RPP KLS X Karakter

  • Published on
    10-Jul-2015

  • View
    188

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

<p>SMK NEGERI 1 BANTUL</p> <p>F/751/WAKA1/4 01-07-2009</p> <p>RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 01 A. Identitas Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Bantul Mata Pelajaran : Fisika Kelas, Semester : XTKJ,MM/1 Standar Kompetensi : Mengukur besaran dan menerapkan satuannya Kompetensi Dasar : Menerapkan analisis dimensional dan vektor untuk membantu menyelesaikan persoalan fisika Alokasi Waktu : 3 x 45 Indikator </p> <p>:Besaran pokok dan besaran turunan dibandingkan (Kerja sama,komunikatif) Satuan besaran pokok diterapkan dalam Sistem Internasional (kerja sama, komunikatif) Nilai suatu besaran fisika dikonversi ke dalam sistem satuan lain (Kerja sama, komunikatif) Jenis-jenis alat-alat ukur dideskripsikan (Gemar membaca, Rasa i ngin tahu, kerja sama, toleransi,percaya diri) Ketakpastian pengamatan dijelaskan (Gemar membaca, Rasa ingin tahu, kerja sama, toleransi)</p> <p>B. Tujuan Pembelajaran Pertemuan Pertama : Peserta didik mampu: 1. Menjelaskan pengertian besaran dan satuan 2. Menyebutkan jenis-jenis besaran dan satuannya 3. Mejelaskan perbedaan besaran pokok dan satuannya 4. Menjelaskan satuan dari besaran pokok menurut sistem internasional 5. Menjelaskan jenis-jenis alat ukur dari besaran pokok 6. Menjelaskan ketidak pastian dari pengamatan C. Materi Pembelajaran Dimensi suatu besaran menunjukkan cara besaran itu tersusun dari besaran - besaran pokok. Besaran Pokok Satuan Dimensi Panjang m [L] Massa kg [M] Waktu s [T] Kuat arus A [I] Suhu k [] Intensitas cahaya cd [J]</p> <p>SMK NEGERI 1 BANTUL</p> <p>F/751/WAKA1/4 01-07-2009</p> <p>Jumlah zat mol [N] Dalam notasi ilmiah , hasil pengukuran dinyatakan sebagai a,... x 10n dengan a = bilangan asli mulai dari 1 sampai 0, n = eksponen dan merupakan bilangan bulat, 10n = menunjukkan orde Aturan penulisan hasil pengukuran dengan notasi ilmiah : a. untuk bilangan yang lebih dari 10, pindahkan koma decimal ke kiri dan eksponenya positif. contoh : 150 000 = 1,5 x 105 b. Untuk bilangan kurang dari 1, pindahkan koma desimal ke kanan dan eksponennya negatif contoh : 0,0035 = 3,5 x 10-3 D. Metode Pembelajaran Diskusi, tanya jawab E. Kegiatan Pembelajaran LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN : N KEGIATAN PEMBELAJARAN O 1 Pendahuluan : - Prasyarat : Besarn dan satuan waktu di tingkat SMP - Motivasi : Peserta didik diingatkan kembali tentang besaran dan satuan 2 Kegiatan inti Eksplorasi - Peserta didik diberikan informasi pengertian besaran dan satuan (Rasa Ingin tahu) - Peserta didik Mendiskusikan tentang jenis-jenis besaran dan satuan (Kerjasama, Komunikatif) - Peserta didik mendiskusikan perbedaan besaran pokok dan besaran turunan (Kerjasama, Komunikatif) - Peserta didik mendiskusikan satuan dari besaran pokok(Kerjasama, Komunikatif) - Peserta didik mendiskusikan jenis-jenis alat ukur besaran pokok(Rasa ingin tahu,kerja sama) - Peserta didik mendiskusikan ketidak pastian dalam pengukuran (Kerjasama, Komunikatif) Elaborasi - Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi (Percaya diri ) - Peserta didik di bimbing guru menyimpulkan hasil diskusi (Percaya diri)</p> <p>WAKT U 10</p> <p>80</p> <p>SMK NEGERI 1 BANTUL</p> <p>F/751/WAKA1/4 01-07-2009</p> <p>3</p> <p>Kegiatan Penutup - Mengerjakan latihan soal hal 117 (fisika SMK 2 erlangga Sudirman) no 1 s.d 3 (Tanggung jawab) - Review - Informasi program lanjutan</p> <p>45</p> <p>F. Sumber Belajar 1. Sudirman.(2010).Fisika SMK dan MAK . Erlangga 2. LKS</p> <p>G. PenilaianAspek Kognitif ( Tes tertulis dan tes lisan) Afektif Psikomotor Tugas Skor (10-100) Bobot 2 1 2 1 Nilai Keterangan Syarat lulus nilai minimal 75 dan skor setiap aspek minimal 75</p> <p>Nilai kognitif + afektif+Psikomotor+tugas Nilai Akhir : 4</p> <p>Predikat kelulusan: &lt; 75 : Kurang dan tidak memenuhi kriteria minimal 73 79 : Cukup dan Memenuhi kriteria mininal. 80 89 : Baik dan memenuhi kriteria minimal. 90 100 : Amat baik dan Di atas kriteria minimal. Dapat belajar tanpa bimbingan.</p> <p>Mengesahkan Kepala SMK Negeri 1</p> <p>Bantul, 14 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran</p> <p>Dra. Hj. Endang Suryaningsih</p> <p>Sunarsih, S.Pd</p> <p>SMK NEGERI 1 BANTUL</p> <p>F/751/WAKA1/4 01-07-2009</p> <p>NIP. 195811051985032008 001</p> <p>19710902 199401 2</p> <p>RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 02 A. Identitas Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas, Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar SMK Negeri 1 Bantul Fisika XTKJ,MM/1 Mengukur besaran dan menerapkan satuannya Mengukur besaran dan menerapkan satuannya Menerapkan analisis dimensional dan vektor untuk membantu menyelesaikan persoalan fisika Alokasi Waktu : 3 x 45 Indikator : Jenis-jenis alat-alat ukur dideskripsikan(Gemar membaca,Rasa ingin tahu, kerja sama,toleransi,tanggung jawab) Ketakpastian pengamatan dijelaskan (Gemar membaca,Rasa ingin tahu, kerja sama,toleransi,tanggung jawab) Instrumen disiapkan secara tepat serta pengukuran dilakukan dengan benar berkaitan dengan besaran pokok panjang, massa, waktu, dengan mempertimbangkan aspek ketepatan, ketelitian dan kesalahan sisitematisData hasil pengukuran diolah dan disajikan dalam bentuk grafik dan dibuat kesimpulan tentang besaran fisis yang diukur berdasarkan hasil yang telah disajikan dalam bentuk grafik(Gemar membaca,Rasa ingin tahu, kerja) B. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Menjelaskan jenis-jenis alat ukur besaran pokok 2. Mendeskripsikan alat ukur panjang (penggaris, jangka sorong, mikrometer) : : : : :</p> <p>SMK NEGERI 1 BANTUL</p> <p>F/751/WAKA1/4 01-07-2009</p> <p>3. Menjelaskan ketidakpastian pengamatan yang meliputi aspek ketepatan , ketelitian dan kesalahan sistematis 4. Mengukur panjang, lebar, diameter luar, diameter dalam tabung dan kedalaman tabung C. Materi Pembelajaran Alat ukur panjang : No Alat ukur Ketelitian 1 Mistar 1 mm 2 Jangka sorong 0,1 mm / 0.01 cm 3 Mikrometer skrup 0.01 mm / 0.001 cm Alat ukur massa : neraca dua lengan , neraca tiga lengan , neraca pegas Alat ukur wakktu : jam tangan , stop watch dengan jarum penunjuk, stop watch digital Pengukuran merupakan proses yang melibatkan tiga pihak yaitu : benda yang diukur, alat ukur dan orang yang mengukur. Karena ketidaksempurnaan dari ketiga pihak tersebut, maka dalam pengukuran selalu ada kesalahan(ketidakpastian ) yaitu adanya perbedaan antara hasil pengukuran dengan harga yang dianggap benar. Besar kecilnya kesalahan ini ditentukan oleh kondisi benda yang diukur, metode pengukuran dan kecakapan si pengukur. Ada dua aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam pengukuran yaitu ketelitian (akurasi) dan ketepatan(presisi) Ketelitian adalah persesuaian antara hasil pengukuran dengan harga sebenarnya . Perbedaan antara harga yang diukur dengan harga yang dianggap benar disebut kesalahan sistematis . semakin kecil kesalahan , maka pengukuran dikatakan semakin teliti Macam-macam kesalahan sistematis : kesalahan kalibrasi, kesalahan titik nol, kesalahan mutlak dari alat ukur , kesalahan paralaks (kesalahan pembacaan akibat posisi pengamatannya tidak tepat), dll. Ketepatan (presisi) adalah kemampuan proses pengukuran untuk menunjukkan hasil yang sama dari pengukuran yang dilakukan berulang-ulang dan identik . Semakin dekat harga-harga tersebut dengan harga rata-ratanya maka dikatkan hasil pengukuran mempunyai ketepatan yang tinggi .</p> <p>D. Metode Pembelajaran eksperiman , diskusi informasi E. Kegiatan Pembelajaran LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN : NO KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 Pendahuluan : - Prasyarat : Besaran dan satuan - Motivasi : Peserta didik diberikan pertanyaan alat ukur apa saja ketika mengukur panjang , massa dan waktu</p> <p>WAKTU 10</p> <p>SMK NEGERI 1 BANTUL</p> <p>F/751/WAKA1/4 01-07-2009</p> <p>2</p> <p>Kegiatan inti Eksplorasi - Peserta didik diberikan informasi jenis-jenis alat ukur panjnagn, massa dan waktu dengan menggunakan media pembelajaran pesona fisika(Rasa ingin tahu) - Peserta didik diberikan contoh cara membaca hasil pengukuran dengan menggunakan jangka sorong dan mikrometer skrup(Rasa ingin tahu) - Peserta didik menentukan harga dari suatu hasil pengukuran dengan jangka sorong dan mikrometer skrup secara klasikal (Rasa ingin tahu) - Peserta didik membentuk kelompok (Kerja sama) - Peserta didik membaca LKS ( Rasa ingin tahu) - Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan jangka sorong dan mikrometer skrup (Jujur, Tanggung jawab) - Peserta didik mendiskusikan hasil pengukuran (kerja sama) Elaborasi - Peserta didik mempresentasikan hasil pengukuran secara berkelompok(percaya diri) Konfirmasi - Peserta didik dibantu guru menyimpulkan hasil eksperimen (percaya diri) Kegiatan Penutup - Review - Informasi program lanjutan</p> <p>110</p> <p>3</p> <p>15</p> <p>F. Sumber dan Alat/bahan belajar Sumber : 1. Sudirman.(2010).Fisika SMK dan MAK . Erlangga 2. LKS 3. Software pesona fisika Alat/Bahan ; jangka sorong, mikrometer skrup, neraca pegas, stop watch, balok kayu, tabung reaksi G. Penilaian Kriteria Penilaian : Aspek Kognitif Skor Skor Skor Skor No Aktivitas 1 2 3 4 1 Menjelaskan alat ukur jangka sorong 2 Menyebutkan tingkat ketelitian jangka sorong 3 Menyebutkan dua jenis skala pada jangka sorong 4 Menjelaskan cara membaca skala jangka sorong 5 Menjelaskan alat ukur mikrometer skrup 6 Menyebutkan tingkat ketelitian mikrometer skrup 7 Menyebutkan dua jenis skala pada mikrometer skrup 8 Menjelaskan cara membaca skala mikrometer skrup 9 Membuat laporan hasil percobaan Nilai Kognitif = Jumlah skor penilaian : 25 X 100 = . Kriteria penilaian : Aspek Psikomotorik</p> <p>Skor 5</p> <p>SMK NEGERI 1 BANTUL</p> <p>F/751/WAKA1/4 01-07-2009</p> <p>No</p> <p>Aktivitas</p> <p>Skor 1</p> <p>Skor 2</p> <p>Skor 3</p> <p>Skor 4</p> <p>Skor 5</p> <p>1 Memegang jangka sorong dengan benar 2 Mengukur diameter luar silinder dengan benar 3 Mengukur diameter dalam silinder dengan benar 4 Mengukur kedalaman lubang silinder dengan benar 4 Mengukur sisi balok dengan benar 5 Membaca hasil pengukuran dengan jangka sorong Nilai Kognitif = Jumlah skor penilaian : X 100 = .</p> <p>Kriteria Penilaian No 1 2 Jujur</p> <p>: Aspek Afektif Aktivitas Belum Mulai Mulai terlihat terlihat berkembang</p> <p>Rasa ingin tahu terhadap materi</p> <p>Mengesahkan Kepala SMK Negeri 1</p> <p>Bantul, 25 Juli 2011 Guru Mata Pelajaran</p> <p>Dra. Hj. Endang Suryaningsih NIP. 195811051985032008</p> <p>Sunarsih, S.Pd NIP 19710902 199401 2 001</p> <p>SMK NEGERI 1 BANTUL</p> <p>F/751/WAKA1/4 01-07-2009</p> <p>Evaluasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Jelaskan alat ukur jangka sorong ! Berapa tingkat ketelitian jangka sorong yang anda gunakan ! Sebutkan 2 jenis skala pada jangka sorong Jelaskan cara membaca jangka sorong ! Jelaskan alat ukur mikrometer skrup ! Berapa tingkat ketelitian mikrometer skrup ! Sebutkan dua jenis skala pada mikrometer skrup ! Jelaskan cara membaca skala mikrometer skrup ! Sebutkan dua aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam pengukuran dan jelaskan !</p> <p>Kunci jawaban 1. 2. 3. Jangka sorong adalah alat ukur panjang yang memiliki dua bagian utama rahang tetap dan rahang geser . Pada rahang tetap terdapat skala utama dalam satuan cm dan pada rahang geser terdapat skala nomius . Selisih lebar skala utama dan skala nonius adalah 0.1 mm Tingkat ketelitian jangka sorong : 0.1 mm Skala pada jangka sorong : Skala utama dan skala nonius</p> <p>SMK NEGERI 1 BANTUL</p> <p>F/751/WAKA1/4 01-07-2009</p> <p>4. 5. 6. 7. 8. 9.</p> <p>Pembacaan hasil pengukuran pada jangka sorong dilakukan dengan mengamati posisi angka nol pada skala nonius dan posisi garis skala nonius yang berimpit dengan garis skala utama Mikrometer sekrup adalah alat ukur panjang yang lebih peka dari pada jangka sorong Tingkat ketelitian mikrometer sekrup : 0.01 mm Skala pada mikrometer sekrup : skala utama dan skala putar Pembacaan hasil pengukuran pada mikrometer sekrup dilakukan dengan mengamati posisi skala utama dan posisi garis skala putar yang berimpit dengan skala utama . Ketelitian adalah persesuaian antara hasil pengukuran dengan harga sebenarnya . Perbedaan antara harga yang diukur dengan harga yang dianggap benar disebut kesalahan sistematis . semakin kecil kesalahan , maka pengukuran dikatakan semakin teliti Ketepatan (presisi) adalah kemampuan proses pengukuran untuk menunjukkan hasil yang sama dari pengukuran yang dilakukan berulang-ulang dan identik . Semakin dekat harga-harga tersebut dengan harga rata-ratanya maka dikatakan hasil pengukuran mempunyai ketepatan yang tinggi</p> <p>LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PENGUKURAN 1. Tujuan : - Dapat menggunakan alat ukur jangka sorong dalam pengukuran - Dapat menggunakan alat ukur mikrometer sekrup dalam pengukuran - Dapat menggunakan neraca pegas dalam pengukuran massa dan berat - Dapat menggunakan stop watch dalam pengukuran waktu 2. Dasar Teori : Jangka sorong adalah alat ukur panjang yang memiliki dua bagian utama rahang tetap dan rahang geser . Pada rahang tetap terdapat skala utama dalam satuan cm dan pada rahang geser terdapat skala nomius . Selisih lebar skala utama dan skala nonius adalah 0.1 mm Tingkat ketelitian jangka sorong 0.1 mm 2 jenis skala pada jangka sorong : Skala utama dan skala nonius Pembacaan hasil pengukuran pada jangka sorong dilakukan dengan mengamati posisi angka nol pada skala nonius dan posisi garis skala nonius yang berimpit dengan garis skala utama Mikrometer sekrup adalah alat ukur panjang yang lebih peka dari pada jangka sorong Tingkat ketelitian mikrometer skrup : 0.01 mm 2 jenis skala pada jangka sorong : skala utama dan skala putar Pembacaan hasil pengukuran pada mikrometer sekrup dilakukan dengan mengamati posisi skala utama dan posisi garis skala putar yang berimpit dengan skala utama .</p> <p>SMK NEGERI 1 BANTUL</p> <p>F/751/WAKA1/4 01-07-2009</p> <p>Ketelitian adalah persesuaian antara hasil pengukuran dengan harga sebenarnya . Perbedaan antara harga yang diukur dengan harga yang dianggap benar disebut kesalahan sistematis . semakin kecil kesalahan , maka pengukuran dikatakan semakin teliti Ketepatan (presisi) adalah kemampuan proses pengukuran untuk menunjukkan hasil yang sama dari pengukuran yang dilakukan berulang-ulang dan identik . Semakin dekat hargaharga tersebut dengan harga rata-ratanya maka dikatkan hasil pengukuran mempunyai ketepatan yang tinggi 3. Alat/Bahan : Jangka sorong, mikrometer skrup, tabung reaksi, balok kayu, neraca pegas, beban bercelah , stopwatch Langkah-langkah : Ukur sisi balok a dan sisi balok b . dengan menggunakan jangka sorong dan mikrometer skrup , catat hasil pengukuran dalam tabel ! Ukur diameter luar , diameter dalam dan kedalaman tabung reaksi dengan menggunakan jangka sorong , cata hasil pengukuran dalam tabel ! gantungkan beban bercelah sebanyak 2 pada neraca pegas, catat hasil pengukuran dalam tabel Ulangi dengan menggantungkan beban bercelah sebanyak 4 pada neraca pegas dan catat hasil pengukuran dalam tabel Baca skala pada stop watch yang telah dihidupkan , catat hasil pengukuran dalam tabel ! 4. Tabel Pengamatan Hasil pengukuran Panjang sisi a Panjang sisi b Panjang sisi c Diameter luar tabung Diameter dalam tabung Kedalaman tabung Neraca Pegas Hasil pengukuran 2 beban bercelah 4 beban bercelah Stop watch Hasil Pengukuran Waktu 1 Waktu 2 Simpulkan hasil percobaan kalian ! Jangka sorong (mm) Mikrometer Sekrup (mm)</p> <p>Massa</p> <p>Berat</p> <p>Penunjukan skala</p> <p>SMK NEGERI 1 BANTUL</p> <p>F/751/WAKA1/4 01-07-2009</p> <p>Hasil pengukuran Panjang sisi a Panjang sisi b Panjang...</p>