Standarisi Pt Bsnp

  • View
    32

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ktsp

Text of Standarisi Pt Bsnp

  • 0

    BSNP

    2010

    STANDAR ISI

    PENDIDIKAN TINGGI

  • 1

    DAFTAR ISI

    Hal

    BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 3 BAB II ACUAN DASAR

    A. Pendidikan Tinggi dan Perguruan Tinggi ............................ 6

    1. Pengertian Pendidikan Tinggi dan Perguruan Tinggi 2. Jenis Pendidikan Tinggi 3. Bentuk Perguruan Tinggi 4. Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi

    B. Kurikulum dan Kompetensi .................................................... 6

    1. Kurikulum 2. Kompetensi

    C. Muatan Kurikulum .................................................................. 9

    1. Muatan Kurikulum Program Studi 2. Mata Kuliah Umum 3. Mata Kuliah Keahlian 4. Muatan Wajib dan Muatan di Luar Mata Kuliah

    D. Kompetensi Utama Program Pendidikan ................................ 11

    1. Kompetensi Utama Program Pendidikan Vokasi 2. Kompetensi Program Pendidikan Akademik 3. Kopetensi Utama Program Pendidikan Profesi

    BAB III BEBAN BELAJAR ............................................................................. 14

    A. Sistem Kredit Semester ......................................................... 14

    1. Pengertian Sistem Kredit Semester 2. Takaran Satuan Kredit Semester

    B. Beban Belajar Program Pendidikan ....................................... 15

    1. Pendidikan Vokasi 2. Pendidikan Akademik 3. Pendidikan Profesi

  • 2

    BAB IV KALENDER PENDIDIKAN ................................................................. 19

    A. Alokasi Waktu........................................................................... 19

    1. Satuan Semester 2. Masa Kegiatan

    B. Penetapan Kalender Pendidikan............................................. 22

    1. Tahun Akademik 2. Hari Libur 3. Penyusunan Kalender Pendidikan

    BAB V PRINSIP PENGEMBANGAN DAN PENYELENGGARAAN KURIKULUM

    A. Prinsip Penyelenggaraan Kurikulum .......................................... 23

    B. Prinsip Pengembangan Kurikulum ............................................. 25

  • 3

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

    Nasional mengamanatkan bahwa pendidikan nasional yang berdasarkan

    Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

    1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta

    peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan

    bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi

    manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

    berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga

    negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Amanat tersebut

    diselenggarakan melalui suatu sistem pendidikan nasional secara menyeluruh

    dalam segenap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.

    Pendidikan nasional yang menyeluruh tersebut diarahkan pada

    penjaminan dalam pemerataan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi,

    serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan pendidikan yang didasari

    oleh program wajib belajar sembilan tahun dan mengarah pada wajib belajar

    12 tahun dan selanjutnya dikembangkan bagi terbukanya kesempatan

    seluas-luasnya untuk mendapatkan pendidikan sampai dengan pendidikan

    tinggi. Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan ditujukan bagi terwujudnya

    manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati, olahraga, olahpikir, olahrasa,

    dan olahkarya dalam mengembangkan wawasan, pengetahuan,

    keterampilan, nilai dan sikap untuk aktif dan kreatif serta berproduktivitas

    tinggi, berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional dan menghadapi

    tantangan global. Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan diupayakan

    melalui pengembangan potensi peserta didik secara optimal sebagai sumber

    daya manusia yang mampu menghidupi dan menghidupkan diri sendiri,

    keluarganya serta masyarakatnya dalam kualitas yang tinggi dan

    bermartabat, menguasai ilmu, teknologi dan seni, serta budaya yang maju

    dan berdaya saing tinggi. Efisiensi manajemen ditempuh melalui peningkatan

  • 4

    profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam pengelolaan

    berbasis kinerja, optimalisasi pendayagunaan sumberdaya, prasarana dan

    sarana, serta penjaminan mutu penyelenggaraan pendidikan.

    Upaya menyeluruh pendidikan sebagai implementasi Undang-undang

    Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diselenggarakan

    dengan acuan standar pendidikan sebagaimana tertuang di dalam Peraturan

    Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

    yang menekankan pentingnya delapan standar pendidikan, yaitu standar isi,

    standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga

    kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar

    pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kedelapan standar yang

    dimaksudkan itu berlaku untuk jenjang pendidikan dasar, pendidikan

    menengah, dan pendidikan tinggi.

    Naskah ini memuat acuan umum standar isi pendidikan tinggi

    sebagaimana dimaksud oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005

    dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010, yang digunakan untuk

    menyusun kerangka dasar dan struktur kurikulum , muatan kurikulum, beban

    belajar setiap program pendidikan dan kompetensi yang harus dicapai oleh

    peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu, serta kalender

    pendidikan. Berdasarkan acuan umum ini masing-masing perguruan tinggi

    mengembangkan kerangka dasar dan struktur kurikulumnya .

    Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dibentuk

    berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

    Nasional Pendidikan mengembangkan standar isi pendidikan tinggi yang

    berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan

    dalam rangka mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu, serta berlaku

    mengikat dan efektif untuk semua perguruan tinggi.

  • 5

    BAB II

    ACUAN DASAR

    A. PENDIDIKAN TINGGI DAN PERGURUAN TINGGI

    1. Pengertian Pendidikan Tinggi dan Perguruan Tinggi

    a. Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

    b. Perguruan tinggi adalah penyelenggara pendidikan tinggi untuk

    jenis pendidikan vokasi, akademik, dan/ atau profesi.

    2. Jenis Pendidikan Tinggi

    a. Jenis pendidikan tinggi meliputi:

    1) pendidikan vokasi 2) pendidikan akademik 3) pendidikan profesi

    b. Pendidikan Vokasi merupakan pendidikan tinggi yang

    mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana.

    c. Pendidikan Akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

    d. Pendidikan Profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus.

    3. Bentuk Perguruan Tinggi

    a. Perguruan Tinggi dapat berbentuk :

    1) Akademi 2) Politeknik 3) Sekolah Tinggi 4) Institut 5) Universitas

  • 6

    b. Akademi menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu

    cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni tertentu.

    c. Politeknik menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah

    bidang pengetahuan khusus.

    d. Sekolah Tinggi menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

    e. Institut menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau

    pendidikan vokasi dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

    f. Universitas menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau

    pendidikan vokasi dalam sejumlah ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

    4. Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi

    Pendidikan tinggi diselenggarakan oleh perguruan tinggi melalui program sebagai berikut:

    1) Pendidikan vokasi terdiri dari : a) Program Diploma Satu b) Program Diploma Dua c) Program Diploma Tiga d) Program Diploma Empat.

    2) Pendidikan akademik terdiri dari : a) Program Sarjana b) Program Magister c) Program Doktor.

    3) Pendidikan profesi terdiri dari : b) Program Profesi Umum c) Program Profesi Spesialis Satu (Spesialis) d) Program Profesi Spesialis Dua (Subspesialis).

    B. KURIKULUM DAN KOMPETENSI

    1. Kurikulum

    a. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang

  • 7

    digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan program pendidikan tertentu.

    b. Dalam standar ini yang dimaksud dengan tujuan adalah kompetensi atau learning outcomes, isi dan bahan pelajaran adalah bahan kajian, cara adalah metoda pembelajaran dan cara penilaian, dan kegiatan pembelajaran adalah implementasi dari semua komponen di atas, yang realisasinya diwujudkan dalam mata kuliah program studi.

    c. Kurikulum perguruan tinggi dikembangkan dan dilaksanakan berbasis k