of 22/22
32 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting dan Karakteristik Subjek Penelitian Dalam penelitian jenis ini penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang digunakan sebagai upaya untuk memperbaiaki proses pembelajaran demi tercapainya tujuan pendidikan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2016/2017 mulai dari bulan September sampai November di SDN Gendongan 01 Salatiga yang terletak di jalan Margorejo 502 Kecamatan Tingkir. Yang teletak dekat dengan rumah Dinas Salatiga. Subjek yang di teliti kelas IV SDN Gendongan 01 yang berjumlah 36 siswa terdiri dari 18 sisa laki-laki dan 18 siswa perempuan. 3.1.1 Penelitian dilaksanakan di SDN Gendongan 01 Salatiga. Penelitian ini dilakukan pada semester 1 tahun pelajran 2016/2017 pada siswa kelas IV . Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah Penelitian Tindakan Kelas yang berkembang pesat dikalangan pendidik karena merupakan penelitian yang menghasilkan dampak langsung dalam bentuk memperbaiki pembelajaran dan meningkatkan profesionalitas guru dalam proses pendidikan dan pembelajaran di kelas. Penelitian ini dilakukan dengn tahapan tertentu yaitu: 1. Ijin penelitian, meminta ijin kepada Kepala Sekolah dan guru kelas IV SDN Gendongan 01 Salatiga untuk melaksanakan penelitian di kelas tersebut. 2. Melakukan observasi untuk mengetahui proses belajar mengajar di kelas IV, untuk menemukan masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran. 3. Mengidentifikasi masalah rendahnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA.

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting dan Karakteristik ......3.2 Variabel dan Definisi Operasional 3.2.1 Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang diteliti pengaruhnya atau

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting dan Karakteristik ......3.2 Variabel dan Definisi Operasional...

  • 32

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    3.1 Seting dan Karakteristik Subjek Penelitian

    Dalam penelitian jenis ini penelitian yang digunakan adalah penelitian

    tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang digunakan

    sebagai upaya untuk memperbaiaki proses pembelajaran demi tercapainya tujuan

    pendidikan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester I tahun

    pelajaran 2016/2017 mulai dari bulan September sampai November di SDN

    Gendongan 01 Salatiga yang terletak di jalan Margorejo 502 Kecamatan Tingkir.

    Yang teletak dekat dengan rumah Dinas Salatiga. Subjek yang di teliti kelas IV

    SDN Gendongan 01 yang berjumlah 36 siswa terdiri dari 18 sisa laki-laki dan 18

    siswa perempuan.

    3.1.1 Penelitian dilaksanakan di SDN Gendongan 01 Salatiga.

    Penelitian ini dilakukan pada semester 1 tahun pelajran 2016/2017 pada siswa

    kelas IV . Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

    PTK adalah Penelitian Tindakan Kelas yang berkembang pesat dikalangan

    pendidik karena merupakan penelitian yang menghasilkan dampak langsung

    dalam bentuk memperbaiki pembelajaran dan meningkatkan profesionalitas guru

    dalam proses pendidikan dan pembelajaran di kelas. Penelitian ini dilakukan

    dengn tahapan tertentu yaitu:

    1. Ijin penelitian, meminta ijin kepada Kepala Sekolah dan guru kelas IV

    SDN Gendongan 01 Salatiga untuk melaksanakan penelitian di kelas

    tersebut.

    2. Melakukan observasi untuk mengetahui proses belajar mengajar di kelas

    IV, untuk menemukan masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran.

    3. Mengidentifikasi masalah rendahnya hasil belajar peserta didik pada

    pembelajaran IPA.

  • 33

    4. Menyusun rencana penelitian dengan menggunakan model pembelajaran

    Student Teams Achievemen Division (STAD) untuk meningkatkan hasil

    belajar siswa.

    3.1.2 Subjek Penelitian

    Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri

    Gendongan 01 Salatiga dengan jumlah 36 orang siswa, Laki-laki sebanyak 19

    siswa dan perempuan sebanyak 16 siswa. Karakteristik siswa-siswi sangat

    beragam ada yang kritis, dan ada yang sedikit lamban dalam menerima pelajaran.

    Jam efektif sekolah diawali dengan kegiatan pembiasan yang dimulai pada pukul

    07.00. Kegiatan Belajar Mengajar dimulai pada pukul 07.15 sampai pukul 12.10,

    kecuali pada hari jum’at dan hari sabtu pembelajaran berakhir jam 11.00.

    3.2 Variabel dan Definisi Operasional

    3.2.1 Variabel Bebas

    Variabel bebas adalah variabel yang diteliti pengaruhnya atau variabel yang

    diduga memberikan suatu pengaruh. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel

    bebas adalah model pembelajaran STAD.

    Model pembelajaran STAD adalah salah satu tipe dari model pembelajaran

    kooperatif dengan menggunakan kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap

    kelompok 4-5 siswa secara heterogen. Dalam penggunaan model pembelajaran

    STAD harus didasarkan pada sintak dalam pembelajaran, yang pertama

    penyampaian tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada mata pelajaran tersebut

    dan memotivasi siswa, menyampaikan informasi kepada siswa dengan jalan

    mendemonstrasikan lewat bahan atau materi, mengorganisasikan siswa dalam

    kelompok belajar, membimbing kelompok bekerja dan belajar mengerjakan tugas,

    mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah diajarkan, masing-masing

    kelompok mempresentasikan hasilnya yang terakhir pemberian penghargaan

    untuk menghargai hasil belajar siswa.

  • 34

    3.2.2 Variabel Terikat

    Variabel terikat (Sugiono, 2011: 39) adalah variabel yang dipengaruhi atau

    yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang

    menjadi variabel terikat adalah hasil belajar.

    Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Nana

    Sudjana (2009: 3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah

    perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas

    mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dimyati dan Mudjiono

    (2006: 3-4) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi

    tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri

    dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan

    berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar.

    3.3 Prosedur Penelitian

    Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas untuk kelas 4 SDN

    Gendongan 01 Salatiga. Ada 2 siklus pada penelitian ini. Siklus I, 2 kali

    pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit dan siklus II, 2 kali pertemuan

    dengan alokasi waktu 2 x 35 menit, dengan menggunakan model

    pembelajaran STAD. Dengan menggunakan model spiral (model Kemmis, S

    dan Mc Taggart, R) yaitu dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan dan

    observasi dan diakhiri dengan refleksi.

    3.3.1 Siklus I

    a. Perencanaan Tindakan

    1. Mengidentifikasi masalah yang ada dengan berbagai pihak untuk

    mencari pemecahan masalah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

    2. Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran siklus I sesuai dengan

    model STAD yang digunkan dalam penelitian tindakan kelas yang

    dilakukan dalam mata pelajaran IPA.

    3. Menyiapkan alat peraga yang diperlukan saat pelaksanaan

    pembelajaran.

  • 35

    4. Penyusunan lembar instrumen observasi yang digunakan peneliti

    sebagai acuan dalam mengamati pencapain dalam mengajar maupun

    dalam kegiatan pembelajaran dengan model STAD.

    5. Penyusunan instrumen penilaian sebagai acauan untuk menilai hasil

    belajara yang dilakukan oleh siswa.

    b. Pelaksanaan Tindakan

    Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang

    telah dibuat. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama

    pembelajaran, siswa dibimbing untuk belajar IPA dengan model

    pembelajaran STAD. Adapun langkah-langkah pelaksanaan pembealajaran

    sebagai berikut:

    I. Pertemuan Pertama

    1. Kegiatan awal (10 menit)

    a) Pra pembelajaran

    1) Guru memberi salam.

    2) Guru mengajak siswa berdoa.

    3) Guru mengecek kehadiran siswa.

    4) Guru mengecek tempat duduk siswa sudah rapi dan

    nyaman.

    b) Apersepsi

    1) Guru melakukan apersepsi yang berkaiatan dengan

    pembelajaran.

    c) Motivasi

    1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

    2. Kegiatan Inti ( 55 menit)

    a) Eksplorasi

    1) Guru menyajikan video pembelajaran sesuai dengan materi

    2) Guru bertanya jawab mengenai tanyangan video

    b) Elaborasi

    1) Guru menjelaskan materi secara jelas kepada siswa.

    2) Guru memberi kesempatan siswa mencatat materi.

  • 36

    3) Guru menunjuk beberapa siswa untuk diberikan

    pertanyaann

    c) Konfirmasi

    1) Guru bersama siswa menyimpulkan materi dengan cara

    yang baik untuk memecahkan masalah.

    3. Kegiatan Penutup (5 menit)

    a) Guru menyampaikan pembelajaran pada pertemuan

    selanjutnya.

    b) Guru mengakhiri pembelajaran.

    II. Pertemuan kedua

    1. Kegiatan Awal (5 menit)

    a) Pra Pembelajaran

    1) Guru memberi salam.

    2) Guru mengajak siswa berdoa.

    3) Guru mengecek kehadiran siswa.

    4) Guru mengondisikan kelas.

    b) Apersepsi

    1) Guru melakukan apersepsi yang berkaiatan dengan

    pembelajaran.

    c) Motivasi

    1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

    2. Kegiatan Inti (60 menit )

    a) Eksplorasi

    1) Guru menggali ingatan siswa mengenai pelajaran IPA

    sebelumnya.

    2) Guru bertanya jawab mengenai jenis akar dan manfaat akar.

    b) Elaborasi

    1) Guru membagi siswa menjadi 9 kelompok, tiap kelompok

    terdiri 4 siswa.

    2) Guru menyiapkan potongan kertas warna - warni dan

    meminta siswa untuk mengambil kertas tersebut.

  • 37

    3) Guru meminta agar siswa mengambil satu persatu potongan

    kertas secara bergantian.

    4) Guru meminta agar siswa yang mendapat kertas dengan

    warna yang sama untuk bergabung menjadi kelompok.

    5) Guru membagikan LKS. Guru membimbing dalam

    mengerjakan LKS.

    6) Guru meminta perwakilan kelompok untuk membacakan

    hasilnya.

    7) Guru meminta hasilnya dikumpulkan.

    8) Guru mengarahkan siswa untuk duduk ke tempat duduk

    semula.

    c) Konfirmasi

    1) Guru bertanya jawab hal-hal yang belum di ketahui siswa.

    2) Guru membagikan Soal Evaluasi.

    3) Guru meminta siswa mengumpulkan jawaban.

    4) Guru mengumumkan kelompok yang skornya tinggi. Guru

    memberikan penghargan kepada kelompok.

    3. Kegiatan Penutup (5 menit )

    a) Guru dan siswa menarik kesimpulan pembelajaran pada hari

    itu.

    b) Guru mengakhiri pembelajaran dan mengucapkan salam.

    c. Observasi

    Kegiatan observasi dilakukan sewaktu kegiatan pembelajaran berlangsung.

    Adapun yang menjadi objek pengamatan adalah siswa kelas IV, observasi

    dilakukan saat pembelajaran berlangsung untuk mengetahui kendala-

    kendala yang dilaksanakan pada saat mengimplementasikan pembelajaran.

    Penelitian tindakan kelas ini guru IPA sebagai observer sebagai

    pengamatan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disediakan

    sebagai panduan dalam mengamati kegiatan pembelajaran yang sedang

  • 38

    berlangsung. Peneliti berperan sebagai guru. Selanjutnya hasil dari

    pengamaytan akan dianalisis untuk dilakukan tindak lanjut.

    d. Refleksi

    Berdasarkan hasil analisis data pada tahap ini tehadap pelaksanaan

    kegiatan pembelajaran selesai selanjutnya dilakukan refleksi diri. Pada

    tahap ini peneliti akan mengetahui kendala, kekurangan maupun

    kelemahan dalam pelaksanaan tindakan pada siklus I. Selanjutnya peneliti

    mengambil tindakan berdasarkan permasalahan pada siklus I akan

    dijadikan sebagai masukan dalam pelaksanaan tindakan pada siklus

    selanjutnya.

    3.3.2 Siklus II

    a. Perencanaan Tindakan

    1. Mengidentifikasi masalah yang ada dengan berbagai pihak

    untuk mencari pemecahan masalah berdasarkan hasil refleksi

    dari siklus I untuk memecahkan masalah agar mendapatkan

    hasil yang memuaskan.

    2. Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran siklus II untuk

    perbaiakn pada siklus I dengan model Student Teams

    Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran IPA.

    3. Menyiapkan alat peraga yang diperlukan saat pelaksanaan

    pembelajaran.

    4. Penyusunan lembar instrumen observasi yang digunakan

    peneliti sebagai acuan dalam mengamati pencapain dalam

    mengajar maupun dalam kegiatan pembelajaran dengan model

    STAD.

    5. Penyusunan instrumen penilaian sebagai acauan untuk menilai

    hasil belajar yang dilakukan oleh siswa.

    b. Pelaksanaan Tindakan

    Pada tahap ini langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran sebagai

    berikut:

  • 39

    I. Pertemuan pertama

    1. Kegiata awal (10 menit )

    a) Pra pembelajaran

    1) Guru memberi salam.

    2) Guru mengajak siswa berdoa.

    3) Guru mengecek kehadiran siswa.

    4) Guru mengecek tempat duduk siswa sudah rapi dan

    nyaman.

    b) Apersepsi

    1) Guru melakukan apersepsi yang berkaiatan dengan

    pembelajaran.

    c) Motivasi

    1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

    2. Kegiatan inti (55 menit)

    a) Eksplorasi

    1) Guru menyajikan gambar struktur, jenis dan bentuk

    daun.

    2) Guru bertanya jawab mengenai materi.

    b) Elaborasi

    1) Guru menjelaskan struktur, jenis dan bentuk daun.

    2) Guru memberi kesempatan siswa untuk mencatat

    materi.

    3) Guru meminta siswa mengamati gambar daun dan

    menggambarnya

    4) Guru meminta siswa untuk melengkapi struktur

    gambar daun

    c) Konfirmasi

    1) Guru bertanya jawab hal-hal yang belum dipahami

    siswa.

    3. Kegiatan Penutup (5 menit )

    a) Guru mengakhiri pembelajaran dan memberikan salam

  • 40

    II. Pertemuan kedua

    1. Kegiatan awal

    a) Pra pembelajaran

    1) Guru memberi salam.

    2) Guru mengajak siswa berdoa.

    3) Guru mengecek kehadiran siswa.

    4) Guru mengondisikan kelas.

    b) Apersepsi

    1) Guru melakukan apersepsi yang berkaiatan dengan

    pembelajaran.

    c) Motivasi

    1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

    2. Kegiatan Inti

    a) Eksplorasi

    1) Guru menggali ingatan siswa mengenai pelajaran

    IPA sebelumnya.

    2) Guru bertanya jawab mengenai macam daun dan

    kegunaan daun.

    b) Elaborasi

    1) Guru membagi siswa menjadi 9 kelompok, tiap

    kelompok terdiri 4 siswa.

    2) Guru meminta siswa untuk berhitung secara

    bergiliran dari 1-9.

    3) Guru meminta agar siswa yang menyebut angka

    yang sama untuk bergabung menjadi kelompok.

    4) Guru membagikan LKS. Guru membimbing dalam

    mengerjakan LKS.

    5) Guru meminta perwakilan kelompok untuk

    membacakan hasilnya.

    6) Guru meminta hasilnya dikumpulkan.

  • 41

    7) Guru mengarahkan siswa untuk duduk ke tempat

    duduk semula.

    c) Konfirmasi

    1) Guru bertanya jawab hal-hal yang belum di ketahui

    siswa.

    2) Guru membagikan Soal Evaluasi.

    3) Guru meminta siswa mengumpulkan jawaban.

    4) Guru mengumumkan kelompok yang skornya

    tinggi. Guru memberikan penghargan kepada

    kelompok.

    3. Kegiatan Penutup

    1) Guru dan siswa menarik kesimpulan pembelajaran

    pada hari itu.

    2) Guru mengakhiri pembelajaran dan mengucapkan

    salam.

    c. Observasi

    Kegiatan observasi dilakukan sewaktu kegiatan

    pembelajaran berlangsung. Adapun yang menjadi objek

    pengamatan adalah siswa kelas IV, observasi dilakukan saat

    pembelajaran berlangsung untuk mengetahui kendala-kendala

    yang dilaksanakan pada saat mengimplementasikan pembelajaran.

    Penelitian tindakan kelas ini guru IPA sebagai observer sebagai

    pengamatan dengan menggunakan lembar observasi yang telah

    disediakan sebagai panduan dalam mengamati kegiatan

    pembelajaran yang sedang berlangsung. Peneliti berperan sebagai

    guru. Selanjutnya hasil dari pengamatan akan dianalisis untuk

    dilakukan tindak lanjut.

    d. Refleksi

    Berdasarkan analisa terhadap pelaksanaan tindakan kegiatan

    pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus I untuk dijadikan bahan

    refleksi. Selanjutnya berdasarkan hasil observasi dan tes pada siklus II ini

  • 42

    sudah mencapai indikator penelitian yang ditentukan. Indikator dikatakan

    brrhasil jika 70 % dari jumlah siswa mencapai ketuntasan belajar (KKM ≥

    67). Apabila penelitian ini belum mencapai indikator, maka perlu adanya

    tindakan lanjut untuk melakukan penelitian pada siklus berikutnya.

    3.4 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

    3.4.1 Teknik Pengumpulan Data

    Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam

    penelitian tindakan kelas ini adalah teknik wawancara, teknik tes dan

    teknik observasi. Teknik wawancara digunakan peneliti untuk

    mengumpulkan data tetang keadaan siswa dan lingkungan sekolah.

    Teknik tes digunakan untuk mendapatkan data berupa hasil belajar

    siswa pada marta pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Teknik observasi

    digunakan pneliti untuk mengambil data tentang pelaksanaan

    penelitian tindakan pembelajaran dengan menggunkan model Student

    Teams Achievement Division (STAD).

    Wawancara adalah sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh

    seseorang kepada narasumber untuk mendapatkan informasi. Dalam

    penelitian ini wawancara dilakukan utuk mengetahui karakter siswa

    dan lingkungan sekolah.

    Tes dialakukan untuk mengetahui kemapuan siswa selama proses

    belajar, sehingga peneliti dapat merencanakan tindakan dalam

    memperbaiaki pembelajaran. Tes digunakan untuk menigkatkan hasil

    belajar siswa. Teknik yang digunakan digunakan peneliti dalam

    penelitian ini adalah postest kegiatan yang dilakukan setelah akhir

    kegiatan pembelajaran dengan bentuk tes pilihan ganda.

    Observasi atau pengamatan meliputi pemusatan perhatian terhadap

    suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (Arikunto, 2006:

    156) dalam penelitian ini menggunakan dua instrumen lembar

    observasi yang terdiri dari lembar observasi kegiatan guru dan lembar

    observasi kegiatan siswa. Lembar observasi ini digunkan untuk

  • 43

    mengamati aktivitas yang dilakukan selama proses pembelajarn

    berlangsung yaitu berupa kativitas guru dan siswa.

    3.4.2 Instrumen Pengumpulan Data

    Instrumen yang digunakan pada penelitian tindakan kelas ini

    adalah lembar soal Posstest pada siklus I dan siklus II. Standar

    Kompetensi dari jumlah soal tes yang kan digunakan adalah

    menggunakan struktur dan fungsi tanaman. Sedangakn Kompetensi

    Dasar yang dipilih pada iklus I adalah struktur dan fungsi akar,

    berikutnya Kompetensi Dasar ysng dipilih pada siklus II adalah

    struktur dan fungsi daun. Kisi-kisi soal dibuat berdasarkan standar

    kompetensi dan kompetensi dasar yang telah disebutkan diatas dengan

    kisi-kisi sebagai berikut.

    Tabel 3.1

    Kisi-kisi Instrumen Soal Pretes Siklus I

    Standar

    Kompetensi

    Kompetensi

    Dasar Indikator Butir Soal

    1. Memahami

    hubungan

    antara struktur

    bagian

    tumbuhan

    dengan

    fungsinya

    2.1 Menjelaskan

    hubungan

    antara

    struktur akar

    tumbuhan

    dengan

    fungsinya

    2.1.1 Menyebutkan jenis

    akar serabut dan

    akar tunggang

    15, 17, 20

    2.1.2 Menjelaskan akar-

    akar khusus : akar

    gantung, akar

    tunjang, akar napas

    dan akar pelekat

    3,11,12,14,

    18

    2.1.3 Menyebutkan

    kegunaan akar

    1, 4, 5,7,

    9,10,13

    2.1.4 Mengelompokkan

    tumbuhan berakar

    tunggang dan serabut

    2, 6,8, 19

  • 44

    Tabel 3.2

    Kisi-kisi Instrumen Soal Posstes Siklus I

    Standar

    Kompetensi

    Kompetensi

    Dasar Indikator

    Butir

    Soal

    2. Memahami

    hubungan

    antara struktur

    bagian

    tumbuhan

    dengan

    fungsinya

    2.1 Menjelaskan

    hubungan

    antara

    struktur akar

    tumbuhan

    dengan

    fungsinya

    2.1.1 Menyebutkan jenis

    akar serabut dan

    akar tunggang

    1, 3, 4, 8,

    10, 18

    2.1.2 Menjelaskan akar-

    akar khusus : akar

    gantung, akar

    tunjang, akar

    napas dan akar

    pelekat

    2, 5,6,

    9,11,15,

    16, 19, 20

    2.1.3 Menyebutkan

    kegunaan akar

    7, 14,

    2.1.4 Mengelompokkan

    tumbuhan berakar

    tunggang dan serabut

    12, 13, 17

    Tabel 3.3

    Kisi-kisi Instrumen Pretes Siklus II

    Standar Kompetensi Kompetensi

    Dasar Indikator Butir Soal

    1. Memahami

    hubungan

    antara struktur

    bagian

    tumbuhan

    dengan

    fungsinya

    2.3

    Menjelask

    an

    hubungan

    antara

    struktur

    daun

    tumbuhan

    dengan

    fungsinya

    2.3.1 Menyebutkan

    bentuk tulang daun.

    11,16,17,19

    2.3.2 Menjelaskan

    tulang daun

    menyirip,

    melengkung,

    menjari, sejajar

    9,10,14,20

    2.3.3 Menyebutkan

    kegunaan daun

    2, 4,5,12,18

    2.3.4

    Mengambarkan

    berbagai jenis daun

    pada kertas gambar

    1,3,6,7,8,13,15

  • 45

    Tabel 3.4

    Kisi-kisi Instrumen Posstest Siklus II

    Standar Kompetensi Kompetensi

    Dasar Indikator

    Butir

    Soal

    2. Memahami

    hubungan

    antara struktur

    bagian

    tumbuhan

    dengan

    fungsinya

    2.3 Menjelaskan

    hubungan

    antara

    struktur

    daun

    tumbuhan

    dengan

    fungsinya

    2.3.1 Menyebutkan

    bentuk tulang daun.

    6, 10,

    11, 12,

    17

    2.3.2 Menjelaskan

    tulang daun menyirip,

    melengkung, menjari,

    sejajar

    3, 4, 7,

    15

    2.3.3 Menyebutkan

    kegunaan daun

    2, 8, 14,

    16, 20

    2.3.4 Mengambarkan

    berbagai jenis daun

    pada kertas gambar

    1, 9, 5,

    13, 18,

    19

    Instrumen soal Posttest diatas terdapat butir soal, butir soal digunakan

    untuk menunjukkan indikator pembealajaran yang berada pada instrmen posttest

    tersebut. Instrumen yang telah dipaparkan diatas sebelum digunakan untuk

    penelitian perlu adanya uji coba terlebih dahulu untuk menjamin bahwa instrumen

    tersebut layak untuk digunakan. Berikut adalah Instrumen obserfasi aktifitas guru

    akan dipaparkan pada tabel berikut:

    Tabel 3.5

    Kisi-kisi Lembar Observasi Aktifitas Guru

    dalam Penerapan Model Pembelajaran STAD

    Siklus 1 Pertemuan 1

    No ASPEK YANG DIAMATI NO.ITEM

    1. Guru memberikan Pretes 1

    2. Guru menyajikan video mengenai struktur akar tumbuhan

    dan fungsinya

    2

    3. Guru bertanya jawab mengenai tayangan video 3

    4. Guru menjelaskan pengertian akar, jenis akar, fungsi akar 4

    5. Guru memberi kesempatan siswa untuk mencatat. 5

    6. Guru menunjuk siswa dan memberi pertanyaan. 6

    7. Guru bertanya jawab kepada siswa materi yang belum jelas 7

  • 46

    Tabel 3.6

    Kisi- kisi Lembar Observasi Aktifitas Guru

    dalam Penerapan Model Pembelajaran STAD

    Siklus 1 Pertemuan 2

    No ASPEK YANG DIAMATI NO ITEM

    1. Guru menggali ingatan siswa mengenai pelajaran IPA

    sebelumnya. 1

    2. Guru bertanya jawab mengenai jenis akar dan manfaat

    akar. 2

    3. Guru membagi siswa menjadi 9 kelompok, tiap kelompok

    terdiri 4 siswa. 3

    4. Guru menyiapkan potongan kertas warna - warni dan

    meminta siswa untuk mengambil kertas tersebut. 4

    5. Guru meminta agar siswa mengambil satu persatu

    potongan kertas secara bergantian.0 5

    6. Guru meminta agar siswa yang mendapat kertas dengan

    warna yang sama untuk bergabung menjadi kelompok. 6

    7. Guru membagikan LKS. Guru membimbing dalam

    mengerjakan LKS. 7

    8. Guru meminta perwakilan kelompok untuk membacakan

    hasilnya. 8

    9. Guru meminta hasilnya dikumpulkan. 9

    10. Guru mengarahkan siswa untuk duduk ke tempat duduk

    semula. 10

    11. Guru bertanya jawab hal-hal yang belum di ketahui

    siswa. 11

    12. Guru membagikan Soal Evaluasi. 12

    13. Guru meminta siswa mengumpulkan jawaban. 13

    14. Guru mengumumkan kelompok yang skornya tinggi.

    Guru memberikan penghargan kepada kelompok. 14

  • 47

    Tabel 3.7

    Kisi-kisi Lembar Observasi Aktifitas Guru

    dalam Penerapan Model Pembelajaran STAD

    Siklus 2 Pertemuan 1

    No ASPEK YANG DIAMATI NO ITEM

    1. Guru memberikan soal pretes 1

    2. Guru menyajikan gambar struktur, jenis dan bentuk daun 2

    3. 2.

    Guru bertanya jawab mengenai materi. 3

    4. 3.

    Guru menjelaskan struktur, jenis dan bentuk daun 4

    5. 4.

    Guru memberi kesempatan siswa untuk mencatat. 5

    6. 5.

    Guru meminta siswa mengamati gambar daun dan

    menggambarnya 6

    7. 6.

    Guru meminta siswa untuk melengkapi struktur gambar

    daun 7

    8. Guru bertanya jawab hal-hal yang belum dipahami siswa. 8

    Tabel 3.8

    Kisi-kisi Lembar Observasi Aktifitas Guru

    dalam Penerapan Model Pembelajaran STAD

    Siklus 2 Pertemuan 2

    No ASPEK YANG DIAMATI NO ITEM

    1. Guru menggali ingatan siswa mengenai pelajaran IPA sebelumnya.

    1

    2. Guru bertanya jawab mengenai macam daun dan kegunaan daun. 2

    3. Guru membagi siswa menjadi 9 kelompok, tiap kelompok terdiri 4 siswa. 3

    4. Guru meminta siswa untuk berhitung secara bergiliran dari 1-9.

    4

    5. Guru meminta agar siswa yang menyebut angka yang sama untuk bergabung menjadi kelompok.

    5

    5. Guru membagikan LKS. Guru membimbing dalam mengerjakan LKS.

    6

    6. Guru meminta perwakilan kelompok untuk membacakan hasilnya.

    7

    7. Guru meminta hasilnya dikumpulkan. 8

    9. Guru mengarahkan siswa untuk duduk ke tempat duduk semula.

    9

    10. Guru bertanya jawab hal-hal yang belum di ketahui siswa. 10

    11. Guru membagikan Soal Evaluasi. 11

    12. Guru meminta siswa mengumpulkan jawaban. 12

    14. Guru mengumumkan kelompok yang skornya tinggi. Guru memberikan penghargan kepada kelompok.

    13

  • 48

    Tabel 3.9

    Kisi-kisi Lembar Observasi Aktifitas Siswa

    dalam Penerapan Model Pembelajaran STAD

    Siklus 1 Pertemuan 1

    No ASPEK YANG DIAMATI NO

    ITEM

    1. Siswa mengerjakan soal Pretes 1

    2. Siswa memperhatikan video mengenai struktur akar tumbuhan dan fungsinya

    2

    3. Siswa bertanya jawab mengenai tayangan video 3

    4. Siswa memperhatikan penjelasan guru. 4

    5. Siswa mencatat materi. 5

    6. Siswa menjawab pertanyaan dari guru. 6

    7. Siswa bertanya jawab kepada guru yang belum di paham. 7

    Tabel 3.10

    Kisi-kisi Lembar Observasi Aktifitas Siswa

    dalam Penerapan Model Pembelajaran STAD

    Siklus 1 Pertemuan 2

    No ASPEK YANG DIAMATI No Item

    1. Siswa mengingat materi IPA sebelumnya. 1

    2. Siswa menjawab jenis-jenis akar dan manfaatnya. 2

    3. Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 4 anak. 3

    4. Siswa memperhatikan saat guru menyiapkan potongan kertas. 4

    5. Siswa secara bergantian mengambil potongan kertas. 5

    6. Siswa bergabung dengan kelompok sesuai dengan warna kertas yang diambil.

    6

    7. Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok. 7

    8. Siswa membacakan hasilnya. 8

    9. Siswa mengumpulkan hasilnya. 9

    10. Siswa duduk ke tempat duduk semula. 10

    11. Siswa bertanya jawab hal-hal yang belum dipahami. 11

    12. Siswa mengerjakan soal evaluasi. 12

    13. Siswa mengumpulkan jawabannya. 13

    14. Siswa memperhatikan guru menyampaikan skor. Siswa menerima penghargaan dari guru.

    14

  • 49

    Tabel 3.11

    Kisi-kisi Lembar Observasi Aktifitas Siswa

    dalam Penerapan Model Pembelajaran STAD

    Siklus 2 Pertemuan 1

    No ASPEK YANG DIAMATI No Item

    1. Siswa mengerjakan soal pretes 1

    2. Siswa memperhatikan gambar struktur, jenis dan bentuk daun. 2

    3. Siswa bertanya jawab mengenai materi 3

    4. Siswa mencatat penjelasan dari guru. 4

    5. Siswa mengamati gambar daun dan menggambarnya. 5

    6. Siswa melengkapi struktur gambar daun. 6

    6. Siswa bertanya jawab kepada guru materi yang belum jelas. 7

    Tabel 3.12

    Kisi-kisi Lembar Observasi Aktifitas Siswa

    dalam Penerapan Model Pembelajaran STAD

    Siklus 2 Pertemuan 2

    No ASPEK YANG DIAMATI No Item

    1. Siswa mengingat materi IPA sebelumnya. 1

    2. Siswa menjawab jenis-jenis akar dan manfaatnya. 2

    3. Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 4 anak. 3

    4. Siswa berhitung secara bergiliran. 4

    5. Siswa membentuk kelompok dengan angka yang sama. 5

    6. Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok 6

    7. Siswa membacakan hasilnya. 7

    8. Siswa mengumpulkan hasilnya. 8

    9. Siswa duduk ke tempat duduk semula. 9

    10. Siswa bertanya jawab hal-hal yang belum dipahami. 10

    11. Siswa mengerjakan soal evaluasi. 11

    12. Siswa mengumpulkan jawabannya. 12

    13. Siswa memperhatikan guru menyampaikan skor. Siswa menerima penghargaan dari guru.

    13

    14. Siswa bertanya jawab hal-hal yang belum dipahami. 14

  • 50

    3.5 Analisis Kualitas Instrumen Penelitian

    3.5.1 Validitas

    Menurut Saifuddin Azwar (2012: 164) suatu instrument dapat

    dikatakan valid jika mempunyai nilai koefisien korelasi ≥ 0,3. Sedangkan

    nilai koefisien korelasi < 0,3 dapat dikatan bahwa instrument tersebut tidak

    valid atau sangat rendah.

    Dalam uji validitas ini dilakukan dengan menggunakan Anates V4 dan

    berdasarkan batas signifikansi koefisien korelasi yang telah ditentukan

    adalah 0,304 dan dapat dilihat dari tabel berikut.

    Tabel 3.13

    Tabel Batas Signifikansi Koefisien Korelasi

    Df (N – 2) P = 0,05 P = 0,01

    25 0,381 0,496

    30 0,349 0,449

    40 0,304 0,393

    50 0,273 0,354

    Berdasarkan tabel diatas, terdapat 21 butir soal yang dianggap valid dari

    35 butir soal pada instrume siklus I yang telah diujikan kepada siswa dengan

    jumlah sebanyak 36 siswa.Sedangkan dari 35 butir soal terdapat 20 butir soal

    yang valid pada siklus kedua. Berdasarkan instrumen soal yang telah diuji maka

    peneliti menggunakan 20 soal yang telah terbukti valid sebagai instrumen tes

    mengetahui hasil belajar siswa.

    3.5.2 Reliabilitas

    Menurut Sugiono (2005) Pengertian Reliabilitas adalah

    serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki

    konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu

    dilakukan secara berulang. Reabilitas tes adalah tingkat keajegan

    (konsitensi) suatu tes, yakni sejauh mana suatu tes dapat dipercaya

  • 51

    untuk menghasilkan skor yang ajeg, relatif tidak berubah walaupun

    diteskan pada situasi yang berbeda-beda. oleh suatu serangkaian alat

    ukur yang bisa berupa instrument. Dalam penelitian ini untuk

    mengukur reliabilitas instrument yaitu dengan menggunakan pedoman

    dari Guilford dalam Suherman (2003: 139) bahwa reliabilitas kurang

    dari 0,4 dianggap rendah, sedangkan kurang dari 0,7 dianggap sedang

    dan jika lebih dari 0,7 dianggap tinggi. Dalam pengukuran reliabilitas

    ini menggunakan menggunakan program Anates V4.

    Dalam uji reabilitas ini dilakukan dengan cara pemberian

    instrumen tes pada masing-masing kelas 4 yang berbeda sekolah,

    sebelumnya di berikan kepada SDN Salatiga 08. Dalam menghitung

    uji reabilitas ini dengan bantuan Abnates V4. Didapatkan hasil

    reabilitas tes sebesar 0,77 pada instrumen tes siklus I dan 0, 73 pada

    uji instrumen siklus II. Pada uji instrumen yang dilakukan pada siklus

    I dan siklus II dapat diartikan kedua instrumen tersebut reliabel.

    3.5.3 Tingkat Kesukaran

    Soal yang dianggap baik berdasarkan PAN (Patokan Acuan

    Normal) adalah soal yang tingkat kesukarannya sedang, sebab bila

    tingkat kesukaran soal itu sedang maka dapat memberikan informasi

    mengenai perbedaan individual yang paling besar (Ruseffendi,

    1998:160-161).

    Tingkat kesukaran instrumen adalah besaran yang digunakan untuk

    menyatakan apakah suatu soal termasuk ke dalam kategori mudah,

    sedang, atau sukar. Tingkat kesukaran instrumen dapat diperoleh

    dengan mencari indeks kesukaran yang menggunakan rumus:

    I = B

    N

  • 52

    Keterangan:

    I = Indeks kesulitan untuk setiap butir soal

    B = Banyaknya siswa yang menjawab benar setiap butir soal

    N = Banyaknya yang memberikan jawaban pada soal yang di

    maksudkan.

    Menurut keiteria yang sering di ikuti indeks kesukaran sering

    di klasifikasikan sebagai berikut :

    a) Soal dengan P 0 – 0,30 adalah soal kategori sukar.

    b) Soal dengan P 0,31 – 0,70 adalah soal kategori sedang.

    c) Soal dengan P 0,71 – 1,00 adakah soal kategori mudah.

    Berdasarkan kriteria indeks kesukaran soal yang ada diatas

    maka tingkat kesukaran instrumen tes siklus I dan siklus II yang tealah

    diujikan dapat dilihat sebagai berikut.

    Tabel 3.14

    Tingkat Kesukaran Soal Siklus I dan II

    Siklus

    Jumlah Soal

    Sangat

    Mudah

    Mudah Sedang Sukar Sangat

    Sukar

    1 1 1 17 1 0

    2 3 0 12 4 1

    3.5.4 Daya Pembeda

    Daya pembeda pada 20 soal yang diui coba yang telah valid dan

    mempunyai tingkat kesukaran yang sesuai akan dipergunakan

    untuk soal Posttest siklus I berada pada kisaran 0, 83 sampai 0,100

    sedangakan soal Posttes siklus 2 berada pada kisaran 0,94 sampai

    0,100. Nilai uji coba didapat dari analisis soal mengunakan Anates.

    Daya beda lebih dari 0,2 sudah cukup layank digunakan.

    Sedangkan daya beda lebih dari 0,4 menunjukkan bahwa instrumen

    mempunyai daya oembeda yang baik.

  • 53

    3.5.5 Kualitas Pengecoh

    Kualitas pengecoh pada 20 soal yang valid dan reliabel untuk

    digunakan sebagai lembar posttest siklus I maupun siklus II sudah

    cukup baik. Karena telah dianalisis menggunakan anates, pada

    setiap butir soal terdapat pengecoh minimal 1 pengecoh yang

    berfungsi baik maupun sanangat baik. Lebih dari 17 butir soal yang

    memilik pengecoh yang sangat baik.

    3.6 Indikator Kinerja

    Dalam penelitian dengan menggunakan model Student Teams

    Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas

    4 SD Negeri Gendongan 01 Salatiga. Berdasarkan latar belakang

    permasalahan yang ada pada hasil belajar siswa yang belum baik, karena

    proses pembelajaran yang pasif, kurang antusias dari siswa membuat siswa

    sulit untuk memahami materi. Untuk meningkatkan hasil belajarnya kini

    setelah dilakukan penelitian tindakan kelas perlu adanya tolak ukur

    mencapai keberhasilan pelaksanaan melalui indikator kinerja. Indikator

    yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa berupa instrumen

    soal tes. Apabila penelitian diakatakan berhasil jika 70% dari jumlah siswa

    mencapai ketuntasan belajar (KKM ≥ 67).

    3.7 Teknik Analisis Data

    Teknik data yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu teknik

    deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Karena data yang diperoleh dari

    lembar observasi guru berupa penjelasan atau keterangan adalah hasil

    kualitatif. Sedangkan data yang diperoleh dari hasil tes yang berbentuk

    angka-angka dalah data kuantitatif. Kemudian data kuantitatif dan data

    kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif

    dengan cara membandingkan antara siklus 1 dan siklus 2, selanjutnya hasil

    dari deskriptif komparatif tersebut dapat dilihat hasil peningkatan kualitas

    pembelajaran dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu

    Pengetahuan Alam (IPA).