of 10 /10
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang semakin maju, maka kualitas pendidikan perlu mendapat perhatian utama baik oleh pemerintah maupun orang tua atau masyarakat. Untuk memenuhi kualitas pendidikan tersebut ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi, yaitu sarana prasarana belajar. Namun tidak hanya masalah sarana prasarana saja motivasi belajar siswa pun sangat berpengaruh terhadap keberhasilan prestasi siswa. Karena tanpa adanaya motivasi walaupun sarana prasarana belajar sangat mendukung maka prestasi belajarpun tidak akan bisa maksimal, begitu juga sebaliknya motivasi belajar tinggi tetapi kurangnya sarana prasarana belajar maka prestasi balajarpun kurang memuaskan. Dengan demikian peranan orang tua sangat besar pengaruhnya untuk ikut serta dalam mendukung dan membantu anak untuk ikut menyediakan srana prasarana belajar yang cukup memadai karena anak dalam belajar sangat membutuhkan alat-alat belajar, ruangan belajar, buku-buku pelajaran, penerangan yang cukup serta peralatan lain yang ikut mendukung lancarnya proses belajar mengajar serta sebagai pendukung berhasilnya prestasi belajar siswa.

sarana prasarana belajar

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: sarana prasarana belajar

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan zaman yang semakin maju, maka kualitas pendidikan perlu

mendapat perhatian utama baik oleh pemerintah maupun orang tua atau

masyarakat. Untuk memenuhi kualitas pendidikan tersebut ada beberapa faktor

yang sangat mempengaruhi, yaitu sarana prasarana belajar. Namun tidak hanya

masalah sarana prasarana saja motivasi belajar siswa pun sangat berpengaruh

terhadap keberhasilan prestasi siswa. Karena tanpa adanaya motivasi walaupun

sarana prasarana belajar sangat mendukung maka prestasi belajarpun tidak akan

bisa maksimal, begitu juga sebaliknya motivasi belajar tinggi tetapi kurangnya

sarana prasarana belajar maka prestasi balajarpun kurang memuaskan.

Dengan demikian peranan orang tua sangat besar pengaruhnya untuk ikut

serta dalam mendukung dan membantu anak untuk ikut menyediakan srana

prasarana belajar yang cukup memadai karena anak dalam belajar sangat

membutuhkan alat-alat belajar, ruangan belajar, buku-buku pelajaran, penerangan

yang cukup serta peralatan lain yang ikut mendukung lancarnya proses belajar

mengajar serta sebagai pendukung berhasilnya prestasi belajar siswa.

Undang-undang No. 1 tentang sarana prasarana pendidikan nasional,

seperti dalam kutipan berikut ini.

Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana

prasaran yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan

pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual,

social, emosional, dan kewajiban peserta didik (Diknas, 2003:30)

Pentingnya pengadaan fasilitas atau sarana prasarana belajar dan

penggunaannya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan maka dibutuhkan

beberapa usaha. Salah satu usaha untuk meningkatkan prestasi belajar tersebut

adalah dengan pengadaan sarana prasaran di TK yang memadai.

Page 2: sarana prasarana belajar

Menurut H. Abu Ahmadi (1991:22) yang menyatakan bahwa:

Untuk belajar hendaknya pelajar memilih tempat yang memenuhi syarat

kesehatan, tempat itu harus bersih, udara selalu berganti, sinar matahari bisa

masuk terutama di pagi hari, ada penerangan yang cukup, tidak terlalu lemah atau

menyilaukan da usahakan sinar dating dari belakang atau samping sebelah kiri.

Tempat itu harus teratur rapi, jauh dari gangguan serangga, hiruk pikuk dan lalu

lalang orang, dan lain-lain yang dapat mengganggu ketenangan belajar. Kalu ada

hiasan hendaknya hiasan yang dapat mendorong semangat dan gairah belajar serta

menambah ketenangan jiwa. Pendek kata kalau anda atau orang lain masuk ke

tempat belajar itu merasa tergugah hatinya untuk belajar. Jadi bukan kamar yang

membuat ngantuk, lesu dan atau malas belajar.

Dengan damikian bahwa antara sarana prasarana belajar dan motivasi

belajar itu sangat penting di dalam belajar.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, dapat dirumuskan sebagai berikut.

1. Apakah ada pengaruh sarana dan prasarana terhadap prestasi belajar anak?

2. Apakah ada pengaruh sarana dan prasarana terhadap perkembangan

kreativitas anak?

3. Apakah ada pengaruh sarana dan prasaran terhadap motivasi belajar anak?

Page 3: sarana prasarana belajar

BAB II

LANDASAN TEORITI

Pengertian Sarana Prasarana

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:784), sarana adalah segala

sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan

tertentu. Sedangkan prasarana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

(1990:699) adalah segala yang merupakan penunjang terselenggaranya suatu

proses atau usaha, pembangunan, proyek dan sebagainya.

Pengertian sarsana belajar menrurut Sumadi Suryobroto (1997:292) adalah

semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik yang bergerak

maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan

lancer, teratur, efektif, dan efisien.

Jadi pengertian sarana prasarana adalah segala sesuatu atau semua fasilitas

yang diperlukan dalam proses belajar mengajar dan sebagai penunjang

terselenggaranya suatu proses belajar mengajar agar pencapaian tujuan pendidikan

dapat berjalan dengan lancer, teratur, efektif, dan efisien.

Pengertian Motivasi Belajar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesias (1989:593) dinyatakan bahwa

motivasi adalah dorongan yang timbul dalam diri seseorang sadar atau tidak sadar

untuk melakukan sesuatu tindakan dengan tujuan tertentu. Sedangkan menurut

Abdul Rachman Abror (1993:114), motivasi berarti pemberian atau penimbulan

motif atau hal menjadi motif. Tegasnya motivasi adalah motif atau hal yang sudah

menjadi aktif pada saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan

terasa sangat mendesak.

Pengertian lain, seperti dikemukakan oleh Atkinson (dalam Abdul

Rachman Abror, 1993:114) motivasi mengacu faktor-faktor yang menggerakkan

dan mengarahkan tingkah laku.

Page 4: sarana prasarana belajar

Menurut Gino (1989:593) motivasi adalah control batiniah dari tingkah

laku seperti yang dimiliki oleh kondisi-kondisi fisiologis, minat-minat,

kepentingan-kepentingan, sikap-sikap dan opini-opini.

Teori Tentang Motivasi

Menurut seorang ahli ilmu jiwa (dalam Nasution, 2000:75) dalam motivasi

ada suatu herarki, yaitu motivasi itu mempunyai tingkatan-tingkatan dari bawah

sampai ke atas yakni (1) kebutuhan fisiologis, seperti lapar, haus, kebutuhan akan

istirahat, dan sebagainya, (2) kebutuhan akan keamanan, yakni rasa terlindungi,

bebas dari takut dan kecemaran, (3) kebutuhan akan cerita dan kasih, rasa diterima

dan dihargai dalam suatu kelompok (keluarga, sekolah, teman sebaya), (4)

kebutuhan untuk mewujudkan diri sendiri, yakni mengembangkan bakan dengan

usaha mencapai hasil dalam bidang pengetahuan, sosial, pembentukan pribadi.

Ada enam teori motivasi menurut Gino (1994:83), teori kognitif, teori

hedonism, teori insting, teori psikoanalisis, teori keseimbangan, dan teori

dorongan.

Berdasarkan hal tersebut di atas, di bawah akan diuraikan secara singkat

mengenai keenam teorii tersebut.

1. Teori Kognitif

Teori kognitif menurut Gino (1994:83) adalah suatu proses yang

mementingkan cara berpikir insting, reasoning, menggunakan logika induktif dan

deduktif.

2. Teori Hedonisme

Teori ini menyatakan bahwa segala perbuatan manusia entah disadari

ataupun tidak disadari, entah itu timbul dari kekuatan dalam ataupun kekuatan

luar, pada dasarnya mempunyai tujuan satu, yaitu mencari hal-hal yang

menyenangkan dan menghindari hal-hal yang menyakitkan.

Page 5: sarana prasarana belajar

3. Teori insting

Dikatakan dalam teori ini bahwa setiap orang atau anak yang telah

membawa kekuatan-kekuatan biologis semenjak dilahirkan. Kekuatan biologis

inilah yang membuat seseorang bertindak menurut cara tertentu.

Sambutan dan animo masyarakat pendidikan TK Islam cukup baik, namun

karena keterbatasan sarana prasarana, dimana TK Islam AS Salam, sampai dengan

menyewa sebuah rumah milik masyarakat setempat, dimana daya tamping

maksimal sekitar 20 – 30 murid, maka hasrat dan animo masyaraat sebagian tidak

bisa ditampung di TK tersebut.

Dengan memberikan dukungan dan sarana prasarana anak akan

termotivasi untuk belajar lebih giat. Hendaknya pendidikan menyediakan sarana

prasarana untuk belajar dan bermain anak lebih bermakna. Terlihat beberapa

tingkah laku anak yang Nampak aktif saat proses belajar maupun bermain. Hal ini

disebabkan ketika anak berada di lingkungan keluarga dia mendapat peralatan

bermain yang mendukung keaktifannya, sedangkan ketika di lingkungan sekolah

dia hanya mendapatkan peralatan permainan/sarana prasarana yang minim.

Karena itulah pendidikan diharapkan mempu memberikan dukungan dan sarana

prasarana yang nantinya membuat ank akan termotivasi untuk belajar lebih giat

dan bermain secara aktif.

Page 6: sarana prasarana belajar

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Rahman Abror. 1993. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Tiara Wacana

Yogya.

Abu Ahmadi. 1990. Teknik Belajar ygn Efektif. Semarang: Rineka Cipta.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Jakarta: Balai Pustaka.

Gino. 1989. Belajar dan Pembelajaran I. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

www. Seameo.org/openjunior.html

schooldevelopment.net/jadwal.html

Page 7: sarana prasarana belajar

PENGARUH SARANA DAN PRASARANA PENGEMBANGAN

KEAKTIFAN ANAK

Untuk memenuhi tugas akhir Sosiologi pendidikan yang dibina

oleh Bapak S. Mundzir

Oleh:

Ferdina Yessitadevi

108154415462

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

JURUSAN KEPENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN

PRASEKOLAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

JANUARI 2010