of 31 /31
2 PASAR VALUTA ASING dan NILAI TUKAR (FOREIGN EXCHANGE MARKETS and EXCHANGE RATE) Endang Rostiana, SE., MT

Pasar Valuta Asing & Nilai Tukar

Embed Size (px)

Text of Pasar Valuta Asing & Nilai Tukar

2 PASAR VALUTA ASING dan NILAI TUKAR (FOREIGN EXCHANGE MARKETS and EXCHANGE RATE)

Endang Rostiana, SE., MT

PASAR VALUTA ASINGadalah pasar dimana didalamnya terdapat individu, perusahaan (importir, eksportir, turis, investor, pedagang valuta, spekulator), dan bank-bank (bank komersil dan Bank Sentral) membeli dan menjual mata uang asing atau foreign exchange Fungsi utama pasar valuta asing adalah pemindahan (transfer) dana atau kemampuan membeli dari satu negara atau mata uang kepada negara atau mata uang lainnya. Permintaan valas datang dari adanya kebutuhan untuk mengimpor atau membeli barang-barang dan jasa dari negara lain dan untuk melakukan investasi di luar negeri. Supply valas berasal dari ekspor atau penjualan barang-barang dan jasa ke negara lain atau adanya arus masuk investasi luar negeri.Endang Rostiana, SE., MT

Fungsi lainnya dari pasar valuta asing adalah: Mempermudah penukaran valuta asing serta pemindahan dana antar negara (sistem clearing) Memberikan kemudahan untuk melakukan perjanjian kontrak jual beli kredit Memungkinkannya dilakukan hedging

Endang Rostiana, SE., MT

TRANSAKSI VALUTA ASINGTransaksi jual beli valas ada dua jenis, yaitu: Spot transaction, yaitu transaksi jual beli valas yang pelaksanaannya dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan dengan waktu perjanjian jual beli valas dibuat. Dalam praktek biasanya berselang dua hari dari saat kontrak dibuat. Nilai tukar atau kurs (exchange rate) yang dipergunakan dalam transaksi ini disebut spot rate, pasarnya sendiri disebut dengan spot market. Forward transaction, yaitu suatu persetujuan yang disebut forward exchange contract, antara dua pihak mengenai pertukaran sejumlah mata uang tertentu dengan mata uang lainnya pada masa yang akan datang (waktunya telah ditentukan), dengan nilai kurs tertentu yang telah disetujui kedua belah pihak pada saat kontrak ditandatangani. Nilai kurs yang disetujui disebut dengan forward rate, pasarnya dikenal dengan istilah forward market.Endang Rostiana, SE., MT

Contoh Forward Transaction: Pada tanggal 1 Mei 2005, seorang pengusaha Indonesia mengadakan kontrak/perjanjian dengan Bank Mandiri, dengan isi perjanjian: Pada tanggal 1 Agustus 2005 (tiga bulan kemudian), pengusaha tersebut akan menukarkan uang sejumlah Rp 1 milyar menjadi dollar USA di Bank Mandiri, dengan kurs yang disetujui sebesar $1= Rp 8500. Maka pada tanggal 1 Agustus 2005, pengusaha tersebut akan mendapatkan uang dalam mata uang dollar sebesar = Rp 1 milyar / Rp 8500 = $117.674,0588 Catatan: kurs $1 = Rp 8500 merupakan forward rate yaitu kurs pada tanggal 1 Mei, bukan merupakan kurs yang terjadi pada tanggal 1 Agustus 2005. Kurs sebenarnya yang terjadi di pasar valas pada tanggal 1 Agustus 2005 (spot rate) besarnya bisa sama dengan, lebih besar atau lebih kecil dari forward rate.

Endang Rostiana, SE., MT

Forward Premium dan Forward DiscountForward rate suatu mata uang dikatakan bernilai lebih besar (to be at premium) daripada spot rate-nya, ketika satu unit mata uang tersebut dapat dibelikan lebih banyak mata uang lain pada forward market daripada pada spot market. Forward rate dari suatu mata uang dikatakan bernilai lebih kecil (to be at discount) daripada spot rate-nya, bila satu unit mata uang tersebut hanya dapat dibelikan lebih sedikit unit mata uang lain di forward market daripada di spot market.

Dimana: FD = Forward Discount FP = Forward Premium FR = Forward Rate SR = Spot RateEndang Rostiana, SE., MT

Contoh Forward Premium & Forward Discount:Forward rate (FR) 1 bulan : 1 = $ 1,687 Spot rate (SR) : 1 = $ 1,680 Premium selama 1 bulan = FR SR = $ (1,687 1,680) = $ 0,007 Berarti premium selama 1 tahun = $ 0,007 x 12 = $ 0,084

Forward rate 1 bulan (FR) : 1 = $ 1,673 Spot rate (SR) : 1 = $ 1,680 Discount selama 1 bulan = FR SR = $(1,673 1,680) = -$0,007 Berarti discount selama 1 tahun = -0,007 x 12 = -$0,084

Tanda negatif berarti mengalami forward discount sebesar 5%.

Endang Rostiana, SE., MT

A R B I T R A G E (ARBITRASE) Kegiatan membeli atau menjual valuta asing secara simultan untuk meraih keuntungan dari perbedaan kurs mata uang internasional pada saat yang sama di tempat yang berbeda. Kegiatan membeli mata uang asing pada tempat yang lebih murah dan dengan cepat menjualnya pada tempat yang lebih mahal, dengan tujuan mencari untung. Ada beberapa jenis arbritrase sesuai dengan jumlah tempat dan mata uang yang diperjualbelikan, diantaranya:

Endang Rostiana, SE., MT

Two Point Arbitrage (Dua mata uang dan dua tempat) Jika harga satu pounds adalah $1.99 di New York dan $2.01 di London, maka seorang arbiter akan membeli pounds dengan tingkat harga $1.99 di NY dan dengan segera menjualnya di London dengan harga $2.01, sehingga dia akan memperoleh untung sebesar $0.02.

Three Point Arbitrage (Tiga mata uang dan tiga tempat) Tiga mata uang, dollar, poundsterling, dan yen. Ketiga mata uang tersebut diperjualbelikan di tiga tempat yaitu New York, London, dan Tokyo, dengan tingkat kurs sebagai berikut: 1 = $ 3 (baik di London maupun di New York) 1 = 1000 (baik di London maupun di Tokyo) $1 = 300 (baik di New York maupun di Tokyo)Keuntungan dapat diperoleh dari adanya perbedaan kurs di tiga tempat tersebut, dengan cara three point arbitrage, yaitu sebagai berikut: Misalkan modal kita sebesar 900, kita dapat menukarkan modal tersebut dengan dollar di Tokyo, dan memperoleh $ 3. Kemudian $3 tersebut kita tukarkan lagi dengan poundsterling di NY atau London dan mendapatkan sejumlah 1. Akhirnya uang sebesar 1 tersebut kita tukarkan lagi dengan yen di London atau Tokyo dan menghasilkan 1000. Dengan demikian kita memperoleh untung sebesar 100.Endang Rostiana, SE., MT

Three point arbitrage tersebut dapat dilakukan dengan modal dalam bentuk mata uang apa saja, dapat dimulai dengan modal dalam dollar, poundsterling, atau yen, asalkan dilakukan dengan arah yang benar. Untuk tingkat kurs seperti pada contoh di atas, maka keuntungan three point arbitrage dapat diperoleh dengan arah:

K-Point Arbitrage (k-mata uang dan k-tempat) Selain three point arbitrage, arbitrase juga dapat dilakukan dengan mata uang dan tempat lebih dari tiga, akan tetapi hal ini jarang dilakukan. Dikarenakan jika three point arbritage tidak menguntungkan, maka dapat dipastikan bahwa arbritrase labih dari tiga mata uang dan tiga tempat juga tidak akan menguntungkan.Endang Rostiana, SE., MT

Foreign Exchange Risk atau Open Position

Salah satu alasan mengapa terdapat forward market, adalah karena dalam jual beli valas terdapat suatu resiko yang disebut dengan foreign exchange risk. Resiko ini terjadi karena nilai tukar (spot rate) seringkali berfluktuasi. Melalui transaksi di forward market, resiko perubahan nilai spot rate dapat dihindarkan.Endang Rostiana, SE., MT

Swap dan HedgingSwap adalah penggabungan spot transaction dan forward transaction dalam rangka menghindari biaya yang terlalu tinggi. Hedging adalah usaha untuk menghindari resiko dari perubahan nilai tukar. Berikut ini adalah contoh yang menggambarkan bagaimana hedging dilakukan di forward market, dalam rangka menghindari foreign exchange risk.

Endang Rostiana, SE., MT

Contoh Hedging: Misalkan seorang eksportir Amerika mengekspor barangnya ke London, dan pembayarannya akan diterima tiga bulan kemudian. Berarti eksportir ini mempunyai piutang kepada pengusaha di London dan mengharapkan menerima pelunasan piutang tersebut tiga bulan kemudian. Karena dia mengekspor ke London, maka dia akan menerima pembayaran dalam mata uang poundsterling, yang harus dia tukarkan dengan dollar di bank devisa. Selama tiga bulan tersebut kurs terhadap $ akan berfluktuasi (naik atau turun). Ada kemungkinan bahwa dalam tiga bulan tersebut kurs terhadap $ akan merosot tajam, sehingga pada saat jatuh tempo, nilai dollar yang diterima si pengusaha akan berkurang banyak dari yang diharapkan, itulah yang disebut dengan foreign exchange rate risk. Agar exchange risk ini dapat dihindari, maka pengusaha tersebut dapat bertransaksi di forward market, dengan cara melakukan kontrak dengan bank-nya, untuk menukarkan sejumlah poundsterling dengan dollar tiga bulan yang akan datang dengan nilai tukar (kurs) yang telah disepakati pada saat kontrak dibuat. Dengan demikian eksportir ini telah dapat menghitung keuntungannya secara pasti pada saat ini, serta terhindar dari ketidakpastian nilai tukar.

Endang Rostiana, SE., MT

SpekulasiSpekulasi berlawanan dengan arbitrase atau hedging. Arbitrase dan hedging berusaha menghindari resiko dari perubahan nilai tukar di kemudian hari, sedangkan spekulasi sengaja menghadapi resiko adanya perubahan nilai tukar, dengan tujuan mendapatkan untung. Seperti halnya hedging, spekulasi dapat dilakukan di spot atau forward market.

Jika seorang spekulator percaya bahwa spot rate suatu mata uang tertentu akan naik, dia dapat membeli mata uang tersebut sekarang dan menyimpannya dalam bentuk deposito di bank untuk dijual di kemudian hari. Jika spekulator tersebut benar dan spot rate benar-benar naik, dia mendapat untung dari setiap mata uang yang dimilikinya sebesar perbedaan antara spot rate pada saat dia membeli mata uang dengan spot rate pada saat dia menjual mata uang tersebut. Jika perkiraan spekulator tersebut salah dan ternyata spot rate turun dikemudian hari, maka dia menderita kerugian, karena dia harus menjual mata uang pada tingkat harga (kurs) yang lebih rendah daripada kurs pada saat dia membeli mata uang tersebut.Endang Rostiana, SE., MT

Sebaliknya, jika spekulator memperkirakan bahwa spot rate akan turun di kemudian hari, dia akan meminjam sejumlah mata uang asing untuk tiga bulan (misalnya), dan dengan segera menukarkan mata uang asing tersebut dengan mata uang domestik pada nilai tukar sekarang (spot rate), dan mendepositokan mata uang domestik tesebut untuk mendapatkan bunga. Setelah tiga bulan, jika spot rate mata uang asing lebih rendah, dari yang dia perkirakan, dia mendapat untung dari pembelian mata uang asing (untuk membayar pinjaman) pada kurs (spot rate) yang lebih rendah. Tentu saja spekulator baru akan memperoleh untung, jika spot rate yang baru ini harus cukup lebih rendah dari spot rate sebelumnya, juga harus dapat menutupi kemungkinan lebih tinggginya suku bunga deposito dalam mata uang asing dibandingkan deposito mata uang domestik.

Jika spot rate dalam tiga bulan lebih tinggi daripada spot rate sebelumnya, maka spekulator mengalami kerugian.

Endang Rostiana, SE., MT

Dari dua contoh di atas, spekulator beroperasi di spot market dan keduanya harus menahan dana mereka atau harus meminjam untuk berspekulasi. Oleh karena itu untuk menutupi kekurangan dana yang diperlukan untuk spekulasi, spekulasi seperti halnya hedging dapat dilakukan pada forward market. Misalnya, jika spekulator percaya bahwa spot rate untuk suatu mata uang asing tiga bulan yang akan datang akan lebih tinggi dari spot rate sekarang, maka spekulator akan membeli mata uang tersebut di forward market, dengan cara membuat kontrak untuk membeli mata uang asing dengan nilai tukar sekarang sebagai forward rate, dan akan membayarnya tiga bulan kemudian. Setelah tiga bulan, jika dia benar, dia akan menerima sejumlah mata uang asing dengan harga (forward rate yang telah disepakati sebelumnya) yang lebih rendah dari kurs pada saat itu (spot rate), dan dengan segera dia menjual mata uang asing tersebut dengan spot rate yang lebih tinggi.Sebaliknya, jika spekulator tersebut salah dan spot rate (tiga bulan kemudian) lebih rendah dari forward rate yang telah disepakati, dia rugi.

Endang Rostiana, SE., MT

Contoh Spekulasi di Spot Market Misalkan seorang pengusaha Inggris meminjam uang sebesar $1000 pada Bank di USA, dengan tingkat bunga pinjaman sebesar 2% per 3 bulan. Berarti tiga bulan berikutnya, dia harus mengembalikan pinjaman sebesar: $1000 + ($1000 x 2%) = $1020 Kemudian dia menukarkan uang yang dipinjamnya sebesar $1000 tersebut di spot market, dengan poundsterling. Karena kurs dollar terhadap poundsterling pada spot market adalah: 1 = $2, maka modal pinjaman sebesar $1000 tersebut dapat ditukarkan menjadi: 500. Selanjutnya uang sebesar $500 tersebut diinvestasikan di Bank di London selama tiga bulan dengan tingkat bunga sebesar 3% per 3 bulan. Tiga bulan kemudian, investasi pengusaha tersebut di London jatuh tempo dan dia menerima penghasilan sebesar: 500 + (500 x 3%) = 515. Dan jika perkiraan pengusaha (spekulator) ini benar, bahwa setelah tiga bulan kurs akan berubah menjadi: 1 = $3, maka jika dia menukarkan hasil investasinya sebesar 515 dengan dollar akan menjadi: 515 x 3 = $1545. Pada saat yang sama dia juga harus melunasi pinjamannya pada bank di USA sebesar $1020. Dengan demikian dia memperoleh keuntungan sebesar: $1545 - $1020 =$525.

Endang Rostiana, SE., MT

Dengan demikian, keuntungan yang diperoleh jika melakukan spekulasi di Spot Market, dipengaruhi oleh: Benar tidaknya perkiraan nilai tukar di masa yang akan datang. Besarnya tingkat suku bunga simpanan (investasi) baik dalam mata uang domestik maupun dalam mata uang asing. Besarnya tingkat suku bunga pinjaman baik dalam mata uang domestik maupun dalam mata uang asing.Endang Rostiana, SE., MT

Contoh Spekulasi di Forward Market Seorang pengusaha mengadakan perjanjian dengan bank untuk menukarkan sejumlah $1000 menjadi poundsterling tiga bulan yang akan datang dengan kurs: $1 = 2. (Berarti untuk tujuan spekulasi pengusaha tersebut baru membutuhkan uang tiga bulan yang akan datang, sekarang dia tidak membutuhkan uang tersebut). Tiga bulan kemudian, ternyata kurs $ terhadap di spot market, sesuai dengan perkiraannya, yaitu sebesar: $1 = 3 dan Pada saat itu forward contract yang dibuat tiga bulan yang lalu jatuh tempo. Sekarang pengusaha tersebut membutuhkan uang sebesar $1000 untuk memenuhi kontraknya. Dia meminjam uang sebesar $1000 kepada temannya, dan berjanji akan mengembalikan pinjamannya hari itu juga, sehingga tidak ada beban bunga. Kemudian dia menukarkan uang hasil pinjamannya ($1000) dengan poundsterling sesuai dengan kurs pada forward contractnya, yaitu $1 = 2. Sehingga dia memperoleh sebesar 500 dan langsung ditukarkan dengan dollar di spot market dan dia memperoleh 500 x 3 = $1500 Pada akhirnya pengusaha tersebut memperoleh untung sebesar $1500 $1000 = $500.Endang Rostiana, SE., MT

Covered Interest Arbitrage Kita mengetahui bahwa investasi dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Para investor akan menginvestasikan modalnya di daerah (negara) yang tingkat suku bunganya lebih tinggi. Jadi dana investasi akan mengalir dari daerah (negara) yang tingkat suku bunganya rendah ke daerah (negara) yang tingkat suku bunganya tinggi. Untuk suatu perekonomian terbuka, perhitungan aliran dana dari satu negara ke negara lain menjadi lebih rumit, karena aliran dana tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai tukar (kurs). Aliran perpindahan dana dari satu negara ke negara lain yang didasarkan kepada tingkat suku bunga disebut dengan interest arbitrage. Interest arbitrage yang dilakukan di forward market dengan tujuan untuk menghindari exchange risk disebut dengan covered interest arbitrage, sedangkan jika tidak dilindungi dari exchange risk disebut dengan uncovered interest arbitrage.

Endang Rostiana, SE., MT

Sebagai contoh, jika tingkat suku bunga di New York sebesar 5% per tahun dan di London sebesar 10%, akan lebih menguntungkan untuk menginvestasikan modal di London bagi investor Amerika, dengan syarat bahwa nilai tukar (kurs) $ terhadap tidak berubah. Jika mengalami depresiasi terhadap $, maka nilai dollar dari penghasilan investasi di London menjadi lebih sedikit. Jika mengalami apresiasi terhadap $, maka nilai dollar dari hasil investasi di London menjadi bertambah.Endang Rostiana, SE., MT

Contoh Interest Arbitrage: Investor Amerika dengan modal $1000 berinvestasi di London dengan tingkat suku bunga 10% per 3 bulan dan kurs yang berlaku saat itu: 1 = $2. Maka nilai investasinya menjadi 500. Setelah tiga bulan, pengusaha tersebut akan menerima uang hasil investasi sebesar: 500 + (10% x 500) = 550 Dalam tiga bulan tersebut: Jika kurs terhadap $ tetap sebesar 1 = $2, maka dollar yang akan diterima dari hasil investasinya sebesar $1100. Jika kurs terhadap $ menjadi 1 = $1,5 ( mengalami depresiasi), maka dollar yang akan diterima sebagai hasil investasi menjadi sebesar $825. Jika kurs terhadap $ menjadi 1 = $2,5 ( mengalami apresiasi), maka dollar yang akan diterima sebagai hasil investasi menjadi sebesar $1375.

Endang Rostiana, SE., MT

Contoh Covered Interest Arbitrage: Dari contoh investor Amerika sebelumnya, dengan modal $1000 dia berinvestasi di London dengan tingkat suku bunga 10% per 3 bulan. Maka setelah tiga bulan uangnya akan menjadi 550.

Pada saat berivestasi, investor tersebut melakukan perjanjian dengan bank devisa bahwa pada tiga bulan yang akan datang akan menukarkan poundsterling dengan dollar sebesar 550 (membuat forward contract), dengan kurs (forward rate): 1 = $2,5.Dengan membuat forward contract tersebut, investor itu sudah terlindung dari resiko fluktuasi nilai tukar (kurs) atau exchange risk, sehingga dia sudah dapat menghitung dengan pasti berapa keuntungan yang akan diperoleh dari hasil investasinya di London, yaitu sebesar $1375. Jadi dengan forward contract, investor tadi telah meng-cover interest arbitrage yang dilakukannya. Oleh karena itu tindakannya disebut dengan covered interest arbitrage.

Endang Rostiana, SE., MT

Neutrality ConditionNeutrality condition adalah suatu kedaan dimana keuntungan yan diperoleh dari investasi di luar negeri adalah sama dengan keuntungan yang diperoleh dari investasi dari dalam negeri.

Endang Rostiana, SE., MT

NILAI TUKAR (EXCHANGE RATE) Nilai tukar atau kurs (exchange rate) adalah merupakan perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang. Seperti halnya harga barang dan jasa lainnya, nilai tukar juga ditentukan oleh interaksi permintaan dan penawaran mata uang asing (valas) pada pasar valas.

Endang Rostiana, SE., MT

Keseimbangan Nilai tukar Asumsi: Terdapat dua negara, misalnya USA dan Inggris Dengan dua mata uang masing-masing dollar ($) sebagai mata uang domestik dan poundstreling () sebagai mata uang asing. Nilai tukar (Exchange Rate) antara dollar dan pound sama dengan berapa banyak dollar yang dibutuhkan untuk membeli satu pound atau: ER = $/ Jadi jika ER = $/ = 2, artinya bahwa diperlukan dua dollars untuk membeli satu pound. Pada sistem nilai tukar mengambang (flexible), harga dollar terhadap pound, seperti halnya harga barang-barang, ditentukan oleh perpotongan kurva permintaan dan penawaran pounds. Seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Endang Rostiana, SE., MT

Gambar 1. Nilai Tukar Pada Sistem Nilai Tukar Mengambang

Endang Rostiana, SE., MT

Pada Gambar 1. nilai tukar keseimbangan terjadi pada titik E, dimana kurva permintaan dan penawaran pounds berpotongan, pada nilai tukar = ER = $/ = 2, dengan jumlah pound yang diminta sama dengan jumlah penawaran pounds yaitu sebesar 40 million per hari. Nilai tukar di atas $2/, menyebabkan penawaran pounds melebihi permintaannya, kondisi ini akan mendorong nilai tukar kembali turun ke tingkat keseimbangannya semula. Nilai tukar di bawah $2/, menyebabkan permintaan pounds melebihi penawarannya, dan nilai tukar akan kembali naik ke tingkat keseimbangannya. Kurva permintaan (demand) pounds USA berslope negatif, menunjukkan bahwa semakin rendah nilai tukar, semakin besar jumlah pounds yang diminta oleh USA. Karena semakin rendah nilai tukar (semakin sedikit dollars yang diperlukan untuk membeli satu pounds), semakin murah bagi USA untuk mengimpor dari atau berivestasi di UK, sehingga semakin besar jumlah permintaan pounds oleh penduduk USA.

Endang Rostiana, SE., MT

Kurva penawaran (supply) pound mempunyai slope positif, menunjukkan semakin tinggi nilai tukar, semakin besar pound yang disupply ke USA. Karena pada nilai tukar yang tinggi, penduduk UK memperoleh dollars lebih banyak untuk setiap pounds. Sebagai akibatnya mereka menganggap membeli barang-barang USA dan berinvestasi di USA lebih murah dan semakin tertarik untuk berbelanja di USA, akhirnya supply pounds di USA semakin besar. Jika kurva demand USA untuk pounds bergeser ke atas, sehingga memotong kurva supply pada titik G, menyebabkan nilai tukar keseimbangan menjadi ER = 3, jumlah pounds yang diminta dan ditawarkan menjadi 60 million per hari. Dollars dikatakan mengalami depresiasi (penurunan) karena sekarang untuk membeli satu pounds memerlukan 3 dollars. Sebaliknya jika kurva demand USA untuk pounds bergeser ke bawah, sehingga memotong kurva supply pada titik H, menyebabkan nilai tukar keseimbangan menjadi ER = 1, jumlah pounds yang diminta dan ditawarkan menjadi 20 million per hari. Dollars dikatakan mengalami apresiasi (peningkatan) karena sekarang untuk membeli satu pounds hanya diperlukan 1 dollars.Endang Rostiana, SE., MT

Depresiasi - Devaluasi Depresiasi adalah peningkatan harga mata uang asing di dalam negeri. Atau menurunnya nilai mata uang domestik dikaitkan dengan mata uang asing, yang disebabkan karena mekanisme pasar. Istilah lain yang menunjukkan penurunan nilai mata uang domestik terhadap mata uang asing adalah Devaluasi. Devaluasi adalah peningkatan harga mata uang asing di dalam negeri. Atau menurunnya nilai mata uang domestik dikaitkan dengan mata uang asing, yang dilakukan dengan sengaja oleh pemerintah melalui kebijakan moneter.Endang Rostiana, SE., MT

Apresiasi adalah penurunan harga mata uang asing di dalam negeri. Atau meningkatnya nilai mata uang domestik dikaitkan dengan mata uang asing. Istilah lain yang menunjukkan peningkatan nilai mata uang domestik terhadap mata uang asing adalah Revaluasi. Revaluasi adalah penurunan harga mata uang asing di dalam negeri. Atau meningkatnya nilai mata uang domestik dikaitkan dengan mata uang asing yang dilakukan dengan sengaja oleh pemerintah melalui kebijakan moneter.Endang Rostiana, SE., MT