Pemberian Obat New

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pemberian Obat New

Text of Pemberian Obat New

  • PEMBERIAN OBATBy:LISTYANA NR, S. Kep, Ns, MSN

  • DEFINISI Obat :- Substansi / bahan yang digunakan untuk mendiagnosa, menyembuhkan, mengatasi, membebaskan atau mencegah penyakit.Obat jadi: - Obat murni / campuran dalam bentuk serbuk, cairan,salep,tablet, pil,supositoria atau bentuk lain yang telah ditetapkan oleh Pemerintah IndonesiaObat Paten: - Obat dengan nama dagang terdaftar nama pembuat & dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya

  • NAMA OBATa. Nama kimia - Memberikan gambaran pasti komposisi obat ex : asam asetil salisilat (aspirin)b. Nama generik - Nama yang diberikan oleh pabrik yang pertama kali memproduksi obat sebelum mandapat ijin/memiliki nama resmi.c. Nama resmi - Nama yang dipublikasikan secara resmi, seperti dibuku farmakod. Nama merk dagang - Dibuat oleh pabrik pembuat obat (tanda R di atas kanan obat)

  • BAHAN PEMBUAT OBATa. Obat diperoleh dari binatang - Obat dari kerang, tulang, bisa ular.b. Obat dari bahan tumbuhan. - Akar : digitalis. - Daun : peppermintc. Obat berasal dari mineral. - Magnesium sulfat dan aluminium.d. Obat sintetis. - Kortikosteroid, kemotherapi

  • BENTUK OBAT

    NOJENISKETERANGAN1.Larutan cairobat yang dilarutkan dalam air.2.Aerosol spray/busasuatu cairan, bubuk atau busa yang diberikan dengan mengoles secara tipis pada kulit & digosok3.Kapsulobat cair, bubuk atau minyak dengan dibungkus gelantin4.Krimobat semi padat yang dipakai dikulit.5.Pilsatu atau lebih obat yang dicampur dengan bahan kohesif dalam bentuk lonjong, bulat a/ lempengan 6.Tabletobat bubuk yang dipadatkan dalam bentuk lonjong atau lempengan7.Gel/Jellyobat semi padat yang jernih dan tembus cahaya yang mencair sewaktu doleskan dikulit. 8.Supositoriaobat yang dibungkus dengan gelantin dan berbentuk khas agar dapat dimasukkan kedalam tubuh.9.Siruplarutan obat yang manis

  • MEKANISME OBAT DALAM TUBUHFarmakokinetika : ilmu yang mempelajari mekanisme obat dalam tubuh.

    Proses obat didalam tubuh : a. Absorbsi : obat memasuki sirkulasi cairan tubuh. b. Distribusi : obat diangkut ke area tubuh dimana obat diharapkan bereaksi atau disimpan dalam tubuh. c. Biotransformasi/metabolisme : obat diubah menjadi bentuk kurang aktif shg mudah diekskresikam d. Ekskresi : obat dikeluarkan dari tubuh.

  • EFEK OBAT1. Efek terapeutik - respon fisiologis obat yg diharapkan atau yg diperkirakan timbul2. Efek samping - Efek sekunder yg tdk diinginkan3. Efek toksik - tjd stl kllien minum obat dosis tinggi dalam jangka waktu lama4. Reaksi idiosinkratik - klien bereaksi berlebihan, tdk bereaksi atau bereaksi tdk normal5. Reaksi alergi

  • PENGGOLONGAN OBATPermenkes No. 917/MENKES/PER/X/1993tentang Wajib Daftar Obat

    - Golongan obat adalah penggolongan yang dimaksudkan untuk peningkatan keamanan dan ketetapan penggunaan serta pengamanan distribusi yang terdiri dari obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotik, obat keras, psikotropika dan narkotika.

  • PENGGOLONGAN OBATI. NARKOTIK : UU.No.22 th 1997 (1 Sept. 1997)II. OBAT KERASIII. BEBAS TERBATASIV. OBAT BEBAS

  • I. NARKOTIKZat paten dari tanaman/bukan tanaman, baik sintetis/bukan sintetisMenyebabkan :Penurunan kesadaranHilangnya rasaMenghilangkan / mengurangi nyeriDapat menimbulkan ketergantungan

  • I. NARKOTIKTUJUAN PENGGUNAAN NARKOTIK :Untuk pelayanan kesehatan & pengembangan ilmu pengetahuanNarkotika Golongan I :Untuk kepentingan ilmu pengetahuan & dilarang untuk yang lainDilarang diproduksi kecuali untuk pengembangan ilmu pengetahuan dg pengawasan ketat dari Men. KesContoh: Papaver somniferum LErythroxylon CocaCannabis sp.Heroin, PetidineMorfin & garam-garamnya

  • II. OBAT KERASADA 3 GOLONGAN :OBAT KERAS ( OK ) PSIKOTROPIK ( OKT )OBAT WAJIB APOTIK (OWA )

  • CONTOBAT KERAS ( OK )Bungkusnya ditulis dengan resep dokterMempunyai tanda khusus berupa lingkaran bulat merah dengan garis tepi berwarna hitam, dengan hurup K di tengah yang menyentuh garis tepi

    Obat digunakan secara parenteral / suntikan

  • CONT...PSIKOTROPIK ( OKT )Obat / zat, alamiah / sintesis bukan narkotikBerkasiat psikoaktif menyebabkan perubahan khas aktifitas mental & perilakuMempunyai sindrom ketergantunganDigolongkan menjadi 4 golongan

  • CONT...PSIKOTROPIK ( OKT )Digolongkan menjadi 41. Golongan I : untuk terapi, mengakibatkan sindrom ketergantungan Ex: Brolamfetamin, LSD2. Golongan II : untuk terapi, mengakibatkan sindrom ketergantungan Ex: Amfetamina, Sekobarbital3. Golongan II: untuk terapi, mengakibatkan sindrom ketergantungan Ex : Amobarbital, Pentobarbital4. Golongan IV: untuk terapi, mengakibatkan sindrom ketergantungan Ex : Bromazepam,diazepam,klokzazolon, klordiazepoksida, meprobamat, nitrazepam

  • CONT...OBAT WAJIB APOTIK (OWA )Obat keras dapat diserahkan oleh apoteker tanpa resep dokter Ex : - Kontrasepsi - Obat saluran cerna (antasid, antimual, laksa, analgetik, antispasmodik) - Obat mulut / tenggorokan (hexatidine,triamcinolon) - Obat saluran nafas Asma Salbutamol, ketotifenSekretolitik bromhexin, bisolvon, fluimucil

  • III. OBAT BEBAS TERBATASObat keras diberi batasan pada setiap takaran dan kemasanUntuk mengobati penyakit ringanDapat dibeli tanpa resep dokterTanda kemasan : lingkaran / garis hitam mengelilingi bulatan warna biru

  • CONT..Tanda peringatan dasar hitam tulisan putih

  • IV. OBAT BEBASObat dapat dibeli tanpa resepTanda pada kemasan : lingkaran garis hitam, mengelilingi bulatan hijau

    Ex : Salep, Vit. B 1,Vit.C

  • IV. OBAT BEBAS

  • IV. OBAT BEBAS

  • PENYIMPANAN OBATJauhkan dari jangkauan anak-anak. Simpan obat dalam kemasan aslinya dan dalam wadah tertutup rapatJangan pernah mencampur obat dalam bentuk sediaan tablet dan kapsul dalam satu wadah. Simpan obat di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jangan menyimpan kapsul atau tablet di tempat panas dan atau lembab

  • PENYIMPANAN OBATObat dalam bentuk cair jangan disimpan dalam lemari pendingin kecuali disebutkan pada etiket atau kemasan obat. Hindarkan obat dalam bentuk cair menjadi beku. Jangan tinggalkan obat di dalam mobil Jangan simpan obat yang telah kadaluwarsa.

  • INTERAKSI OBATSuatu obat yg memodifikasi kerja obat yg lainTerjadi bila menggunakan beberapa obatSebuah obat dpt menguatkan a/ menghilangkan kerja obat yg lain & dpt mengubah absorbsi, metabolisme atau ekskresiApabila 2 obat diberikan secara bersamaan, ke-2 obat dpt memilikai efek sinergis & adiktifSinergis : kerja fisiologis kombinasi ke-2 obat lebih besar daripada efek obat bila diberikan terpisah

  • UsiaMasa tubuhPenyakitJenis kelaminLingkunganCara pemberian obat.GenetikPsikilogis

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA KERJA OBAT

  • PERAN PERAWAT DALAM PENGOBATANMendukung keefektifan obat.Observasi efek samping dan alergi obat.Penyimpanan, penyiapan dan administrasi obat.Pendidikan kesehatan tentang obat.

  • PRINSIP 6 BENAR OBAT1. Benar dosis 2. Benar obat.3. Benar klien.4. Benar cara pemberian.5. Benar waktu.6. Benar dokumentasi.

  • BENAR DOSISPeriksa dosis sebelum diberikanBila ragu konsultasi ke apoteker/penulis resepSecara khusus perhatikan titik desimalnya dalam dosis dan beda antara singkatan mg & mcg bila ditulis tangan

  • BENAR OBATPastikan nama obat sesuai dengan resepPeriksa label obat / botol sebelum memberikan obat, minimal 3 kali

  • BENAR RUTE/CARARute pemberian per oral, parenteral, topikal, per rectal atau melalui inhalasiRute pemberian dipilih tergantung keadaan umum pasien, kecepatan respon yang diinginkan, sifat kimiawi & fisik obat serta tempat kerja yang diinginkan

  • BENAR PASIENPastikan identitas pasien sebelum memberikan obat

  • BENAR WAKTUa.c (ante coenam) sebelum makan: - 1 jam sebelum makanp.c (post coenam) - 1 jam sesudah makand.c (durante coenam) saat makan

  • BENAR DOKUMENTASISetelah obat diberikan dicatat dosis, rute, waktu & oleh siapa obat diberikanCatat bila pasien menolak minum obat beserta alasannya.

  • TIPE INSTRUKSI OBAT1. Standing orders - Instruksi tetap sampai diganti dgn instruksi baru2. Instruksi PRN - Diberikan ketika klien membutuhkan3. Instruksi tunggal - Obat hanya diberikan sekali pada waktu tertentu4. Instruksi STAT - Obat diberikan segera & hanya sekali

  • SISTEM PENGHITUNGAN BERAT & VOLUME OBAT1. Sistem metrik. - Sistem desimal (1/2 gr = 0,5 gr) volume cairan: liter zat padat: gram panjang : meter

    2. Sistem apothecary - Berdasarkan berat bahan-bahan yyang ada pada budaya primitif. ex : 20 grains (gr) = 1 Scuple 60 minins (m) = 1 Fluid dram.

    3. Sistem takaran rumah tangga. - Tidak memerlukan sistem pengukuran yang akurat. ex : tetes, sendok makan, sendok teh.

  • PERHITUNGAN LARUTANLarutan : massa zat padat yg larut dlm suatu volume cairan lainApabila zat padat dilarutkan dlm cairan, satuan konsentrasi adal berat per satuan volume Mis : g/ml, g/L, mg/mlLarutan 10% adl 10 gr zat padat yg dilarutkan dlm 100 ml larutanLarutan 1:1000 adl larutan yg mengandung 1 gr zat padat dlm 1000 ml cairan

  • LATIHAN SOAL

    1. Berapa gram soda yg diperlukan u/ membuat larutan soda 10 %2. Berapa cc larutan yg dihasilkan oleh 50 gr soda bila konsentrasi larutan adl 10 %3. Berapa gr sabun yg diperlukan u/ membuat 500 cc larutan sabun 20 %4. Bila 125 g