Pemulihan Dukacita (Grief Recovery)

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Cocok Untuk Bahan Konseling Pemula

Text of Pemulihan Dukacita (Grief Recovery)

Kunci- kunci Konseling Alkitabiah I Raja-Raja 22:5 "Baiklah tanyakan dahulu firman TUHAN."

Pemulihan Duka CitaTetap Damai Dalam KedukaanOleh June Hunt

Mengapa banyak orang begitu tertarik pada Yesus . . . . khususnya ketika mereka tak lagi memiliki harapan dalam hati mereka? Mengapa mereka berasumsi bahwa Dia akan bersimpati dengan kesedihan mereka? Mengapa Dia harus berduka atas kedukaan mereka? Jawabannya sederhana: Yesus tidak asing dengan kesedihan. Dia difitnah dan diejek, direndahkan dan dipukul, dikritik dan disalib. Namun Alkitab mengatakan, (1 Petrus 2:23) Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Jika anda melihat seseorang sedang dicemoohkan, ketika anda mendengar seseorang sedang difitnah, ketika anda melihat seseorang sedang menderita, anda mengetahui bahwa orang itu tidak hanya memahami tetapi juga merasakan kedukaan. Ketika Yesus tinggal di bumi, orang-orang yang menonton Dia melihat ejekan-ejekan yang tidak adil yang dilemparkan kepada-Nya . . . . mendengar fitnah yang tidak adil dibicarakan tentang Dia . . . . melihat penderitaan yang tidak adil yang dibebankan pada Dia. Oleh karena itu mereka mengetahui bahwa Dia adalah orang yang dapat memahami duka dan peduli terhadap kedukaan mereka. Jika anda merasakan, Tidak ada orang yang mempedulikan rasa sakit saya, Yesus peduli! Jika anda berpikir, Tidak ada yang mempedulikan kesedihan saya,Yesus peduli! Jika anda percaya Tidak ada yang peduli tentang kedukaan saya,Yesus peduli! (1 Petrus 5:7) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Orang tertarik kepada Yesus karena Yesus peduli, dan oleh karena itu anda juga dapat datang padaNya. (Ibrani 4:15-16) 15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

I. DEFINISI Siapa yang tidak mempertanyakan alasan terhadap rasa sakit dan penderitaan yang ada dalam dunia? Sudah tentu ada orang-orang yang menjadi keras oleh karena kehilangan yang mereka alami dan ada pula orang yang menjadi lembutTuhan memakai kesedihan mereka untuk menanam di dalam mereka hati yang lembut dan dapat memahami. Hanya beberapa hari sebelum kematiannya sendiri, Yesus pergi ke kubur Lazarus untuk menghibur kedua kakak perempuannya yang sedang merasa kehilangan. Yesus bukan saja sangat terharu dalam Roh-Nya, tetapi Dia juga menangis dengan Maria dan Marta. Tampaknya paradoksal bahwa YesusPutra Tuhan, Dia yang menjadikan air menjadi anggur, yang melipat-gandakan roti dan ikan, yang membangkitkan Lazarus dari kematiantidak dapat menghindari kesedihan dalam hidup-Nya sendiri. Tetapi Nabi Yesaya sebelumnya telah menubuatkan bahwa Kristus, Mesias yang telah datang adalah seorang yang memahami kesedihan dengan baik; dan memang demikianlah Ia adanya . . . . (Yesaya 53:3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. A. Apakah Duka Cita Itu? Duka cita adalah emosi sedih yang menyakitkan yang disebabkan oleh karena kehilangan seseorang atau sesuatu yang mempunyai arti yang dalam bagi anda. (Mazmur 31:9) Biarlah bibir dusta menjadi kelu, yang mencaci maki orang benar dengan kecongkakan dan penghinaan! Duka cita dimulai dalam hati anda sebagai respon alamiah karena kehilangan sesuatu yang berarti dan yang tidak diinginkan terjadi dalam hidup. Duka cita adalah emosi yang diberikan Tuhan yang bertambah seiring dengan pengetahuan tentang kesedihan hidup. Semakin anda memahami duka-cita yang dialami orang, semakin besar kemungkinan anda sendiri akan berduka cita. 1 (Pengkhotbah 1:18) karena di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, dan siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan. Dalam Perjanjian Baru, kata Yunani lupe berarti rasa sakit tubuh atau pikiran 2 Ketika Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia akan segera dikhianati dan dibunuh, mereka dipenuhi duka- cita. (Matius 17:23) dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya pun menjadi sedih sekali.2005 HOPE FOR THE HEART Pemulihan Dukacita 05.12/10 halaman 2

B. Apakah Berduka Itu? Berduka adalah proses menjalani rasa sakit karena kesedihan yang diakibatkan kematian orang yang dianggap berarti dalam hidup. (Ratapan 5:15) Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan. Berduka (kadang disebut berduka cita), merupakan proses normal yang sehat dan berlangsung selama beberapa waktu. Tuhan menggunakan duka cita yang diakibatkan oleh kesedihan yang dalam untuk menghasilkan kesembuhan. (Mazmur 30:11) Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita, Berduka cita menggugah rasa iba dan mendorong orang lain untuk memberikan penghiburannya. Ketika Lazarus mati, Yesus dan banyak orang lain datang untuk menghibur Maria dan Marta. (Yohanes 11:19) Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka; berhubung karena kematian saudaranya. Dalam Perjanjian Lama, kata Ibrani abal berarti berduka cita atau meratap. 3 Putra kesayangan Yakub adalah Yusuf. Ketika saudara laki-laki Yusuf mengatakan kepada ayah mereka, Yakub, bahwa putra kesayangannya telah dibunuh oleh binatang buas, Yakub berduka cita berhari-hari . . . . dan akhirnya bertahun-tahun. (Kejadian 37:34) Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu.

C. Apakah Duka Cita Kronis Itu? Sementara kita sedang berduka cita, masalah yang sering terjadi mungkin karena kita tidak ingin berbicara tentang duka cita kita atau tidak ingin orang lain melihat kesedihan kita. Kita tidak mau tampak lemah . . . . jadi kita menutupi emosi kita! Namun jika kita terlambat membagikan kesedihan kita, maka penyembuhan kita juga akan ditangguhkan. Jika kita ingin menjadi manusia yang sesungguhnya, kita harus mampu membagikan perasaan yang menghimpit yang ada dalam hati kita. Jika kita mempunyai duka cita kronis, maka secara emosional kita tidak berkembang dan perlu dimerdekakan. Oleh karena itulah kata-kata Yesus tentang kebenaran begitu membebaskan . . . . khususnya jika diterapkan pada mereka yang berdukacita. (Yohanes 8:32) dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Duka cita kronis adalah kesedihan yang tidak teratasi dan perasaan emosional untuk jangka waktu yang lama sebagai akibat seseorang tidak dapat menerima peristiwa kematian (kehilangan) dari seseorang yang berarti dalam hidupnya, atau ketika seseorang tidak dapat mengatasi perasaan kehilangan itu. 4Pemulihan Dukacita 05.12/10 halaman 3

2005 HOPE FOR THE HEART

(Mazmur 25:17) Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku! Duka cita kronis (atau duka cita yang tidak sempurna) juga dapat menjadi kesedihan yang tidak teratasi dan berlangsung untuk jangka waktu lama; dikarakterisasi dengan salah pengertian yang menyebabkan seseorang gagal untuk bergerak maju melewati proses duka cita. Duka cita saya tidak akan pernah berakhir. Anda akan berduka cita untuk suatu masa dan kemudian duka cita anda akan berakhir. (Pengkhotbah 3:4) ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; Salah pengertian: Koreksi: Jika saya menangis, saya tidak kuat. Yesus kuat, namun Dia menangis setelah Lazarus mati. (Yohanes 11:35) Maka menangislah Yesus. Raja Daud kuat namun dia dan pengikutnya menangis setelah Saulus dan Yonatan mati. (2 Samuel 1:12) Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang. Salah pengertian: Koreksi: Jika saya merasa kesedihan yang dalam, saya pasti tidak mengandalkan Tuhan. Kristus, Mesias, tidak pernah tidak mengandalkan Allah, Bapa, namun Dia disebut orang yang bersedih. (Yesaya 53:3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.

Salah pengertian: Koreksi:

D. Apakah Duka Cita yang Ditekan? Pernahkah anda melihat seseorang tersenyum namun di dalam senyuman itu anda melihat kesedihan? Apakah anda mendengar seseorang tertawa, sekalipun anda mengetahui hatinya belum disembuhkan? Inilah gambaran duka cita yang ditekan.2005 HOPE FOR THE HEART Pemulihan Dukacita 05.12/10 halaman 4

(Amsal 14:13) Di dalam tertawapun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan. Duka cita yang ditekan terjadi ketika orang mempunyai alasan untuk berduka cita dan perlu untuk berduka cita, tetapi tidak berduka cita. 5 Orang dengan duka cita yang ditekan memperlihatkan gaya hidup negatif tetapi tidak mengetahui mengapa demikian. (Sebagai contoh: menjauhkan diri dari orang lain, bertingkah seperti badut, menggunakan zat yang merubah perasaan hati seperti: alkohol, obat-obatan; melakukan perilaku yang merubah rasa sakit seperti: berjudi atau belanja berlebihan). Hanya dengan menghadapi kebenaran mengenai kehilangan yang menyakitkan dalam hidup anda, dan dengan melalui duka cita yang murni emosi anda akan disembuhkan. Dalam Alkitab, Ahli kidung mengucapkan doa ini . . . . (Mazmur 43:3) Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! Duka