasi.

    2 Fibrosis Kelanjutan proses fibrosplasia yang ditandai dengan meningkatnya fibroblas dan jaringan ikat collagen.

    3 Sclerosis Terbentuknya scars/cicatrik merupakan titik akhir (end point) fibrosis, terdapat banyak jaringan ikat collagen berwarna eosinifilik, fibroblas pada keadaan ini sudah berkurang.

    4 Papallomatosis Papilae melanin tumbuh menjulur menyundul lapisan epidermis menyebabkan terjadinya kesan undulasi yang irreguler pada permukaan kulit.

    5 Pigmentosis Granul melanin tampak bebas tersebar dibagian subepidermal dan diingesti oleh melanophag.

    6 Edema Penimbungan cairan di dermal yang dikenali dengan adanya dilatasi ruangan buluh limfatik (umumnya tidak tampak) dan meluasnya ruangan-ruangan diantara buluh darah dan collagen di bagian perivaskular atau diantara jaringan-jaringan collagen

    7 Degenerasi Mucinous terdapat sejumlah substansi berkesan amorphous, menggantikan collagen yang bergenerasi dan terdapat disekitar buluh darah adnexa. Normal ditemukan pada anjing jenis chinese shar pei

    KELAINAN PADA FOLIKEL RAMBUT 1. Poral (follicular keratosis) : hyperkeratosis pada epitel folikel ranbut, dapat

    menyebakan timbulnya sumbatan dan perluasan lumen folikel rambut dan berpotensi terjadinya siste folikel rambut.

    2.Perifolliculitis : paradangan jaringan (dermis) disekitar folikel rambut. 3.Folliculitis : peradangan folikel rambut. 4.Furunculosis : folliculitis yang berkelanjutan hingga sering terbentuk perforasi

    (lubang) dan terjadi penetrasi hingga sering terbetuk deposisi keratin atau terdapat keratin atau terdapat keratin bebas didalam lapisan dermis. bisanya selalu diikuti oleh radang pyogranulomatous yang intensif

    5.Follicular atrophy : terjadinya involusi (bisanya granul) follikel rambut 6.Telogenization : follikel rambut dalam keadan istirahat (fase telogen) 7.Follicular

    dystrophy : folikel rambut tidak tumbuh sempurna (abnormal

    7

  • KELAINAN PADA KELENJAR RAMBUT 1. Sebacious Adenitis : peradangan kelenjar sebaceous 2. Hydradenitis: peradangan kelenjar keringat PENYAKIT KULIT SPESIFIK Berdasarkan penyebabnya penyakit kulit diklasifikasikan sbb:

    1. Herediter/congenitalis 2. Berhubungan d