'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

  • Published on
    23-Feb-2018

  • View
    217

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    1/27

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    Di negara sedang berkembang maupun di negara maju, penyakit infeksi masih

    merupakan masalah medis yang sangat penting oleh karena angka kematiannya masih

    cukup tinggi. Diantara penyakit infeksi yang amat berbahaya adalah infeksi Susunan

    Saraf Pusat (SSP) termasuk ke dalamnya meningitis dan ensefalitis. Meningitis

    sinonim dengan leptomeningitis yang berarti adanya suatu infeksi selaput otak yang

    melibatkan arachnoid dan piamater sedangkan ensefalitis adalah adanya infeksi pada

    jaringan parenkim otak.

    Penyakit infeksi susunan saraf pusat memiliki angka kematian di atas 5!,

    jika seseorang selamat dari infeksi otak umumnya mengalami kecacatan mulai dari

    lumpuh hingga koma.

    Susunan saraf pusat merupakan bagian tubuh yang paling terlindungi atau

    yang paling terakhir kena, jadi kalau otak sudah terkena infeksi akan sangat mungkin

    mempengaruhi organ lainnya di tubuh dan fungsinya menjadi terganggu.

    "ejala dari infeksi ini seringkali tidak khas yang secara umum mengalami

    demam dan sakit kepala. #ika setelah beberapa hari tidak membaik atau ada gejala

    lanjutan seperti kejang dan sakit kepala yang semakin parah segera lakukan

    pemeriksaan lebih lanjut. $ntuk diagnostic dini memang tidak mudah, karenanya

    proses pencarian penyebabnya harus progresif agar bisa ditangani dengan baik.

    $ntuk diagnosis pastinya dilakukan pemeriksaan cairan otak agar bisa

    diketahui penyebab pastinya apakah akibat infeksi %irus, bakteri, jamur, parasit ataucacing pita. #ika prosedur ini dilakukan dengan cepat dan progresif maka bisa

    mengurangi kecacatan yang timbul.

    1 | P a g e

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    2/27

    BAB 2

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Definisi

    &nfeksi ialah in%asi dan multiplikasi kuman (mikro'organisme) di dalam jaringan

    tubuh. #adi infeksi susunan saraf pusat ialah in%asi dan multiplikasi kuman (mikro'

    organisme) di dalam susunan saraf.

    2.2 Klasifikasi infeksi pada susunan saraf pusat

    2.2.1 enin!itis

    2.2.1.1. Anat"#i #enin!ea

    tak mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi

    tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh

    dan suhu tubuh. tak juga bertanggung jaab atas fungsi seperti pengenalan, emosi.

    ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya. tak

    dilindungi oleh kranium, meningea*selaput otak dan +S (Liquor CerebroSpinal).

    Meningea terdiri atas - lapisan, yaitu

    /) Duramater

    +uar melapisi tengkorak

    Dalam membentuk falk serebri, falk serebelli, tentorium serebellin. Membentuk

    sinus sagitalis*longitudinalis superior dan inferior.

    0) 1rakhnoid 2erdapat granulasi arackhnoid, dilalui +S

    -) Piamater Melekat pada otak * sumsum tulang.

    2 | P a g e

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    3/27

    "ambar - 1natomi lapisan meningea cranium

    +S (Liquor Cerebro Spinal)berada pada rongga'rongga otak (%entrikel) di

    dalam ruang subarakhnoid, diproduksi oleh ple3us khoroid. Pada sumsum tulang

    berada di kanalis sentralis 4 ruang subarakhnoid. Sifat bening, alkali, tekanan 6

    /7 mm air. 8erfungsi sebagai buffer, bantalan fisik, nutrisi jaringan syaraf.

    Pemeriksaan +S dilakukan dengan punksi +umbal (9+ /'0) dan punksi fontanel(7)

    2.2.1.2 Definisi

    Meningitis adalah radang pada meningen (membran yang mengelilingi otak dan

    medulla spinalis) dan disebabkan oleh %irus, bakteri atau organ'organ jamur

    (Smelt:er, 0/).

    Meningitis merupakan infeksi akut dari meninges, biasanya ditimbulkan oleh

    salah satu dari mikroorganisme pneumokok, Meningokok, Stafilokok, Streptokok,

    ;emophilus influen:a dan bahan aseptis (%irus) (+ong, /

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    4/27

    Meningitis adalah peradangan pada selaput meningen, cairan serebrospinal dan

    spinal column yang menyebabkan proses infeksi pada sistem saraf pusat (Suriadi 4

    =ita, 0/).

    2.2.1.$ Eti"l"!i

    /. 8akteri

    Merupakan penyebab tersering dari meningitis, adapun beberapa bakteri yang

    secara umum diketahui dapat menyebabkan meningitis adalah

    > ;aemophillus influen:ae

    > ?esseria meningitides (meningococcal)

    > Diplococcus pneumoniae (pneumococcal)

    > Streptococcus, grup 1

    > Staphylococcus aureus

    > @scherichia coli

    > Alebsiella

    > Proteus> Pseudomonas

    0. 9irus

    Merupakan penyebab sering lainnya selain bakteri. &nfeksi karena %irus ini

    biasanya bersifat Bself'limittingC, dimana akan mengalami penyembuhan

    sendiri dan penyembuhan bersifat sempurna

    -. #amur

    7. Proto:oa (Donna D., /

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    5/27

    2.2.1.% Klasifikasi enin!itis

    /. Meningitis purulenta

    adalah radang selaput otak (aracnoid dan piamater) yang menimbulkan

    eksudasi berupa pus, disebabkan oleh kuman non spesifik dan non %irus.

    Penyakit ini lebih sering didapatkan pada anak daripada orang deasa.

    Meningitis purulenta pada umumnya sebagai akibat komplikasi penyakit lain.

    Auman secara hematogen sampai keselaput otak misalnya pada penyakit

    penyakit faringotonsilitis, pneumonia, bronchopneumonia, endokarditis dan lain

    lain. Dapat pula sebagai perluasan perkontinuitatum dari peradangan organ *

    jaringan didekat selaput otak, misalnya abses otak, otitis media, mastoiditis dan

    lain lain.Penyebab meningitis purulenta adalah sejenis kuman pneomococcus,

    hemofilus influen:a, stafhylococcus, streptococcus, @.coli, meningococcus, dan

    salmonella.

    0. Meningitis serosa ( tuberculosa )

    Meningitis tuberculosa masih sering dijumpai di &ndonesia, pada anak dan

    orang deasa. Meningitis tuberculosa terjadi akibat komplikasi penyebab

    tuberculosis primer, biasanya dari paru paru. Meningitis bukan terjadi karena

    terinpeksi selaput otak langsung penyebaran hematogen, tetapi biasanya

    skunder melalui pembentukan tuberkel pada permukaan otak, sumsum tulang

    belakang atau %ertebra yang kemudian pecah kedalam rongga archnoid.

    2.2.1.5 Patofsiologi

    Meningitis bakteri dimulai sebagai infeksi dari orofaring dan diikuti dengan

    septikemia, yang menyebar ke meningen otak dan medula spinalis bagian atas.

    Saluran %ena yang melalui nasofaring posterior, telinga bagian tengah dan saluran

    5 | P a g e

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    6/27

    mastoid menuju otak dan dekat saluran %ena'%ena meningen semuanya ini

    penghubung yang menyokong perkembangan bakteri. rganisme masuk ke dalam

    aliran darah dan menyebabkan reaksi radang di dalam meningen dan di baah

    korteks, yang dapat menyebabkan trombus dan penurunan aliran darah serebral.

    #aringan serebral mengalami gangguan metabolisme akibat eksudat meningen,

    %askulitis dan hipoperfusi. @ksudat purulen dapat menyebar sampai dasar otak

    dan medula spinalis. =adang juga menyebar ke dinding membran %entrikel

    serebral. Meningitis bakteri dihubungkan dengan perubahan fisiologis

    intrakranial, yang terdiri dari peningkatan permeabilitas pada darah, daerah

    pertahanan otak (barier oak), edema serebral dan peningkatan 2&A.

    2.2.1.& anifestasi Klinis

    "ejala meningitis diakibatkan dari infeksi dan peningkatan 2&A

    /. Sakit kepala dan demam (gejala aal yang sering)

    0. Perubahan pada tingkat kesadaran dapat terjadi letargik, tidak responsif, dan

    koma.

    -. &ritasi meningen mengakibatkan sejumlah tanda sbb

    a) =igiditas nukal (kaku leher). $paya untuk fleksi kepala mengalami

    kesukaran karena adanya spasme otot'otot leher.

    b) 2anda kernig positif ketika pasien dibaringkan dengan paha dalam keadan

    fleksi kearah abdomen, kaki tidak dapat di ekstensikan sempurna.

    c) 2anda brud:inki bila leher pasien di fleksikan maka dihasilkan fleksi

    lutut dan pinggul. 8ila dilakukan fleksi pasif pada ekstremitas baah pada

    salah satu sisi maka gerakan yang sama terlihat peda sisi ektremitas yangberlaanan.

    7. Mengalami foto fobia, atau sensitif yang berlebihan pada cahaya.

    5. Aejang akibat area fokal kortikal yang peka dan peningkatan 2&A akibat

    eksudat purulen dan edema serebral dengan tanda'tanda perubahan

    6 | P a g e

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    7/27

    karakteristik tanda'tanda %ital(melebarnya tekanan pulsa dan bradikardi),

    pernafasan tidak teratur, sakit kepala, muntah dan penurunan tingkat

    kesadaran.

    . 1danya ruam merupakan ciri menyolok pada meningitis meningokokal.

    2.2.1.' Pe#eriksaan Penun(an!

    /. 1nalisis SS dari pungsi lumbal

    a) Meningitis bakterial tekanan meningkat, cairan keruh*berkabut, jumlah

    sel darah putih dan protein meningkat glukosa meningkat, kultur positip

    terhadap beberapa jenis bakteri.

    b) Meningitis %irus tekanan ber%ariasi, cairan SS biasanya jernih, sel

    darah putih meningkat, glukosa dan protein biasanya normal, kultur

    biasanya negatif, kultur %irus biasanya dengan prosedur khusus.

    0. "lukosa serum meningkat ( meningitis )

    -. +D; serum meningkat ( meningitis bakteri )

    7. Sel darah putih sedikit meningkat dengan peningkatan neutrofil ( infeksi

    bakteri )

    5. @lektrolit darah 1bnormal .

    . @S=*+@D meningkat pada meningitis

    E. Aultur darah* hidung* tenggorokan* urine dapat mengindikasikan daerah

    pusat infeksi atau mengindikasikan tipe penyebab infeksi

    F. M=&*2'scan dapat membantu dalam melokalisasi lesi, melihat ukuran*letak

    %entrikel hematom daerah serebral, hemoragik atau tumor

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    8/27

    -.Sindroma neural neurotropik

    2.2.1.) K"#plikasi

    Aomplikasi akut meningitis adalah kejang pembentukan

    abses,hidrosefalus,sekresi hormone deuretik yang tidak sesuai ,dan syok

    septic.

    2.2.1.+ Penatalaksanaan

    2erapi antibiotik diberikan secepatnya setelah didapatkan hasil kultur. Pada

    orang deasa, 8en:yl penicillin " dengan dosis /'0 juta unit diberikan secara

    intra%ena setiap 0 jam. Pada anak dengan berat badan /'0 kg. Diberikan F juta

    unit*hari,anak dengan berat badan kurang dari / kg diberikan 7 juta unit*hari.

    1mpicillin dapat ditambahkan dengan dosis -'7 mg*Ag88*hari untuk

    deasa dan /'0 mg*Ag88* untuk anak'anak. $ntuk pasien yang alergi

    terhadap penicillin, dapat dibrikan sampai 5 hari bebas panas.

    2erapi suporti%e seperti memelihara status hidrasi danoksigenasi harus

    diperhatikan untuk keberhasilan terapi. $ntuk D&, beberapa penulis

    merekomendasikan pemberian heparin 5'/. unit diberikan dengan

    pemberian cepat secara intra%ena dan dipertahankan pada dosis yang cukup untuk

    memperpanjang clotting time danpartial thromboplastin time menjadi 0 atau -

    kali harga normal. $ntuk mengontrol kejang diberikan anticon%ulsan. Pada udem

    cerebri dapat diberikan osmotik diuretik atau corticosteroid, tetapi hanya bila

    didapatkan tanda aal dari impending herniasi.

    8 | P a g e

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    9/27

    2.2.1.1, Pen-e!aan

    /. &munisasi

    9aksin meningococcus sangat penting untuk epidemis controlling di ?egara

    ketiga dimana selalu terdapat infeksi meningococcus group 1, dengan epidemi

    setiap beberapa tahun. &munitas yang didapat tidak bertahan selamanya, dan akan

    berkurang dalam -'5 tahun setelah %aksinasi.

    ommittee (/

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    10/27

    0. Aemoprofilaksis

    =esiko untuk terkena meningitis menjadi tinggi segera setelah kontak dengan

    penderita, dimana kebanyakan kasus timbul pada minggu pertama setelah kontak,

    paling lambat dalam 0 bulan. Pada kasus dengan penderita, secepatnya harus

    diberikan chemoprophyla3is. Aontak didefinisikan sebagai keluarga, peraat yang

    kontak dengan sekret oral dari pasien dan petugas kesehatan yang melakukan

    tindakan resusitas mouth to mouth secara langsung.

    2.2.1.1, Pr"!n"sis()

    Mortalitas meningitis bacterial akut kira'kira /! dari keseluruhan lebih

    tinggi pada infeksi streptococcus pneumonia.penyakit pnemokokus juga lebih sering

    menyebabkan gejala sisa jangka panjang seperti hidrosefalus palsi ner%us cranial

    defisit %isual dan motorik,serta epilepsi.

    1nak dengan meningitis bakterialis akut dapat mengalami gangguan

    perilaku ,kesulitan belajar,hilangnya pendengaran dan epilepsy.

    10 | P a g e

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    11/27

    2.2.2 Ensefalitis

    2.2.2.1 Definisi

    @nsefalitis merupakan infeksi difus yang menyebabkan inflamasi jaringan parenkim

    otak. /,5@nsefalitis dapat disebabkan oleh beberapa jenis %irus,seperti %irus herpes

    dan beberapa jenis 1rbo %irus. Mikroorganisme lainnya juga dapat menyebabkan

    ensefalitis diantaranya proto:oa terutama 2o3oplasmosis gondii dan bakteri seperti

    Mycoplasma pneumonia. 5

    @nsefalitis merupakan diagnosis patologi yang seharusnya ditegakkan dengan

    mengkonfirmasi dari sampel jaringan otak baik dengan autopsi atau biopsi. ?amun,

    pada prakteknya diagnosis ensefalitis dapat ditegakkan jika pada pasien ditemukan

    gejala'gejala berupa demam, nyeri kepala hebat, penurunan kesadaran, kejang dan

    tanda'tanda neurologik fokal serta pada pemeriksaan penunjang ditemukan sel'sel

    inflamasi pada cairan serebrospinal atau pencitraan yang menunjukkan adanya

    inflamasi. +uasnya kerusakan jaringan otak dan munculan klinis tidak hanya

    bergantung pada %irulensi kuman tetapi juga status imunitas dari host.5,

    2.2.2.2 Epide#i"l"!i

    @nsefalitis menyebabkan morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi. &nsiden

    ensefalitis beragam dari beberapa studi yang dilakukan namun secara umum berkisar

    antara -,5'E,7 per /. pasien. @nsefalitis dapat menyerang kedua gender, baik

    laki'laki ataupun perempuan, namun beberapa studi menunjukan insiden sedikit lebih

    tinggi pada laki'laki dibanding perempuan. F

    @nsefalitis ;erpes simple3 diperkirakan terjadi pada / dari 05. hingga /

    dari 5. indi%idu setiap tahunnya. Di 1merika perkiraan insiden sekitar / dari

    -. indi%idu, hampir sama dengan insiden di &nggris dan Sedia.F

    11 | P a g e

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    12/27

    2.2.2.$ ETI/L/0I/)

    Alasifikasi yang diajukan oleh =obin berdasarkan etiologi %irus

    /. &nfeksi %irus yang bersifat epidemik

    a. "olongan entero%irus Poliomyelitis, %irus o3sackie, %irus @;.

    b. "olongan %irus 1=8 Western equine encephalitis, St. Louis

    encephalitis, Eastern equine encephalitis, Japanese B encephalitis,

    Russian spring summer encephalitis, Murra !alle encephalitis.

    0. &nfeksi %irus yang bersifat sporadik =abies, ;erpes simple3, ;erpes

    :oster, +imfogranuloma, Mumps, +ymphocytic choriomeningitis dan jenis

    lain yang dianggap disebabkan oleh %irus tetapi belum jelas.

    -. @nsefalitis pasca infeksi pasca morbili, pasca %arisela, pasca rubela,

    pasca %aksinia, pasca mononukleosis infeksious dan jenis'jenis yang

    mengikuti infeksi traktus respiratorius yang tidak spesifik./

    Alasifikasi berdasarkan penyebab

    @nsefalitis supurati%a

    8akteri penyebab ensefalitis supurati%a adalah staphylococcus

    aureus,streptococcus,@.coli dan M.tuberculosa.

    @nsefalitis 9iral

    /. 9irus D?1 herpes simple3 %irus (;S9'/, ;S9'0), %irus herpes lainnya

    (;;9', @89, 9G9, cytomegalo%irus) dan adeno%irus (sebagai contoh

    serotype/,,E,/0,-0)

    0. 9irus =?1 paramikso %irus(%irus parotitis,morbili),rabdo%irus(%irus

    rabies)entero %irus(%irus polio,co3sakie)

    12 | P a g e

  • 7/24/2019 'Dokumen.tips Infeksi Susunan Saraf Pusat

    13/27

    8akterial

    Mycobacterium tuberculosis, Mycoplasma pneumoniae, +isteria monocytogenes,

    8orrelia burdgorferi (lyme disease), 2ropheryma hippeli (HhippleIs disease),

    lepstospira, brucella, legionella, Salmonella typhii (...