Percobaan biuret

  • View
    595

  • Download
    28

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Uji tentang adanya protein dalam suatu sampel dilihat daro konsentrasinya

Text of Percobaan biuret

JUDUL PERCOBAAN: PENENTUAN KADAR PROTEIN DENGAN METODE BIURETHARI/TANGGAL PERCOBAAN: Selasa, 19 November 2013SELESAI PERCOBAAN: Selasa, 19 November 2013TUJUAN PERCOBAAN: Menentukan kadar protein yang ada pada sampel dengan menggunakan metode biuretDASAR TEORI:Protein berasal dari kata Yunani kuno proteos yang artinya yang utama. Dari asal kata ini dapat diambil kesimpulan bagaimana pentingnya protein dalam kehidupan. Protein terdapat pada semua sel hidup, kira-kira 50% dari berat keringnya dan berfungsi sebagai pembangun struktur, biokatalis, hormon, sumber energi, penyangga racun, pengatur pH, dan bakan sebagai pembawa sifat turunan dari generasi ke generasi (Girindra, 1993).Protein merupakan polipeptida berbobot molekul tinggi. Protein sederhana hanya mengandung asam-asam amino. Protein kompleks mengandung bahan tambahan bukan asam amino, seperti derivat vitamin, lipid atau karbohidrat. Protein berperan pokok dalam fungsi sel. Analisis terhadap protein dan enzim darah tertentu digunakan secara luas untuk tujuan diagnostik (Harper, 1995).Protein dapat ditetapkan kadarnya dengan metode biuret. Prinsip dari metode biuret ini adalah ikatan peptida dapat membentuk senyawa kompleks berwarna ungu dengan penambahan garam kupri dalam suasana basa (Carprette, 2005). Reaksi biuret terdiri dari campuran protein dengan sodium hidroksida (berupa larutan) dan tembaga sulfat. Warna violet adalah hasil dari reaksi ini. Reaksi ini positif untuk 2 atau lebih ikatan peptida (Harrow, 1954).Reaksi :

Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein suatu bahan makanan. Pengujian biuret dengan cara meneteskan larutan biuret pada bahan makanan yang akan diuji. Jika terkandung protein pada bahan makanan tersebut maka warna biuret yang tadinya warnanya merah kehitaman akan berubah menjadi ungu atau violet. Kandungan senyawa/zat pada reagen biuret : CuSO4 memberikan kompleks berwarna KOH memberikan suasana basa (mengubah Cu2+ Cu+) KNaC4H4O6 (Kalium Natrium Tartrat) untuk menstabilkan kompleks ion Cu2+ Larutan ion Cu2+ membentuk kompleks dengan ikatan peptida suatu protein sehingga menghsilkan warna ungu dengan absorbansi dari panjang gelombang () maksimal 540 nmMetode SpektrofotometriSifat protein jika dilarutkan dengan asam klorida dan enzim protease akan menghasilakan asam amino karboksilat. Disisi lain protein dapat mengalami denaturasi yaitu perubahan struktur protein yang menimbulakn perubahan sifat fisika, kimia dan biologi bila Protein apabila dipanaskan dapat mengakibatkan gelombang elektromagnetik tertentu contohnya bisa, kokain kuman-kuman dan lain-lain. Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube (Yoky 2009). Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, metoda yang digunakan sering disebut dengan spektrofotometri. Spektrofotometer dapat mengukur serapan di daerah tampak, UV (200-380 nm) maupun IR (> 750 nm) dan menggunakan sumber sinar yang berbeda pada masing-masing daerah (sinar tampak, UV, IR). Monokromator pada spektrofotometer menggunakan kisi atau prisma yang daya resolusinya lebih baik sedangkan detektornya menggunakan tabung penggandaan foton atau fototube.Komponen utama dari spektrofotometer, yaitu sumber cahaya, pengatur Intensitas, monokromator, kuvet, detektor, penguat (amplifier), dan indikator. Spektrofotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombangdan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda.Metode Spektrofotokopi dengan untraviolet yang yang diserap bukan cahaya tampak cahaya ultra ungu (Ultraviolet). Dalam Spektrofotokopi ultra ungu energi cahaya tampak terserap digunakan untuk transfuse electron. Karena energi Cahaya Ultraviolet dapat menyebabkan transfuse electron.Putih TelurPutih telur terdiri dari empat lapisan yaitu lapisan encer luar, lapisan kental luar, lapisan encer dalam dan khalazaferous. Empat bagian utama putih telur yaitu lapisan putih telur yang encer bagian luar, lapisan putih telur yang kental, lapisan putih telur encer bagian dalam dan lapisan kalaza. Bagian putih telur diikat dengan bagian kuning telur oleh kalaza, yaitu serabut-serabut protein berbentuk spiral yang disebut mucin. Bahan utama penyusun putih telur adalah protein dan air. Perbedaan kekentalan putih telur disebabkan oleh perbedaan kandungan air (Suryono 2006).Protein sederhana pada putih telur terdiri atas ovalbumin, ovoconalbumin dan ovoglobulin, sedangkan yang kedua termasuk glycoprotein, yaitu ovomucoid dan ovomucin. Ovomucin pada putih telur pada putih telur yang kental lebih besar daripada putih telur yang encer. Ovomucin merupakan fraksi protein putih telur yang membentuk selaput dan berfungsi menstabilkan struktur buih. Pemberian asam asetat yang berlebihan akan mengakibatkan penggumpalan sebagian ovomucin dan memperkecil elastisitas gelembung buih. Kerusakan gejala-gejala ovomucin mengakibatkan air dari protein putih telur akan keluar dan putih telur menjadi encer. Semakin encer putih telur, maka semakin tinggi tirisan buih yang dihasilkan (Suryono 2006).

AlbuminAlbumin merupakan protein utama dalam plasma manusia (kurang lebih 3,4-4,7 g/dl) dan menyusun sekitar 60% dari total protein plasma. Albumin merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen. Protein yang larut dalam air dan mengendap pada pemanasan itu merupakan salah satu konstituen utama tubuh (Sarikkuntuk 2006).

ALAT DAN BAHAN:1. Alat:a. Tabung reaksi9 buahb. Pipet gondok1 buahc. Gelas kimia7 buahd. Gelas ukur1 buahe. Spatula1 buah2. Bahan:a. Larutan standar proteinb. Larutan sampel proteinc. Reagen biuretd. Aquades

ALUR KERJA:1. Pembuatan standar

1 ml larutan standar protein dengan kadar 1mg, 2mg,3mg, 4mg, 5mg per ml proteinAbsorbansiDitambah 4 ml reagen biuretDikocokDiinkubasi pada suhu 41oC selama 10 menitDibiarkan pada suhu ruang selama 10 menit sampai terbentuk warna ungu yang stabil dan sempurnaDiukur absorbansi pada panjang gelombang 520 nm dengan alat spektrofotometer UV-Vis

2. Penetapan absorbansi larutan blanko

1ml aquadesAbsorbansiDitambah 4 ml reagen biuretDikocokDiinkubasi pada suhu 41oC selama 10 menitDibiarkan pada suhu ruang selama 10 menit Diukur absorbansi pada panjang gelombang 520 nm dengan alat spektrofotometer UV-Vis3. Penetapan absorbansi larutan sampel

1ml lar. Sampel AbsorbansiDitambah 4 ml reagen biuretDikocokDiinkubasi pada suhu 41oC selama 10 menitDibiarkan pada suhu ruang selama 10 menit Diukur absorbansi pada panjang gelombang 520 nm dengan alat spektrofotometer UV-Vis

HASIL PENGAMATAN:No.Prosedur PercobaanHasil PengamatanDugaan/ReaksiKesimpulan

1.Pembuatan larutan standar

Dengan pengenceran bertahap, volume yang digunakan adalah :a. V1 = 10 mlb. V2 = 13,3 mlc. V3 = 15 mld. V4 = 16 mle. V5 = 10 mlSebelum : Standar protein (10 mg/ml) : tidak berwarna Aquades : tidak berwarna Larutan standar berbagai konsentrasi : tidak berwarna Reagen biuret : larutan biru jernihSesudah : Larutan standar + r. Biuret : larutan biru jernih (+) Larutan standar + r. Biuret + diinkubasi : larutan biru jernih (++) Kepekatan larutan dari pekat samapi tidak pekat5mg> 4mg> 3mg> 2mg> 1mgC (mg/ml)A

10,062

20,103

30,141

40,176

50,205

Kandungan senyawa/zat pada reagen biuret : CuSO4 memberikan kompleks berwarna KOH memberikan suasana basa (mengubah Cu2+ Cu+) KNaC4H4O6 (Kalium Natrium Tartrat) untuk menstabilkan kompleks ion Cu2+ Larutan ion Cu2+ membentuk kompleks dengan ikatan peptida suatu protein sehingga menghsilkan warna ungu dengan absorbansi dari panjang gelombang () maksimal 540 nm

Reaksi : Dari sepktrosfotometri UV-Vis didapatkan persamaan :y = 0,0395x + 0,02942R2 = 0,99618Dari microsoft excel didapatkan persamaan :y = 0,040x + 0,014R2 = 0,983

2.Penetapan absorbansi larutan blanko

Sebelum : Aquades : tidak berwarna Reagen biuret : biru jernihSesudah : Aquades + reagen biuret : biru jernih (+)

3.Penetapan absorbansi larutan sampel

Sebelum : Sampel : tidak berwarna Reagen biuret : biru jernihSesudah : Sampel + reagen biuret : biru jernih (+) Sampel + reagen biuret + diinkubasi : biru jernih (++)Sampel Absorbansi

Sampel 10,053

Sampel 20,059

Sampel 30,054

ANALISIS DATA:Pada percobaan Penentuan Kadar Protein dengan Metode Biuret ini bertujuan untuk menentukan kadar proteinn yang ada pada sampel dengan menggunakan metode biuret. Pada percobaan ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama yaitu pembuatan larutan standar yang bertujuan untuk standarisasi larutan yang dianalisis yang digunakan untuk pembuatan kurva standar. Hal ini dilakukan dengan memasukkan 1 ml larutan standar protein dengan kadar 1mg, 2mg, 3mg, 4mg dan 5mg per ml protein melalui pengenceran bertahap dengan larutan induk standar yang digunakan yaitu 10mg/ml. Volume yang digunakan dalam pengenceran bertahap ini adalah ebagai berikut :Mula-mula larutan induk protein 10 mg/ ml di buat menjadi larutan standar protein 5 mg/ml dengan perhitungan :M1 x V1 = M2 x V210 mg/ml x V1 = 5 mg/ml x 20 mlV1 = 10 mlSetelah itu dilakukan pengenceran dari 5 mg/ml menjadi 4 mg/ml dengan perhitungan :M1 x V1 = M2 x V25 mg/ml x V1 = 4 mg/ml x 20 mlV1 = 16 mlSetelah itu dilakukan pengenceran dari 4 mg/ml menjadi 3 mg/ml dengan perhitungan :M1 x V1 = M2 x V24 mg/ml x V1 = 3 mg/ml x 20 mlV1 = 15 mlSetelah itu dilakukan pengenceran dari 3 mg/ml menjadi 2 mg/ml dengan perhitungan :M1 x