Tentang TOF

  • View
    224

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Tentang TOF

  • 7/28/2019 Tentang TOF

    1/41

    1

    SISTEM KARDIOVASKULER

    TETRALOGI OF FALLOT

    Disusun oleh kelompok 2 :

    1. Regina (201111)2. Ruth dewa ayu (201111094)3. Merine rose (201111078)4. Patar dolly (201111)5. Khristina damayanti (201111065)6. Maria aprilia (201111071)7. Siskar sulianti (201111098)8. Stefani mandasari (201111102)9. Joko suseno (201111)

    S1 ILMU KEPERAWATAN

    SEKOLAH TINGGI KESEHATAN SANTA ELISABETH

    SEMARANG

    2012/2013

  • 7/28/2019 Tentang TOF

    2/41

    2

    KATA PENGANTAR

    Dengan mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, kami dapat

    menyelesaikan makalah tentang TETRALOGY OF FALLOT.

    Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah SISTEM

    KARDIOVASKULER. Dalam menyelesaikan makalah ini kami berusaha menyusun

    dengan baik. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi

    pembaca dan untuk kesempurnaan makalah ini kami mengharapkan kritikan dan

    saran-saran yang bersifat membangun.

    Semarang,

    Penyusun

  • 7/28/2019 Tentang TOF

    3/41

    3

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar BelakangPenyakit jantung bawaan terdiri dari berbagai jenis dan salah satunya adalah

    Tetralogi of Fallot. Penyakit jantung bawaan pada anak memang bukan penyakit

    langka. Di antara 1.000 anak lahir hidup di Indonesia, menurut data rumah-rumah

    sakit di Indonesia, 9 di antaranya mengidap penyakit jantung bawaan. Tetralogi fallot

    menempati urutan keempat dari angka kejadian penyakit jantung bawaan pada anak

    setelah defek septum ventrikel, defek septum atrium dan duktus arteriosus persisten.

    Di RSU Dr. Soetomo sebagian besar pasien Tetralogi fallot didapat diatas 5 tahun

    dan prevalensi menurun setelah berumur 10 tahun. Dari banyaknya kasus kelainan

    jantung serta kegawatan yang ditimbulkan akibat kelainan jantung bawaan ini, maka

    sebagai seorang perawat dituntut untuk mampu mengenali tanda kegawatan dan

    mampu memberikan asuhan keperawatan yang tepat. Tetralogi fallot merupakan

    penyakit jantung sianotik yang paling banyak ditemukan, dimana tetralogi fallot

    menempati urutan keempat penyakit jantung bawaan pada anak setelah defek septum

    ventrikel, defek septum atrium, dan duktus arteriosus persisten, atau lebih kurang 10-

    15 % dari seluruh penyakit jantung bawaan, diantara penyakit jantung bawaan

    sianotik tetralogi fallot merupakan 2/3 nya. Tetralogi fallot merupakan penyakit

    jantung bawaan yang paling sering ditemukan yang ditandai dengan sianosis sentral

    akibat adanya pirau kanan ke kiri. Tetralogy of fallot timbul pada +/- 3-6 per 10.000

    kelahiran dan menempati angka 5-7% dari kelainan jantung akibat congenital.

    Sampai saat ini para dokter tidak dapat memastikan sebab terjadinya, akan tetapi

    ,penyebabnya dapat berkaitan dengan factor lingkungan dan juga factor genetic atau

    keduanya. Dapat juga berhubungan dengan kromosom 22 deletions dan juga di

    George syndrome. Ia lebih sering muncul pada laki-laki daripada wanita. Pengertian

    akan embryology daripada penyakit ini adalah sebagai hasil kegagalan dalam conal

    septum bagian anterior, menghasilkan kombinasi klinik berupa VSD, pulmonary

    stenosis, and overriding aorta. Perkembangan dari hipertropi ventricle kanan adalah

    oleh karena kerja yang makin meningkat akibat defek dari katup pulmonal. Hal ini

    dapat diminimalkan bahkan dapat dipulihkan dengan operasi yang dini.

  • 7/28/2019 Tentang TOF

    4/41

    4

    B. TujuanAdapun penyusunan makalah ini bertujuan untuk mengetahui:

    1. Proses pembentukan jantung pada janin2. Proses pembentukan pembuluh darah pada janin3. System sirkulasi intrauteri pada janin4. Struktur organ jantung5. System sirkulasi ekstrauteri6. Patofisiologi tetralogy of fallot7. Farmakologi terkait penyakit TOF dan implikasi keperawatannya8. Penatalaksanaan medic TOF dan implikasi keperawtannya9. Gizi yang tepat pada pasien dengan tetralogy of fallot10.Askep pasien dengan tetralogy of fallot11.Keterampilan pemeriksaan fisik system kardiovaskuler12.Keterampilan menghitung balance cairan13.Keterampilan melakukan kesiapan echocardiografi

    C.

    Manfaat1. Sebagai sumber informasi yang sangat berguna dalam menambah

    pengetahuan dan wawasan (aspek teoritis).

    2. Sebagai sumber informasi yang sangat penting untuk dapatdiaplikasikan

  • 7/28/2019 Tentang TOF

    5/41

    5

    BAB II

    PEMBAHASAN

    1. PROSES PEMBENTUKAN JANTUNG PADA JANIN

    a. Minggu ke-4 kehamilan :Terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta

    (urat besar yang membawa darah ke jantung).

    b. Minggu ke-5 kehamilan :Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk

    organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif.

    c. Minggu ke-6 kehamilan :Ibu belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini.

    d. Minggu ke-7 kehamilan :Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan

    saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru.

    e. Minggu ke -9 kehamilan :Ibu bisa mendengar detak jantungnya

    f. Minggu ke-12 kehamilan :Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi

    meningkat.

    g. Minggu ke-14 kehamilan :Detak jantung bayi mulai menguat.

    h. Minggu ke-15 kehamilan :Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan.

    i. Minggu ke-16 kehamilan:Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang

    pertama terbentuk dan berfungsi

    j. Minggu ke-20 kehamilan :Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan

    2. PROSES PEMBENTUKAN PEMBULUH DARAH PADA JANIN

    Pada janin masih terdapat fungsi foramen ovale, duktus arteriosus

    botali, duktus venosus arantii dan arteri umbilikalis. Mula-mula darah yang

    kaya oksigen dan nutrisi yang berasal dari plasenta melalui vena umbilikalis

    masuk ke dalam tubuh janin.Sebagian besar darah tersebut melalui duktus

  • 7/28/2019 Tentang TOF

    6/41

    6

    venosus arantii,di dalam atrium dekstra sebagian besar darah ini akan

    mengalir secara fisiologik ke atrium sinistra melalui foramen ovale yang

    terletak diantara dekstra dan atrium sinistra,dari atrium sinistra selanjutnya

    darah ini mengalir ke ventrikel kiri yang kemudian akan dipompakan ke

    aorta.Hanya sebagian kecil darah dari atrium dekstra mengalir ke ventrikel

    dekstra bersama-sama dengan darah yang berasal dari vena cava

    superior.Karena terdapat tekanan dari paru-paru yang belum

    berkembang,sebagian besar darah dari. ventrikel dekstra ini yang seyogianya

    mengalir melalui arteri pulmonaliske paru-paru akan mengalir melalui duktus

    arteriosus botali ke aorta,sebagian kecil akan menuju ke paru-paru dan

    selanjutnya ke atrium sinistra melalui vena pulmonalis.

    Darah dari aorta akan mengalir keseluruh tubuh janin untuk memberi

    nutrisi oksigenasi pada sel-sel tubuh.Darah dari sel-sel tubuh yang miskin

    oksigen serta penuh dengan sisa-sisa pembakaran akan dialirkan ke plasenta

    melalui arteri umbilikalis,seterusnya diteruskan ke peredaran darah

    dikotiledon dan jonjot-jonjot dan kembali melalui vena umbilikalis demikian

    seterusnya,sirkulasi janin ini berlangsung ketika janin berada di dalam uterus

    Ketika janin dilahirkan,segera bayi menghisap udara dan menangis

    kuat,dengan demikian paru-parunya akan berkembang,tekanan dalam paru-

    paru mengecil dan seolah-olah darah terisap ke dalam paru-paru,dengan

    demikian duktus botali tidak berfungsi lagi,demikian pula karena tekanan

    dalam atrium sinistra meningkat foramen ovale akan tertutup sehingga

    foramen tersebut selanjutnya tidak berfungsi lagi.

    Akibat dipotong dan diikatnya tali pusat arteri umbilikalis dan duktus

    venosus arantii akan mengalami obiliterasi,dengan demikian setelah bayi lahir

    maka kebutuhan oksigen dipenuhi oleh udara yang dihisap ke paru-paru dan

    kebutuhan nutrisi dipenuhi oleh makanan,yang dicerna dengan sistem

    pencernaan sendiri.

    Tujuan dari pembentukan pembuluh darah pada janin adalah untuk

    menyuplai embrio dengan oksigen dan nutrisi dari ibu. Jantung dan pembuluh

    darah terbentuk pada hari ke 16 atau hari ke 17, atau mulai hari ke 20.

    3. SISTEM SIRKULASI INTRAUTERI PADA JANINPerubahan mendadak dari kehidupan intrauterine ke ekstrauterin

    memerlukan penyesuaian sirkulasi neonatus berupa :

    Pengalihan aliran darah dari paru. Penutupan ductus arteriosus Bottali dan foramen ovale serta. Obliterasi ductus venosus Arantii dan vasa umbilikalis.

  • 7/28/2019 Tentang TOF

    7/41

    7

    Sirkulasi bayi terdiri dari 3 fase :

    Fase intrauterineVena umbilikalis membawa darah yang teroksigenasi dari

    plasenta menuju janin (gambar 2 dan 3).Lebih dari 50% cardiac out-

    put berjalan menuju plasenta melewati arteri umbilikalis. Cardiac out-

    put terus meningkat sampai aterm dengan nilai 200 ml/menit.

    Frekuensi detak jantung untuk mempertahankan cardiac output

    tersebut 110 150 kali per menit.Tekanan darah fetus terus meningkat

    sampai aterm, pada kehamilan 35 minggu tekanan sistolik 75 mmHg

    dan tekanan diastolik 55 mmHg.Sel darah merah, kadar hemoglobin

    dan packed cell volume terus meningkat selama kehamilan.

    Sebagian besar eritrosit mengandung HbF.

    Pada kehamilan 15 minggu semua sel darah merah

    mengandung HbF. Ada kehamilan 36 minggu, terdapat 70% HbF dan

    30% Hb A.HbF memiliki kemampuan mengikat eksogen lebih besardibanding HbA. HbF lebih resisten terhadap hemolisis namun lebih

    rentan terhadap trauma.

    Fase transisiSaat persalinan, terjadi dua kejadian