Prinsip-prinsip Utama Ahlussunnah wal Jama'ah

  • View
    283

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Berikut adalah sebagian besar dari prinsip-prinsip dasar Ahlussunnah wal Jama`ah yang pada hakikatnya adalah prinsip-prinsip Dinul Islam yang murni seperti yang disampaikan Rosululloh tanpa tercampur unsur-unsur dari luar wahyu Ilahi.

Text of Prinsip-prinsip Utama Ahlussunnah wal Jama'ah

  • 1. Buku ini berisi tentang Prinsip- prinsip Dasar Ahlus- Sunnah wal Jamaah yang harus ditempuh oleh seorang muslim

2. PRINSIP-PRINSIP UTAMA AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH 3. Berikut adalah sebagian besar dari prinsip-prinsip dasar Ahlussunnah wal Jama`ah yang pada hakikatnya adalah prinsip-prinsip Dinul Islam yang murni seperti yang disampaikan Rosululloh tanpa tercampur unsur- unsur dari luar wahyu Ilahi. 4. Dalilprinsip iniadalah FirmanAlloh : Sesungguhnya al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang amat lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahalayangbesar. (QS. al-Isro` [17]: 9) 5. al-Quran al-Karim adalah mashdar (sumber) syariat Islam, yang dibawa oleh Muhammad saw sebagai bukti risalah kerosulannya kepada seluruh umat manusia. 6. Maha suci Alloh yang telah menurunkan al-Furqon (al-Quran) kepada hamba- Nya,agardiamenjadipemberiperingatankepadaseluruhalam.[QS.al-Furqon (25):1] 7. (Ini adalah) kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita ke cahaya terang benderang dengan izin Robb mereka, (yaitu) menuju jalan Robb Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Alloh yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan celakalah bagi orang-orang kafirkarenasiksaanyangsangatpedih.[QS.Ibrahim(14):1-2] * 8. Alloh telah menyatakan bahwa al-Quran itu adalah petunjuk. Dalam satu ayat Alloh menyatakan ia sebagai petunjuk khusus bagi orang-orang yang bertakwa dan satu ayat yang lain, ia sebagai petunjuk umum bagi manusia seluruhnya. Petunjuk bagi seluruh kemaslahatan baik kehidupan dunia maupun akhirat . Apabila disebut oleh Alloh sebagai petunjuk, maka ia merupakan sumber rujukan bagi kehidupan manusia. Tanpa kitab ini manusia akan menyimpang dan tersesat dari tujuan yang sebenarnya. 9. Firman Alloh : Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. [QS. Al-Baqarah (2): 2] 10. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). [QS. Al-Baqarah (2): 185] 11. (Al-Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta nasihat bagi orang-orang yang bertaqwa. [QS. Ali Imron (3): 138] 12. Di samping itu, sunnah Nabi juga merupakan mashdar (sumber) syariat bagi hukum-hukum Islam, sebagaimana ditetapkan oleh al-Quran dalam firman Alloh : 13. Barangsiapa yang mentaati rosul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Alloh. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. [QS. an-Nisa (4): 80] 14. Dan barangsiapa mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. [QS. al-Ahzab (33): 36] 15. Alloh berfirman: ... ApayangdiberikanRosulkepadakalianmakaterimalah.Danapa yang dilarangnya bagi kalian maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh sangat keras hukumanNya. (QS.al-Hasyr[59]:7) 16. Katakanlah: Jika kalian (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Ali Imron (3): 31] 17. Alloh berfirman: ... Dan Alloh telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. SesungguhnyakaruniaAllohsangatbesaratasmu.(QS. an-Nisa [4]:113) 18. Alloh berfirman: Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan(kepadanya).(QS.an-Najm[53]:4) Ini berarti bahwa hadits-hadits Rosululloh pun adalah wahyudariAlloh. 19. Rosululloh bersabda: )) ((. Ketahuilah sesungguhnya aku diberikan al- Qur`an dan yang sejenisnya (Sunnah) bersama-sama dengannya. (HR. Abu Daud, no.4604; Imam Ahmad, 4/130; Ibnu Hibban, no.11; dan Tirmidzi, no.2666; dia berkata, Ini hadits hasan ghorib dari jalan tersebut, serta dishohihkan oleh Syeikh Al Albani, dalam Shohih Ibnu Majah, no.12) 20. Hasan bin `Athiyah berkata: )) (( Jibril turun kepada Rosululloh membawa sunnah sebagaimana dia turun membawa al-Quran. Dia pun mengajarkan kepada beliau sunnah sebagaimana dia mengajarkan Beliau al-Qur`an. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dalam Al Marosil, no.536; Syaikh Su`aib Al Arnauth berkata, Rijalnya tsiqot, rijal Syaikhoin.) 21. Ijma` sahabat adalah hujjah syariyyah. 22. Definisi Ijma Secara bahasa: Secara istilah: Konsensus para Mujtahid pada suatu masa dari ummat Muhammad saw setelah wafatnya beliau atas perkara agama 23. Hal-hal yang berkaitan dengan ijma shahabat Ketika sahabat telah berijma pada suatu masalah dalam agama, maka ijma itu harus diikuti. Siapa yang melanggarnya akan berdosa dan sesat. Ijma` Sahabat adalah masum, walaupun perorangan mereka tidaklah masum. Ketika keyakinan mereka pada suatu masalah terbagi atas lebih dari satu, maka kita harus mengikuti salah satunya dan tidak boleh menentukan keyakinan lainnya 24. Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa Ijma Shahabat adalah dalil syariyyah 25. Alloh berfirman: Dan barangsiapa yang menentang rosul sesudah jelas kebenaran baginya serta mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali. (QS. an-Nisa [4]: 115) Orang-orang mumin di ayat ini adalah Sahabat . 26. Rosululloh bersabda: )) .(( Aku wasiatkan kalian (mengikuti) para Sahabatku, lalu orang-orang sesudah mereka, kemudian generasi setelah itu... Barangsiapa yang menghendaki keluasan jannah, maka berpegang teguhlah dengan jama`ah. (HR. Tirmidzi, no.2172; Imam Ahmad dalam musnadnya, 1/114; Ibnu Majah, no.2363; Ibnu Hibban, no.7254; dan dishahihkan oleh Syeikh Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no.431) 27. Rosululloh bersabda: )) .(( Alloh tidak akan pernah menghimpun umat ini di atas kesesatan. (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak, 1/115117)