152179408 Satuan Acara Bermain

  • Published on
    10-Oct-2015

  • View
    24

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

satuan acara bermain

Transcript

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    1/19

    SATUAN ACARA BERMAIN

    Pada Anak Di Ruang 15

    Tugas Kelompok Keperawatan Anak

    Disusun Oleh :

    Tim KPRS peride 27 Juni 2014

    RUMAH SAKIT UMUM SAIFUL ANWAR

    MALANG

    2014

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    2/19

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    3/19

    TERAPI BERMAIN PRE SCHOOL

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulasi bagi

    perkembangan anak secara optimal. Dalam kondisi sakit atau anak di

    rawat di rumah sakit, aktivitas bermain ini tetap dilaksanakan, namun

    harus disesuaikan dengan kondisi anak. Tujuan bermain dirumah

    sakit pada prinsipnya adalah agar anak dapat melanjutkanfase

    pertumbuhan dan perkembangan secara optimal, mengembangkan

    kreativitas anak, dan anak dapat beradaptasi lebih efektif terhadap

    stress. Aktifitas bermain dirumah sakit ini disebut "Play Therapy

    Program" (Program Terapi Bermain).

    Anak masuk rumah sakit akan bereaksi dengan agresif, ekspresi

    verbal dan dependensi. Maka sulit bagi anak untuk percaya bahwa

    mengukur suhu, mengukur tekanan darah, mendengarkan suara napas

    dan prosedur lainnya tidak akan menimbulkan perlukaan. Jika hal ini

    berlanjut maka tindakan keperwatan dan pengobatan tidak akan berhasil

    sehingga masalah anak tidak teratasi. Oleh karena itu, pentingnya

    kegiatan terapi bermain terhadap tumbuh kembang anak

    dapatmengurangi kecemasan akibat hospitalisasi.

    Manfaat Play Therapy Programdalam penanganan anak yang

    dirawat di rumah sakit maka akan memudahkan anak menyatakan rasakecemasan dan ketakutan lewat permainan, mempercepat proses

    adaptasi di rumah sakit, anak dapat berkumpul dengan teman sebayanya

    di rumah sakit sehingga anak tidak merasa terisolir, anak mudah diajak

    bekerja sama dengan metode pendekatan proses keperawatan di rumah

    sakit.

    Anak-anak pada usia pre-school senang bermain dengan warna,

    oleh karena itu, menggambar bisa menjadi alternatif untuk

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    4/19

    mengembangkan kreatifitas anak dan dapat menurunkan tingkat

    kecemasan pada anak selama dirawat. Salah satu karakteristik

    perkembangan motorik halus pada anak pre-school adalah mampu

    mengenali warna. Dengan permainan menggambar menggunakan pensil

    warna menjadi salah satu media bagi perawat untuk mampu mengenali

    tingkat perkembangan anak. Dinamika secara psikologis menggambarkan

    bahwa selama menggambar, anak akan mengekspresikan imajinasinya

    dalam goresan warna pada gambar sehingga untuk sementara waktu

    anak akan merasa lebih rileks. Karena pentingnya manfaat Play Therapy

    Programdalam penanganan anak sakit dan perawat harus mampu

    melaksanakan hal ini maka rencana penerapan terapi bermain terhadap

    anak usia pre-school berupa menggambar menggunakan pensil warna

    atau crayon yang dirawat di rumah sakit perlu segera dilaksanakan

    B. Tujuan

    1. Tujuan Umum:

    Setelah mengikuti terapi bermain menggambar dapat

    meminimalkan dampak hospitalisasi pada anak sehingga dapat

    mempercepat proses kesembuhan anak.

    2. Tujuan Khusus:

    a. Meningkatkan aspek afektif anak, yakni anak dapat

    memperhatikan instruksi yang diberikan oleh leader dan

    kooperatif dalam berlangsungnya kegiatan.

    b. Melatih meningkatkan aspek kognitif anak dalam hal mengenal

    warna

    c. Meningkatkan aspek motorik, yakni dengan kerapian saatmenggambar dan pewarnaan gambar yang penuh.

    d. Anak dapat meningkatkan sosial personal, mencakup mampu

    mengenal gambar dan dapat menceritakan kembali gambar

    yang digambar.

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    5/19

    BAB II

    TINJAUAN TEORI

    A. MENGGAMBAR

    1. Definisi

    Menggambar merupakan terapi permainan yang kreatif untuk

    mengurangi stres dan kecemasan serta meningkatkan komunikasi

    pada anak.

    2. Manfaat

    a. Memberikan kesempatan pada anak untuk bebas berekspresi dan

    sangat terapeutik (sebagai permainan penyembuh/ therapeutic play).

    b. Dengan menggambar berarti anak dapat mengekspresikan

    feelingnya atau memberikan pada anak suatu cara untuk

    berkomunikasi, tanpa menggunakan kata.

    c. Sebagai terapi kognitif, pada saat anak menghadapi kecemasan

    karena proses hospitalisasi, karena pada keadaan cemas dan sterss,

    kognitifnya tidak akurat dan negatif.

    d. Menggambar dapat memberikan peluang untuk meningkatkanekspresi emosional anak, termasuk pelepasan yang aman dari rasa

    marah dan benci.

    e. Dapat digunakan sebagai terapi permainan kreatif yang merupakan

    metode penyuluhan kesehatan untuk merubah perilaku anak selama

    dirawat di rumah sakit.

    B. TAHAP TUMBUH KEMBANG ANAK USIA PRE-SCHOOL

    1. Perkembangan Biologi

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    6/19

    a. BB meningkat 14,6 kg (3 tahun), 16,7 kg (4 tahun), 18,7 kg (5 tahun).

    b. Tinggi badan rata-rata bertambah 6,75-7,5 cm.

    Perhitungan berat badan menurut Soetjiningsih :

    Umur (dalam tahun) x 2 + 8

    2. Perkembangan Motorik Kasar

    a. Usia 36 bulan

    1) Pakai dan ganti baju sendiri

    2) Berjalan mundur

    3) Naik turun tangga berganti-ganti kaki

    4) Berdiri sesaat dengan 1 kaki

    b. Usia 4 tahun

    1) Melompat dengan satu kaki

    2) Memanjat dan melompat

    3) Melempar bola cukup banyak

    4) Naik tangga dengan lancar

    c. Usia 5 tahun

    1) Melompat-lompat dengan 1 kaki

    2) Berlari tanpa kesulitan

    3) Bermain lompat tali

    4) Mainan tangkap

    5) Naik turun tangga dengan lancar

    d. Usia 6 tahun

    1) Berlari dengan baik

    2) Berlari dan bermain secara bersamaan

    3) Naik sepeda4) Menggambar orang lengkap

    5) Menambah ciri seperti mulut, mata, hidung pada gambar

    3. Perkembangan Motorik Halus

    a. Usia 36 bulan

    1) Memasang manik-manik besar

    2) Melukis tanda silang dan bulat

    3) Membuka kancing depan dan samping

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    7/19

    4) Menyusun 10 balok tanpa jatuh

    b. Usia 4 tahun

    1) Menggunting gambar sederhana

    2) Menggambar bujur sangkar

    c. Usia 5 tahun

    1) Memukul kepala paku dengan palu

    2) Mengikat tali sepatu

    3) Dapat menulis beberapa huruf alphabet

    d. Usia 6 tahun

    1) Suka menggambar, menulis dan mewarnai.

    4. Perkembangan Kognitif

    a. Fase prekonseptual

    1) Memory span increase

    2) Centre on one aspect of situation

    3) Classify object according to one characteristic

    b. Fase intuitive

    1) Attention span increase

    2) Classify object in terms of their use

    3) Egosentric interpretation of events

    4) Irreversible thought

    5. Perkembangan Moral

    a. Orientasi pada hukum dan kepatuhan

    b. Anak berorientasi pada hal sebenarnya

    6. Perkembangan Bahasa

    a. Usia 3 tahun1) Banyak bertanya

    2) Berbicara saat ada atau tidak ada orang

    3) Menggunakan bahasa telegravis

    4) Menggunakan konsonan d,b,t,k,y

    5) Menghilangkan w dari pembicaraan

    6) Pembedaharaan kata 900 kata

    7) Membuat kesalahan suara spesifik (s,sh,ch,z,th,r,l)

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    8/19

    b. Usia 4 tahun

    1) Perbendaharaan kata 1500 kata

    2) Menghitung 1 s/d 3

    3) Menceritakan cerita

    c. Usia 5 tahun

    1) Perbendaharaan kata kira-kira 2100 kata

    2) Menggunakan kalimat dengan enam sampai delapan kata, dengan

    semua bagian bicara.

    3) Menyebutkan empat atau lebih warna

    4) Mengetahui nama-nama hari.

    C. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS BERMAIN

    1. Tahap perkembangan, tiap tahap mempunyai potensi / keterbatasan

    2. Status kesehatan anak sakit perkembangan psikomotor kognitif

    terganggu

    3.Jenis kelamin

    4. Lingkunganlokasi, negara, kultur

    5.Alat permainan senang dapat menggunakan

    6. Intelegensia dan status sosial ekonomi

    D. TAHAP PERKEMBANGAN BERMAIN

    1. Tahap eksplorasi

    Merupakan tahapan menggali dengan melihat cara bermain

    2. Tahap permainan

    Setelah tahu cara bermain, anak mulai masuk dalam tahap permainan

    3. Tahap bermain sungguhan

    Anak sudah ikut dalam permainan4. Tahap melamun

    Merupakan tahap terakhir anak membayangkan permainan berikutnya

    E. PRINSIP BERMAIN DI RUMAH SAKIT

    1. Tidak banyak energi, singkat dan sederhana

    2. Tidak mengganggu jadwal kegiatan keperawatan dan medis

    3. Tidak ada kontra indikasi dengan kondisi penyakit pasien

    4. Permainan harus sesuai dengan tahap tumbuh kembang pasien

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    9/19

    5. Jenis permainan disesuaikan dengan kesenangan anak

    6. Permainan melibatkan orang tua untuk melancarkan proses kegiatan

    F. HAMBATAN YANG MUNGKIN MUNCUL

    1. Usia antar pasien tidak dalam satu kelompok usia

    2. Pasien tidak kooperatif atau tidak antusias terhadap permainan

    3. Adanya jadwal kegiatan pemeriksaan terhadap pasien pada waktu

    yang bersamaan.

    G. ANTISIPASI HAMBATAN

    1. Mencari pasien dengan kelompok usia yang sama

    2. Libatkan orang tua dalam proses terapi bermain

    3. Jika anak tidak kooperatif, ajak anak bermain secara perlahan-lahan

    4. Perawat lebih aktif dalam memfokuskan pasien terhadap permainan

    5. Kolaborasi jadwal kegiatan pemeriksaan pasien dengan tenaga

    kesehatan lainnya.

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    10/19

    SATUAN ACARA BERMAIN

    Bidang studi : Keperawatan Anak

    Topik : Terapi bermain menggambar

    Sasaran : Anak usia 3-6 tahun yang di rawat di Ruang 7B

    RSUD Saiful Anwar Malang

    Tempat Bermain : Ruang 7B RSUD Saiful Anwar Malang

    Hari / Tanggal : Jumat,11 JUli 2014 Pukul 13.00 WIB

    Waktu : 40 menit

    I. Tujuan Umum

    Setelah mengikuti terapi bermain dapat meminimalkan

    dampak hospitalisasi pada anak sehingga dapat mempercepat proses

    kesembuhan anak.

    II. Tujuan Khusus

    1. Meningkatkan perkembangan mental, imajinasi dan kreativitas

    anak.

    2. Melatih meningkatkan kognitif anak dalam hal pemilihan warna

    dalam menggambar.

    III. Metode

    Demonstrasi

    IV. Sarana dan Media

    1. Sarana:

    Ruangan tempat bermain dengan luas 3 x 4 meter persegi.

    2. Media:a. Kertas berisi gambar-gambar yang belum diwarnai

    b. Pensil warna dan krayon

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    11/19

    V. Susunan acara kegiatan bermain

    NOWAKTU KEGIATAN BERMAIN KEGIATAN PESERTA

    1. 5 menit Pembukaan :

    1. Leader menggali pengetahuan

    2. Leader membuka kegiatan dengan

    mengucapkan salam.

    3. Leader memperkenalkan nama

    fasilitator

    4. Leader menjelaskan tujuan dari

    permainan

    5. Kontrak waktu

    Menjawab salam

    Mendengarkan

    Memperhatikan

    Memperhatikan

    2. 20 menit Pelaksanaan:

    1. Leader dan fasilitator mengatur

    posisi duduk setiap fasilitator

    dengan dua orang pasien anak

    2. Fasilitator membagikan kertas dan

    pensil warna kepada pasien.

    3. Fasilitator mengajak dan

    memotivasi klien (anak) untuk

    mewarnai gambar yang ada di

    kertas.

    4. Memulai mewarna didampingi oleh

    fasilitator.

    5. Leader memberi semangat pada

    anak selama proses mewarna.

    6. Fasilitator memotivasi anak untuk

    dapat memilih warna yang

    disukainya

    7. Apabila anak tidak mau aktif,

    Berpindah posisi

    Menerima kertas dan pensil

    warna

    Menjawab

    Mewarnai gambar

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    12/19

    melibatkan orang tua atau

    pendamping anak untuk membantu

    anak mewarnai gambar yang telah

    diberikan.

    3. 10 menit Evaluasi:

    1. Menanyakan kepada anak tentang

    pemilihan warna dipilih untuk

    gambarnya

    2. Menanyakan tentang perasaan

    anak setelah diberi terapi bermain

    mewarna

    Menjawab pertanyaan

    4. 5 menit Terminasi:

    1. Leader menutup acara permainan

    dengan memberikan reward kepada

    seluruh peserta.

    2. Salam penutup

    Memperhatikan

    Menjawab salam

    VI. Pengorganisasian

    1. Leader : Mahasiswa Universitas Brawijaya

    2. Observer : Mahasiswa STIKES Mataram dan Universitas

    Brawijaya

    3. Fasilitator : Mahasiswa Universitas Tribuana Tungga

    Dewi dan Bondowoso

    Pembagian tugas sebagai berikut:

    1. Leader, tugasnya:

    a. Membuka acara permainan

    b. Mengatur jalannya permainan mulai dari pembukaan sampai

    selesai.

    c. Mengarahkan permainan.

    d. Memandu proses permainan.

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    13/19

    2. Fasilitator, tugasnya:

    a. Membimbing anak bermain.

    b. Memberi motivasi dan semangat kepada anak dalam mewarnai

    c. Memperhatikan respon anak saat bermain.

    d. Mengajak anak untuk bersosialisasi dengan perawat dan

    keluarganya.

    3. Observer, tugasnya:

    a. Mengawasi jalannya permainan.

    b. Mencatat proses kegiatan dari awal hingga akhir permainan.

    c. Mencatat situasi penghambat dan pendukung proses bermain.

    d. Menyusun laporan dan menilai hasil permainan

    VII. Rancangan Bermain :

    Permainan yang kita lakukan adalah mewarna. Setiap anak

    diberikan kertas berisi gambar-gambar yang belum diwarnai dan krayon

    atau spidol masing-masing satu. Kemudian leader memimpin jalannya

    permaianan dengan mengintruksikan kepada anak-anak untuk mewarnai

    gambar sesuai dengan apa yang diinginkan. Fasilitator dan observer

    melakukan tugas masing-masing.

    VIII. Evaluasi

    1. Evaluasi Struktur

    a. Sarana disiapkan pagi hari sebelum acara dimulai

    b. Media dipersiapkan 1 hari sebelum pelaksanaan kegiatan

    c. Struktur peran telah ditentukan 1 hari sebelum pelaksanaand. Kontrak dengan keluarga pasien/anak yang akan diberi terapi

    bermain dilakukan 1 hari sebelum dan pagi hari sebelum kegiatan

    dilaksanakan.

    2. Evaluasi Proses

    a. Leader memandu terapi bermain dari awal hingga akhir kegiatan

    b. Respon anak baik selama proses bermain berlangsung

    c. Anak tampak aktif selama proses bermain berlangsung

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    14/19

    d. Anak mau dan dapat mewarnai dengan baik didampingi oleh

    fasilitator

    e. Keluarga ikut membantu anak selama pelaksanaan proses bermain

    f. Kegiatan berjalan dengan lancar dan tujuan mahasiwa tercapai

    dengan baik

    g. Masing-masing mahasiswa bekerja sesuai dengan tugasnya

    masing-masing

    3. Evaluasi Hasil

    a. Kegiatan bermain dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan

    b. Anak dapat melakukan pemilihan warna sesuai dengan yang

    disukainya

    c. Anak mengikuti proses bermain dari awal hingga akhir

    d. Pasien/anak ikut berpartisipasi aktif dalam terapi bermain dan

    dapat menyelesaikan proses mewarnai hingga selesai.

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    15/19

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    16/19

    LEMBARAN EVALUASI

    No

    .

    Nama

    AnakBB

    Usi

    a

    Penilaian

    Aspek Afektif Aspek Kognitif Aspek MotorikAspek Sosial

    Personal

    Memperha

    tikanKooperatif

    Mengena

    l Warna

    Kesesuian

    Gambar

    dengan

    Warna

    Kerapian

    Warna

    yang

    Penuh

    Mampu Mengenal

    Gambar dan

    Menceritakan

    Kembali

    1.

    2.

    3.

    4.

    5.

    6.

    7.

    8.

    9.

    10.

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    17/19

    11.

    12.

    13.

    14.

    15.

    Keterangan Penilaian:

    3 = Baik

    2 = Cukup

    1 = Kurang

  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    18/19

    DAFTAR PUSTAKA

    Erlita., 2006, Pengaruh Permainan Pada Perkembangan Anak. Terdapat

    Padahttp://info.balitacerdas.com. Diakses pada tanggal 21

    Desember 2009

    Foster and Humsberger., 1998, Family Centered Nursing Care of Children.

    WB sauders Company, Philadelpia USA.

    Hurlock, E B., 1991, Perkembangan Anak Jilid I., Erlangga : Jakarta.

    Kliegman, Robert M., 2000, Ilmu Keshatan Anak Nelson Vol 3, Editor

    Bahasa Indonesia: A. Samik Wahab-Ed.15 EGC : Jakarta

    Markum, dkk., 1990, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak., IDI : Jakarta

    Soetjiningsih, 1995, Tumbuh Kembang Anak, EGC: Jakarta

    Wong, Donna L. ,2003, Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik, Edisi-

    4., EGC: Jakarta

    http://info.balitacerdas.com/http://info.balitacerdas.com/
  • 5/20/2018 152179408 Satuan Acara Bermain

    19/19