of 33/33
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Batasan Masalah 1.3. Rumusan Masalah 1.4. Tujuan Penelitian 1.5. Manfaat Penelitian 1.6. Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem 2.2 Konsep Dasar Informasi 2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.4 Rekayasa Perangkat Lunak 2.5 UML (Unified Modelling Language) 2.6 Konsep Database Management System 2.7 Sekilas Tentang Delphi 2.8 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek 2.9 Bagan Alir 2.10 Entity Relationship Diagram (ERD) 2.11 Barcode 2.12 Penelitian Dengan Menggunakan Metode Barcode 2.13 SQL 2.14 Rational Rose

Contoh kp absensi

  • View
    135

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Contoh kp absensi

BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang1.2. Batasan Masalah1.3. Rumusan Masalah1.4. Tujuan Penelitian1.5. Manfaat Penelitian1.6. Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI2.1 Konsep Dasar Sistem2.2 Konsep Dasar Informasi2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi2.4 Rekayasa Perangkat Lunak2.5 UML (Unified Modelling Language)2.6 Konsep Database Management System2.7 Sekilas Tentang Delphi2.8 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek2.9 Bagan Alir2.10 Entity Relationship Diagram (ERD)2.11 Barcode2.12 Penelitian Dengan Menggunakan Metode Barcode2.13 SQL2.14 Rational Rose

BAB III METODOLOGI PENELITIAN3.1 Metode Pengumpulan Data3.2 Metode Pengembangan Sistem

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang MasalahPerkembangan dunia teknologi informasi saat ini semakin cepat memasukiberbagai bidang, sehingga kini semakin banyak perusahaan yang berusahameningkatkan usahanya terutama dalam bidang bisnis yang sangat berkaitan eratdengan teknologi informasi itu sendiri. Hal ini didukung oleh pernyataan bahwaKegunaan komputer pada aplikasi bisnis adalah untuk menyediakan informasidengan cepat dan tepat. Informasi ini ibarat darah yang mengalir di dalam tubuhsuatu perusahaan. Jika di dalam suatu perusahaan, informasi tersebut terhenti atauterhambat, maka sistem perusahaan akan menjadi lusuh (Jogiyanto, 1999:96).Salah satu perkembangan teknologi informasi yang penting adalahsemakin dibutuhkannya penggunaan alat pengolah data yang berfungsi untukmenghasilkan informasi yang dibutuhkan. Perusahaan-perusahaan yang inginmengembangkan usaha dan mencapai sukses harus mengikuti era informasidengan menggunakan alat pendukung pengolah data yaitu komputer. Hal inididukung oleh pernyataan yang diutarakan bahwa komputer digunakan untukmengelola sumber daya yang luas dari perusahaan-perusahaan yang memandangseluruh dunia sebagai pasar mereka dimana pada eksekutif perusahaan melakukaninvestasi pada teknologi informasi dengan tujuan mencapai skala ekonimis dandapat mengembangkan produk yang dapat dijual di seluruh dunia (Mcleod,1998:92).

Dengan adanya komputer sebagai alat pengolah data, maka semua bidangdalam suatu perusahaan ataupun instansi dapat dikomputerisasikan, dalam hal inibidang-bidang yang dianggap penting dan utama karena hal ini dapat mendukungkeberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya.Dalam kajian ini penulis ingin memberikan suatu solusi denganmerancang dan mengaplikasikan suatu alur kerja sistem absensi berdasarkansistem absensi manual yang sudah ada pada PT. Kemenangan Jaya yang masihkurang efektif dan efisien, dan membuat sistem basis data yang akan digunakandalam aplikasi absensi yang terkomputerisasi, user Interface untuk mengelolabasis data tersebut, dan aplikasi absensi yang terkomputerisasi dengan baik antarasistem basis data, user interface, dan user itu sendiri dengan penambahan metodebarcode untuk memberikan solusi optimal yang telah terkomputerisasi, kecepatandan ketepatan pengolahan data, dan mengurangi tingkat kesalahan pada waktuproses pengabsenan berlangsung (http://www.wikipedia.com/barcode). Olehsebab itu dengan berdasarkan alasan ini penulis mencoba mengambil tema dalampenulisan skripsi ini dengan judul : Pengembangan Aplikasi Sistem AbsensiKaryawan Dengan Metode Barcode Pada PT. Kemenangan Jaya.

1.2 Rumusan MasalahPT. Kemenangan Jaya yang bergerak dibidang retail berkeinginan untukmemiliki suatu sistem informasi absensi karyawan yang dapat menggantikansistem absensi yang telah ada namun masih berjalan secara manual. Keinginan initimbul karena perusahaan ini mengalami kesulitan dalam mengolah data informasi

absensi sehingga mengakibatkan semakin banyaknya hardcopy arsip danmenyulitkan ketika pihak manajemen personalia perusahaan bermaksud untukmerekap dan melakukan pendataan ulang data dan daftar hadir karyawan yangtelah berlangsung selama 1 tahun lamanya.Proses pengabsensian yang telah ada di PT. Kemenangan Jaya dapatdikatakan masih kurang efisien dan efektif karena semua masih dilakukan secaramanual, mulai dari pendataan dan penghitungan jam hadir, jam keluar, lamawaktu kerja, sampai dengan keterangan tidak masuk karyawan. Sedangkan didepartemen personalia, pengaksesan ini belum memiliki sesuatu sistem informasipegawai yang baik. Semua hal tersebut sering mengakibatkan hasil yang kurangteliti dan memakan waktu yang lama. Masalah yang utama yang timbuldikarenakan adanya faktor kelelahan mental akibat hanya ada seorang staff yangbertanggung jawab dalam perhitungan jam kerja.Penggunaan metode barcode pada aplikasi sistem absensi karyawan inijuga akan membuat sistem absensi ini menjadi lebih efektif dan efisien karenasetiap pegawai hanya akan menempelkan kartu ID karyawan pada perangkatbarcode scanner yang telah tersedia dimana penghitungan jam hadir dan jamkeluar karyawan akan masuk pada database, kemudian hasil inputan nomor indukkaryawan atau barcode akan menjadi acuan jam kedatangan karyawan tersebut.Dalam pembuatan skripsi ini, penulis akan memberikan suatu solusitentang :1. Bagaimana sistem absensi ini dapat membantu proses pencatatan datadan daftar hadir karyawan.2. Bagaimana memberikan report harian, bulanan, dan tahunan data dandaftar hadir karyawan.

1.3 Batasan MasalahAplikasi sistem absensi dengan metode barcode pada PerusahaanKemenangan Jaya akan memberikan suatu report pencatatan atau log secaraharian, bulanan, dan tahunan tentang data dan daftar hadir karyawan, waktukedatangan, waktu pulang. Aplikasi absensi ini hanya akan mencatat hal-hal yangberkaitan dengan data dan daftar kehadiran karyawan, dan tidak melakukanpengaturan terhadap penentuan waktu kedatangan dan kepulangan karyawan.Aplikasi ini tidak akan melakukan penghitungan penggajian karyawanberdasarkan lamanya waktu kerja karyawan dan aplikasi ini juga tidak terhubungdengan database perusahaan, karena aplikasi ini merupakan suatu aplikasitambahan yang berdiri sendiri sehingga tidak akan mengganggu dan mengacaukandatabase pusat yang terhubung dengan data keseluruhan dan keterangan aktifitasperusahaan.Pendeteksian absensi pada aplikasi ini terbatas pada metode dan teknologiyang digunakan, yakni barcode dan tidak menggunakan teknologi pendeteksianyang lain seperti fingerprint scan atau yang lainnya.

1.4 Tujuan PembuatanTujuan dari diadakannya penelitian, perancangan, dan pembuatan aplikasiabsensi dengan sistem barcode dalam menunjang penulisan skripsi ini adalahuntuk :1. Menyusun suatu sistem informasi yang berbasis komputer secarasistematis, terstruktur, terarah dan lengkap dengan demikian sisteminformasi yang dibuat benar-benar berguna dan mengefisienkanpekerjaan dalam perusahaan.2. Memberikan suatu solusi dengan merancang, memberikan hasil report,dan mengimplementasikan Aplikasi absensi yang telah dibuat danakan digunakan di Perusahaan Kemenangan Jaya sebagai penunjangproses pendataan kehadiran karyawan yang ada dan dilakukan padaperusahaan tersebut.

1.5 Manfaat PenulisanManfaat yang akan didapat dari penulisan skripsi dalam pembuatan danpengaplikasian sistem absensi dengan barcode ini adalah sebagai berikut :1. Membantu Perusahaan Kemenangan Jaya untuk mengubah sistemabsensi yang telah berjalan secara manual menjadi suatu sistemabsensi yang terkomputerisasi.2. Membantu Perusahaan Kemenangan Jaya dalam meningkatkankinerja dan etos kerja serta kedisiplinan kerja kepada parakaryawannya.3. Membantu pendataan dan daftar hadir karyawan perusahaan denganmemberikan suatu solusi optimal yang telah terkomputerisasi danberbasis data dengan penggunaan metode barcode.4. Sistem aplikasi absensi ini akan mampu untuk melakukan beberapafasilitas dan fungsi seperti : Mempunyai password yang bergunauntuk melindungi pemakaian sistem oleh orang yang tidakberwenang, sistem mempunyai fasilitas pengendali error yaitu berupapesan kesalahan atau proses yang akan muncul dalamsistem.pengabsensian, mampu menyimpan data-data mengenai datapribadi dan data absensi karyawan, dan sistem dapat melakukanpencarian data5. Memberikan suatu report secara berkala tentang data dan daftarkehadiran karyawan sebagai bahan acuan peningkatan etos dankedisiplinan karyawan dalam perusahaan6. Memberikan input perbaikan guna meningkatkan sistem yang sudahada agar lebih optimal.

1.6 Metode PenelitianMetode yang digunakan dalam perancangan dan pengembangan sistemaplikasi absensi karyawan ini adalah dengan menggunakan beberapa metode,antara lain :1. Metode InterviewKoentjaraningrat (1985:167) mengartikan interview sebagai sebuahtindakan pengumpulan informasi dengan cara mengajukan sejumlahpertanyaan secara lisan dan dijawab secara lisan pula yang akandigunakan dalam tahap analisa.2. Metode Pengembangan SistemMetode pengembangan sistem yang digunakan dalam penulisanskripsi ini adalah dengan menggunakan model pengembangan sistemspiral.Model Spiral yang diusulkan oleh Boehm (1988), menggambarkansebuah tahapan proses pengembangan perangkat lunak, yang terdiridari enam wilayah tugas (Pressman, 1997:47), yaitu antara lain :A. Komunikasi PelangganTugas-tugas yang dibutuhkan untuk membangun komunikasiyang efektif di antara pengembang dan pelanggan.B. PerencanaanTugas-tugas yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sumber daya,ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yang berhubungan.C. Analisis ResikoTugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko-resiko, baikmanajemen maupun teknis.D. PerekayasaanTugas-tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebihrepresentasi dari aplikasi tersebut. Penulis menggunakan notasi UMLsebagai case tool dalam perekayasaan sistem.E. Konstruksi dan PeluncuranTugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji,memasang, dan memberikan pelayanan kepada pemakai. Jika seluruhobyek yang dibutuhkan telah selesai didesain maka tahap selanjutnyaadalah mengkonstruksikan obyek-obyek yang telah selesai didesainke dalam kode bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman yangpenulis gunakan ialah Borland Delphi 5 sebagai pembuatan aplikasisistemnya dan menggunakan aplikasi perancangan database MS SQLServer 2000.F. Evaluasi PelangganLangkah ini melakukan pengujian fungsionalitas dan efisiensisistem pada saat sistem tersebut telah selesai dibuat dandiimplementasikan.G. Menarik KesimpulanTugas-tugas yang dibutuhkan untuk memperoleh umpan balik daripelanggan dengan didasarkan pada evaluasi representasi perangkatlunak yang dibuat selama masa perekayasaan dan diimplementasikanselama masa pemasangan.

1.7 Sistematika PenulisanPenyusunan penulisan skripsi ini dilaksanakan dengan beberapa metodedan format susunan yang terbagi ke dalam beberapa bab, yang terdiri dari :1. BAB I : PendahuluanBerisi tentang beberapa hal umum tentang maksud dan tujuanpenulisan skripsi serta pelaksanaan penelitian pada Perusahaan PT.Kemenangan Jaya sebagai acuan dalam pembuatan aplikasi absensidengan sistem barcode, yang terdiri dari latar belakangdilaksanakannya penelitian, tujuan dari diadakannya penelitian,perancangan, dan pembuatan aplikasi sistem absensi dengan metodebarcode dalam menunjang penulisan skripsi, manfaat penulisan,metode pelaksanaan dan penulisan skripsi, serta sistematika dalampenyusunan skripsi ini. 2. BAB II : Landasan TeoriMenjelaskan tentang konsep dasar aplikasi absensi, penjelasan singkattentang barcode concept, sejarah singkat aplikasi Delphi 5 sebagaiaplikasi pembangun utama, dan konsep database serta penjelasansingkat tentang microsoft access sebagai aplikasi database yang akandigunakan dalam pembuatan aplikasi absensi ini. 3. BAB III : Metodologi PenelitianMenjelaskan tentang metode yang digunakan dalam menyelesaikankasus pendataan dan pengaplikasian sistem absensi pada perusahaantersebut, perancangan yang berisi semua metode yang berhubungandengan topik yang dibahas dan akan digunakan dalam pembuatanaplikasi sistem absensi ini, serta penganalisaan masalah yang adadalam perusahaan sehingga dapat diberikan suatu solusi optimalterhadap permasalahan yang ada. 4. BAB IV : PembahasanMenjelaskan tentang pembahasan sistem yang yang berisikan konsep,alur, dan pola pikir program dalam bentuk flowchart, bagaimanasistem absensi ini nantinya akan berjalan, dan tahap-tahap yangdiperlukan dalam menjalankan sistem absensi ini dengan disertaidengan metode atau teknik yang digunakan dalam melaksanakanpenelitian serta menyelesaikan masalah yang dimulai dari perancangandata sampai kepada terselesaikannya masalah. 5. BAB V : Kesimpulan dan SaranBerisi tentang kesimpulan dari penelitian dan hasil akhir daripemecahan masalah setelah dibuat aplikasi absensi dengan barcode iniserta saran yang dianggap penting atau dijalankan pada masa yangakan datang untuk kesempurnaan hasil penelitian atau pemecahanmasalah, sehingga masalah serupa tidak terjadi lagi serta antisipasiterhadap timbulnya masalah lain setelah pengaplikasian sistem absensiini dapat berjalan dengan baik pada perusahaan tempat penelitianuntuk penulisan skripsi ini dilakukan. 6. Daftar PustakaBerisi daftar pustaka atau referensi-referensi baik berupa media cetakmaupun media elektronik yang dapat dijadikan acuan dalam penelitiantugas akhir.

BAB IILANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem2.1.1 Pengertian SistemSistem dilihat dari segi etimologinya berasal dari bahasa inggrisyaitu sistem yang berarti susunan, cara, jaringan (Echols dan Shadily,2000:575). Menurut Hartono (1999:683), sistem adalah suatu kesatuanyang terdiri dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksiuntuk mencapai suatu tujuan.Pengertian sistem dalam kamus besar bahasa Indonesia berartiPerangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuksuatu totalitas.

2.1.2 Elemen SistemElemen yang terdapat dalam sistem meliputi : tujuan sistem,batasan sistem, kontrol, input, proses, output, dan umpan balik.

2.1.3 Klasifikasi SistemSistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang,diantaranya adalah sebagai berikut :1. Sistem Abstrak dan Sistem FisikSistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atauide-ide yang tidak tampak, sedangkan sistem fisik adalah sistemyang ada secara fisik.2. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan ManusiaSistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui prosesalam, sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang terjadidan ada karena merupakan hasil rancangan dari manusia.3. Sistem Tertentu dan Sistem Tidak TentuSistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudahdapat diprediksi, dimana interaksi antar bagiannya dapat dideteksidengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan.Sedangkan sistem tidak tentu adalah sistem dimana kondisi masadepannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsurprobabilitas.4. Sistem Tertutup dan Sistem TerbukaSistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dantidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Secara teoritissistem ini ada, namun pada kenyataannya tidak ada sistem yangbenar-benar tertutup. Sedangkan sistem terbuka adalah sistemyang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkuna luarnya(Kristanto, 2003: 4-6).

2.2 Konsep Dasar Informasi2.2.1 Pengertian InformasiMenurut Kristanto (2003:6), Informasi merupakan kumpulan datayang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yangmenerimanya.Sedangkan menurut Mcleod (1998:15), Informasi adalah data yangtelah diproses, atau data yang memiliki arti.

2.2.2 Siklus InformasiSiklus informasi dimulai dari data mentah yang diolah melaluisuatu model menjadi informasi (output), kemudian informasi diterima olehpenerima, sebagai dasar untuk membuat keputusan dan melakukantindakan, yang berarti akan membuat data kembali. Kemudian data tersebutakan ditangkap sebagai input dan selanjutnya membentuk siklus.2.2.3 Kualitas InformasiKualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal berikut :1. AkuratInformasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bias ataumenyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelasmencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena darisumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinanbanyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusakinformasi tersebut.2. Tepat Pada WaktunyaInformasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.Informasi yang sudah usang tidak akan memiliki nilai lagi, karenainformasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.Bila pengambilan keputusan terlambat, maka akan berakibat fatalbagi suatu organisasi.3. RelevanRelevan dalam hal ini adalah dimana informasi tersebutmemiliki manfaat dan keterkaitan dalam pemakaiannya. Relevansiinformasi untuk tiap satu individu dengan individu lainnyamemiliki perbedaan (Kristanto, 2003:6).

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi2.3.1 Pengertian Sistem InformasiSistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasiyang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media,prosedur, dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalurkomunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberisinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian internal daneksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untukpengambilan keputusan yang baik (Hartono, 1999:697)Sedangkan menurut Kristanto (2003:11), sistem informasididefinisikan sebagai berikut :1. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri darikomponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitumenyajikan informasi.2. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakanakan memberikan informasi bagi pengambil keputusan danatau untuk mengendalikan organisasi. 2.3.2 Komponen Sistem InformasiUntuk mendukung lancarnya suatu sistem informasi dibutuhkanbeberapa komponen yang fungsinya sangat vital di dalam sistem informasi,yaitu antara lain :1. Blok MasukanInput mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi.Input dalam hal ini termasuk metode dan media untuk menangkapdata yang akan dimasukkan yang dapat berupa dokumen dasar.2. Blok ModelBlok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan modelmatematik yang akan memanipulasi data input dan data yangtersimpan pada basis data dengan cara yang sudah tertentu untukmenghasilkan keluaran yang diinginkan.3. Blok KeluaranProduk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakaninformasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuksemua tingkatan manajemen serta semua pamakai sistem.4. Blok TeknologiTeknologi merupakan kotak alat (tool box) dalam sisteminformasi. Teknologi digunakan untuk menerima input,menjalankan model, menyimpan dan mengakses data,menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantupengendalian dari sistem secara keseluruhan.5. Blok Basis DataBasis data merupakan kumpulan dari data yang salingberhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkatkeras komputer, dan dipergunakan perangkat lunak untukmemanipulasinya.6. Blok KendaliBeberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untukmeyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapatdicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsungdengan cepat diatasi (Kristanto, 2003 : 12-13).

2.4 Rekayasa Perangkat LunakPressman (1997:10) mengemukakan bahwa perangkat lunak adalah :1. Perintah (program komputer) yang bila dieksekusi memberikan fungsidan unjuk kerja seperti yang diinginkan.2. Struktur data yang memungkinkan program memanipulasi informasisecara proporsional3. Dokumen yang menggambarkan operasi dan kegunaan programSedangkan menurut Sommerville (2000:6) perangkat lunak adalahprogram komputer dan dokumentasi yang berhubungan, dimana produk perangkatlunak tersebut dapat dikembangkan untuk pelanggan tertentu atau pasar umum.Rekayasa perangkat lunak menurut Sommerville (2000:7) adalah Disiplinilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahapawal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

2.5 UML (Unified Modelling Language)Proses analisis untuk mengidentifikasi objek dan kelas objek dianggap sebagai salah satu area yang paling sulit mengenai pengembangan berorientasi objek. Identifikasi objek pada dasarnya samadengan analisis dan perancangan. Berbagai metode analisis berorientasiobjek diusulkan pada tahun 1990-an. Metode-metode ini mempunyaibanyak kesamaan dan tiga dari pengembang utamanya (Grady Booch, JimRumbaugh dan Ivan Jacobson) memutuskan untuk mengintegrasikanpendekatan mereka untuk menghasilkan metode yang terunifikasi yangdinamakan UML (Nugroho, 2004:20).Pendekatan UML memiliki nilai yang sangat baik dalampenyelidikan dan penelitian. Perangkat UML distandarkan sebagaiperalatan untuk dokumen analisa dan perancangan dari sistem perangkatlunak. Peralatan UML termasuk diagram yang memberikan seseoranguntuk menampilkan konstruksi dari sebuah sistem object oriented.Unified Modelling Language (UML) menurut Hermawan (2004:7)adalah bahasa standar yang digunakan untuk menjelaskan dan memvisualisasikan artifak dari proses analisis dan desain sistemberorientasi obyek.Dalam penjelasan lain dikatakan bahwa UML merupakan bahasapemodelan yang paling sukses dari tiga Object Oriented yang telah adayaitu Booch, OMT dan OOSE. Dan UML adalah kesatuan dari ketigapemodelan tersebut dan ditambah kemampuan untuk mengatasipemodelan yang tidak dapat ditangani oleh ketiga metode pemodelantersebut (Nugroho, 2004:20).Object Management Group, Inc. (OMG) adalah sebuah organisasiperkumpulan taraf internasional yang terbentuk tahun 1989 memilikianggota lebih dari 800 anggota yang terdiri dari perusahan sisteminformasi, software development dan para user. Organisasi inilah yangmempromosikan teori-teori dan praktek-praktek object orientedtechnology dalam rekayasa software.OMG inilah yang mengeluarkan UML setelah terbentuknya ObjectOriented Architecture (OOA) yang menjadi penentuan infrastrukturkonseptual perkembangan Object Oriented Technology, dimana denganadanya UML ini dapat mengurangi kekacauan dalam bahasa pemodelanpengembangan sistem software dan juga diharapkan dapat membantumenjawab permasalahan penotasian dan mekanisme tukar-menukar modelyang terjadi selama ini.

2.6 Konsep Database Management SystemMenurut Kristanto (1999:25) Suatu DBMS (Database ManagementSystem) berisi satu koleksi data yang saling berelasi dan satu set program untukmengakses data tersebut. Jadi DBMS terdiri dari Database dan Set Programpengelola untuk menambah data, menghapus data, mengambil dan membaca data.Sedangkan database sendiri merupakan kumpulan file-file yang salingberelasi, relasi tersebut biasa ditunjukkan dengan kunci dari tiap file yang ada.Satu database menunjukkan satu kumpulan data yang dipakai dala satu lingkupperusahaan/instansi. (Kristanto, 1999:9).Dalam satu file terdapat record-record yang sejenis, sama besar, samabentuk, merupakan satu kumpulan entity yang seragam. Satu record terdiri darifield-field yang saling berhubungan untuk menunjukkan bahwa field tersebutdalam satu pengertian yang lengkap dan direkam dalam satu record. Untukmenyebut isi dari field maka digunakan atribut atau merupakan judul dari satukelompok entity tertentu, misalnya atribut Alamat menunjukkan entity alamat darisiswa. Entiti adalah suatu objek yang nyata yang akan direkam.Set program pengelola merupakan satu paket program yang dibuat agarmemudahkan dan mengefisienkan pemasukkan atau perekaman informasi danpengambilan atau pembacaan informasi ke dalam database.

2.7 Sekilas Tentang DelphiMenurut Pranata (2000:xvii), ide munculnya Delphi sebenarnyaberasal dari bahasa pemrograman yang cukup terkenal, yaitu pascal.Bahasa pascal sendiri telah diciptakan pada tahun 1971 oleh ilmuwan dariSwiss. Yaitu Niklaus Wirth. Nama Pascal diambil dari ahli matematikadan filsafat dari prancis yaitu Blaise Pascal (1623-1662).Sejak saat itu muncul beberapa versi Pascal di antaranya TurboPascal yang dirilis Borland Internasional Incorporation pada tahun 1983.Turbo Pascal yang muncul pertama kali hanya dapat dijalankan di sistemoperasi DOS, namun dalam perkembangan selanjutnya, BorlandInternational juga merilis Turbo Pascal yang berjalan di Windows 3.x,yaitu Turbo Pascal For Windows.Pada tahun 1992, Borland International menggabungkan TurboPascal For DOS dengan Turbo Pascal For Windows menjadi satu paketbahasa pemrograman yang dikenal dengan nama Borland Pascal versi 7.Karena pemrograman Windows dengan Borland Pascal masihdirasa cukup sulit, sejak tahun 1993 Borland Internasionalmengembangkan bahasa Pascal yang bersifat visual, hasil daripengembangan ini adalah dirilisnya Delphi 1 pada tahun 1995.Perkembangan Delphi tidak berhenti sampai di situ. Satu tahun berikutnya, Pada tahun 1996, Borland Internasional merilis Delphi 2 yang sudahbersifat 32 bit, dengan kata lain Delphi 2 hanya bisa dijalankan padaWindows 95 dan Windows NT. Pada tahun 1997,1998, dan 1999, BorlandInternasional yang berganti nama menjadi Inprise Corporation berturutturut kembali merilis Delphii 3, 4 dan 5 dan yang sekarang berkembangadalah Delphi 7.0.

2.8 Konsep Pemrograman Berorientasi ObjekMenurut Hermawan (2004:5), Object Oriented Programming adalahkonsep yang membagi program menjadi objek-objek yang saling berinteraksi satusama lain. Dalam pemrograman berorientasi objek, komponen yang didesaindalam proses desain kemudian diimplementasikan dengan menggunakan bahasapemrograman berorientasi objek.Syarat sebuah bahasa pemrograman bisa digolongkan berorientasi objekadalah bila bahasa pemrograman tersebut memiliki fitur untukmengimplementasikan 4 konsep sebuah objek yang terorientasi, yaitu : abstraksi,enkapsulasi, polymorphisme, dan inheritance (Hermawan, 2004:6).OOP, tidak seperti pendahulunya (pemrograman terstruktur), mencobamelihat permasalahan lewat pengamatan dunia nyata dimana setiap objek adalahentitas tunggal yang memiliki kombinasi struktur data dan fungsi tertentu. Hal inimemiliki perbedaan yang mendasar dalam pemrograman terstruktur, dimanastruktur data dan fungsi didefinisikan secara terpisah dan tidak berhubungan erat.Jadi, ide dasar pada OOP adalah mengkombinasikan data dan fungsi sehinggamenjadi satu kesatuan unit yang disebut dengan object.Keuntungan dari penggunaan OOP yaitu :1. Alami (Natural)2. Dapat Diandalkan (Reliable)3. Dapat Digunakan Kembali (Reusable)4. Mudah Untuk di-Maintain (Maintainable)5. Dapat Diperluas (Extendable)6. Efisiensi Waktu

2.9 Bagan Alir2.9.1 Flow ChartFlow Chart (Bagan Alir Sistem) adalah bagan yang menunjukkanaliran di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alirdigunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan dokumentasi.(Hartono, 2001:795)

2.9.2 Flow MapFM (Flow Map) Adalah merupakan bagan alir yang menunjukkanarus data dari laporan dan form termasuk tembusan-tembusannya padasistem. Flow map ini menggunakan simbol-simbol yang sama denganyang digunakan di dalam bagan alir sistem (Hartono, 2001:800).Berikut di jelaskan pada keterangan bawah ini yang merupakanpedoman untuk menggambarkan suatu bagan alir, diantaranya:1. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas kebawah dan mulaidari bagian kiri dari suatu halaman.2. Kegiatan di dalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas,yaitu ditunjukkan dari mana kegiatan akan dimulai dandimana akan berakhirnya.3. Masing-masing kegiatan didalam bagan alir sebaiknyadigunakan suatu kata yang mewakili suatu pekerjaan.4. Masing-masing kegiatan pada bagan alir harus berada padaurutan yang semestinya.5. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung di tempat lainharus ditunjukan dengan jelas menggunakan simbolpenghubung.

2.11 BarcodeBarcode secara harfiah berarti kode berbentuk garis. Barcode yang dikenalorang umumnya tercetak pada kemasan produk suatu barang. Atau kita seringmelihatnya ketika petugas kasir minimarket menscan kode-kode berbentuk garissaat kita selesai berbelanja. Kita hanya mengenalnya secara sekilas tapi tidakbegitu tahu maksud kegunaannya.Di bidang perpustakaan, sistem barcode juga digunakan. Masing-masingbuku koleksi perpustakaan ditempel label barcode. Ketika pengguna inginmeminjam buku, pustakawan tinggal melakukan scanning ke permukaan label,dan secara otomatis data buku tersebut masuk ke dalam database peminjaman.Namun di Indonesia belum banyak perpustakaan yang menggunakan barcodedalam sistem pelayanan pemakainya. Kini dengan semakin berkembangnyaperpustakaan dan ketersediaan perangkat scanner barcode yang semakin mudahditemui di pasaran ada baiknya melihat teknologi ini sebagai alat bantu gunameningkatkan kinerja perpustakaan.Perpustakaan CIFOR sendiri telah mengimplementasikan sistempelayanan perpustakaan menggunakan barcode pada perangkat lunak Inmagicsejak tahun 1980. Dengan menggunakan standar True Type Font code 39 sebagaikode barcode, diharapkan akan mengurangi kesalahan data entry sirkulasi danmeningkatkan kecepatan pelayanan.

2.13 SQLSejarah SQL (Structured Query Languange) dimulai dari artikel seorangpeneliti dari IBM bernama EF Codd yang membahas tentang ide pembuatan basisdata relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinanpembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut.Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English QueryLanguage).Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatanbasis data relasional beserta SEQUEL. Akan tetapi, karena permasalah hukummengenai penamaan SEQUEL, IBM mengubahnya menjadi SQL. Implementasibasis data relasional dikenal dengan System/R. 2Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yangmembuat server basis data populer yang bernama sama dengan namaperusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran Oracle, maka SQL juga ikutpopuler, sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basisdata.Standarisasi SQL dimulai pada tahun 1986, ditandai dengandikeluarkannya standar SQL oleh ANSI. Standar ini sering disebut denganSQL86. Standar tersebut kemudian diperbaiki pada tahun 1989 kemudiandiperbaiki lagi pada tahun 1992. Versi terakhir dikenal dengan SQL92. Pada tahun1999 dikeluarkan standar baru yaitu SQL99 atau disebut juga SQL99, akan tetapikebanyakan implementasi mereferensi pada SQL92.Saat ini sebenarnya tidak ada server basis data yang 100% mendukungSQL92. Hal ini disebabkan masing-masing server memiliki bahasa penyampaianmasing-masing yang berbeda.

2.14 Rational RoseMenurut Suhendar dan Gunadi (2004:7) Rational Rose adalah softwareyang memiliki perangkat-perangkat pemodelan visual untuk membangun suatusolusi dalam rekayasa software dan pemodelan bisnis.Rational Rose dikeluarkan oleh Rational yang menurut Hermawan(2004:v) sejak Februari 2003 menjadi anak perusahaan IBM, yaitu sebuahperusahaan software yang sudah menjadi alat bantu yang digunakan oleh industripengembang perangkat lunak aplikasi berorientasi obyek di seluruh dunia untukmelakukan analisis dan desain visual.Menurut Suhendar dan Gunadi (2002:38) Rational rose memilikiberbagai keunggulan diantaranya:4. Bahasa yang digunakan adalah bahasa pemodelan standar yang digunakan UML5. Rational Rose mendukung round-trip enginerring, sehingga kita dapatmen-generate kode (Java, C++, Borland Delphi, Visual Basic, dan lainsebagainya) dan melakukan reverse engineering untuk menampilkanarsitektur software.6. Model dan kode senantiasa sinkron selama dalam development cycle7. Membangun software dengan Rational Rose memudahkan dalammemperbaiki software tersebut karena apabila suatu saat ditemukanrequirement baru, anda dapat kembali menggambarkan lagi dalamUML.8. Mendukung rekayasa software untuk sistem client/server, sehinggaRational Rose merupakan software pemodelan visual yang tangguhdalam lingkungan client/server, e-bussiness, dan lingkunganperusahaan terdistribusi.

BAB IIIMETODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Pengumpulan DataPenyusunan skripsi ini dilakukan dengan menggunakan beberapa metodeyang dapat mendukung penulis, baik dalam pengumpulan data maupun informasiyang diperlukan, untuk mendapatkan kebenaran materi uraian pembahasan.Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam pembahasanskripsi ini adalah dengan menggunakan :

1. Metode InterviewMetode ini dilakukan dengan cara mewawancarai seseorang yang ahlidalam bidangnya atau melakukan diskusi dengan seseorang yang mengertiterhadap materi bahasan agar mendapatkan bahan masukan dan datapendukung dalam penyusunan skripsi ini.Penggunaan metode interview ini digunakan karena memilikibeberapa kekuatan dalam pencarian datanya, seperti : mudahpengaplikasian dan penerapannya, murah, dan dapat mengetahuikebutuhan konsumen secara langsungPada metode wawancara ini penulis melakukan wawancara kepadaBapak Ali selaku Manager Operasional dan kepada beberapa karyawanyang berada di PT. Kemenangan Jaya untuk memperoleh data-data yangdiperlukan dalam perancangan dan pembuatan sistem. Adapun laporanhasil wawancara tersebut dapat dilihat pada lampiran 1.Selain itu penulis juga mengadakan peninjauan, pengamatan, danpenelitian langsung di lapangan untuk memperoleh dan mengumpulkandata yang dibutuhkan.Pengamatan dilakukan pada :Tempat : PT. Kemenangan JayaJl. Percetakan Negara Raya D 750-752 Rawasari JakartaPusat 10570Waktu : 28 Januari 31 Maret 2007Berdasarkan wawancara dan pengamatan yang penulis lakukan,penulis mengumpulkan informasi mengenai:

A. Sejarah Singkat PT. Kemenangan JayaMemuat tentang sejarah singkat berdirinya PT. KemenanganJaya dan struktur organisasi PT. Kemenangan Jaya. B. Sistem Yang Berjalan di PT. Kemenangan JayaHal ini memuat tentang sistem dan prosedur yang berjalan padasaat ini dan permasalahan-permasalahan yang ada pada PT.Kemenangan Jaya yang berhubungan dangan sistem AbsensiPegawai

3.2 Metode Pengembangan SistemMetode pengembangan sistem yang digunakan dalam pembahasan skripsiini adalah dengan menggunakan Model Spiral.Model spiral yang pada awalnya diusulkan oleh Boehm (1988),merupakan suatu model proses perangkat lunak yang evolusioner yang merangkaisifat iteratif dari prototipe dengan cara kontrol dan aspek sistematis dari modelsekuensial linear. Model ini berpotensi untuk pengembangan versi pertambahanperangkat lunak secara cepat.Setiap untai pada spiral merepresentasikan proses perangkat lunak, dengandemikian untai yang paling dalam mungkin berkenaan dengan kelayakan sistem,untai berikutnya dengan definisi peersyaratan sistem, dan untai berikutnya lagi dengan perancangan sistem, demikian seterusnya.