32
STANDAR OPERASI DAN PROSEDUR (SOP) PERLINDUNGAN LINGKUNGAN PADA PERENCANAAN JALAN AKSES NEW TOWN TAHAP 2, KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Jl. Muhammad Thaher No.20 Lueng Bata – Banda Aceh Telp. 0651-636666, 636123, Fax. 0651-637777 SOP ini untuk Dilampirkan Sebagai Bagian Dari Dokumen Kontrak Konstruksi KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Bencana gempa dan tsunami tanggal 26 Desember 2004 telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan korban jiwa di NAD Nias yang tidak sedikit. Hal ini mengingatkan kita akan perlunya memberikan perhatian dan perlindungan terhadap lingkungan pada setiap saat. Perhatian dan perlindungan terhadap lingkungan perlu diberikan pada setiap kegiatan pembangunan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan konstruksi dan tahap operasi pemeliharaan. Tujuan penyusunan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan pada Pekerjaan Jalan adalah untuk dapat memberikan pertimbangan perlindungan lingkungan (baik komponen fisik, biologi maupun sosial) dalam perencanaan jalan, pelaksanaan konstruksi dan pemeliharaan. Sebagai dasar penyusunan dokumen SOP pekerjaan Pembangunan Jalan Akses Jalan New Town adalah surat BAPEDALDA No. 660.46/357/5a./2007 tentang hasil screening studi lingkungan. Surat Bapedalda ini menetapkan rencana Pembangunan New Town Access Road sebagai kategori kegiatan yang perlu dilengkapi dengan SOP Lingkungan. SOP Lingkungan menjadi bagian dari dokumen kontrak konstruksi yang perlu dilaksanakan oleh kontraktor. Wassalam. Penyusun

Standar Operasi Dan Prosedur

  • Upload
    vee-tra

  • View
    180

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Standar Operasi Dan Prosedur

STANDAR OPERASI DAN PROSEDUR (SOP) PERLINDUNGAN LINGKUNGAN

PADA PERENCANAAN JALAN AKSES NEW TOWN TAHAP 2, KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Jl. Muhammad Thaher No.20 Lueng Bata – Banda Aceh

Telp. 0651-636666, 636123, Fax. 0651-637777

SOP ini untuk Dilampirkan Sebagai Bagian Dari Dokumen Kontrak Konstruksi

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bencana gempa dan tsunami tanggal 26 Desember 2004 telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan korban jiwa di NAD Nias yang tidak sedikit. Hal ini mengingatkan kita akan perlunya memberikan perhatian dan perlindungan terhadap lingkungan pada setiap saat.

Perhatian dan perlindungan terhadap lingkungan perlu diberikan pada setiap kegiatan pembangunan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan konstruksi dan tahap operasi pemeliharaan. Tujuan penyusunan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan pada Pekerjaan Jalan adalah untuk dapat memberikan pertimbangan perlindungan lingkungan (baik komponen fisik, biologi maupun sosial) dalam perencanaan jalan, pelaksanaan konstruksi dan pemeliharaan.

Sebagai dasar penyusunan dokumen SOP pekerjaan Pembangunan Jalan Akses Jalan New Town adalah surat BAPEDALDA No. 660.46/357/5a./2007 tentang hasil screening studi lingkungan. Surat Bapedalda ini menetapkan rencana Pembangunan New Town Access Road sebagai kategori kegiatan yang perlu dilengkapi dengan SOP Lingkungan. SOP Lingkungan menjadi bagian dari dokumen kontrak konstruksi yang perlu dilaksanakan oleh kontraktor. Wassalam. Penyusun

Page 2: Standar Operasi Dan Prosedur

SOP Pembangunan Jalan Akses New Town i DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR --------------------------------------------------------------------- i DAFTAR ISI ------------------------------------------------------------------------------- ii DAFTAR TABEL -------------------------------------------------------------------------- iii I Kriteria AMDAL, UKL-UPL Dan SOP ------------------------------------------ 1 II Tujuan SOP -------------------------------------------------------------------------- 1 III Deskripsi Kegiatan ------------------------------------------------------------------ 2 3.1. Tahap Prakonstruksi -------------------------------------------------------- 2

a. Survey Lapangan -------------------------------------------------------- 2 b. Detail Disain Engineering ---------------------------------------------- 2

3.2. Tahap Konstruksi ------------------------------------------------------------- 3 a. Perekrutan Tenaga Kerja ---------------------------------------------- 3 b. Pengoperasian Basecamp --------------------------------------------- 3 c. Penyiapan Lahan --------------------------------------------------------- 3 d. Mobilisasi Material ------------------------------------------------------- 3 e. Pekerjaan Galian Timbunan ------------------------------------------- 3 f. Pekerjaan Perkerasan Jalan ------------------------------------------ 4 g. Pembangunan Saluran Drainase ------------------------------------ 4 h. Pembangunan Penguat Jalan ---------------------------------------- 4 i. Pemasangan Gorong-gorong ----------------------------------------- 4 j. Marka Jalan (Kerb) ------------------------------------------------------ 4 k. Lampu Penerangan Jalan ---------------------------------------------- 4 l. Penghijauan ---------------------------------------------------------------- 5 m. Perambuan -------------------------------------------------------------- 5

3.3. Tahap Operasi --------------------------------------------------------------- 5 a. Pengoperasian Jalan ---------------------------------------------------- 5 b. Pemeliharaan Jalan dan Fasilitas lainnya ------------------------- 5

IV Standar Operasi Dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan ------ 5

Page 3: Standar Operasi Dan Prosedur

SOP Pembangunan Jalan Akses New Town ii DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kriteria AMDAL, UKL-UPL dan SOP Pekerjaan Jalan ------------ 1 Tabel 2. Spesifikasi disain jalan ------------------------------------------------------ 2 Tabel 3. Jumlah dan posisi kebutuhan tenaga kerja konstruksi -------------- 3 Tabel 4. Tipe box culvert --------------------------------------------------------------- 4 Tabel 5. Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Perencanaan Jalan (Untuk Konsultan Perencana) 6 Tabel 6. Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi Jalan (Untuk Kontraktor) ------------------- 6 Tabel 7. Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Operasi Pemeliharaan Jalan (Untuk Dinas Terkait) . 12

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Peta lokasi Lampiran 2. Kondisi Existing Lampiran 3. Gambar Kerb Lampiran 4. Gambar Perambuan

Page 4: Standar Operasi Dan Prosedur

STANDAR OPERASI DAN PROSEDUR (SOP) PERLINDUNGAN LINGKUNGAN

PADA PERENCANAAN AKSES JALAN NEW TOWN, KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN

I. Kriteria AMDAL, UKL-UKL Dan SOP

Kegiatan (sub-proyek) pekerjaan jalan yang perlu dilengkapi Standar Operasi dan Prosedur (SOP) adalah kegiatan yang tidak termasuk kriteria Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 308 Tahun 2005 dan tidak termasuk kriteria Upaya Pengelolaan Lingkungan – Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) berdasarkan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 17/KPTS/M/2003 tentang Penetapan Kegiatan Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Yang Wajib Dilengkapi UKL-UPL.

Selanjutnya kriteria kegiatan (sub-proyek) pekerjaan jalan yang wajib AMDAL, UKL-UPL dan SOP sebagaimana disajikan pada tabel berikut:

Tabel 1. Kriteria AMDAL, UKL-UPL dan SOP Pekerjaan Jalan

No Jenis Kegiatan Pekerjaan Jalan

Skala/Besaran

AMDAL (PermenLH

No.308 tahun 2005)

UKL-UPL (Kepmen

Kimpraswil No.17 tahun

2003)

S O P

1 Pembangunan dan/atau peningkatan jalan dengan pelebaran di luar daerah milik jalan

a). Kota besar/ metropolitan

Panjang ≥5km atau

Luas ≥5ha.

Panjang 1 s/d <5km atau Luas 2 s/d

<5ha.

Panjang < 1 km atau Luas < 2 ha.

b). Kota sedang

Panjang≥10km atau

Luas ≥10ha.

Panjang 3 s/d <10km atau Luas 5 s/d

<10ha.

Panjang < 3 km atau Luas < 5 ha.

c). Pedesaan Panjang≥15km Panjang 5 s/d <15km

Panjang < 5 km.

2 Peningkatan jalan dalam daerah milik jalan (DAMIJA) Kota Besar Panjang ≥ 10 km Panjang < 10km Kota Sedang Semua ukuran

Page 5: Standar Operasi Dan Prosedur

II. Tujuan SOP

Tujuan penyusunan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan pada Pekerjaan Jalan adalah untuk dapat memberikan

Page 6: Standar Operasi Dan Prosedur

II. Tujuan SOP

Tujuan penyusunan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan pada Pekerjaan Jalan adalah untuk dapat memberikan pertimbangan perlindungan lingkungan (baik komponen fisik, biologi maupun sosial) dalam perencanaan jalan, pelaksanaan konstruksi dan pemeliharaan.

III. Deskripsi Pekerjaan

Pekerjaan pembangunan jalan Akses New Town sepanjang 1.9 km akan dilaksanakan pada tahun 2008 dimulai dari sta 2+050 (desa ......) s/d sta 4+020. (desa …..), peta lokasi terlampir. Berikut disajikan spesifikasi disain jalan.

Tabel 2. Spesifikasi disain Jalan

No Uraian Keterangan 1 Panjang jalan 1,9 km 2 Jumlah jalur 2 3 Jumlah Lajur 2 4 Lebar: a. Lajur 3,25 m (Fleksible) b. Median 2,50 m (Tanah dengan marka) c. Jalur hijau 2,50 m (Trotoar ) d. Rumija 27,50 – 30 m (Tanah) 5 Gorong-gorong a. Jumlah 4 buah b. Tipe Box culvert

Tahapan pekerjaan pembangunan jalan Akses New Town Tahap 2 dibagi menjadi 3 (tiga) tahap kegiatan, yaitu : tahap prakonstruksi, konstruksi dan operasi.

3.1. Tahap Prakonstruksi

Pada tahap prakonstruksi kegiatan yang dilakukan adalah:

a. Survey lapangan

Kegiatan survei lapangan yang dilakukan meliputi: pengukuran dan pengujian daya dukung tanah.

b. Detail Disain Engineering (DED)

Penyusunan DED adalah penyusunan gambar disain sesuai dengan kebutuhan.

Page 7: Standar Operasi Dan Prosedur

SOP Pembangunan Jalan Akses New Town 2

3.2. Tahap Konstruksi

a. Perekrutan tenaga kerja

Kebutuhan tenaga kerja menurut posisi disajikan pada tabel berikut:

Tabel 3. Jumlah dan Posisi Kebutuhan Tenaga Kerja Konstruksi

No Posisi Tenaga Kerja Jumlah Spesifikasi 1 Manager proyek 1 S1 2 Site manager/ engineer 1 S1 3 Keuangan 1 S1/D3/SMEA 4 Tenaga Administrasi 1 SMA 5 Logistik 1 STM 6 Sopir 10 SMP/SMA 7 Pelaksana 2 D3 8 Mandor 4 - 9 Tenaga pendukung (buruh) 40 -

b. Pengoperasian basecamp

Base camp digunakan sebagai kantor proyek, penginapan pekerja, bengkel perawatan dan perbaikan alat berat, dan penyimpanan material. Pada base camp akan dilengkapi dengan MCK.

c. Penyiapan lahan

Kegiatan penyiapan lahan meliputi: • Pembersihan lahan dari bahan-bahan yang secara konstruktif tidak baik; • Pekerjaan perataan tanah (timbunan) ; • Pemadatan tanan (badan jalan).

d. Mobilisasi Material

Kebutuhan material konstruksi meliputi : tanah urug, sirtu, base course, hotmix dan beton.

e. Pekerjaan Galian Timbunan

Pada titik-titik tertentu (sta 2+709 s/d 3+950) terdapat pekerjaan galian mengupas tanah kurang bagus, kemudian dilapisi dengan geotextil (Woven 60/60 kN/m) dan diurug dengan tanah baik.

Page 8: Standar Operasi Dan Prosedur

f. Pekerjaan Perkerasan jalan

Lapisan perkerasan jalan terdiri dari : • Lapisan agregat klas B T = 30 cm; • Lapisan agregat klas A T = 20 cm; • Lapisan AC – BC T = 5 cm; • Lapisan AC – WC T = 4 cm.

g. Pembangunan Saluran Drainase

Pembangunan saluran drainase kiri-kanan sepanjang ruas jalan Akses New Town Tahap 2. Saluran drainase berbentuk trapezium dengan lebar bawah 50 cm lebar atas 125cm dengan kedalaman 115 cm dengan pasangan batu kali tebal 15 cm.

h. Pembangunan Penguat Jalan

Pembangunan penguat jalan dilakukan kiri-kanan sepanjang ruas jalan bentuk trapesium dengan lebar bawah 120 cm, lebar atas 30 cm dan tinggi 215 cm.

i. Pemasangan Gorong-gorong

Bentuk dan ukuran gorong-gorong yang melintas jalan dengan disajikan pada tabel:

Tabel 4. Tipe box culvert No Bentuk Ukuran

(m) Jumlah (buah)

Stasion

1 Box culvert

2 x 2 4 2+050, 2+710, 3+130, 4+020

j. Marka jalan (Kerb)

Kerb dipasang di tepi perkerasan dengan bentuk dan ukuran sebagaimana gambar lampiran 3.

k. Lampu Penerangan Jalan

Pada ruas jalan ini akan dilengkapi lampu penerangan jalan. Pemasangan lampu setiap 25 m.

Page 9: Standar Operasi Dan Prosedur

l. Penghijauan

Penghijauan sebagai peneduh akan dilakukan pada tepi jalan (trotoar).

m. Perambuan

Pemasangan rambu-rambu lalu lintas sesuai petunjuk Dinas Perhubungan. Jenis rambu-rambu lalu lintas disajikan pada lampiran 4.

3.3. Tahap Operasi

a. Pengoperasian jalan

Dengan dioperasikannya jalan yang telah selesai dibangun akan menambah panjang jaringan jalan dan memperlancar lalu lintas atau transportasi.

b. Pemeliharaan jalan dan fasilitas lainnya

Pemeliharaan jalan yang dilakukan secara periodik (overlay, pembersihan saluran drainase dan pemelihraan perambuan) dapat memperpanjang usia konstruksi dan dapat menekan kecelakaan lalu lintas.

IV. Standar Operasi Dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan

Penyajian Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan dikelompokkan menjadi 3, yaitu: (1) SOP pada tahap perencanaan (untuk konsultan perencana), (2) SOP pada tahap konstruksi (untuk kontraktor) dan (3) SOP pada tahap operasi pemeliharaan (untuk dinas terkait).

Standar Operasi dan Prosedur (SOP) disajikan pada tabel-tabel berikut berisi kolom-kolom:

1. Perlindungan Lingkungan, merupakan komponen lingkungan sekitar lokasi pekerjaan jalan yang perlu diberikan perhatian/perlindungan.

2. Standar Operasi dan Prosedur (SOP), merupakan kegiatan standar operasi prosedur untuk melaksanakan perlindungan lingkungan.

3. Tolok Ukur, merupakan ukuran yang hendak dicapai dari pelaksanaan SOP.

Tabel 5. Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan

Page 10: Standar Operasi Dan Prosedur

Pada Tahap Perencanaan Jalan (Untuk Konsultan Perencana) No Perlindungan

Lingkungan Standar

Operasi dan Prosedur

(SOP) Perlindungan Lingkungan Pada tahap

Perencanaan

Tolok Ukur Monitoring

1 Keresahan Masyarakat • Melakukan

sosialisasi pembangunan jalan; • Pembebasan tanah sesuai perundangan;

Tidak ada keluhan masyarakat yang tanahnya dibebaskan

Monitoring wawancara ada tidaknya keluhan masyarakat menyangkut proses pembebasan tanah dilaksanakan oleh Panitia Pembebasan Tanah. Hasil monitoring disampaikan kepada Bupati/Walikota

Tabel 6. Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi Jalan (Untuk Kontraktor)

No Perlindungan Lingkungan

Standar Operasi dan

Prosedur (SOP)

Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi

Tolok Ukur Monitoring

1 Peluang kesempatan kerja bagi masyarakat setempat

Dalam perekrutan tenaga kerja, sedapat mungkin kontraktor memberikan prioritas kepada masyarakat setempat yang memenuhi persyaratan, atau mereka yang dinilai mempunyai kemampuan untuk dilatih.

Ada sebagian tenaga kerja dari masyarakat setempat.

Monitoring pendataan jumlah tenaga kerja dari masayarakat setempat dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

2 Utilitas Pekerjaan Monitoring

Page 11: Standar Operasi Dan Prosedur

• Sebelum melaksanakan pekerjaan tanah (penggalian), kontraktor perlu mencari informasi mengenai keberadaan utilitas bawah tanah (seperti pipa, kabel, gorong-gorong) pada rute jalan. • Bila terdapat utilitas bawah tanah, kontraktor

tanah tidak menimbulkan kerusakan utilitas bawah tanah.

pendataan kerusakan utilitas bawah tanah dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke

Page 12: Standar Operasi Dan Prosedur

No Perlindungan Lingkungan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi Tolok Ukur Monitoring

perlu berkoordinasi dengan instansi pemilik dan bertanggung jawab melindungi utilitas tersebut. • Bila terjadi kerusakan, kontraktor bertanggung jawab memperbaiki, sesuai persetujuan pemilik

Bapedalda.

3 Perlindungan terhadap sumber quarry

• Untuk memenuhi kebutuhan material kontraktor mencari dari pemilik quarry yang mempunyai ijin dari instansi berwenang.

• Menghindari sumber bahan dari sumberdaya alam vital, seperti: hutan tanaman berkayu atau hutan lindung.

Kontraktor memperoleh copy ijin dimaksud, atau informasi nama instansi pemberi ijin dan nomor ijin.

Monitoring penggunaan material dari sumber quarry yang berijin dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

4 Menjaga hubungan sosial kemasyarakatan

Untuk meminimumkan masalah (batas) lahan dengan masyarakat, libatkan masyarakat dalam setiap langkah proses pembangunan jalan termasuk rancangan lebar jalan, daerah milik jalan.

Tidak ada komplain masyarakat menyangkut batas tanah.

Monitoring wawncara ada tidaknya komplain masyarakat menyangkut batas tanah dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring

Page 13: Standar Operasi Dan Prosedur

dilaporkan ke Bapedalda.

5 Mencegah kerusakan jalan eksisting oleh mobilisasi material

• Tonase pengangkutan material tidak melebihi kapasitas jalan yang dilalui. • Koordinasi dengan Dinas Perhubungan dalam menentukan rute mobilisasi material. • Bila mobilisasi material menyebabkan kerusakan jalan, kontraktor bertanggung jawab memperbaiki seperti kondisi semula.

Mobilisasi material tidak menimbulkan kerusakan jalan yang dilalui.

Monitoring ada tidaknya kerusakan jalan (yang dilalui mobilisasi material) dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda dan Dinas Perhubungan.

6 Perlindungan kualitas air sungai (dari lumpur sedimentasi)

• Membuat pagar sedimen (dari bambu atau bahan lain) dan kolam penampung lumpur sedimentasi (pada saluran air) untuk

Monitoring ada tidaknya peningkatan kekeruhan air sungai oleh masuknya

Tidak ada lumpur sedimen yang masuk ke sungai (pada radius 30 meter dari

Page 14: Standar Operasi Dan Prosedur

menghalangi lumpur masuk ke sungai – foto ilustrasi di bawah. • Tutupi material dengan penutup plastik atau bahan lain yang ada.

lumpur dilaksanakan

oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil

monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

7 Penghijauan dan perlindungan terhadap sumberdaya alam • Sedapat mungkin mempertahankan pohon yang ada di tepi jalan. • Penanaman pohon baru pengganti yang ditebang. • Disarankan jenis tanaman berakar panjang (tidak mudah tumbang), tidak membahayakan stabilitas jalan, serta biaya pemeliharaan yang murah.

• Berbagai jenis tanaman yang baik untuk penanaman kembali: Kaliandra (Calliandra calonthrysus), Akasia (Acacia auriculi-formis), Acacia ducurrens, Gliricidia sepium, Luecaena luecocephala.

• Jarak tanam antar pohon sekitar 15 meter.

Monitoring kondisi pertumbuhan pohon

penghijauan tepi jalan dilaksanakan oleh

kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan.

Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

8 Kelancaran lalu lintas selama konstruksi • Pekerjaan galian saluran atau galian lainnya yang memotong jalan harus dilakukan dengan pelaksanaan setengah badan jalan sehingga jalan tetap berfungsi untuk lalu lintas setiap saat.

• Pekerjaan pengaspalan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga masih memungkinkan lalu lintas satu lajur tanpa

Monitoring kelancaran lalu lintas jalan sekitar dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring

dilaporkan ke Bapedalda dan Dinas Perhubungan.

lokasi jalan). Pohon penghijauan tumbuh dengan baik. Bila pertumbuhan kurang baik, kontraktor mengganti dengan pohon baru dan perawatan yang lebih baik. Tidak terjadi kemacetan lalu lintas.

Pagar penghalang

Pagar penghalang

Kantong lumpur

Page 15: Standar Operasi Dan Prosedur

merusak pekerjaan yang sedang dilaksanakan dan gangguan kelancaran lalu lintas dapat diminimalkan.

• Bila lalu lintas terganggu oleh pekerjaan jalan, kontraktor harus mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang dan juga dari Direksi Pekerjaan.

9 Perlindungan kualitas udara

• Tutupi tumpukan material dengan terpal. Truk memuat tanah, pasir, atau batu harus ditutup dengan terpal untuk mencegah tumpahan.

• Tempatkan mesin pencampur aspal dan hot-mix sekurangnya 500m dari daerah sensitif seperti sekolah, rumah sakit, dan habitat yang penting.

• Penyiraman bagian-bagian permukaan yang berdebu - foto ilustrasi di bawah.

• Jangan biarkan tanah terbuka, segera ditanami, terutama pada batas jalan dengan pemukiman

Masyarakat tidak mengeluhkan gangguan pencemaran debu.

Monitoring wawancara ada tidaknya komplain

masyarakat menyangkut gangguan debu

dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan

PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring

dilaporkan ke Bapedalda.

10 Minimalisasi kebisingan • Kontraktor menggunakan peralatan dan kendaraan yang terawat baik sehingga tidak menimbulkan gangguan kebisingan. • Kendalikan kebisingan pada sumbernya

• Berikan perhatian (pemasangan rambu) untuk mengurangi kebisingan, terutama pada daerah yang peka seperti sekolah, rumah sakit, klinik, dan dekat mesjid pada saat ibadah (misal saat

Masyarakat tidak mengeluhkan gangguan kebisingan. Tingkat kebisingan tidak melampaui standar 55 dBA (pada pemukiman)

Monitoring wawancara ada tidaknya gangguan kebisingan yang dikeluhkan masyarakat ,dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan

PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

Kandungan debu tidak melampaui baku mutu 230 ug/Nm3 (PP No. 41 tahun 1999).

Page 16: Standar Operasi Dan Prosedur

shalat Jumat) • Sediakan alat pengendali kebisingan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja konstruksi (misalnya menyediakan pelindung telinga untuk kegiatan yang melebihi 85 dB) • Gunakan dengan hati-hati peralatan konstruksi dan dikurangi kebisingannya dan terapkan batas kebisingan serta waktu terbatas terutama pada daerah penerima yang peka.

11 Sanitasi lingkungan

• Rancang mess konstruksi sementara dengan baik, lokasi, dan pemeliharaannya untuk memastikan tersedia fasilitas sanitasi dan air yang memadai, mengurangi genangan air dengan membuat saluran yang baik, dan untuk menghindari tercemarnya air • Menyediakan toilet lapangan dengan resapan: • Aspal dan minyak buangan disimpan

dalam tangki diletakkan di atas lantai beton yang lebih tinggi dari tanah sekitarnya dan dikelilingi dinding sehingga bila bocor tidak menyebar.

• Kontraktor harus melakukan pembersihan tempat kerja, kantor sementara, tempat hunian secara teratur. • Menyediakan drum di lapangan untuk

Kondisi sanitasi pada tempat kerja terpelihara baik (bersih).

Monitoring ketersediaan fasilitas sanitasi dan air bersih serta kondisi sanitasi, dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3

bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda dan Dinas Kesehatan.

Kualitas air sumur tidak mengandung bakteri coliform.

Page 17: Standar Operasi Dan Prosedur

No Perlindungan Lingkungan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi Tolok Ukur Monitoring

menampung sementara sisa bahan bangunan dan sampah, untuk kemudian dibuang ke tempat yang telah ditentukan.

• Kontraktor tidak diperkenankan membuang sisa bahan bangunan ke sungai atau saluran air. • Pada saat pekerjaan selesai, tempat kerja harus ditinggal dalam keadaan bersih dan siap dipakai oleh pemilik.

12 Perlindungan terhadap kesehatan • Menyediakan sarana sanitasi yang baik, termasuk tempat pembuangan sampah di lokasi proyek dan tempat tinggal pekerja.

• Tempatkan sumur air minum (untuk pekerja) sekurangnya 30m dari septic tank.

• Berikan label yang sesuai pada perlengkapan kesehatan dan tablet/cairan penjernih air dengan bahasa setempat serta berikan penjelasan dan penerangan atas penggunaannya.

Monitoring ada tidaknya peningkatan jumlah pasien pada puskesmas

setempat selama periode konstruksi, dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke

Bapedalda dan Dinas Kesehatan.

13 Peningkatan keselamatan masyarakat dan pekerja • Pekerja menggunakan perlengkapan keselamatan kerja (topi, sepatu, pakaian kerja). • Pengamanan pekerjaan galian: lereng sementara galian harus stabil dan mampu menahan pekerjaan, struktur atau mesin di sekitarnya. • Bila lereng galian tidak stabil, harus dipasang penyokong (shoring) dan pengaku (bracing). • Bila diperlukan, kontraktor harus menyokong atau mendukung struktur di sekitarnya, yang jika tidak dilaksanakan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian tersebut.

Tidak ada peningkatan jumlah pasien pada puskesmas setempat antara periode sebelum dan selama konstruksi Angka kecelakaan kerja adalah nol.

Monitoring pendataan angka kecelakaan kerja dilaksanakan oleh kontraktor dan konsultan PDCS, setiap 3 bulan. Hasil monitoring dilaporkan ke Bapedalda.

Page 18: Standar Operasi Dan Prosedur

No Perlindungan Lingkungan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Konstruksi Tolok Ukur Monitoring

• Peralatan berat tidak diijinkan berada lebih dekat 1,5 meter dari tepi galian parit. • Semua galian terbuka harus diberi rambu peringatan dan penghalang (barikade) yang cukup (foto ilustrasi di bawah) untuk mencegah pekerja atau orang terjatuh ke dalamnya. • Setiap galian terbuka pada jalur lalu lintas maupun pada bahu jalan harus diberi rambu tambahan pada malam hari berupa drum yang di cat putih (atau yang sejenis) beserta lampu merah atau kuning guna mencegah keselamatan pengguna jalan.

• Pada pekerjaan pengaspalan, kontraktor harus melengkapi tempat pemanasan dengan fasilitas pencegahan atau pengendalian kebakaran yang memadai, juga sarana pertolongan pertama.

• Menugaskan pegawai lapangan untuk mengatur lalu lintas selama mobilisasi alat berat dan pada pengalihan arus lalu lintas.

• Perlengkapan K3 harus tersedia pada tempat kerja.

Tabel 7. Standar

Operasi dan Prosedur

(SOP) Perlindungan Lingkungan

Pada Tahap Operasi dan

Pemeliharaan Jalan (Untuk

Dinas Terkait)

No Perlindungan Lingkungan

Standar Operasi dan

Prosedur (SOP)

Perlindungan Lingkungan Pada Tahap

Operasi Pemeliharaan

Monitoring 1 Keselamatan pengguna jalan • Pemeliharaan rutin rambu lalu lintas.

• Pemeliharaan rutin kondisi permukaan jalan.

Monitoring pendataan angka kecelakaan lalu

Tolok Ukur Angka kecelakaan lalu lintas rendah

Page 19: Standar Operasi Dan Prosedur

No Perlindungan Lingkungan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) Perlindungan Lingkungan Pada Tahap Operasi Pemeliharaan

Monitoring • Pemeliharaan rutin saluran drainase jalan untuk mencegah genangan air hujan pada permukaan jalan.

lintas dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, setiap 1 bulan. Hasil monitoring sebagai bahan perbaikan pengelolaan oleh Pemerintah Daerah.

2

Pemeliharaan Pohon peneduh jalan

• Pemeliharaan teratur pohon peneduh jalan.

• Pupuk yang digunakan untuk pemeliharaan tanaman terdiri dari nitrogen total, oksida phosphor dan garam kalium yang dapat larut dalam air. Pupuk dikirim ke lapangan dalam kemasan yang aman dan berlabel lengkap. Bila diperlukan penggunaan pupuk ditabur merata 5 kg per 100 m2.

• Pohon yang rusak diganti dengan penanaman pohon baru.

Monitoring pertumbuhan pohon peneduh jalan dilaksanakan oleh Dinas terkait (Dinas Pertamanan). Hasil monitoring sebagai bahan perbaikan pengelolaan oleh Pemerintah Daerah.

3 Pemeliharaan saluran drainase

• Pembersihan rutin saluran drainase dari lumpur dan sampah.

• Pembersihan rutin inlet pembuangan air dari badan jalan ke saluran drainase

Tolok Ukur Suasana lingkungan teduh Monitoring kebersihan dan kelancaran saluran drainase dilaksanakan oleh dinas

terkait (Dinas Pertaman). Hasil monitoring sebagai bahan perbaikan oleh Pemerintah Daerah.

Page 20: Standar Operasi Dan Prosedur

Lampiran: Gambar peta lokasi

Gambar kerb Gambar Perambuan

Page 21: Standar Operasi Dan Prosedur

SOP Pembangunan Jalan Akses New Town 14 Lampiran 1. Jalan New Town Access Road (Tahap 2) di Banda Aceh Rute rencana jalan New Town Access

Kondisi existing rencana jalan akses New Town. Dari titik awal kondisi rencana jalan telah terbentuk (telah dilakukan land clearing) dengan tanah yang sudah cukup padat (sta 2+050) hingga pada pertengahan rute. Dari pertengahan hingga sampai sta 3+750 telah terbentuk badan jalan (hanya setengah). Yang sebagian masih tanah kosong. Pada mulai sta 3+750 hingga akhir ruas ini masih berupa bekas tanah kosong. Pada kiri kanan rencana jalan umumnya tanah kosong. Namun terdapat beberapa bangunan gedung

Lampiran 2. Kondisi Exsiting