Tahap-tahap Perkembangan Dalam Perspektif Islam

  • View
    590

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Tahap-tahap Perkembangan Dalam Perspektif Islam

MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAMPembicara: Erin Ratna K. S.psi, M.psiDept 2 Litbang Kesppi Semarang, 25 April 2012

Anak adalah tuan pada tujuh tahun pertama, seorang budak untuk tujuh tahun kedua, dan seorang perdana menteri pada tujuh tahun ke tiga (Ali bin Abi Thalib)

Pada tahap ini, anak disebut sebagai tuan atau master dari orangtuanya. anak bermain secara penuh karena anak belum siap untuk dididik melalui instruksi formal namun bukan berarti anak tidak mampu menangkap dan mengerti apapun Anak belajar dr observasi n imitasipengaruh lingkungan sangat besar

(1) : pertumbuhan potensi-potensi indera psikologis, seperti pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. (QS. AlNahl : 78) (2) : mempersiapkan diri dengan cara membiasakan hidup yang baik, seperti dalam berbicara, makan, bergaul, dan penyesuaian diri dengan lingkungan, serta berperilaku. Pembiasaan ini terutama pada aspek-aspek afektif; (3) : pengenalan aspek-aspek doktrinal agama, terutama yang berkaitan dengan aqidah /keimanan.

Impresi yang didapat pada masa kanak-kanak sangat sulit untuk dihapus sobila sejak dini diajarkan maka anak akan selalu dekat dengan agamanya Apa yang diajarkan pada mereka? usia 3 tahun, ajarkan ia mengucapkan la illaha illallah muhammadar rasulullah usia 4 tahun, ajarkan mengucapkan sallalahu ala muhammadin wa ala ali Muhammad usia 5 tahun, bila ia sudah dapat membedakan antara tangan kanan dan tangan kiri. Ajak anak ia menghadap kiblat dan ajarkan sujud usia 6 tahun, ajarkan anak shalat dan ajarkan ruku dan sujud. Usia 7 tahun, ajarkan anak untuk mencuci muka dan tangannya kemudian ajak untuk shalat Ini akan berlanjut hingga mencapai usia 9 tahun, kemudian ia harus diajarkan ritual sesungguhnya untuk berdoa dan shalat

Anak mulai mampu membedakan yang baik dan yang buruk, benar dan salah .Pada usia ini, anak sudah dapat menangkap sebab akibat, berpikir secara logis, yang berarti ia siap untuk pendidikan formal. Anak adalah budak dalam artian ia harus mengikuti instruksi orangtua dan guru orangtua ditekankan untuk mendidik kedisplinan.

(1) : perubahan presepsi kongkrit ke persepsi abstrak; (2) : pengembangan ajaran-ajaran normatif agama melalui institusi sekolah.

Pendidikan agama sangat penting pada tahap ini agar keyakinan islam anak berdasar pada pemahaman yang benar dan pondasi yang kuat. hal yang harus diajarkan pada anak laki-laki dalam tahap usia ini adalah:1. Kemampuan baca tulis untuk ilmu sekuler, 2 pengetahuan islam, 3. Pendidikan fisik dan bela diri. Kemampuan baca tulis dan mencari ilmu baik ilmu agama maupun sekuler juga ditekankan pada pendidikan anak perempuan. Tetapi, daripada pendidikan fisik, islam mengatakan tentang subjek spesifik yang dapat membantu anak perempuan menjadi istri yang baik dan ibu pendidik.

Pada fase ini anak telah memiliki kesadaran penuh akan dirinya, sehingga ia diberi beban tanggung jawab (taklif), terutama tanggungjawab agama dan sosial. anak muslim diharapkan menjadi pemuda yang bertanggung jawab. Karena itu, orang tua sebaiknya memperlakukan mereka seperti teman

(1) : memahami segala perintah Allah SWT dengan memperdalam ilmu pengetahuan (QS. Al-Isra? : 36, QS. at-Taubah : 122); (2) : mengimplementasikan keimanan dan pengetahuannya dalam tingkah laku nyata, baik yang berhubungan dengan diri sendiri, keluarga, komunitas sosial, alam semesta, maupun pada Tuhan; (3) : memiliki kesediaan untuk mempertanggungjawabkan apa yang diperbuat (QS. Al-Isra? : 36); (4) : membentengi diri dari segala perbuatan maksiat dan mengisi diri dengan perbuatan baik; (5) : menikah jika telah memiliki kemampuan baik fisik maupun psikis; (6) : membina keluarga ang sakinah, mawaddah, rahmah, dan harakah; (7) : mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, sosial, dan agama.

Orangtua harus membimbing dan menolong remaja untuk membuat keputusan yang betul untuk diri mereka sendiri. Islam menekankan bahwa orangtua harus menikahkan anak perempuan mereka sedini mungkin ketika anak sudah mencapai kematangan mental. Pada usia 21, kewajiban orangtua terhadap anaknya hampir berakhir. Jika orangtua mendidik anaknya dengan nilai islam, anaknya pastinya dapat menjadi penyejuk mata dan hati kedua orangtuanya. Dan anak diharapkan memenuhi kewajibannya terhadap orangtuanya.

a. Fase Perkembangan Anak Sebelum Lahir (Periode Pranatal) b. Fase Perkembangan Anak Sejak Lahir Hingga Usia Dua Tahun c. Fase Perkembangan Anak Sejak Usia Dua Tahun Hingga Mumayyiz (5 s/d 7 Tahun) d. Fase Perkembangan Anak Menjelang Puber (9 s/d 10 Tahun) e. Fase Perkembangan Anak Masa Puber (12 s/d 15 atau 16 Tahun) f. Fase Perkembangan Anak Masa Baligh (15 atau 16 Tahun)

1} Masa Sebelum Hamil (Masa Prakonsepsi) Islam memandang bahwa proses pendidikan harus dimulai sejak anak masih dalam kandungan bahkan sejak calon suami memilih calon istri yang di kemudian hari menjadi orang tua dari anak. 2) Masa Setelah Kelahiran Sejak anak baru terlahir ke dunia, pokok-pokok pendidikan mulai diberikan secara tepat, yaitu: - Penyambutan yang hangat akan kelahirannya - Mengadzankan di telinga anak

Konsep Islam dalam pendidikan kepada anak yang baru lahir di antaranya yaitu: - Mentahniq (meletakkan kurma dan menggosok-gosokkan ke langit-langit bayi dengan jari telunjuk) - Melaksanakan Aqiqah - Membedong - Mencukur rambut - Pemberian nama yang baik - Menyusui, dan - Menyapih anak

Anak segera diberikan pendidikan melalui arahan, bimbingan dan pembinaan semaksimal mungkin sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagai anak-anak yang shaleh, memiliki kepribadian yang baik Pendidikan pada masa ini dalam bentuk nasehat-nasehat yang arti dan tujuannya kepada pemeliharaan keutuhan pribadi anak, jangan meusak pendengarannya dengan katakata yang tidak pantas, sifat-sifat sosialnya, membatasi aktifitasnya.

Pada usia ini perkembangan akal semakin matang, semakin kuat secara fisik dan semakin mampu melakukan ibadah serta semakin faham, oleh karena itu, ia boleh dipukul jika meninggalkan shalat sebagaimana diperintah Nabi Saw. Lebih mengenal dan lebih memahami. Oleh karena itu menurut Ibn Qayyim, pada usia tersebut, para ulama fiqh mewajibkan mereka untuk beriman.

Masa ini merupakan masa detik-detik menunggu datangnya waktu ihtilam (masa baligh). Pertumbuhan fisik jasmani berlangsung secara cepat, lebih cepat dari perkembangan jiwanya. Cepatnya pertumbuhan fisik yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan jiwanyamembutuhkan bantuan dan perhatian lebih.

Menurut Ibn Qayyim masa baligh adalah masa ihtilam pada setiap anak dan setiap anak tidak sama waktunya mulai usia 12 tahun sampai dengan 15 tahun. Pada masa inilah anak sudah mempunyai tanggung jawab sendiri dalam kaitannya dengan syariat agama. Maka pendidikan pada usia ini lebih ditekankan pada pemberian tanggung jawab.

1.

Mengapa setiap bayi yang lahir sebaiknya dilakukan pencukuran rambut? > sebagai upaya membersihkan bayi dari kotoran-kotoran selama berada di dalam kandungan > sebagai ukuran jumlah yang harus disedekahkan (sesuai jumlah berat rambut bayi)

2. Fungsi aqiqah? > awalnya merupakan budaya Arab sebagai bentuk sukacita atas kelahiran bayi laki-laki, kemudian dilegitimasi Islam bahwa baik bayi laki-laki maupun perempuan memiliki hak penyambutan yang sama, hanya saja berbeda ukuran/porsi/jumlah bagian > sebagai wujud rasa syukur orang tua atas karunia anak yang diberikan-Nya, yakni dengan berbagi kepada orang lain

3. Bagaimana perkembangan pada seseorang yang menjadi mualaf saat usia remaja? > para remaja tersebut tetap mampu mengejar ketertinggalan mereka sebab mereka sudah mampu berpikir lebih kompleks dan konkret

4. Apakah naluri keibuan akan tumbuh dengan sendirinya atau perlu dipupuk? 5. Pasangan ideal seperti apa? 6. Bagaimana menyikapi sikap kritis anak? > teknik timeout > reinforcement 7. Bagaimana menghadapi sikap remaja yang sulit untuk disurh shalat? 8. Bagaimana kita sebaiknya memandang dan menyikapi fenomena internalisasi nilai-nilai atheis di dalam proses pembelajaran?