Buletin Harga Pangan Bulan Maret 2016

  • View
    221

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Buletin Harga Pangan Bulan Maret 2016

  • Perkiraan neraca kedelai menun-

    jukkan kebutuhan tahun 2016

    2,59 juta ton, sudah termasuk

    kehilangan dalam proses produksi

    dan distribusi. Perkiraan ket-

    ersediaan dari sasaran produksi

    1,50 juta ton (stok awal tahun

    2016 belum tersedia), sehingga

    neraca total kedelai pada akhir

    tahun 2016 diperkirakan defisit

    1,09 juta ton atau sekitar 42,21%.

    Perkiraan neraca kacang tanah

    menunjukkan kebutuhan sebesar

    833,7 ribu ton, sudah termasuk

    kehilangan dalam proses produksi

    dan distribusi. Perkiraan ket-

    ersediaan dari sasaran produksi

    tahun 2016 sebesar 755,8 ribu

    ton (stok awal tahun 2016 belum

    tersedia data), sehingga pada

    akhir tahun 2016 terjadi defisit

    sebesar 77,9 ribu ton atau 9,35%.

    Salah satu upaya yang dilaku-kan pemerintah dalam men-

    gantisipasi permasalahan pan-

    gan adalah menghitung ket-

    ersediaan dan kebutuhan pan-

    gan masyarakat melalui penyu-

    sunan neraca ketersediaan dan

    kebutuhan pangan strategis

    yang sering bermasalah di ting-

    kat masyarakat.

    Perkiraan ketersediaan dan

    kebutuhan pangan strategis

    tahun 2016 mencakup 12 ko-

    moditas, yaitu: beras, jagung,

    kedelai, kacang tanah, gula

    pasir, minyak goreng, bawang

    merah, cabai besar, cabai

    rawit, daging sapi, daging

    ayam ras dan telur ayam ras.

    Berdasarkan hasil perhitungan

    perkiraan ketersediaan dan

    kebutuhan pangan pada tahun

    2016, terdapat 3 (tiga)

    komoditas yang mengalami

    defisit, yaitu kedelai 42,21%,

    kacang tanah 9,35%, dan

    daging sapi 33,30%.

    Sedangkan 9 (sembilan)

    komoditas lainnya mengalami

    surplus, yaitu beras 60,21%,

    jagung 24,59%, gula pasir

    11,13%, minyak goreng

    373,85%, bawang merah

    11,37%, cabai besar 23,03%,

    cabai rawit 26,76%, daging

    ayam ras 127,49%, dan telur

    ayam ras 98,61%.

    Perkiraan neraca beras, den-

    gan kebutuhan 124,89 kg/kap/

    th, maka total kebutuhan beras

    mencapai 32,31 juta ton.

    Perkiraan ketersediaaan beras

    mencapi 51,77 juta ton terdiri

    dari sasaran produksi 42,86

    juta ton dan stok awal tahun

    2016 sebesar 8,91 juta ton,

    sehingga pada akhir tahun

    2016 surplus 19,45 juta ton

    atau sekitar 60,21%.

    Perkiraan kebutuhan jagung

    20,07 juta ton, termasuk kehi-

    langan dalam proses produksi

    dan distribusi. Perkiraan ket-

    ersediaan 25 juta ton, terdiri

    dari sasaran produksi 24 juta

    ton dan stok awal tahun 2016

    sebesar 1 juta ton, sehingga

    pada akhir tahun 2016 surplus

    4,93 juta ton atau 24,59%.

    PERKIRAAN NERACA PANGAN TAHUN 2016, KOMODITAS KEDELAI,

    KACANG TANAH, DAN DAGING SAPI DEFISIT

    D A F T A R I S I

    Perkiraan Neraca Pangan Strategis Tahun 2016, Komodi-tas Kedelai, Kacang Tanah dan Daging Sapi Defisit.

    1

    Apresiasi Panel Harga Pangan Tahun 2016 untuk Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Data Harga dan Paso-kan Pangan Strategis.

    2

    Peran Penting Enu-merator Dalam Stabil-siasi Harga Pangan

    3

    Harga Pangan Menjadi Indikator Ketahanan Pangan.

    3

    Bulan Maret 2016, Harga Cabai dan Bawang Merah Melejit.

    4

    Peluang dan Tantan-gan Produk Pertanian Indonesia di Era MEA.

    5

    Produk Minyak Goreng, Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras RISiap Bersaing dalam MEA 2016.

    6

    Enumerator Pusat Tahun 2016 Untuk Mendukung Data dan Informasi Harga dan Pasokan Pangan Strategis Tingkat Nasional.

    7

    Produksi Melimpah, Tahun 2016 Pemerin-tah Tidak Perlu Impor Beras.

    8

    Buletin Harga Pangan

    E D I S I M A R E T 2 0 1 6

    Dari Redaksi. Salam hangat... Melalui Buletin Harga Pangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bentuk informasi mengenai kondisi harga dan pasokan pangan secara umum, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan stabilisasi harga pangan.

    Bidang Harga Pangan

    Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan

    Badan Ketahanan Pangan

    Kementerian Pertanian

    Bersambung ke Hal 2 ...

    Sumber: BKP, 2016.

  • H A L 2

    Perkiraan neraca gula pasir, perkiraan

    ketersediaan sebesar 3,39 juta ton,

    terdiri dari sasaran produksi tahun 2016

    mencapai 2,57 juta ton dan stok awal

    tahun 2016 sebesar 0,82 juta ton.

    Perkiraan kebutuhan sebesar 11,79 kg/

    kap/th atau sekitar 3,05 juta ton,

    sehingga diperkirakan pada akhir tahun

    2016 terdapat surplus sebesar 339,4

    ribu ton atau sekitar 11,13%.

    Perkiraan neraca minyak goreng,

    perkiraan ketersediaan 24,26 juta ton,

    terdiri dari sasaran produksi 23,66 juta

    ton dan stok awal tahun 2016 sebesar

    593,9 ribu ton. Perkiraan kebutuhan

    hanya 5,12 juta ton dan telah memper-

    hitungkan kehilangan dalam proses

    produksi dan distribusi, sehingga pada

    akhir tahun 2016 terdapat surplus

    19,14 juta ton atau 373,85%.

    Perkiraan neraca bawang merah,

    diperkirakan ketersediaan dari sasaran

    produksi 1,29 juta ton, sedang stok

    awal tahun 2016 belum tersedia data.

    Total perkiraan kebutuhan bawang

    merah 1,16 juta ton, sudah termasuk

    kehilangan pada proses produksi dan

    distribusi, sehingga pada akhir tahun

    2016 terdapat surplus sebesar 131,8

    ribu ton atau sekitar 11,37%.

    Perkiraan neraca cabai besar pada

    tahun 2016 menunjukkan perkiraan

    kebutuhan sebesar 983,1 ribu ton,

    sudah termasuk kehilangan pada

    proses produksi dan distribusi.

    Perkiraan ketersediaan dari produksi

    1,21 juta ton (stok awal tahun 2016 be-

    lum tersedia data), sehingga pada akhir

    tahun 2016 terjadi surplus cabai besar

    226,4 ribu ton atau 23,03%.

    Perkiraan neraca cabai rawit tahun

    2016 menunjukkan perkiraan kebutu-

    han 702,3 ribu ton, sudah termasuk

    perkiraan kehilangan pada proses pro-

    duksi dan distribusi. Perkiraan ket-

    ersediaan dari produksi mencapai 890,2

    ribu ton (stok awal tahun 2016 belum

    tersedia data), sehingga pada akhir

    tahun 2016 terjadi surplus 188 ribu ton

    atau 26,76%.

    Perkiraan neraca daging sapi tahun

    2016, perkiraan kebutuhan sebesar

    2,56 kg/kap/th atau mencapai 662,3 ribu

    ton. Dengan perkiraan ketersediaan dari

    produksi hanya 441,8 ribu ton, maka

    pada akhir tahun 2016 terjadi defisit

    sebesar 220,5 ribu ton atau 33,3%.

    Perkiraan neraca daging ayam ras,

    perkiraan kebutuhan tahun 2016 sebe-

    sar 4,82 kg/kap/th atau mencapai 1,25

    juta ton, sementara perkiraan

    ketersediaan dari produksi mencapai

    2,84 juta ton, sehingga pada akhir tahun

    2016 terdapat surplus 1,59 juta ton atau

    sekitar 127,49%.

    Perkiraan neraca daging ayam buras,

    perkiraan kebutuhan tahun 2016 sebe-

    sar 0,56 kg/kap/th atau 144,9 ribu ton,

    sementara perkiraan ketersediaan dari

    produksi mencapai 330,7 ribu ton,

    sehingga pada akhir tahun 2016

    terdapat surplus 185,8 ribu ton atau

    sekitar 128,25%.

    Perkiraan neraca telur ayam ras,

    perkiraan kebutuhan tahun 2016 sekitar

    5,63 kg/kap/th atau mencapai 1,46 juta

    ton, sedangkan perkiraan ketersediaan

    produksi mencapai 2,89 juta ton,

    sehingga terdapat surplus pada akhir

    tahun 2016 sebesar 1,44 juta ton atau

    sekitar 98,61% (MDH).

    APRESIASI PANEL HARGA PANGAN TAHUN 2016 UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS

    DAN KUANTITAS DATA HARGA DAN PASOKAN PANGAN STRATEGIS

    Apresiasi Panel Harga Pangan Tahun 2016 dilaksanakan pada tanggal 3-5

    Februari 2016 di Best Western Hotel,

    Bandung, Jawa Barat. Apresiasi

    merupakan sosialisasi awal kegiatan

    Panel Harga Pangan Tahun 2016 dan

    juga untuk koordinasi kerja antara

    pemer in tah pusat dan daerah

    khususnya Instansi Ketahanan Pangan.

    Apresiasi ini dilaksanakan dalam rangka

    untuk meningkatkan kualitas output dan

    optimalisasi sumberdaya manusia yang

    terlibat dalam pelaksanaan panel harga

    pangan. Apresiasi Panel Harga Pangan

    tahun 2016 dihadiri oleh penanggung

    jawab kegiatan panel harga pangan dari

    34 provinsi dan beberapa perwakilan

    dari kabupaten/kota.

    Ada beberapa materi yang disampaikan

    o leh na ra sumber , ba ik dar i

    Kementerian Pertanian maupun dari

    Instansi lain dalam pertemuan ini,

    adapun materinya antara lain : (1)

    Kebijakan Stabilisasi Harga Pangan

    Nasional, (2) Metodologi Statistika

    dalam Sistem Informasi Pasar, (3)

    Gambaran Umum Pelaksanaan

    Kegiatan Panel Harga Pangan 2016

    dan Evaluasi 2015, (4) Pengumpulan

    Data dan Pengiriman Laporan Data

    P a n e l H a r g a P a n g a n ; ( 5 )

    Operasionalisasi website Panel Harga

    Pangan, serta (6) Pengolahan dan

    Analisis Data Panel Harga Pangan.

    Kepada para peserta apresiasi panel

    harga pangan, Kepala Pusat Distribusi

    dan Cadangan Pangan menjelaskan

    bahwa dalam kegiatan Panel Harga

    Pangan Tahun 2016 ada penambahan

    jumlah lokasi panel dan enumerator

    menjadi 514 kab/kota dan 979

    enumerator. Selain itu ada beberapa

    perubahan antara lain peningkatan

    frekuensi pengiriman data menjadi 2

    kali seminggu (senin dan kamis),

    penambahan informasi harga di Pasar

    Utama dari 34 Provinsi pada website

    panel harga pangan, p