USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS ?· 1 usulan perbaikan tata letak fasilitas pada industri sandal…

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • 1

    USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PADA INDUSTRI SANDAL

    IMPROVEMENTS PROPOSAL OF FACILITY LAYOUT ON SANDAL INDUSTRY

    Eko Hadi Nur Effendy (30408307)

    Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma

    Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Depok 16424 Ekohadi_90@rocketmail.com

    ABSTRAK Perancangan tata letak fasilitas merupakan pengaturan dari fasilitas-fasilitas produksi

    dengan memanfaatkan keterbatasan area dalam penempatan mesin-mesin, bahan baku, perlengkapan operasi, dan fasilitas produksi. Hal ini dilakukan untuk melancarkan proses produksi, sehingga dalam perancangan tata letak harus memperhatikan pola aliran bahan. Pola aliran bahan yang kurang efisien akan berdampak dengan biaya penanganan bahan yang sanggat tinggi. Penelitian ini, mengusulkan perbaikan tata letak fasilitas dengan menggunakan metode CRAFT dan Kualitatif untuk menurunkan biaya penanganan bahan. Selain itu untuk mendekatkan hubungan setiap area fasilitas berdasarkan aliran proses produksi. Total biaya penanganan bahan pada tata letak fasilitas industri sandal sebelum perbaikan adalah Rp 1.882.812,5. Sedangkan total biaya penanganan bahan pada usulan perbaikan tata letak fasilitas industri sandal adalah Rp 1.556.984,375. Berdasarkan hasil dari biaya penanganan bahan sebelum dan sesudah perbaikan, maka presentasi selisih biaya penanganan bahan adalah sebesar 17,305 %. Kemudian pola aliran bahan yang digunakan pada industri sandal ini yaitu pola aliran bahan dengan bentuk zig-zag, dikarenakan panjangnya suatu lintasan produksi dan ketersediaan luas area. Kata Kunci: Tata Letak Fasilitas, Metode CRAFT, Metode Kualitatif, Industri Sandal

    ABSTRACT

    The facility layout design is the setting of the production facilities to take advantage of limitations in the area of placement machines, standard materials, operating supplies, and production facilities. This is done to smooth the production process, resulting in a design layout should consider the material flow pattern. A less efficient material flow pattern will lead to high handling costs. In this research, an improvement of the layout proposed by using CRAFT and Qualitative methods to reduce the material handling cost. Additionally to the close relationship of each area based on the flow of the production facility. The total cost of material handling industry on facility layout slippers before the improvement is Rp. 1,882,812.5. While the total cost of the proposed improvements in materials handling facility layout is Rp. 1,556,984.375. Based on the results of the cost of material handling before and after improvement, the cost reduction amounted of 17.305%. Then the flow pattern of the material used on this sandal industry is the material flow pattern with a zig-zag type, by regarding the length of production line and space available. Keywords: Facility Layout, CRAFT Methods, Qualitative Methods, Sandal industry PENDAHULUAN

    Perancangan tata letak dalam industri manufaktur merupakan awalan utama dalam mengatur tata letak fasilitas produksi dan memanfaatkan area semaksimal

  • 2

    mungkin. Hal ini dibuat untuk menciptakan kelancaran aliran bahan, sehingga nanti dapat diperoleh aliran bahan yang efisien dan kondisi kerja yang teratur. CV. Indra Jaya merupakan salah satu industri kecil menengah yang bergerak dalam pembuatan sandal. Produk sandal yang dihasilkan merupakan produk pesanan dari suatu industri sandal lainnya seperti Sophie Martin dan Bata, atau dapat disebut juga sebagai subkontrak. Permasalahan yang terjadi pada CV. Indra Jaya yaitu tata letak fasilitas yang belum sesuai dengan aliran bahan, sehingga terjadi suatu arus bolak-balik, gerakan memotong, dan penumpukan barang setengah jadi. Selain itu, jauhnya jarak area fasilitas yang sesuai dengan aliran proses dapat menimbulkan biaya penanganan bahan yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, peneliti ingin melakukan usulan perbaikan tata letak fasilitas pada industri sandal ini. Usulan perbaikan tata letak fasilitas yang akan dilakukan menggunakan metode CRAFT dengan bantuan software WinQSB v2.0 dan metode kualitatif. Perbaikan tata letak fasilitas ini nantinya akan merubah beberapa posisi area fasilitas yang sesuai dengan aliran bahan, sehingga nanti dapat mengurangi jarak perpindahan bahan dan menurunkan biaya penanganan bahan pada industri sandal ini. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada CV. Indra Jaya yang berlokasi di jalan Perum Bukit Asri No. 32 A Bogor. Data yang diambil merupakan data primer yaitu wawancara dan pengukuran luas area bangunan. Berikut ini merupakan tahapan-tahapan dalam proses penelitian.

    Gambar 1 Diagram Alir Penelitian

  • 3

    PEMBAHASAN Proses produksi sandal yang dilakukan oleh CV. Indra Jaya menggunakan bahan

    baku kain Aper, Bensol, dan Sol sandal. Bahan baku kain yang digunakan adalah kain jenis Piyu A1006 yang digunakan dalam membuat kaitan atap kaki. Sedangkan bahan baku Bensol terdiri dari bahan Tekson dan kain jenis Piyu A1006 yang digunakan dalam membuat alas kaki sandal. Ketiga bahan tersebut nantinya diproses menjadi berbagai macam jenis produk sandal. Gambar 2 menjelaskan peta proses operasi pembuatan sandal.

    Gambar 2 Peta Proses Operasi Pembuatan Sandal

  • 4

    Tata letak fasilitas industri sandal ini memiliki beberpa kekurang dalam penerapannya, diantaranya yaitu digunakan area yang bersamaan antara gudang bahan baku dengan gudang barang setengah jadi. Hal tersebut dapat menimbulkan ketidak teraturan dalam penataan fasilitas, bahan baku, dan barang setengah jadi. Penggunaan area bersamaan juga membuat aliran proses menjadi bolak-balik, sehingga membuat gerakan aktivitas lintasan menjadi kurang efisien. Selain itu juga terdapat area fasilitas yang sangat berjauhan dari area fasilitas yang lain berdasarkan aliran proses produksinya. Gambar 3 menjelaskan tata letak fasilitas sebelum perbaikan.

    11 m

    7 m

    3 m

    9 m

    6 m

    3 m

    5 m

    9 m

    4 m

    7 m

    3 m

    6 m

    Gambar 3 Tata Letak Fasilitas Sebelum Perbaikan

    Keterangan: = Dinding bangunan = Tanpa dinding bangunan

    Identifikasi permasalahan pada tata letak fasilitas industri sandal ini yaitu

    mengukur jarak antar area fasilitas berdasarkan aliran prosesnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui besar biaya penanganan bahan sebelum melakukan usulan perbaikan tata letak fasilitas pada industri sandal. Selain itu juga untuk mengetahui alternatif lintasan yang lebih efisien dalam mendekatkan area fasilitas berdasarkan aliran prosesnya.

  • 5

    Jarak antara fasilitas satu dengan fasilitas lainnya ditentukan berdasarkan jarak garis lurus (rectilinear). Jarak tersebut dihitung dari titik pusat area departemen satu ke titik pusat area departemen lainnya yang dituju. Penentuan titik pusat setiap area fasilitas dibuat berdasarkan titik koordinat dari luas area bangunan. Berikut ini merupakan keterangan mengenai jarak antara area departemen dari tata letak industri sandal sebelum perbaikan.

    Tabel 1 Jarak Antar Area Fasilitas Tata Letak Awal

    Departemen Asal

    Departemen Tujuan

    Jarak Antar Departemen (meter)

    A B 9,0 B D 9,0 B C 24,5 C E 12,5 D F1 11,5 D F2 7,5 E F1 8,5 E F2 6,5 F1 G 9,0 F2 G 13,0 G H1 3,5 G H2 6,0

    Total 120,5 Keterangan: A. Kantor B. Gudang bahan baku dan gudang bahan setengah jadi C. Tempat pembuatan pola aper D. Tempat proses bensol E. Tempat proses menjahit F. Tempat proses perakitan sandal G. Tempat pengemasan sandal H. Gudang barang jadi I. Toilet Setelah menentukan titik koordinat dan mengetahui jarak aliran bahan dari setiap departemenya, maka selanjutnya area departemen dibuat berdasarkan bangunan persegi atau dipisahkan menjadi bangunan persegi seperti departemen proses perakitan sandal (F). Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam menghitung biaya penanganan bahan yang berdasarkan jarak dari aliran bahannya. Berikut ini Gambar 4 menjelaskan tata letak fasilitas industry sandal sebelum perbaikan.

  • 6

    Gambar 4 Tata Letak Fasilitas Sebelum Perbaikan

    Selanjutnya menghitung biaya penanganan bahan yang dikeluarkan pada tata letak industri sandal ini. Biaya penanganan bahan merupakan biaya yang dibutuhkan dalam aktivitas pemindahan bahan, dimana biaya tersebut menyangkut biaya tenaga kerja dan biaya alat angkut pemindahan. Alat angkut yang digunakan pada industri sandal ini menggunakan tenaga manusia atau operator dari setiap departemen, sehingga biaya alat angkut tersebut masuk kedalam biaya tenaga kerja.

    Biaya tenaga kerja pada industri sandal ini berdasarkan jumlah sandal yang dihasilkan yaitu dengan harga Rp 25.000 per kodinya. Rata-rata hasil produksi sandal dalam sehari yaitu 5 kodi sandal, sehingga biaya tenaga kerja perharinya sebesar Rp 125.000. Selain itu jam kerja proses produksi pada industri sandal ini selama 8 jam.

    Biaya penanganan bahan pada industri sandal ini didapat dari pengeluaran biaya tenaga kerja dalam sehari. Kemudian waktu penanganan bahan pada industri sandal ini selama 1 jam dari 8 jam kerja. Sehingga formulasi biaya penanganan bahan pada

    industri sandal ini adalah 15.625Rp125.000Rp81

  • 7

    Tabel 2 Biaya Penanganan Bahan Sebelum Perbaikan

    Departemen Asal

    Departemen Tujuan

    Jarak Tempuh Antar Departemen

    (meter)

    Biaya Penanganan Bahan (Rp)

    Total Biaya Penanganan Bahan (Rp)

    A B 9,0 15.625,0 140.625,0 B D 9,0 15.625,0 140.625,0 B C 24,5 15.625,0 382.812,5 C E 12,5 15.625,0 195.312,5 D F1 11,5 15.625,0 179.687,5 D F2 7,5 15.625,0 117.187,5 E F1 8,5 15.625,0 132.812,5 E F2 6,5 15.625,0 101.562,5 F1 G 9,0 15.625,0 140.625,0 F2 G 13,0 15.625,0 203.125,0 G H1 3,5 15.625,0 54.687,5 G H2 6,0 15.625,0 93.750,0

    Total 120,5 - 1.882.812,5

    Total biaya pe

Recommended

View more >