provinsi sumatera selatan

  • View
    218

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of provinsi sumatera selatan

  • LAPORAN

    KUNJUNGAN KERJA KOMISI IX DPR RIRESES MASA PERSIDANGAN III

    TAHUN SIDANG 2008 - 2009

    KE PROVINSI SUMATERA SELATANTanggal 4-7 Maret 2009

    SEKRETARIAT JENDERALDEWAN PERWAKILAN RAKYAT

    REPUBLIK INDONESIA2 0 0 9

  • LAPORAN KUNJUNGAN KERJA KOMISI IX DPR RIKE PROVINSI SUMATERA SELATAN

    TANGGAL 4-7 MARET 2009==========================================

    I. PENDAHULUAN

    Pada reses masa persidangan IV Tahun Sidang 2008 2009, Komisi IX DPR RI telah mengadakan Kunjungan Kerja ke Propinsi Sumatera Selatan yang dilaksanakan di Kota Palembang dan Kabupaten Banyu Asin.

    A. DASAR KUNJUNGAN KERJA

    1. Keputusan Rapat Koordinasi antara Pimpinan DPR RI dan Pimpinan Komisi I sampai dengan Komisi XI dan Badan Legislasi tanggal 19 Februari 2009

    2. Keputusan Rapat Badan Musyawarah DPR RI tanggal 26 Februari 2009

    3. Keputusan Rapat Intern Komisi IX DPR RI tanggal 23 Februari 2009

    4. Keputusan Pimpinan DPR RI No. 43/PIMP/III/2008-2009 tanggal 26 Februari 2009

    B. WAKTU PELAKSANAAN

    Kunjungan Kerja dilaksanakan dari tanggal 4 Maret 2009 sampai dengan 7 Maret 2009.

    C. SUSUNAN TIM

    Susunan Tim Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI ke Provinsi Sumatera Selatan adalah sebagai berikut.

    No No Anggota Nama Jabatan Fraksi1. 518 Hj. ASIAH SALEKAN, BA KETUA PG2. 471 Dra. Hj. MARYAMAH NUGRAHA

    BESOESANGGOTA PG

    3. 475 Drs. KH. AHMAD DARODJI, M. Si ANGGOTA PG4. 489 Dra. Hj. FARIDAH EFFENDY ANGGOTA PG5. 538 Dr. MARIANI AKIB BARAMULI, MM ANGGOTA PG6. 303 TAUFAN TAMPUBOLON, SE, MM ANGGOTA PDI-P7. 308 Hj. ELVA HARTATI, S.IP, MM ANGGOTA PDI-P8. 312 SONNY SOEMARSONO ANGGOTA PDI-P9. 363 L. SOEPOMO SINTOEWASITO ANGGOTA PDI-P

    10. 40 KH AMIN BUNYAMIN, Lc ANGGOTA PPP11. 51 H. M. SYUMLI SYADLI, SH ANGGOTA PPP12. 83 Dr. H. HAKIM SORIMUDA POHAN, SpOG ANGGOTA PD13. 87 Dr. JUMAINI ANDRIANA S. ANGGOTA PD14. 123 Ir. FANSHURULLAH ASA, MT ANGGOTA PAN15. 243 ANSHORY SIREGAR ANGGOTA PKS16. 288 Dr. H. FAISAL ANGGOTA PBR

  • D. OBYEK YANG DIKUNJUNGI 1. Provinsi Sumatera Selatan

    Rabu, 4 Maret 2009. a. Pertemuan dengan Gubernur Sumatera Selatan dan Dinas-

    Dinas terkait lainnya, yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, PT. Askes, PT. Jamsostek, BKKBN, Balai Pom, DPRD, dan jajaran aparat pemerintah lainnya.

    b. Kunjungan ke Rumah Sakit DR. Mohammad Hoesin dan dilanjutkan dengan dialog bersama Kepala Dinas Kesehatan se-Sumatera Selatan dan Direktur Rumah Sakit se-Sumatera Selatan.

    c. Dialog dengan Kadisnakertrans se-Sumatera Selatan, PT. Jamsostek, dan PT. Askes.

    2. Kabupaten Banyuasin

    Kamis, 5 Maret 2009. a. Kunjungan ke KTM Banyuasin.b. Pertemuan dengan Bupati Banyuasin dan Dinas-Dinas terkait

    lainnya.c. Kunjungan ke Pabrik Indo Mie dilanjutkan dengan dialog

    bersama Serikat Pekerja di Pabrik Indo Mie.

    3. Kota Palembang Jumat, 6 Maret 2009

    Kunjungan ke BKKBN dan dialog bersama Kepala SKPD-KB se-Sumatera Selatan, Petugas Lapangan, dan Institusi masyarakat.

    II. HASIL KUNJUNGAN KERJA

    Gambaran Umum Provinsi Sumatera SelatanProvinsi Sumatera Selatan meliputi areal seluas 87.017 KM2 atau

    1,68 % total luas daratan wilayah Indonesia. Propinsi ini dialiri oleh 34 sungai besar dan kecil. Komoditas strategis di wilayah ini meliputi padi, jagung, karet, kopi, kelapa sawit, produksi perikanan, peternakan, batubara, minyak, dan gas. Provinsi Sumatera Selatan merupakan provinsi yang ditetapkan sebagai Lumbung Energi Nasional dan Lumbung Pangan.

    Saat ini, jumlah penduduk Provinsi Sumatera Selatan adalah sebanyak 7.019.964. Jumlah tersebut tersebar di 11 Kabupaten dan 4 Kota. Sebelas kabupaten yang dimaksud adalah Kabupaten Batu Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKU Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kabupaten Empat Lawang. Sementara, Empat Kota yang dimaksud meliputi Kota Palembang, Kota Pagar Alam, Kota Lubuk Linggau, dan Kota Prabumulih. Jumlah Kecamatan di Propinsi Sumatera Selatan adalah sebanyak 217 kecamatan. Sementara, jumlah desa di provinsi adalah sebanyak 2.689 desa. Jumlah kelurahan adalah sebanyak 367 buah.

    Provinsi Sumatera Selatan memiliki berbagai potensi. Beberapa potensi yang dimaksud adalah meliputi padi, jagung, karet, kopi, kelapa sawit, perikanan, peternakan, batu bara, minyak, dan gas. Tidak hanya itu, Provinsi Sumatera Selatan juga ditetapkan sebagai Lumbung Energi Nasional dan Lumbung Pangan.

  • A. BIDANG KESEHATAN Gambaran Kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan

    Angka harapan hidup di provinsi ini adalah 68.8. Pada tahun 2006, jumlah Angka Kematian Bayi di wilayah ini adalah 28,2 per 1000.

    Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah ini, pemerintah provinsi Sumatera Selatan mengeluarkan program terobosan dan akselerasi di bidang kesehatan. Program yang dimaksud adalah program peningkatan kesehatan masyarakat melalui kesehatan gratis. Untuk merealisasikan program ini, pemerintah propinsi ini melaksanakan beberapa kegiatan, meliputi penyediaan fasilitas pelayanan umum yang baku secara merata, mengalokasikan dana yang memadai bagi masyarakat untuk kesehatan baik dan murah, menangani penyakit menular dan endemik secara gratis, cepat, dan profesional, serta menangani gizi buruk dan KKP.

    Program kesehatan gratis yang dinamakan jaminan sosial kesehatan diberikan kepada masyarakat yang berada di luar jaminan kesehatan lainnya. Masyarakat dapat mengakses program ini dengan mudah karena prosesnya hanya menunjukkan KTP atau Sk dari kepala desa.

    Permasalahan kesehatan di Provinsi Sumatera SelatanMasih belum dilibatkannya RS swasta secara maksimal dalam pemberian pelayanan Jamsoskes.

    B. BKKBN Gambaran umum tentang BKKBN di Provinsi Sumatera Selatan

    Pada tahun 2008, jumlah peserta KB di Provinsi Sumatera Selatan adalah sebanyak 1.459.111 akseptor. Sebagian besar dari para akseptor tersebut menggunakan alat kontrasepsi berupa suntikan dan pil. Alat kontrasepsi terbanyak berikutnya yang digunakan adalah implant, IUD, MOW, Kondom, dan MOP.

    Jumlah kader PLKB pada tahun 2008 adalah sebanyak 950 orang yang tersebar di seluruh Kabupaten dengan jumlah yang berbeda. Jumlah PLKB terbesar ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir Timur dan Kabupaten Banyuasin. Jumlah tersebut terdiri atas PPLKB sebanyak 143 orang, PKB sebanyak 518 orang, petugas KB desa sebanyak 251 orang. Dari jumlah tersebut, tidak semua petugas mendapatkan pelatihan. Jumlah petugas yang sudah mendapatkan pelatihan adalah sebanyak 587 orang yang terdiri atas 44 orang PLKB, 502 orang PKB, dan 3 orang petugas KB desa. Jika dilihat dari wilayah kerjanya, Provinsi ini mempunyai desa sebanyak 1.096 desa. hal ini selanjutnya menyebabkan 1 orang PLKB membawahi beberapa desa.

    Para petugas lapangan KB di wilayah ini tidak mendapatkan insentif dari pemerintah daerah. PLKB hanya mendapatkan biaya operasional sebesar Rp. 211.050.000.00 yang bersumber dari APBN. Dengan jumlah tersebut, maka setiap petugas PLKB rata-rata menerima biaya operasional sebesar Rp. 221.924.00. Dalam menjalankan tugasnya PLKB dibantu dengan adanya kendaraan roda dua. Namun, hal ini hanya tersedia di beberapa kabupaten saja.

  • Jika dilihat dari laju pertumbuhan penduduknya, pada tahun 2008, jumlah laju pertumbuhan penduduk di wilayah ini adalah 1.45 persen. Jumlah tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, yaitu 1.48 persen. Sementara, jumlah un met need pada tahun 2008 di daerah ini adalah 17.96 persen yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, yaitu 18.71 persen.

    Program yang telah dilaksanakan adalah Program Keluarga Berencana meliputi peserta KB baru, peserta KB baru menurut alat kontrasepsi, peserta KB baru pria, PB menurut sarana pelayanan, peserta KB aktif, pembinaan KB aktif pria, un met need. Jumlah peserta KB baru pada Januari 2009 adalah sebesar 29.018 peserta atau 8.45 persen. Penggunaan alat kontrasepsi juga mengalami kenaikan terutama untuk alat kontrasepsi implant sebesar 1.556 peserta atau 5,36 persen dan kondom sebesar 1.400 peserta atau 4,82 persen. Jumlah peserta KB baru pria pada Januari 2009 juga mengalami peningkatan, yaitu sekitar 1.406 orang yang menggunakan kondom sebanyaknya 1.400 orang dan sisanya menggunakan MOP. Jumlah PB pad atahun 2009 yang dilayani melalui jalur pemerintah (klinik KB pemerintah) adalah sebanyak 19.527 peserta, sedangkan jumlah PB yang dilayani di jalur swasta (Klinik KB swasta, dokter, dan bidan praktik swasta) adalah sebanyak 9.491 peserta.

    Selain program tersebut, program yang juga sudah dilaksanakan di wilayah ini adalah program pemberdayaan keluarga, meliputi perkembangan jumlah kelompok, jumlah anggota UPPKS yang berusaha, jumlah anggota UPPKS yang menggunakan bantuan modal, BKB, BKR, dan BKL, jumlah anggota yang menjadi anggota kelompok Tribina yang hadir dalam pertemuan penyuluhan. Jumlah kelompok yang tercatat pada bulan Januari 2009 adalah sebanyak 1.774 UPPKS. Jumlah anggota UPPKS yang berusaha dalah sebanyak 19.081 orang atau sebesar 20,35 persen. Sementara, jumlah anggota UPPKS yang menggunakan bantuan modal adalah sebanyak 19.626 orang atau sebesar 19,98 persen. Untuk jumlah kelompok tribina di wilayah ini adalah sebanyak 2.415 BKB, 1.910 BKR, dan 1.749 BKL. Sementara, jumlah kelua