Click here to load reader

Laporan Instrumentasi Kelautan Kampus Semarang

  • View
    15

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Laporan Instrumentasi Kelautan Kampus Semarang

LAPORAN RESMIPRAKTIKUM INSTRUMENTASI KELAUTAN

Disusun Oleh:Dias Natasasmita26020110130093

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTANJURUSAN ILMU KELAUTANFAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTANUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2011

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangInstrumentasiKelautanadalah suatu bidang ilmukelautanyang behubungan dengan alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks dalam duniakelautan.Pancaindera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas. Oleh karena itu, banyak masalah mengenai benda atau organism yang akan di amati hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat bantu.Instrumentasi kelautan sebagai alat pengukuran meliputi insturmentasi Survey / Statistik, Intrumentasi Pengukuran Suhu, Disolve Oxygen (DO), Turbiditas, Salinitas, PH perairan, dll. Contoh dari instrumentasi sebagai alat analisis dan kendali dalam instrumentasi ini bisa dilakukan secara manual (hasilnya dibaca dan ditulis tangan), tetapi bisa juga dilakukan secara otomatis dengan menggunakan komputer (sirkuit elektronik). Untuk jenis yang kedua ini, instrumentasi tidak bisa dipisahkan dengan bidang elektronika dan instrumentasi itu sendiri. Dalam praktikum instrumentasi kelautan ini membahas tentang alat alat yang erat kaitannya dengan kondisi oseanografi dan parameter-parameter lingkungkan yang ada di laut. Adapun alat-alat tersebut seperti GPS, Refraktometer, PH dan DO meter, Anemometer dan Horiba. Semuanya dibahas berdasarkan fungsi, teknik dan prosedur penggunaan, cara kalibrasi hingga teknik menyimpan dan perawatannya.1.2. Tujuan1. Mahasiswa dapat memahami kegunaan dari alat alat instrumentasi khususnya dalam pengambilan data kelautan.2. Mahasiswa dapat mengetahui bagian bagian dari alat alat instrumentasi beserta fungsinya.3. Mahasiswa dapat menggunakan alat alat instrumentasi dengan baik dan benar.4. Mahasiswa dapat mengerti cara pengkalibrasian dari alat alat instrumentasi yang digunakan di praktikum ini.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. GPSGPS (Global Positioning System) merupakan sistem navigasi satelit yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US DoD =United States Department of Defense). GPS memungkinkan kita mengetahui posisi geografis kita (lintang, bujur, dan ketinggian di atas permukaan laut). Jadi dimanapun kita berada di muka bumi ini, kita dapat mengetahui posisi kita dengan tepat (www.kharismawan51.blogdetik.com).Beberapa kemampuan GPS antara lain dapat memberikan informasi tentang posisi, kecepatan, dan waktu secara cepat, akurat, murah, dimana saja di bumi ini tanpa tergantung cuaca. Hal yang perlu dicatat bahwa GPS adalah satu-satunya sistem navigasi ataupun sistem penentuan posisi dalam beberapa abad ini yang memiliki kemampuan handal seperti itu. Ketelitian dari GPS dapat mencapai beberapa mm untuk ketelitian posisinya, beberapa cm/s untuk ketelitian kecepatannya dan beberapa nanodetik untuk ketelitian waktunya. Ketelitian posisi yang diperoleh akan tergantung pada beberapa faktor yaitu metode penentuan posisi, geometri satelit, tingkat ketelitian data, dan metode pengolahan datanya (www.sphsalatiga.com).

2. 2.1. 2.1.1. FungsiGPS terdiri dari 3 segmen: Segmen angkasa, kontrol/pengendali, dan pengguna., dimana : Segmen angkasa terdiri dari 24 satelit yang beroperasi dalam 6 orbit pada ketinggian 20.200 km dan inklinasi 55 derajat dengan periode 12 jam (satelit akan kembali ke titik yang sama dalam 12 jam). Satelit tersebut memutari orbitnya sehingga minimal ada 6 satelit yang dapat dipantau pada titik manapun di bumi ini. Satelit tersebut mengirimkan posisi dan waktu kepada pengguna seluruh dunia. Segmen Kontrol/Pengendaliterdapat pusat pengendali utama yang terdapat di Colorodo Springs, dan 5 stasiun pemantau lainnya dan 3 antena yang tersebar di bumi ini. Stasiun pemantau memantau semua satelit GOS dan mengumpulkan informasinya. Stasiun pemantau kemudian mengirimkan informasi tersebut kepada pusat pengendali utama yang kemudian melakukan perhitungan dan pengecekan orbit satelit. Informasi tersebut kemudian dikoreksi dan dilakukan pemuktahiran dan dikirim ke satelit GPS. Segmen PenggunaPada sisi pengguna dibutuhkan penerima GPS (selanjutnya kita sebutperangkat GPS) yang biasanya terdiri dari penerima, prosesor, dan antena, sehingga memungkinkan kita dimanapun kita berada di muka bumi ini (tanah, laut, dan udara) dapat menerima sinyal dari satelit GPS dan kemudian menghitung posisi, kecepatan dan waktu. (www.sutfis.blogspot.com)Berikut beberapa fungsi GPS di berbagai bidang : MiliterGPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada.Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menetukan pergerakan pasukan. NavigasiGPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi sepertikompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu nivigasi, dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sistem Informasi GeografisUntuk keperluan Sistem Informasi Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran.

Sistem pelacakan kendaraanKegunaan lain GPS adalah sebagai pelacak kendaraan, dengan bamtuan GPS pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada dimana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini.(www.kharismawan51.blogdetik.com)

2.1.2. Cara MenggunakanSetiap satelit mentransmisikan dua sinyal yaitu L1 (1575.42 MHz) dan L2 (1227.60 MHz). Sinyal L1 dimodulasikan dengan dua sinyalpseudo-randomyaitu kode P (Protected) dan kode C/A (coarse/aquisition). Sinyal L2 hanya membawa kode P. Setiap satelit mentransmisikan kode yang unik sehingga penerima (perangkat GPS) dapat mengidentifikasi sinyal dari setiap satelit. Pada saat fitur Anti-Spoofing diaktifkan, maka kode P akan dienkripsi dan selanjutnya dikenal sebagai kode P(Y) atau kode Y (www.blog.uad.ac.id).Perangkat GPS yang dikhususkan buat sipil hanya menerima kode C/A pada sinyal L1 (meskipun pada perangkat GPS yang canggih dapat memanfaatkan sinyal L2 untuk memperoleh pengukuran yang lebih teliti (www.blog.uad.ac.id).Perangkat GPS menerima sinyal yang ditransmisikan oleh satelit GPS. Dalam menentukan posisi, kita membutuhkan paling sedikit 3 satelit untuk penentuan posisi 2 dimensi (lintang dan bujur) dan 4 satelit untuk penentuan posisi 3 dimensi (lintang, bujur, dan ketinggian). Semakin banyak satelit yang diperoleh maka akurasi posisi kita akan semakin tinggi. Untuk mendapatkan sinyal tersebut, perangkat GPS harus berada di ruang terbuka. Apabila perangkat GPS kita berada dalam ruangan atau kanopi yang lebat dan daerah kita dikelilingi oleh gedung tinggi maka sinyal yang diperoleh akan semakin berkurang sehingga akan sukar untuk menentukan posisi dengan tepat atau bahkan tidak dapat menentukan posisi (www.blog.uad.ac.id).Perangkat GPS menerima sinyal dari satelit dan kemudian melakukan perhitungan sehingga pada tampilan umumnya kita dapat mengetahui posisi (dalam lintang dan bujur), kecepatan, dan waktu. Disamping itu juga informasi tambahan seperti jarak, dan waktu tempuh. Posisi yang ditampilkan merupakan sistem referensi geodetik WGS-84 dan waktu merupakan referensi USNO (U.S. Naval Observatory Time)(www.blog.uad.ac.id).

Gambar 1. Skema kerja GPS

Berikut adalah langkah-langkah menggunakan GPS yang baik dan benar (GPS Garmin) :1. Pegang GPS anda.2. Periksakondisi baterainya apa masih cukuo atau tidak, jika tidak kita bias isi dengan dua buah baterai AAA3. Tekan tombol bagian atasnya, nyalakan.4. Tunggu sebentar karena dia akan terhubung via satelit5. Selanjtnya di layar akan munsul banyak icon seperti di windows, ada map, compass, setup, dan lain lain6. Masuk ke fitur map dan anda akan menemukan tanda panah bergoyang sebagai tanda kedudukan anda sekarang, Bila garmin anda belum ada petanya maka GPS anda masih kosong alias belum diinstall peta, GPS anda bisa terkoneksi dengan software ArcGIS, bila GPS anda masih kosong anda bisa memasukkan koordinat2 yang bisa anda mengerti.7. Misal anda sekarang sedang berada di Simpang Lima Semarang, anda tinggal berdiri di titik yang anda ingin simpan. (tunggu sampai tanda panah berhenti atau satelit terkoneksi sepenuhnya8. Lalu tekan MARK, untuk menyimpan koordinat anda saat ini, kalau sudah rename point tersebut dengan nama anda misal tempat parkir simpang lima9. bila sudah disave, pulanglah kerumah., lalu save lagi point anda dirumah, rumah saya yes.(www.blog.uad.ac.id)Setelah itu bila anda ingin ke simpang lima dari rumah, anda tinggal memakai fasilitas waypoint dari GPS anda dan GPS akan menarik garis dari rumah anda menuju simpang lima, dan anda akan dipandu jalan terdekat menuju simpang lima (www.blog.uad.ac.id).Anda juga bisa membuat garis di GPS anda, caranya bukan dengan pulpen, tapi dengan mobil anda, jadi mobil berfungsi sebagai pulpen dalam GPS anda, caranya naik mobil anda lalu saat mobil melintasi jalan tersebut aktifkan fungsi drawing maka panah akan meninggalkan jejak berwarna hitam dan tiap garis bisa diberi nama, misal jl merapi raya, atau jalan tol jagorawi, jalur pantura, atau jalan2 lain yang ingin anda gambar (draw), jadi bila ingin menggambar jalan tol jagorawi, sebelum pintu tol anda harus sudah siap2 memencet tombol draw dan kalo sudah sampai diujung tol jagorawi atau sudah masuk bogor, anda tinggal save untuk menyudahinya (www.blog.uad.ac.id).Didalam map anda juga bisa men-zoom peta hingga beberapa kali perbesaran, jadi anda bisa melihat jalan2 disekeliling anda juga atau bahkan meja kantor, lemari, komputer, bila anda memang menyimpan koordinat layout kantor anda (kalo rajin), jadi intinya GPS adalah gadget yang menyenangkan yang akan membawa anda mengena

Search related