Manajemen Pemeliharaan Peralatan Kesehatan

  • View
    964

  • Download
    197

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Manajemen Pemeliharaan Peralatan Kesehatan

Text of Manajemen Pemeliharaan Peralatan Kesehatan

MAKALAHMANAJEMEN PEMELIHARAAN PERALATAN RUMAH SAKIT

PROGRAM STUDI D-III TEKNIK ELEKTROMEDIKSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIDYA HUSADASEMARANG2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa kami panjatkan atas limpahan rahmat dan berkahnya yang diberikan kepada kami, sehingga kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul MANAJEMEN PERMELIHARAAN PERALATAN RUMAH SAKIT. Makalah ini merupakan tugas semester pendek dari mata kuliah manajemen peralatan kesehatan. Terimakasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini baik yang terlibat secara langsung maupun yang tidak.Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna karena keterbatasan yang kami miliki. Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca sangat kami harapkan agar terciptanya makalah yang lebih baik lagi

DAFTAR ISIKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiBAB I PENDAHULUANiv1.1.Latar Belakangiv1.2.Rumusan Masalahiv1.3.TujuanivBAB II TINJAUAN PUSTAKA12.1. Managemen Peralatan Elektromedis12.2. Pengoperasian Peralatan Kesehatan22.2.1. Persiapan Pengoperasian22.2.2. Pelaksanaan Pengoperasian dalam Pelayanan22.2.3. Penyimpanan Peralatan32.2.4.Pemantauan Operasional Peralatan32.3. Pemeliharaan Peralatan32.4. Kriteria Pemeliharaan32.4.1. Pemeliharaan terencana42.4.2. Pemeliharaan Tidak Terencana52.5.Aspek Pemeliharaan52.5.1. Sumber Daya Manusia52.5.2. Fasilitas Kerja52.5.3. Dokumen Pemeliharaan62.6.Bahan Pemeliharan dan Suku Cadang102.7.Prosedur Tetap Pengoperasian Dan Pemeliharaan Peralatan Kesehatan102.7.1. Prosedur Tetap Pengoperasian Peralatan102.7.2. Prosedur Tetap Pemeliharaan Peralatan122.7.3. Prosedur Tetap Pelayanan14BAB III PENUTUP16KESIMPULAN16DAFTAR PUSTAKA17

BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar BelakangPeralatan kesehatan merupakan salah satu faktor penunjang yang sangat penting dalam penyelenggaraan peayanan kesehatan, baik di rumah sakit maupun di sarana pelayanan kesehatan lainnya.Oleh karenanya kondisi maupun fungsi peralatan kesehatan harus baik dan dapat mendukung pelayanan kesehatan tersebut.Untuk mencapai kondisi ini perlu adanya pengelolaan peralatan dengan baik dan terpadu sejak perencanaan, pengadaan, pendayagunaan hingga pemeliharaan.Dengan demikian peralatan kesehatan dan fasilitas pendukungnya akan berdaya guna secara optimal dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada makalah ini menjelaskan hal yang berhubungan dengan manajemen pemeliharaan peralatan rumah sakit. 1.3. Tujuan Tujuan pembuatan makalah ini adalah dapat mengetahui tentang manajemen pemeliharaan peralatan rumah sakit, dimana teknisi dapat mengetahui prosedur pemeliharaan alat kesehatan di rumah sakit.

iv

BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1. Managemen Peralatan Elektromedis

Beberapa hal yang harus diketahui yang berhubungan dengan managemen peralatan kesehatan, diantaranya adalah:1. Operating Manual adalah buku yang berisi petunjuk mengenai pengoperasian alat sesuai dengan prosedur yang benar.2. Service manual adalah buku yang berisi petunjuk cara pemeliharaan alat sesuai dengan prosedur yang benar.3. Wiring/Schematic diagram gambar hubungan listrik atau perkabelan antara masing-masing komponen/bagian suatu alat.4. Laik pakai adalah suatu kondisi alat kesehatan yang telah memenuhi persyaratan fisik, noma keselamatan kerja, keandalan keluaran dan memiliki ijin operasional yang dikeluarkan oleh instansi berwenang.5. Penyetelan adalah suatu kegiatan pengaturan pada komponen atau bagian dari alat untuk mencapai nilai tertentu (tanpa merubah nilai output)6. Uji fungsi adalah pengujian alat secara keseluruhan, melalui uji bagian bagian alat dengan kemampuan maksimum (secara teknis saat itu) tanpa beban sebenarnya, sehingga dapat diketahui apakah secara keseluruhan suatu alat dapat dioperasikan secara baik sesuai fungsinya.7. Sertifikat kalibrasi adalah tanda dan atau keterangan bahwa suatu alat telah memenuhi kriteria kalibrasi.8. Running maintenance, adalah pemeliharaan yang dilakukan sementara mesin masih dalam kondisi digunakan.9. Shut Down Maintenance, adalah pemeliharaan yang dilakukan bila mesin tersebut sengaja diberhentikan.10. Emergency Maintenance, adalah jenis pemeliharaan yang bersifat perbaikan terhadap kerusakan yang belum diperkirakan sebelumnya.11. SDM terlatih dan siap adalah SDM terlatih dalam bidang alat tertentu dan siap melaksanakan tugas mengoperasikan alat atau memelihara alat dimaksud pada saat itu.12. Laporan Kerja adalah laporan teknisi pelaksana pemeliharaan preventif/korektif yang berisi kegiatan yang dilaksanakan dan hasil yang dicapai, untuk setiap kegiatan berdasarkan surat penugasan pemeliharaan peralatan. Laporan kerja ditandatangani oleh oleh user yang menyaksikan dan dikethui oleh Kepala IPS RS2.2. Pengoperasian Peralatan KesehatanBeberapa tahapan kegiatan yang perlu diperhatikan dan dilakukan dalam operasionalisasi peralatan kesehatan yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan pengoperasian dalam pelayanan dan penyimpanan peralatan apabila telah selesai digunakan.dokter, operator maupun paramedik, dll, sesuai dengan tindakan pelayanan yang dilaksanakan.

2.2.1. Persiapan PengoperasianBerbagai aspek yang harus dipenuhi dan disiapkan agar peralatan siap dioperasikan adalah ; peralatan harus dikondisikan dalam keadaan laik pakai lengkap dengan aksesori yang diperlukan, terpelihara dengan baik, sertifikasi kalibrasi yang masih berlaku, ijin operasional yang yang masih berlaku bagi peralatan yang memerlukan ijin. Prasarana yang diperlukan oleh masing masing alat (misal listrik, air, gas, uap) tersedia dengan kapasitas dan kualitas yang memenuhi kebutuhan. Bahan operasional tersedia dan cukup sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Kemudian SDM siap, baik2.2.2. Pelaksanaan Pengoperasian dalam Pelayanan Pelaksanaan pengoperasian peralatan dalam pelayanan medik kepada pasien, secara teknis agar mengikuti urutan yang baku untuk setiap alat, mulai alat dihidupkan sampai alat dimatikan setelah selesai melakukan suatu kegiatan pelayanan medik. Dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa tombol atau saklar mana saja yang dioperasikan (ON) lebih dulu dan tombol/saklar mana yang dioperasikan kemudian secara berurutan sampai pengoperasian alat sesuai pelayanan medik selesai. Demikian halnya pada waktu mematikan alat, maka tombol atau saklar yang terakhir dioperasikan (ON) harus lebih awal dimatikan (OFF) dan seterusnya secara berurutan, sehingga tombol yang pertama dihidupkan adalah merupakan yang terakhir dimatikan (OFF) pada waktu mematikan alat.

2.2.3. Penyimpanan Peralatan Setelah peralatan selesai dipergunakan untuk pelayanan medik kepada pasien, maka peralatan agar disimpan dalam kondisi yang baik. Selesai dioperasikan setiap aksesori alat harus dilepaskan, kemudian alat dari aksesorinya dibersihkan sebagai kegiatan perawatan yang merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan peralatan. Pada waktu disimpan (dalam keadaan tidak operasional), setiap alat agar ditutup dengan penutup debu, agar terhindar dari debu sehingga peralatan selalu terlihat dalam keadaan bersih. Peralatan yang mobile sebaiknya diletakkan di bagian ruangan tertentu yang terhindar dari jalan keluar masuk personil. Sedangkan peralatan yang bersifat portable beserta aksesorinya sebaiknya diletakkan dalam lemari atau rak.

2.2.4.Pemantauan Operasional PeralatanPemantauan Operasional Peralatan dimaksudkan untuk mengetahui kondisi alat untuk melaksanakan pelayanan dan seberapa jauh beban kerja setiap alat yang operasional. Dalam pemantauan didatakan kondisi alat dan beban kerjanya selama satu bulan atau periode tertentu. Pemantauan dilakukan oleh pihak teknisi secara periodik pada selang waktu pemeliharaan preventif untuk setiap alat. Operator atau pengguna alat mendatakan/mencatat beban kerja setiap alat operasional. Apabila kondisi alat tidak memungkinkan untuk difungsikan, segera lakukan tindakan perawatan/pemeliharaan.

2.3. Pemeliharaan Peralatan Pemeliharaan peralatan kesehatan adalah suatu upaya yang dilakukan agar peralatan kesehatan selalu dalam kondisi laik pakai, dapat difungsikan dengan baik dan menjamin usia pakai lebih lama. Dlam pelaksanaan pemeliharaan terdapat berbagai kriteria dan aspek aspek yang berkaitan dengan pemeliharaan.2.4. Kriteria Pemeliharaan

Dalam pelaksanaan pemeliharaan peralatan kesehatan terdapat dua kriteria pemeliharaan, yaitu :

2.4.1. Pemeliharaan terencanaPemeliharaan terencana adalah kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan terhadap alat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan/ disusun. Jadual pemeliharaan disusun dengan memperhatikan jenis peralatan, jumlah, kualifikasi petugas sesuai dengan bidangnya dan pembiayaan yang tersedia. Pemeliharaan terencana meliputi pemeliharaan preventif/pencegahan dan pemeliharaan korektif/perbaikan.

1. Pemeliharaan Preventif Pemeliharaan preventif atau pencegahan adalah kegiatan pemeliharaan berupa perawatan dengan membersihkan alat yang dilaksanakan setiap hari oleh operator dan kegiatan penyetelan, pelumasan serta penggantian bahan pemeliharaan yang dilaksanakan oleh teknisi secara berkala. Pemeliharaan preventif bertujuan guna memperkecil kemungkinan terjadinya kerusakan. Untuk jenis alat tertentu pemeliharaan preventif dapat dilaksanakan pada saat alat sedang jalan/operasionla/running maintenance, melalui pemeriksaan dengan melihat, merasakan, mendengarkan bekerjanya alat, baik tanpa maupun menggunakan alat ukur. Pada waktu running maintenance dilakukan juga pelumasan, penyetelan bagian-bagian alat tertentu yang memerlukan.Pemeliharaan preventif dengan running maintenance biasanya tidak dilakukan untuk peralatan kesehatan. Pemeliharaan preventif untuk peralatan kesehatan pada umumnya dilakukan pada waktu alat tidak operasional/shut down maintenance, yaitu alat dalam keadaan dimatikan lalu dipelihara. Dalam hal ini kegiatan pemeliharaan dapat berupa pembersihan, pelumasan, pengecekan,