Potensi dan pemanfaatan limbah kelapa

  • Published on
    19-Jul-2015

  • View
    254

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Potensi dan Pemanfaatan Limbah Kelapa

Luas Areal kelapa di Indonesia semakin meningkat dan merupakan areal yang terluas di dunia. Peningkatan luas areal ini didiringi dengan meningkatnya produktivitas buah kelapa, tetapi kenaikan produktivitas ini hanya menduduki urutan ke dua setelah Philipina.Saat ini hasil utama kelapa yang banyak dimanfaatkan manusia adalah berupa buahnya untuk dijadikan minyak. Selain itu dari buah kelapa tersebut juga dihasilkan atau didapat bahan-bahan lain yang tersisakan tidak dimanfaatkan yang disebut dengan limbah. Limbah kelapa ini berupa sabut, tempurung, air kelapa, ampas daging kelapa, kelapa batang dan daun serta akarnya. Limbah ini semakin hari semakin banyak jumlahnya sehingga akan mengganggu lingkungan. Dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang pesat, limbah kelapa ini dapat juga diolah dan diambil manfaatnya untuk keperluan kehidupan manusia mulai dari daun, lidi, batang hingga akarnya.

Cara Membuat Arang Batok / Tempurung KelapaHaiii semua,Kali saya mau memberi tutorial cara membuat arang batok kelapa, dikarenakan banyaknya rekan-rekan yang ingin berbisnis ini, sampe capek di telpon sambil SMS/BBMan memandu langkah-langkahnya. Disini saya hanya berbagi.Yuuukkk Cekiddooott :

1. Siapkan Drum bekas oli,usahakan yang dari pertamina dikarenakan lebih tebal dan awet dari yang lain, pake tungku juga boleh. kalo pake drum bisa di pindah-pindah, mobile gitu loohh. lalu buka/ bredel tutup atasnya. agar mudah memasukkan bahan bakunya.2. Drumnya dapat di lubangi sisi-sisinya diameter 5cm. tapi siapin juga penutup lubang angin tersebut. tidak dikasi lubang pun tidak ada masalah. saya memilih tidak di lubangi, karena berdasarkan pengalaman sedikit boros bahan baku, terlalu banyak oksigen di dalam drum menyebabkan batok kelapa cepat terbakar menjadi abu.3. Setelah tempat pembakaran di siapkan, buatlah STARTER untuk membakar batok, caranya masukkan sampah ato plastik pada dasar drum, lalu bakar sampai api membesar lalu masukkan setengah karung batok kelapa secara merata, lakukan penambahan batok kelapa secara bertahap, skitar 30-1jam sekali. jangan sampai mengeluarkan API, yang keluar hanya asap tebal. drum sambil di goyang....( orgnya jg ikut goyang gpp...hahaha ), agar merata pembakarannya.4. setelah sampai penuh pada sore hari, siapkan karung goni basah, plat peunutup drum,tali pengikat terbuat dari ban dalam bekas,tutuplah semua sisi secara benar-benar rapat. jangan sampai ada sedikitpun celah udara walaupun sebesar batang rokok. pada tahap inilah yang di namakan MATI HAMPA. jd arang batok kelapa tidak disiram air.5. Bukalah drum pada esok harinya, siapkan alas dari seng untuk mengangin-anginkan arang yang sudah matang, sortir arang yang matang, pisahkan dengan yang belum matang.pastikan arang tidak ada yang panas/ mengeluarkan asap, pastikan tidak ada bara yang menyala. lalu di ayak pake kawat jaring-jaring ( yang biasa di pake oleh pekerja penyaring kerikil), ayakan ini untuk memisahkan dari sampah dan debu sabut kelapa. sehingga menghasilkan kualitas arang yang bagus.6. Packing arang yang udah di ayak, pastikan kembali tidak ada arang yang membara. setelah di masukkan dalam karung cek kembali dengan meraba sisi-sisi karung apabila menemukan karung yang hangat, segera pisahkan dan bongkar karung tersebut. di pastikan di dalam karung yang hangat itu ada arang yang membara. so ber hati-hatilah.7. Yang terakhir siapkan alat pemadam kebakaran dan telpon petugas Damkar, hahahaha.Semua teknik harus di coba, segala permasalahan di lapangan pasti dapat di pecahkan. Perbandingan yang normal dan standart adalah 100kg Batok kelapa menghasilkan 25kg arang batok. Apabila rekan-rekan menghasilkan arang di bawah 25kg...evaluasilah mulaidari bahan baku yang kurang kering atau cara pembakaramn yang kurang bagus. Pengarangan yang sempurna bisa mendapatkan arang 40kg/ 100kg batok kelapa.Selamat mencoba yach, semoga tulisan ini dapat memberikan pengetahuan tambahan bagi rekan-rekan semua.Saya gak minta apa-apa, cukup mendoakan saya agar saya SUKSES LUAR BIASA. amiinnn. :)

SUKSES SELALU !!!

Arang Tempurung KelapaKebanyakan masyarakat masih menganggap tempurung atau batok kelapa sebagai limbah, sehingga tidak dimanfaatkan. Padahal tempurung kelapa dapat diolah menjadi bermacam-macam produk olahan ekonomi yang bisa mendatangkan devisa bagi negara. Salah satu produk olahan yang mempunyai prospek cerah adalah arang tempurung. Arang tempurung kelapa ternyata sangat potensial untuk diolah menjadi karbon aktif. Karbon aktif dapat dipergunakan untuk berbagai industri antara lain industri obat-obatan, makanan, minuman, pengolahan air, dan lain-lain.Tabel 1. Kegunaan karbon aktif tempurung kelapaTujuan PemakaianMaksud Penggunaan

Untuk Gas:

Pemurnian gasdesulfurization, menghilangkan gas beracun, bau busuk, asap dan pencegahan racun

Pengolahan LNGdesulfurization dan penyaringan berbagai bahan mentah dan reaksi gas

Katalisatorreaksi katalisator atau pengangkut vinil klorida, vinil asetat

Lain-lainmenghilangkan bau dalam kamar pendingin dan mobil

Untuk zat cair:

industri obat dan makananmenyaring dan menghilangkan warna, bau, dan rasa tidak enak pada makanan

minuman keras dan minuman ringanmenghilangkan warna, bau pada minuman arak/minuman keras dan minuman ringan

kimia perminyakanpenyulingan bahan mentah dan zat perantara

pembersihan airmenyaring/menghilangkan bau, warna, pencemaran pada air, sebagai pelindung dan penukar resin dalam alat/perlengkapan air suling

pembersih air ruanganmengatur dan membersihkan air ruangan dari pencemaran, warna, bau, logam berat

budidaya udang dan benurpemurnian, menghilangkan ammonia, nitrit, fenol, logam berat

pelarut yang digunakan kembalipenarikan kembali berbagai pelarut,restan crude oil, karet, larutan asam, metanol, aseton, etilasetat, dll

Lain-lain:

Pengolahan pulppemurnian, menghilangkan bau

Pengolahan pupukpemurnian

Pengolahan emaspemurnian

Penyaringan minyak makan dan glukosamenghilangkan bau, warna, rasa tidak enak

Sumber: PT Ikaindo Industri Karbonik IndonesiaBesarnya peranana arang tempurung untuk berbagai keperluan industri mendorong masyarakat untuk mengusahakannya. Pada tahun 1983 Indonesia mulai mengekspor arang tempurung ke berbagai negara seperti Jepang, Inggris, Korea, Jerman, Saudi Arabia dan Prancis.Pengolahan Arang TempurungTempurung yang akan dijadikan haruslah tempurung yang bersih dan berasal dari kelapa yang tua. Selain itu bahan harus kering agar proses pembakarannya berlangsung lebih cepat dan tidak menghasilkan banyak asap.Pembakaran arang tempurung dapat dilakukan dengan menggunakan drum atau lubang.1. Pembakaran dengan druma. Persiapan kiln drumMetode drum disebut juga kiln drum. Drum yang digunakan adalah drum bekas yang memiliki volume 200 liter. Kiln drum terdiri dari 4 bagian, yaitu badan drum yang salah satu ujungnya dibuka, penutup, cerobong, dan lubang udara pada badan drum.Bagian tengah penutup dilubangi sebagai tempat melekatnya cerobong asap yang berdiameter 10 cm dan tinggi 30 cm. Pada bagian badan drum dibuat lubang udara sebanyak tiga baris dan setiap baris terdiri dari 4 lubang. Lubang udara dibuat dengan diameter 13 mm dan jarak antar baris 30 cm. Keempat lubang dalam satu barisan tersebut dibuat melingkar pada badan drum.

b. Pembersihan tempurungArang tempurung yang bermutu akan diperoleh dari hasil kerja yang baik. Oleh sebab itu, sebelum melakukan pembakaran, bersihkan tempurung yang akan dibakar dari kotoran-kotoran.c. Pengisian drumUkuran dan bentuk tempurung dibuat sedemikian rupa agar drum dapat terisi sebanyak mungkin. Masukkan tempurung yang sudah dibersihkan satu demi satu sambil ditata agar dapat terbakar dengan sempurna. Dengan penataan yang baik drum dapat diisi sebanyak 90 kg tempurung.Penataan tempurung dilakukan dengan meletakkan kayu atau sebatang hambu pada bagian tengah drum. Selanjutnya tempurung diatur hingga memenuhi drum. Setelah penuh, kayu atau bambu tersebut dicabut secara perlahan-lahan sehingga bagian tengah bekas bambu tersebut terbentuk lubang. Lubang tersebut nantinya akan digunakan untuk pembakaran.

d. PembakaranSebelum pembakaran, lubang udara baris kedua dan ketiga pada badan drum ditutup dengan asbes atau tanah liat, sehingga yang tetap terbuka adalah empat lubang pada baris bagian bawah. Untuk memudahkan pembakaran, gunakan bahan-bahan yang mudah terbakar sebagai umpan bakar, seperti kertas, daun-daun kering, ranting kayu, atau percikkan minyak tanah pada dasar drum melalui lubang bekas bambu tadi. Bakarlah umpan bakar tadi dan masukkan ke dalam drum melalui lubang bekas bambu. Jika api telah menyala dengan baik, maka kiln drum ditutup dan diberi cerobong asap. Penutup ini sewaktu-waktu dapat dibuka untuk penambahan tempurung, karena saat tempurung telah terbakar maka volume tempurung akan berkurang.Arang akan terbakar mulai dari bawah dan lambat laun menjalar ke tempurung bagian atas. Pada saat pembakaran melewati barisan lubang pertama yang ditandai dengan bara merah yang nampak dari lubang, maka lubang baris pertama ditutup dan lakukan penambahan tempurung. Cara seperti ini dilakukan hingga tempurung yang terbakar melewati barisan lubang keempat.Proses ini dianggap selesai bila asap yang keluar dari cerobong asap telah berkurang dan berwarna kebiru-biruan. Pada saat itu, semua lubang udara yang masih terbuka ditutup, termasuk cerobong asap. Penutupan ini berfungsi untuk mencegah tempurung yang telah menjadi arang terus terbakar sehingga menjadi abu.e. PendinginanSetelah semua lubang tertutup, biarkan kiln drum menjadi dingin. Pendinginan berlangsung selama 6 jam.

f. Penyortiran dan pengemasanSetelah pendinginan, tutup kiln drum dapat dibuka dan arang dikeluarkan untuk dipisahkan dari abu. Biasanya ada tempurung yang tidak terbakar atau hanya terbakar sebagian. Tempurung seperti ini dapat dibakar kembali pada proses pembakaran berikutnya. Arang tempurung yang sudah dingin selanjutnya dikemas dalam karung plastik.2. Menggunakan lubangMetode ini tidak terlalu banyak diminati karena membutuhkan waktu yang lama. Berikut ini tahap-tahap pengolahannya.a. Persiapan lubang pembakaranLubang pembakaran terdiri dari beberapa bentuk antara lain lubang yang permukaannya lebih sempit dari alasnya, lubang yang seperti botol, dan lubang yang seperti bak. Pada daerah-daerah yang air tanahnya banyak, dibuatkan dapur pembakaran di atas tanah. Sebagai alas lubang dapat digunakan batu bata atau lantai semen agar apinya tahan lama. Sedangkan bagian atas disiapkan penutup yang dilapisi plat besi.

b. Pengisian lubang dan pembakaranPengisian lubang dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengisian secara bertahap dan pengisian seperti pada sistem kiln drum.Pengisian secara bertahap dilakukan sedikit demi sedikit. Tempurung yang akan dibakar, disusun di dasar lubang, kemudian dibakar. Saat tempurung mulai terbakar, tempurung lainnya dimasukkan dan disusun dengan baik agar terbakar dengan sempurna. Setelah lubang terisi penuh dan tempurung diperkirakan telah terbakar dengan baik, lubang ditutupi dengan penutup yang telah dilapisi dengan plat besi atau seng lalu ditimbun dengan tanah.Cara kedua sama dengan sistem kiln drum. Mula-mula letakkan kayu atau bambu pada bagian tengah lubang. Selanjutnya tempurung disusun rapi hingga memenuhi lubang. Setelah lubang terisi penuh, bambu atau kayu tadi dicabut perlahan-lahan sehingga akan membentuk lubang kecil. Kemudian tuangkan minyak tanah ke dasar lubang melalui lubang kecil tadi dan bakar. Usahakan agar tempurung terbakar mulai dari dasar lubang. Setelah diperkirakan tempurung terbakar dengan sempurna, lubang ditutup dengan penutup yang telah disediakan.Pembakaran dengan cara ini memakan waktu cukup lama, yaitu 6-7 hari. Penutup lubang sewaktu-waktu dibuka untuk mengeluarkan asap yang terkumpul.c. Sortasi dan kemasanSetelah arang dikeluarkan dari lubang lalu disortasi. Pisahkan tempurung yang belum terbakar sempurna dari yang telah terbakar sempurna. Tempurung yang belum terbakar sempurna dapat dibakar kembali. Selain itu, arang juga perlu dipisahkan dari debu, tanah, atau batu kecil. Untuk memisahkan arang dengan kotoran dilakukan pengayakan.Tempurung yang telah menjadi arang didiamkan selama kurang lebih 14 hari lalu dikemas dalam karung plastik.Arang tempurung. Yang sudah terbakar sempurna dapat dikemas 14 hari kemudianStandar Mutu Arang TempurungArang tempurung yang baik adalah yang bervfarna hitam merata dan tidak mengandung kotoran. Pada bagian ujung pecahan arangnya bercahaya dan bila dijatuhkan di atas lantai yang keras, pecahan kepingannya menampakkan lingkaran yang terang. Bila kepingan- kepingan tersebut dibakar akan menimbulkan suara.Kualitas arang tempurung kelapa biasanya ditentukan berdasarkan tujuan penggunaannya atau disesuaikan dengan permintaan konsumen terutama untuk industri dan ekspor. Namun sebagai standar Internasional telah ditetapkan mutu sebagai berikut:kadar air (%)2-5

bahan menguap (%)7-14

kadar abu (%)2-5

karbon terikat (%)80-85

SumberArtikel yang berhubungan dengan materi ini, dapat anda lihat di website:http://www.kompas.com/9709/27/IPTEK/limb.htm