RSHJnya ENCENG

  • View
    226

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of RSHJnya ENCENG

46

PENDAHULUAN

Latar BelakangSeiring dengan meningkatnya minat masyarakat dalam memelihara hewan kesayangan diperlukan satu wadah yang dapat dijadikan masyarakat untuk mendukung hobby mereka, baik itu dijadikan sebagai tempat berkonsultasi mengenai permasalahan kesehatan, management pemeliharaan yang baik dan benar terhadap hewan kesayangan mereka. Sehingga dibutuhkan sarana dan prasarana medis yang dikhususkan untuk hewan yaitu dengan mendirikan Rumah Sakit Hewan. Rumah Sakit Hewan Jakarta (RSHJ) adalah suatu lembaga medis veteriner yang berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi hewan, terdiri atas terapi dan upaya pencegahan penyakit. Selain itu, RSHJ juga berperan sebagai sarana pendidikan, karena RSHJ memberikan kesempatan bagi mahasiswa kedokteran hewan maupun dokter hewan untuk melakukan magang atau praktek kerja di RSHJ. Salah satu kesempatan mahasiswa yang dapat magang di RSHJ yaitu mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH IPB).FKH IPB sebagai institusi pendidikan berkewajiban untuk meningkatkan kualitas sumber daya lulusan dokter hewan yang profesional. Selain itu, FKH IPB dalam mengemban tridharma perguruan tinggi selalu mencari dan memberi yang terbaik dalam menghasilkan lulusan dokter hewan. Melalui Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) FKH IPB, diadakan program kegiatan integrasi di luar kampus dengan menjalin kerjasama dengan instansi terkait. Diharapkan dengan adanya magang profesi ini, calon dokter hewan mampu menyikapi perkembangan era globalisasi dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik melalui pengembangan kemampuan secara individu maupun lembaga pendidikan formal dan informal yang ada.

Tujuan KegiatanTujuan umum dari kegiatan ini ialah: Meningkatkan kemampuan, keterampilan praktis, dan sistematis dalam mempersiapkan calon dokter hewan profesional dengan menambah bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman di lapangan.

Tujuan khusus dari magang ini ialah: Meningkatkan kemampuan dalam pemeriksaan hewan, diagnosa penyakit hewan secara klinis dan pemberian terapi obat hewan secara tepat terutama pada hewan kecil. Mempersiapkan yang mempunyai wawasan dan mampu berpikir secara komprehensif dalam peneguhan diagnosa suatu penyakit di klinik. Mampu mengkoordinasikan serta mempunyai manajemen yang baik atas diri pribadi, rekan sekerja, serta lingkungan tempatnya bekerja. Mampu mengintegrasikan kemampuan, ilmu, dan kepribadian dalam menjalankan manajemen praktik dokter hewan mandiri.

Manfaat KegiatanManfaat yang dapat diperoleh selama kegiatan magang profesi wajib di Rumah Sakit Hewan Jakarta (RSHJ) antara lain:1. Menambah kepercayaan diri dalam melaksanakan tugas sebagai dokter hewan praktik.2. Mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang baru baik teori maupun praktik yang nantinya akan digunakan dalam menjalankan tugas sesuai profesi yang dipilih.

LOKASI KEGIATAN

Waktu dan Tempat KegiatanKegiatan magang di RSHJ dilakukan selama dua minggu yaitu tanggal 14 Oktober sampai 26 Oktober 2013

Lokasi dan Keorganisasian

Rumah Sakit Hewan Jakarta (RSHJ) terletak di Jakarta Selatan tepatnya di Jl. Harsono RM. No. 28 (belakang) Ragunan Pasar Minggu dengan nomor telepon (021) 7891091-7891095 dan fax (021) 7891094.

Rumah Sakit Hewan Jakarta merupakan rumah sakit hewan pertama di Indonesia yang didirikan diatas lahan seluas 5.777 m2 pada tanggal 28 Desember 1992 dan diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto. Pembanguan RSHJ ini dilaksanakan berdasarkan program kerja dari pengurus Yayasan Sapta Namawi Bakti yang bekerja sama dengan pemda DKI Jakarta serta PDHI, Dirjen Peternakan Deptan RI dan Dinas Peternakan DKI Jakarta. RSHJ berfungsi sebagai rumah sakit rujukan dari praktek dokter hewan, praktek dokter hewan bersama, klinik/ poliklinik hewan dan sarana magang bagi calon dokter hewan di daerah terkait.PT. Pramukarti Semesta dibentuk oleh Yayasan Sapta Namawi Bakti untuk melaksanakan manajemen RSHJ secara professional. Direktur melakukan pimpinan operasional RSHJ yang dibantu oleh wakil direktur dan tim medis serta penanggung jawab unit-unit RSHJ. Berikut merupakan bagan organisasi RSHJ yang disajikan pada Gambar 1.

Unit MedisUnit Non MedisPelayanan Medik: Unit rawat inap Unit poliklinik Unit bedahPenunjang Medik: Unit Lab Diagnostik Unit radiolagi Nutrisi Apotek Tata usaha (resepsionis dan administrasi) Toko perlengkapan hewan AmbulanceYayasan SaptaNawami BhaktiPT. Pramukarti SemestaKepala / GM RSHJWakil Kepala / GM RSHJ

Gambar 1 Struktur Organisasi dan Pengelola Rumah Sakit Hewan Jakarta

FasilitasFasilitas non medik RSHJ terdiri dari ruang administrasi yang terdiri dari meja administrasi dan lemari tempat menyimpan dokumen seperti rekam medik, pembukuan harian hingga tahunan serta informasi lainnya. Fasilitas lainnya adalah ruang tunggu. Terdapat juga toko perlengkapan hewan yang menyediakan perlengkapan hewan kesayangan seperti kandang, pakan, perlengkapan mandi, rantai dan sebagainya. Terdapat juga apotek, taman pusara satwa yang disewakan dan tempat parkir bagi pengunjung RSHJ. Secara rinci fasilitas non medik terdapat pada Tabel 1.

Tabel 1 Fasilitas Non Medik yang ada di RSHJNoFasilitasKegiatan PelayananJumlah

123

456Tata usahaRuang tungguToko perlengkapan hewanTaman Pusara HewanRuang istirahatRuang bacaResepsionis dan administrasiRuang tungguMenyediakan perlengkapan hewanPenyewaan taman pusaraIstirahat staf dan mahasiswaMembaca buku dan lieratur1 ruangan 1 ruangan1 ruangan

1 lokasi2 ruangan1 ruangan

Fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh RSHJ terdiri dari sebuah bangunan berlantai dua dengan perangkat berupa ruangan kantor, administrasi, ruang tunggu, poliklinik dengan 4 ruang periksa, 4 buah ruang rawat inap. Ruang rawat inap I untuk kasus penyakit tidak menular dan bedah dengan kapasitas 57 kandang, ruang rawat inap II untuk kasus penyakit kulit dengan kapasitas 9 kandang, ruang rawat inap III/ isolasi untuk penyakit menular atau hewan dalam keadaan kritis dengan kapasitas 15 kandang dan ruang kelahiran yang sekarang ini lebih banyak digunakan untuk rawat inap anjing ras besar berkapasitas 6 kandang. Ruang persiapan dan ruang bedah, serta ruang nutrisi masing-masing 1 buah.Fasilitas laboratorium berupa ruangan dan perlengkapan untuk beberapa pemeriksaan laboratorium antara lain pemeriksaan darah dengan metode QBC (Quantitatif Blood Count), preparat ulas darah, kimia darah, urine, feses, kerokan kulit dan test diagnostik (kit test). Selain itu, RSHJ dilengkapi pula dengan ruang rontgen dan perlengkapannya. Selain itu terdapat taman pusara satwa untuk penguburan hewan yang mati dan tempat parkir bagi pengunjung rumah sakit.Pelayanan terhadap pasien diberikan selama 24 jam, dimana pasien dilayani oleh tim dokter yang terdiri dari 9 orang dokter dibantu oleh tenaga paramedis. Pelayanan medis diberikan berupa pelayanan kesehatan hewan peliharaan, pelayanan rawat inap dan rawat jalan serta penerangan dan pendidikan masyarakat (client education).Kegiatan pagi RSHJ dimulai pukul 07.00 WIB, yaitu pengobatan pagi untuk pasien yang berada dalam ruang isolasi. Selanjutnya, sebelum dilakukan pengobatan pagi jam 08.00 WIB, dilakukan pembersihan kandang serta pemberian pakan dan minum untuk pasien. RSHJ buka 24 jam dan dibagi dalam 3 shift dokter. Shift pertama dimulai pukul 08.00 - 15.00 WIB, dengan diselingi waktu istirahat pukul 12.00 - 13.00 WIB. Shift kedua dimulai pukul 15.00 - 21.00 WIB, dengan diselingi waktu istirahat pukul 18.00 sampai 19.00 WIB. Shift ketiga dimulai dari pukul 21.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi keesokan harinya. Klien yang datang terlebih dahulu mendaftarkan hewannya sebagai pasien ke bagian pendaftaran (resepsionis). Pasien baru diharuskan mengisi formulir pendaftaran yang terdiri atas identitas pemilik (nama pemilik, alamat, dan nomor telepon) dan identitas pasien (nama hewan, jenis hewan, ras, warna bulu, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, dan umur). Untuk pasien yang pernah berobat ke RSHJ, maka data-data mengenai identitas dan rekam medik pasien sudah terdata sehingga tidak perlu mengisi formulir.Petugas di bagian administrasi akan menanyakan keluhan pemilik hewan (anamnese) dan dicatat pada kartu rekam medik. Setelah itu, pasien akan menunggu di ruang tunggu. Untuk pasien gawat darurat seperti pasien yang mengalami kecelakaan, distokia, dan keracunan dapat langsung ditangani oleh dokter hewan tanpa perlu terlebih dahulu mengurus pendaftaran. Dokter yang melakukan pemeriksaan pasien akan mencatat semua hasil pemeriksaan dalam kartu rekam medik. Kartu rekam medik adalah kartu yang berisi informasi tentang anamnese penyakit, hasil pemeriksaan laboratorium, radiologi, USG, diagnosa penyakit serta terapi yang diberikan oleh dokter hewan yang memeriksa.Kartu rekam medik di RSHJ dibedakan dari warna yang digunakan. Warna merah untuk kucing, warna kuning untuk anjing dan warna hijau untuk hewan selain anjing dan kucing. Klien yang hewannya sudah selesai diperiksa dan ditangani oleh dokter hewan selanjutnya melakukan pembayaran di bagian administrasi. Semua kegiatan dan berbagai hasil pemeriksaan yang berhubungan dengan pasien akan masuk ke bagian administrasi. Kegiatan dan hasil pemeriksaan tersebut meliputi pendaftaran untuk mendapatkan kartu pasien, hasil pemeriksaan laboratorium atau radiologi, pembayaran biaya pemeriksaan, surat pernyataan pelaksanaan operasi, rawat inap, surat pernyataan euthanasia dan pemakaman, surat pengambilan hewan, kartu mandi kutu, jamur, dan Demodex. Pasien yang dioperasi akan mendapat surat pernyataan operasi, rawat inap, serta surat kesediaan pembayaran yang ditanda tangan oleh pemilik hewan. Pasien yang dirawat inap juga akan mendapat surat pernyataan rawat inap dan surat pembayaran biaya perawatan. Apabila pasien mati dapat dibawa pulang oleh klien atau dimakamkan di Taman Pusara Satwa dengan mengisi surat pernyataan pemakaman. Pasien yang akan dieuthanasia juga akan menda