Click here to load reader

Kesiapan Teknologi Padi Menghadapi Perubahan Iklim

  • View
    224

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Kesiapan Teknologi Padi Menghadapi Perubahan Iklim

  • 1Berita Puslitbangtan 47 Mei 2011

    Kesiapan Teknologi PadiMenghadapi Perubahan IklimBB Padi terus berupaya menghasilkan inovasi teknologi yang diharapkan mampu menjawabtantangan yang dihadapi petani padi dalam berproduksi, termasuk dampak perubahan iklim yangkini menjadi ancaman bagi keberlanjutan swasembada pangan. Inovasi teknologi itu digelar dalamOpen House BB Padi di Sukamandi Jawa Barat, yang dihadiri oleh ribuan pengunjung.

    Menteri Pertanian RI, Dr Suswono, MM (kedua dari kiri) yang didampingi oleh Kepala BadanLitbang Pertanian Dr Haryono (kanan) dan Dirjen Tanaman Pangan Ir. Udhoro Kasih Anggoro, MM(kiri) melakukan panen varietas Inpari 13 di Sukamandi, Jawa Barat, 23 Februari 2011.

    Tantangan yang dihadapi dalampeningkatan produksi pangannasional makin berat. Sementarakonversi lahan untuk nonpertanianbelum dapat dibendung sepenuhnyadan degradasi lahan masih mewarnaisebagian areal pertanian, dampakperubahan iklim kini juga menjadiancaman bagi upaya peningkatanproduksi padi. Karena itu, untukmencapai target produksi padi menjadi70,6 juta ton pada tahun 2011 diperlu-kan kerja keras dari semua pihak.

    Komitmen pemerintah untuksenantiasa berswasembada beras tentuperlu didukung oleh semua lapisanmasyarakat karena sebagian besarpenduduk mengandalkan berassebagai makanan pokok. Selain itu,sumber perekonomian rumah tanggapetani di pedesaan juga masihbertumpu pada usahatani padi.

    Nomor 47 Mei 2011

  • 2 Berita Puslitbangtan 47 Mei 2011

    Penanggungjawab: Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Dr Hasil SembiringDewan Redaksi: Hermanto, Husni Kasim, Unang Gunara KartasasmitaTata Letak: Edi HikmatAlamat: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Jalan Merdeka 147, Bogor, 16111Telp. (0251) 8334089, 8311432, Faks. (0251) 8312755; E-mail: [email protected]

    ISSN 0852-6230

    TEKNOLOGI PADI

    Dalam suatu pertemuan internal diBogor, Kepala Pusat Penelitian danPengembangan Tanaman Pangan(Puslitbangtan), Dr Hasil Sembiring,mengisyaratkan kepada jajarannyauntuk bekerja lebih keras dan siap men-dukung upaya peningkatan produksipadi sebagaimana yang dipersyaratkanMenteri Pertanian, meskipun akanmenghadapi banyak tantangan.

    Dalam beberapa tahun terakhir,dampak perubahan iklim memangtelah mengancam produksi panganpada musim kemarau dalam bentukkekeringan dan naiknya permukaan lautpada musim hujan yang tidak jarangmerendam areal pertanaman dikawasan pesisir. Badan LitbangPertanian tentu berkepentingan untukmengatasi masalah yang dihadapipetani dalam berproduksi, termasukmengantisipasi dampak perubahaniklim terhadap keberlanjutan produksipertanian. Melalui penelitian secaraterintegrasi, Badan Litbang Pertanianterus berupaya menghasilkan inovasiyang mampu mengatasi berbagaimasalah yang terjadi.

    Untuk dapat diketahui oleh ma-syarakat luas, inovasi teknologi yangtelah dihasilkan tentu perlu disebar-luaskan. Open House merupakan salahsatu kegiatan diseminasi hasil penelitianuntuk memperkenalkan inovasiteknologi. Di bawah koordinasi Puslit-bangtan, BB Padi menyelenggarakanOpen House pada 23-24 Februari 2011dengan tema Kesiapan Teknologi danVarietas Unggul Mendukung Target

    Produksi Padi 70,6 Juta Ton danSwasembada Berkelanjutan. Acara inidihadiri oleh berbagai pihak, mulai daripetani, Gapoktan, penyuluh, akademisi,pengusaha hingga penentu kebijakandi bidang pertanian. Selain memper-kenalkan inovasi teknologi padi, OpenHouse yang diselenggarakan oleh BBPadi ini juga bertujuan untuk mem-bangun komunikasi yang efektif denganmasyarakat pertanian dalam upayapemecahan masalah perpadian.

    Oleh sebagian masyarakat, BB Padilebih dikenal sebagai lembaga pe-nelitian penghasil varietas unggul, selainteknologi budi daya yang diperlukandalam meningkatkan produksi padi.Hingga saat ini lebih dari 200 varietasunggul padi telah dilepas di Indonesia,yang sebagian besar dihasilkan olehpeneliti Badan Litbang Pertanian.

    Dalam Open House kali ini, MenteriPertanian RI, Dr Suswono, MMAmendapat kehormatan untuk me-lakukan panen perdana padi unggulvarietas Inpari 13 yang tahan terhadaphama wereng coklat dan berumurgenjah (103 hari) dengan potensi hasil8 t/ha. Beberapa waktu lalu, hamawereng coklat mengancam produksipadi di beberapa daerah, termasuk disebagian lokasi di Jawa Barat, JawaTengah, dan Jawa Timur, yangmerupakan sentra produksi padinasional. Pengembangan varietas Inpari13 diharapkan dapat meningkatkanproduktivitas padi dan meredamserangan hama wereng coklat yanghingga kini menjadi musuh petani padi.

    Daftar Isi

    Kesiapan Teknologi Padi MenghadapiPerubahan Iklim ..................................... 1

    SL-PTT Menjadi Tumpuan PeningkatanProduksi Padi .......................................... 3

    Pengembangan Kedelai di KawasanHutan Jati di Jawa Timur ..................... 5

    Membangun Kawasan Rumah PanganLestari di Pacitan .................................... 6

    Promosi Varietas Unggul Baru di PusatInformasi Informasi Agribisnis ............ 8

    Puslitbangtan Mendapat TambahanPegawai Baru .......................................... 10

    Pedoman Umum UPBS: AcuanPenyusunan Petunjuk Teknis UPBS diBalai Besar dan Balit Komoditas ........ 11

    Publikasi Terbaru .................................... 12

    Dari Redaksi

    Perubahan iklim menjadi ancaman bagiketahanan pangan. Meski demikian,pemerintah selalu berupaya meningkat-kan produksi pangan, terutama padikarena merupakan makanan pokoksebagian besar penduduk.

    Salah satu strategi yang dikembang-kan dalam meningkatkan produksi padidewasa ini adalah memperluas danmengintensifkan program PengelolaanTanaman Terpadu (PTT) padi yangdiupayakan melalui melalui SekolahLapangan (SL) PTT. Badan LitbangPertanian telah menugaskan sejumlahpeneliti untuk mendampingi penerapaninovasi teknologi di areal pengembanganSL-PTT. Hal ini menjadi topik utamadalam Berita Puslitbangtan nomor ini,yang merupakan rangkaian dari OpenHouse BB Padi di Sukamandi, Jawa Barat.

    Topik lain yang mengisi BeritaPuslitbangtan No. 47 adalah pengem-bangan kedelai di lorong tanaman jati,rumah pangan lestari, promosi varietasunggul baru, pedoman umum UPBS, danpegawai baru di lingkup Puslitbangtan,dan publikasi baru.

    Redaksi

  • 3Berita Puslitbangtan 47 Mei 2011

    Open House dilengkapi denganberbagai agenda, antara lain pameraninovasi teknologi dan berbagai varietasunggul padi, lokakarya nasionalpengendalian hama wereng coklat,pendampingan dan penyediaan benihSL-PTT 2011, dan temu bisnis. Samadengan tahun-tahun lalu, Open Housekali ini mendapat apresiasi yang tinggioleh masyarakat pertanian sebagai-mana tercermin dari kehadiran ribuan

    pengunjung untuk mengetahui lebihlanjut tentang informasi dan teknologiperpadian yang diperlukan dalammeningkatkan produktivitas padi.

    Menteri Pertanian RI, Dr SuswonoMM, dalam pembukaan Open Housemengajak semua pihak untukmeningkatkan produksi padi dengantarget 70,6 juta ton melalui beberapastrategi. Pertama, penanggulangandampak perubahan iklim. Kedua,

    pendampingan SL-PTT padi olehpeneliti dan penyuluh. Ketiga,penyediaan sarana produksi yangmemenuhi kriteria enam tepat.Keempat, penyediaan benih varietasunggul baru bagi petani melaluikemitraan dengan produsen benih,Kelima, keterlibatan Pemda dalampeningkatan produksi pangan. Keenam,peningkatan koordinasi dan sinkronisasiantar-stakeholder. (Roza/HMT)

    Kepala Puslitbangtan Dr Hasil Sembiring memberikan arahan kepada peneliti pendamping SL-PTTpadi di BB Padi, Sukamandi.

    SL-PTT Menjadi Tumpuan PeningkatanProduksi PadiPengembangan Program Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) menjadi salah satu tumpuandalam peningkatan produksi padi nasional, yang diupayakan melalui Sekolah Lapangan(SL) PTT di 18 provinsi. Badan Litbang Pertanian telah menugaskan 36 peneliti dariberbagai disiplin ilmu untuk mendampingi penerapan inovasi teknologi di lokasi SL-PTT.

    Banyak pengamat mengkhawatir-kan kondisi pangan duniabeberapa tahun mendatangmengingat makin kompleknya masalahyang dihadapi dalam berproduksi,terutama perubahan iklim global yangdampaknya telah terjadi di berbagaibelahan dunia. Oleh karena itu, PresidenRI menekankan pentingnya kerja kerasuntuk meningkatkan produksi pangannasional. Pada tahun 2011 pemerintahmenargetkan kenaikan produksi padisebesar 5%, sehingga pada tahun 2011produksi nasional mampu mencapaiangka 70,6 juta ton, sebagaimana yangdiungkapkan Menteri Pertanian, DrSuswono MMA, dalam pembukaanOpen House BB Padi di Sukamandi, JawaBarat, pada 23 Februari 2011.

    Salah satu strategi yang dikembang-kan dalam meningkatkan produksi

    TEKNOLOGI PADI

  • 4 Berita Puslitbangtan 47 Mei 2011

    padi ke depan adalah memperluas danmengintensifkan program PengelolaanTanaman Terpadu (PTT) padi. Hal inididasarkan atas pengalaman pengem-bangan program serupa pada tahun2007 di beberapa provinsi dan ternyatamampu meningkatkan produksi padi,sehingga mengantarkan Indonesiauntuk kembali berswasembada beras.Mulai tahun 2011, pengembangan PTTdiupayakan melalui melalui SekolahLapangan (SL) PTT, terutama di 18provinsi penghasil padi.

    Pelaksanaan program ini perludidukung oleh berbagai pihak, ter-masuk Badan Litbang Pertanian sebagaipenghasil inovasi teknologi. Untukmendampingi penerapan inovasiteknologi di lokasi SL-PTT, BadanLitbang Pertanian menugaskan se-jumlah peneliti dari berbagai disiplinilmu. Mereka dilantik oleh MenteriPertanian sebagai Pendamping nasionalSL-PTT padi pada pembukaan OpenHouse BB Padi di Sukamandi.

    Tugas pendamping SL-PTT padiantara lain adalah menyediakan benihvarietas unggul baru untuk diuji dilaboratorium lapang, menjadi narasumber inovasi teknologi dalampelatihan SL-PTT, melakukan supervisidalam penerapan teknologi melaluikunjungan lapang, memberikan saranpemecahan masalah produksi padi,dan menyampaikan laporan hasilpendampingan inovasi teknologi dalamproram SL

Search related