Click here to load reader

ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN RESTRIKSI NEGARA MITRA Dampak Kebijakan... · PDF filetersebut berpotensi mengancam pencapaian sasaran kinerja perdagangannya. ... Gambar 4.2 Jumlah Tindakan

  • View
    225

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN RESTRIKSI NEGARA MITRA Dampak Kebijakan... · PDF filetersebut...

ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN RESTRIKSI NEGARA MITRA DAGANG TERHADAP PENCAPAIAN TARGET EKSPOR

NON MIGAS INDONESIA 2014

PUSAT KEBIJAKAN PERDAGANGAN LUAR NEGERI BADAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN PERDAGANGAN

KEMENTERIAN PERDAGANGAN 2014

Puska Daglu, BPPKP, Kementerian Perdagangan i

KATA PENGANTAR

Segala puji dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas telah

dapat diselesaikannya penulisan analisis ini dengan baik dan sesuai dengan

waktu yang telah ditetapkan.

Analisis Dampak Kebijakan Restriksi Negara Mitra Dagang Terhadap

Pencapaian Target Ekspor Non Migas Indonesia 2014 merupakan salah satu

kajian yang bersifat jangka pendek yang dilaksanakan oleh Pusat Kebijakan

Perdagangan Luar Negeri pada Tahun Anggaran 2014. Penulisan analisis

didasarkan atas pentingnya peran pemerintah dalam melindungi dan

memajukan industri yang baru tumbuh dan untuk melindungi tenaga kerja

domestik.

Kami menyadari bahwa analisis ini masih jauh dari sempurna. Oleh

karena itu diharapkan sumbangan pemikiran dari para pembaca sebagai bahan

penyempurnaan. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada

semua pihak, yang secara langsung dan tidak langsung telah membantu

penyelesaian kajian ini. Semoga Analisis Dampak Kebijakan Restriksi Negara

Mitra Dagang Terhadap Pencapaian Target Ekspor Non Migas Indonesia 2014

dapat bermanfaat.

Jakarta, Juni 2014

Pusat Kebijakan Perdagangan Luar Negeri

Puska Daglu, BPPKP, Kementerian Perdagangan ii

ABSTRAK

Analisis Dampak Kebijakan Restriksi Negara Mitra Dagang Terhadap Pencapaian Target Ekspor Non Migas Indonesia 2014

Dalam laporan pengawasan perdagangan yang dilakukan oleh WTO,

disebutkan bahwa terdapat tren peningkatan kebijakan restriksi perdagangan dunia yang dinotifikasi ke WTO. Bagi Indonesia, peningkatan kebijakan restriksi tersebut berpotensi mengancam pencapaian sasaran kinerja perdagangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebijakan restriksi yang diterapkan oleh negara mitra dagang yang berpotensi merugikan ekspor Indonesia, mengidentifikasi negara dan produk ekspor yang dikenakan kebijakan restriksi, dan menganalisis dampak kebijakan restriksi yang diterapkan oleh negara mitra dagang terhadap pencapaian target ekspor Indonesia 2014. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama tahun 2009-2013 terdapat 53 tindakan trade remedy yang dikenakan kepada Indonesia yang berasal dari 32 negara. Besi dan Baja merupakan produk yang paling banyak dikenai tindakan trade remedy selama periode tersebut. Meskipun demikian, peran ekspor produk restriktif relatif kecil (0,9%) terhadap ekspor non migas sehingga tidak mempengaruhi secara signifikan dalam pencapaian target ekspor non migas. Selain itu, pangsa ekspor produk restriktif ke negara yang mengenakan kebijakan restriktif semakin kecil

Kata kunci : Restriksi, Target Ekspor

ABSTRACT

Analysis of the impact of restrictions policy imposed by trading partners towards the achievement of the export target of Indonesia 2014

Report of Overview of Developments in the International Trading

Environment noted that there was an increasing trend of trade restrictions policy notified to WTO. For Indonesia, the increasing trend could potentially threaten the achievement of Indonesias trade performance target. This study aims to identified the trade restrictions policy imposed by trading partners, to identified the countries restricting trade and the export products restricted, and to analyze the impact of restrictions policy towards the achievement of the export target of Indonesia 2014. By using quantitative and qualitative method, the result shows that during 2009-2013 there were 53 trade remedy measures imposed on Indonesia originating from 32 countries. Iron and Steel is the mostly products subjected by trade remedy actions during the period. Nevertheless, the share of the restricted products to non oil & gas export was relatively small thus would not had a significant impact in achieving export target. On the other hand, market share of export of the restricted products had narrowed. Keywords : Restrictions , Export Target

Puska Daglu, BPPKP, Kementerian Perdagangan iii

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR i

ABSTRAK ii

DAFTAR ISI iii

DAFTAR TABEL iv

DAFTAR GAMBAR v

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang 1

1.2. Tujuan 4

1.3. Ruang Lingkup 4

1.4. Metodologi 4

BAB II STUDI LITERATUR 5

2.1. Kebijakan Proteksi 5

2.2. Kebijakan Liberalisasi 11

BAB III PERKEMBANGAN KINERJA PERDAGANGAN

INDONESIA

13

3.1. Realisasi Ekspor Impor 2009-2013 13

3.2. Target Ekspor 2014 13

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 16

4.1. Identifikasi Kebijakan Restriksi 16

4.2. Analisis Dampak Kebijakan Restriksi Terhadap

pencapaian Target Ekspor 2014

19

BAB V PENUTUP 25

5.1. Kesimpulan 25

5.2. Rekomendasi 26

DAFTAR PUSTAKA 27

Puska Daglu, BPPKP, Kementerian Perdagangan iv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1.1

Jenis dan Jumlah Tindakan Perdagangan 2012-

2013 Indonesia (HS 72)

2

Tabel 4.1

Jumlah Tindakan Berdasarkan Negara Yang

Mengenakan dan Jenis Tindakan, 2009-2013

18

Tabel 4.2

Nilai Ekspor Produk Restriktif Berdasarkan Negara,

2009-2014 (USD)

22

Puska Daglu, BPPKP, Kementerian Perdagangan v

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1.1 Sasaran dan Realisasi Pertumbuhan Ekspor

Non Migas Indonesia, 2004-2013

3

Gambar 2.1 Dampak Tarif Impor 6

Gambar 2.2 Dampak Kuota Impor 8

Gambar 4.1 Jumlah Tindakan Berdasarkan Jenis, 2009-2013 17

Gambar 4.2 Jumlah Tindakan Berdasarkan Negara Yang

Mengenakan, 2009-2013

18

Gambar 4.3 Jumlah Tindakan Berdasarkan Produk Yang

Dikenakan

19

Gambar 4.4 Market Size Produk Restriktif 2009-2013 20

Gambar 4.5 Nilai Ekspor Produk Restriktif Berdasarkan Jenis

Produk, 2009-2013

23

Puska Daglu, BPPKP, Kementerian Perdagangan 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam perkembangannya, praktik perdagangan internasional

yang semakin terbuka cenderung mulai bersifat restriksi dengan

menginisiasi berbagai bentuk hambatan perdagangan. Dalam

laporan pengawasan perdagangan yang dilakukan oleh WTO,

disebutkan bahwa terdapat tren peningkatan kebijakan restriksi

perdagangan dunia yang dinotifikasi ke WTO. Pada Oktober 2012

hingga November 2013, terdapat 407 pembentukan restriksi dan

inisiasi tindakan pengamanan perdagangan (trade remedy) baru dan

berdampak pada 1,3% impor dunia atau setara dengan USD 240

miliar. Jumlah restriksi ini meningkat dibanding implementasi

kebijakan restriksi pada periode sebelumnya yang hanya berjumlah

308.

Tindakan perdagangan, seperti yang dipaparkan dalam laporan

tersebut, terdiri dari tiga kategori, yakni tindakan fasilitasi

perdagangan (trade-facilitating measures), tindakan pengamanan

perdagangan (trade remedy measures), dan tindakan perdagangan

lainnya (other trade measures). Pada periode Oktober 2012-

November 2013, jumlah tindakan fasilitasi perdagangan menurun

dari 162 kasus di periode sebelumnya menjadi 107 kasus di periode

2012-2013. Jumlah ini, berikut jumlah tindakan pengamanan (trade

remedy) yang diberhentikan/berakhir, hanya sekitar 38% dari total

tindakan yang dinotifikasi ke WTO dan mencakup 1,5% perdagangan

dunia. Hal tersebut mencerminkan bahwa rasio restriksi

perdagangan terhadap fasilitasi perdagangan adalah sekitar 1,6 :1.

Sedangkan dalam periode sebelumnya, jumlah tindakan fasilitasi

mencapai 51% dari total tindakan perdagangan.

Puska Daglu, BPPKP, Kementerian Perdagangan 2

Tabel 1.1 Jenis dan Jumlah Tindakan Perdagangan 2012-2013

Jenis Tindakan Perdagangan Jumlah (Tindakan)

Tindakan Fasilitasi

Perdagangan (Trade-

Facilitating Measures)

107

Tindakan Pengamanan

Perdagangan (Trade Remedy

Measures)

355

(217 inisiasi baru dan 138

tindakan yang

diberhentikan/berakhir)

Tindakan Perdagangan

Lainnya (Other Trade

Measures)

190

Jumlah 652

Sumber: Overview Of Developments In The International Trading Environment (WTO), telah diolah kembali

Tindakan perdagangan yang termasuk restriksi adalah tindakan

pengamanan perdagangan (trade remedy measures) dan tindakan

perdagangan lainnya (other trade measures). Pada periode Oktober

2012-November 2013, terdapat 355 kasus yang terdiri dari 217

inisiasi baru yang mencakup 0,2% impor dunia, dan 138 tindakan

yang diberhentikan/berakhir yang mencakup 0,1% impor dunia.

Tindakan pengamanan perdagangan tersebut didominasi oleh

tindakan anti-dumping, sebesar 72% dari total inisiasi baru dan 81%

dari total tindakan yang diberhentikan/berakhir.

Semakin meningkatnya tindakan perdagangan, terutama yang

bersifat restriksi, akan memberikan dampak kumulatif bagi

pencapaian pendapatan nasional, penc