Click here to load reader

SAYA POSITIF

  • View
    225

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tanah Papua merupakan wilayah dengan tingkat infeksi HIV/AIDS tertinggi di Indonesia. Mayoritas masyarakat di Tanah Papua masih memandang HIV/AIDS identik dengan penderitaan, penghinaan, dan kematian. Kendala terbesar yang tetap untuk menerima pengobatan dan perawatan pencegahan adalah stigma dan diskriminasi yang ditujukan kepada orang-orang yang hidup dengan HIV/AIDS atau mereka yang beresiko tertular virus HIV. Saya Positif memuat tujuh profil individu-individu dengan HIV positif. Namun, bertentangan stereotipe negatif, ketujuh profil ini justru menampilkan sisi yang sebaliknya; mereka kuat, sehat, produktif, tangguh, dan penuh akan harapan. Kesaksian dan testimoni mereka tidak hanya menjadi sumber inspirasi tapi juga bukti nyata akan pentingnya membantu melawan stigma dan diskriminasi terkait dengan HIV/AIDS di Tanah Papua. Untuk informasi lebih lanjut, silakan saksikan website: www.sayapositif.org (Bahasa Indonesia) www.Iampositif.org (Bahasa Inggris)

Text of SAYA POSITIF

  • 52 SAYA POSITIF

    HIV/AIDS BUKANLAH SUATU PEN-DERITAAN, HAL YANG MEMALUKAN, ATAU KEMATIAN. HIV/AIDS merupakan penyakit yang bisa diobati. Sebagaimana dibuktikan oleh testimoni dari teman- teman kita; mereka masih bisa bekerja, merawat keluarga mereka, menikah, memiliki anak-anak yang sehat, mengejar impian mereka, dan memiliki kehidupan yang lebih panjang serta membaha-giakan. HIV/AIDS bukanlah akhir dari segalanya.

    SANGATLAH PENTING UNTUK ME- LAKUKAN TES HIV. Dengan mengetahui secara pasti status HIV kita berar-ti mempercepat diri kita memperoleh pengobatan yang tepat serta mence-gah penularan virus HIV ke orang-orang yang kita sayangi. Beberapa klinik dan rumah sakit di Tanah Papua saat ini sudah banyak menyediakan layanan un-tuk melaku-kan tes HIV secara gratis dengan hasil tes yang bisa langsung diketahui. VIRUS HIV TIDAK DITULARKAN MELALUI Udara atau air Insektisida seperti nyamuk atau kutu Air liur, air mata, atau keringat Kasual kontak, seperti berjabat tan-

    gan atau berpelukan Berbagi pemakaian alat makan atau

    pakaian Kran air minum Dudukan toilet

    Sumber Informasi

    VIRUS HIV HANYA DITULARKAN MELALUI TRANSMISI DARAH & CAIRAN TUBUH Melakukan hubungan seksual tanpa

    pelindung dengan pasangan yang ter-tular virus HIV

    Terkontaminasi virus HIV saat darah transfusi dan berbagi pemakaian jarum suntik

    Bayi yang lahir dari seorang ibu yang terinfeksi virus HIV, selama kehamil- an, persalinan, saat melahirkan, atau saat menyusui

    LINDUNGI DIRI ANDA DARI PENU-LARAN HIV. Gunakan kondom selama melakukan hubungan seksual dan hindari penggunaan jarum suntik secara bergan-tian atau bersamaan.

    MENCEGAH PENULARAN VIRUS HIV. Segera ungkapkan status HIV Anda kepada partner intim dan pasangan ketika Anda didiagnosa HIV, lalu segera lakukan tindakan pencegahan untuk menhentikan penularan. Wanita hamil dengan HIV bisa mencegah penularan virus HIV kepada bayinya yang be-lum lahir dengan melakukan PMTCT untuk mencegah penularan virus HIV/AIDS dari ibu ke bayi yang dikandung-nya, dimana PMTCT ini bisa dilakukan di Posyandu dan klinik kesehatan.

    ARV (ANTIRETROVIRAL) ADALAH SATU-SATUNYA OBAT YANG TERBUKTI BISA MENGOBATI HIV/AIDS. ARV bisa diperoleh secara gratis di klinik-klinik dan beberapa rumah sakit terdekat. Ingat, dengan mengkonsumsi ARV secara teratur maka seseorang dengan posi-tif HIV masih bisa hidup layaknya orang normal dan sehat.

    TETAP HIDUP SEHAT DENGAN HIV ME-MERLUKAN UPAYA. Untuk memastikan tetap hidup sehat dengan HIV, cara terbaik adalah dengan mencari bantuan dan motivasi serta dukungan dari kelom-pok dukungan sebaya, konselor, anggota keluarga dan sahabat-sahabat dekat yang Anda percayai. Jangan lupa, ikuti saran dokter, lakukan pemeriksaan rutin di klinik atau rumah sakit, istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi, kurangi rokok dan alkohol, dan yang terpenting adalah mengkonsumsi ARV secara teratur dan tepat waktu.

  • CHAPTER 53

    Sumber Informasi

  • 56 SAYA POSITIF

    Saatnya Bertindak

    STIGMA DAN DISKRIMINASI ME- NGACU PADA PELANGGARAN DAN SIKAP NEGATIF yang ditujukan kepada orang-orang yang hidup dengan HIV/AIDS atau orang-orang yang berisiko tertular HIV. STIGMA DAN DISKRIMINASI ADALAH SEBUAH BENTUK PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA dengan konsekuensi yang bersifat negatif. Kehilangan pekerjaan, mata pencaha-

    rian, dan tempat tinggal Kehilangan status sosial Kehilangan hubungan pernikahan,

    anak, dan pertemanan Sanksi social atau pengusiran dari

    rumah dan komunitas Kekerasan Penderitaan fisik dan psikis Penolakan layanan medis Kurangnya perawatan dan dukungan Penderitaan dan kematian

    SAATNYA BAGI KITA UNTUK SALING BEKERJA SAMA MENGHAPUS STIGMA DAN DISKRIMINASI di layanan fasilitas kesehatan, sekolah, lingkup kerja, komu-nitas, rumah, dan bahkan dalam diri kita sendiri. Hentikan tindakan diskriminatif baik

    berupa pelecehan secara verbal mau-pun fisik dan pengusiran

    Hentikan penggunaan kata-kata negatif untuk menggambarkan indivi-du-individu yang hidup dengan HIV/AIDS

    Perlakukan mereka dengan penuh respek

    Berikan bantuan dan dukungan Pastikan kerahasiaan status kondisi

    mereka Saatnya berbuat dan tantang diri

    Anda, keyakinan, dan sikap yang memberikan kontribusi untuk mela-wan stigma dan diskriminasi di komu-nitas Anda.

    Sebarkan kisah-kisah positif kepada teman dan keluarga tentang kisah in-dividu-individu yang hidup dengan HIV/AIDS

    Cari tahu lebih dalam tentang HIV/AIDS dengan cara mengunjungi klinik atau rumah sakit terdekat

  • CHAPTER 57

    Saatnya Bertindak

  • SAYA TIDAK AKAN BISA MENYELE-SAIKAN SEMUA INI TANPA KEBAIKAN DAN KEBERANIAN yang luar biasa dari para sahabat yang telah mem- percayai saya untuk memasuki kehidupan mereka dan menceritakan kisah-kisah mereka yang sungguh mengispirasi: Yosua Rumkorem, Reni Purwoningsih, Wesley Kosai, Meri Itlay, Jhon Mateus, Ibu Ratna, dan Siti Rumkakir. Kalian semua adalah pahlawan-pahlawan. Terima kasih.

    Projek ini juga dibantu oleh: Sorong Sehati YPKM Wamena Klinik Kalvari Wamena Open Society Foundations Para staf di Clinton Health Access

    Initiative (CHAI) di Tanah Papua

    Terima kasih khusus kepada teman-teman dan rekan kerja atas bantuan dan bimbingannya selama proses produksi: Joni Wong Okky Ardya Ulet Ifansasti Gembong Nusantara Hai Truong dari Creative Squeeze Nanang Sujana & Leoni Rahmawati Muhammad Fadli & Putu Sayoga dari

    Arka Project Kevin WY Lee dari Invisible

    Photographer Asia

    Dukungan dana untuk projek ini sebagian didukung oleh Catchlight Activist Grant (sebelumnya adalah PhotoPhilanthropy).

  • Foto & Teks oleh Andri Tambunan

Search related