cara kerja frekuensi 2,4 dan 5,8 GHZ dan channel width

Embed Size (px)

Text of cara kerja frekuensi 2,4 dan 5,8 GHZ dan channel width

CHANNEL FREKUENSI 2,4 DAN 5,8
CHANNEL WIDTH

Disusun Oleh :M. Noval Riansyah121055520112060

Frekuensi 2,4

Perangkat wireless LAN (WLAN) bekerja dengan menggunakan gelombang elektromagnetik, sama seperti peralatan-peralatan radio lainnya. Karena bekerja dengan gelombang elektromagnetik, maka perangkat ini akan bekerja pada frekuensi tertentu. Karena akan digunakan oleh pengguna secara luas, maka frekuensi yang dipilih adalah frekuensi yang sudah digratiskan yaitu frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Sebenarnya frekuensi 2,4 GHz masih dibagi lagi menjadi beberapa frekuensi yang lebih spesifik. Frekuensi 2,4 GHz dibagi lagi menjadi beberapa channel.

Untuk lebih memahami teori tentang channel frequensi pada jaringan wireless, berikut representasi grafik pada wi-fi chanel yang menggunakan frequensi 2.4 GHz.

Ingat! Pemilihan channel yang tidak tepat akan menyebabkan interferensi atau gangguan. Sebagai contoh pemilihan yang kurang tepat misalnya, pada jaringan wireless A menggunakan channel 1 dan secara bersamaan dan tempat yang berdekatan, jaringan wireless B menggunakan channel 2. Maka hal ini bisa menyebab interferensi.

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 GHz sampai 2.483,50 GHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

channelfrekuensi

Channel 12,412 GHz

Channel 22,417 GHz

Channel 32,422 GHz

Channel 42,427 GHz

Channel 52,432 GHz

Channel 62,437 GHz

Channel 72,442 GHz

Channel 82,447 GHz

Channel 92,452 GHz

Channel 102,457 GHz

Channel 112,462 GHz

Frekuensi 5,8

Bayangkanlah pita frekuansi seperti sebuah jalan, dan channel seperti jalur-jalur pemisah pada jalan tersebut. Peralatan 802.11a bekerja pada frekuensi 5,15 5,875 GHz, sedangkan peralatan 802.11b dan 802.11g bekerja pada frekuansi 2,4 2,497 GHz. Jadi, 802.11a menggunakan pita frekuensi lebih besar dibandingkan 802.11b atau 802.11g. Semakin lebar pita frekuensi, semakin banyak channel yang tersedia. Agar dapat saling berkomunikasi, setiap peralatan Wireless harus menggunakan Channel yang sama.

Penggunaan pita frekuensi radio 5.8 GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) yang pemberian izinnya berdasarkan izin kelas wajib mengikuti ketentuan teknis seperti tersebut di bawah ini: A Setiap pengguna pita frekuensi radio 5.8 GHz dibatasi penggunaan lebar pita (bandwidth) maksimal sebesar 20 MHz.B Setiap pengguna pita frekuensi radio 5.8 GHz dibatasi penggunaan daya pancar (power) sesuai dengan aplikasi sebagai berikut:1. Aplikasi P-to-P (Point-to-Point):

i. Maximum mean EIRP : 36 dBm

ii. Maximum mean EIRP density : 23 dBm / MHz

2. Aplikasi P-to-MP (Point-to-Multipoint)i. Maximum mean EIRP : 36 dBmii. Maximum mean EIRP density : 23 dBm / MHz3. Aplikasi Meshi. Maximum mean EIRP : 33 dBmii. Maximum mean EIRP density : 20 dBm / MHz4. Aplikasi AP-MP (Any Point-to-Multipoint)i. Maximum mean EIRP : 33 dBmii. Maximum mean EIRP density : 20 dBm / MHz

Channel Width

Channel Width 5MHzDengan menggunakan protokol wireless N dan Channel Width 5MHz maka troughput bandwidth yang dilewatkan relatif kecil. Secara teori Wireless N mampu melewatkan bandwidth up to 200Mbps. Namun dengan menggunakan Channel Width 5MHz traffik yang dilewatkan rata-rata sekitar 25-30Mbps.

Channel Width 10MHz Kemudian dengan menggunakan channel width 10Mhz, throughput bandwidth yang dilewatkan mengalami peningkatan dibanding dengan menggunakan 5Mhz. Besar trafik yang mampu dilewatkan sekitar 45-50Mbps.

Channel Width 20MHzUntuk penggunanan channel width default yaitu 20MHz besar troughput bandwidth yang mampu dilewatkan dengan protokol wireless N antara 95 100Mbps.

Click to edit the title text format