Click here to load reader

Makalah Penalaran Indukif Deduktif

  • View
    121

  • Download
    23

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PenalaranBerfikir InduktifBerfikir Deduktif

Text of Makalah Penalaran Indukif Deduktif

makalah bahasa indonesia

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Tim Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada Tim Penulis sehingga Tim Penulis dapat menyelesaikan makalah yang berisi materi Penalaran, Pemikiran Induktif dan Pemikiran Deduktif yang merupakan salah satu tugas Bahasa Indonesia pada semester enam.Dalam makalah ini penulis membahas mengenai bagaimana pengertian penalaran, proposisi, Inferensi dan Implikasi, Wujud Evidensi, Cara menguji data, cara menguji fakta, cara menilai autoritas, silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme alternatif, entimem, generalisasi, hipotese dan teori, analogi, hubungan klausal, induksi dalam metode eksposisi.Dalam menyelesaikan makalah ini, Tim Penulis telah banyak mendapat bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini Tim Penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis. Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, namun demikian telah memberikan manfaat bagi Penulis. Akhir kata Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran yang bersifat membangun akan Tim Penulis terima dengan senang hati.

Bekasi, 15 Maret 2015

PenulisDAFTAR ISIKata PengantariDaftar Isi iiBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah B. Rumusan MasalahC. Tujuan PenelitianD. Manfaat Penelitian BAB II PEMBAHASANA. Penalaran1. Pengertian Penalaran2. Proposisi3. Inferensi dan Impilkasi4. Cara Menguji Data5. Cara Menguji Fakta6. Cara Menilai AutoritasB. Berfikir Deduktif1. Silogisme Kategorial2. Silogisme Hipotesis3. Silogisme Alternatif4. EntimemC. Berfikir Induktif1. Generalisasi2. Hipotese dan Teori3. Analogi4. Hubungan Kausal5. Induksi dan Metode EksposisiD. Contoh Kasus BAB III PENUTUPA. Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA

ii

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar belakangPenalaran merupakan hal yang kita sering gunakan sehari hari di dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang terdekat baik keluarga maupun kerabat di tempat kuliah atau di kantor. Namun penulis akan menjelaskan pembahasan kali ini tentang penalaran yang penggunaanya kita gunakan di dalam bahasa kita sehari hari yaitu Bahasa Indonesia.B. Rumusan MasalahAdapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:1. Apakah yang dimaksud dengan penalaran deduktif ?2. Ada berapa macam jenis penalaran deduktif ?3. Apakah yang dimaksud dengan penalaran induktif ?4. Ada berapa macam jenis penalaran induktif ?

C. TujuanPenulisan ini akan dibuat dengan tujuan peningkatan mutu dalam penggunaan Bahasa Indonesia dalam menguasa kemampuan berfikir, bersifat rasional dan dinamisberpandangan untuk menganalisa konsep penalaran yang bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah..

D. ManfaatManfaat dibuat makalah ini adalah :1. Mahasiswa dapat mengerti apa yang dimaksud dengan Penalaran, Berfikir Induktif dan Deduktif.2. Mengetahui macam-macam Penalaran, Berfikir Induktif dan Deduktif.yang sering digunakan.3. Penggunaan Penalaran.4. Contoh-contoh Penalaran, Berfikir Induktif dan Deduktif ragam bahasa.

BAB IIPEMBAHASAN

A. PENALARAN

1. Pengertian PenalaranPenalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Penalaran terbagi 3 yaitu Proposisi, Inferensi dan Implikasi.

ProposisiProposisi adalah apa yang dihasilkan dengan mengucapkan suatu kalimat. Dengan kata lain, hal ini merupakan arti dari kalimat itu, dan bukan kalimat itu sendiri. Kalimat yg berbeda dapat mengekspresikan proposisi yang sama, jika artinya sama. Berdasarkan dari kriteria proposisi terbagi menjadi 4 yaitu, bentuk, sifat, kualitas, dan kuantitas.Berdasarkan BentukBerdasarkan bentuknya, proposisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu : Proposisi Tunggal Proposisi tunggal adalah proposisi yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat. Proposisi Majemuk Proposisi majemuk adalah proposisi yang terdiri atas satu subjek dan lebih dari satu predikat.

Berdasarkan SifatPremis 1 : Semua ibu menghasilkan asiPremis 2 : Fika menyusui bayi pertamanyaKesimpulan : Fika menghasilkan asi.

Premis 1 : Semua orang yang ingin masuk surge maka harus rajin beribadah dan berbuat baik kepada sesamaPremis 2 : Saya ingin masuk surgaKesimpulan : Saya harus beribadah yang baik dan berbuat baik pula kepada sesama.

Berdasarkan sifatnya, proposisi juga terbagi menjadi dua jenis, di antaranya : Proposisi Kategorial Proposisi kategorial adalah proposisi yang hubungan antara subjek dan predikatnya tidak memerlukan syarat apa pun. Contohnya : Semua kambing adalah herbivora. Proposisi Kondisional Proposisi kondisional adalah kebalikan dari proposisi kategorial, yaitu proposisi yang hubungan antara subjek dan predikatnya memerlukan syarat tertentu.Proposisi kondisional dapat dibagi lagi menjadi dua, yaitu : Proposisi Kondisional Hipotesis Proporsisi kondisional hipotesis adalah proposisi yang mengandung hubungan sebab dan akibat. Contohnya : Andai aku Presiden RI aku akan berantas para koruptor. Proposisi Kondisional Disjungtif Proposisi kondisional disjungtif adalah proposisi yang mengandung dua pilihan. Contohnya : Dia seorang Dokter atau Suster?

Berdasarkan KualitasBerdasarkan kualitasnya, proposisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu : Proposisi Positif/Affirmative Proposisi positif/affirmative adalah proposisi yang memiliki kesesuaian antara subjek dan predikatnya. Contohnya : Semua mahasiswa yang ber ipk di atas 3.25 akan mengambil jalur skripsi.

Proposisi Negatif Proposisi negatif adalah kebalikan dari proposisi positif, yaitu proposisi yang tidak memiliki kesesuaian antara subjek dan predikatnya. Contohnya : Semua pegawai pajak adalah markus.

Berdasarkan KuantitasBerdasarkan kuantitasnya, proposisi juga terbagi ke dalam dua jenis, antara lain : Proposisi Umum Proposisi umum adalah proposisi yang biasanya diawali dengan kata semua, tidak satu pun,seluruh. Contohnya : Tidak satu pun orang yang ingin masuk neraka.

Proposisi Khusus/Spesifik Proposisi khusus/spesifik adalah proposisi yang biasanya diawali dengan kata sebagian. Contohnya : Sebagian asal usul jati diri Fadli adalah keturunan Jerman

Inferensi dan ImplikasiInferensi Merupakan suatu proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui. Inferensi adalah konklusi logis atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar, proses inferensi dialakukan dalam suatu modul yang disebut inference engine. Ketika representasi pengetahaun pada bagian knowledge base telah lengkap, atau paling tidak telah berada pada level yang cukup akurat, maka representasi pengetahuan tersebut telah siap digunakan.Implikasi itu artinya akibat, seandainya dikaitkan dengan konteks bahasa hukum, misalnya implikasi hukumnya, berarti akibat hukum yang akan terjadi berdasarkan suatu peristiwa hukum yang terjadi.Bahasa hukum sebenarnya tidak rumit, prinsipnya bahasa hukum masih mengikuti kaidah EYD, bahasa Indonesia baku. Tetapi, untuk konteks tertentu, ada hal-hal yang tidak bisa mempergunakan bahasa Indonesia baku.

Wujud EvidensiEvidensi adalah semua fakta yang ada, yang di hubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris. Akan tetapi pengertian evidensi ini sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun petunjuk kepadanya tidak dapat dihindarkan. Data dan informasi yang di gunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap di gunakan sebagai evidensi.Cara pengujian evidensi : Cara menguji dataData dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi.Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.(Observasi,Kesaksian,Autoritas) Cara Menguji FaktorUntuk menguji apakah data informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta atau bukan, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan, sehingga benar-benar meyakinkan kesimpulan yang akan diambil. KonsistensiKonsitensi adalah melakukan suatu kegiatan secara terus menerus dengan tekun dan benar tanpa keluar dari jalur atau batasan batasan yang telah di tentukan maupun sesuai dengan ucapan yang telah dilontarkan. konsisten salah satu sikap dari manusia yang sifatnya adalah untuk memegang teguh suatu prinsip atau pendirian dari segala hal yang telah di tentukan. KoherensiKoherensi adalah bagaimana membuat peralihan-peralihan yang jelas antar ide-ide, membuat hubungan yang jelas antar kalimat dari sebuah paragraph dan membuat hubungan antar paragraph jelas dan mempermudah para pembaca untuk mengerti. Koherensi haruslah jelas, lengkap, susunan serta pengembangan materinya harus logis. Cara Menguji AutoritasMenghidari semua desas-desus atau kesaksian, baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental. Ada beberapa cara sebagai berikut : Tidak mengandung prasangkaPendapat disusun berdasarkan hasil pe