3. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara jurnal

  • Published on
    29-Nov-2014

  • View
    2.893

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

Transcript

  • 1. ANALISA KINERJA PRODUKTIVITAS DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. PUPUK ISKANDAR MUDA (PIM) ACEH UTARA Ir. BURHANUDDIN, AB1., DEWIYANA, ST. MT2., RYAN PRAMANDA3 Dosen dan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas samudra Langsa ABSTRACT The Balanced Scorecard is one of the alternative performance measure thataims to combine the size of financial and non financial performance. There are fouraspects is a financial perspective, customer perspective, internal business processperspective, growth and learning perspective performance of PT. Pupuk Iskandar Muda(PIM) of North Aceh. The collected of data using primary and secondary data. The primary dataobtained from financial statement, employee data, customer data, manufacture basedfertilizer data and questionnaires from annual reports of PT. Pupuk Iskandar Mudaperiod in 2009, 2010, 2011. The population is all customers and employees of PT. Pupuk Iskandar Muda,while the samples taken, respectively, are 38 respondents to our customers and theemployee. Results of the questionnaire have been tested for validity and reliability usingSPSS version 16th application, to determine the level of customer satisfaction andemployee score using scale likerts interval. and balanced scorecard formulation. This study aimed to find out how the performance of PT. Pupuk Iskandar Mudaby using the Balanced Scorecard concept. From this research it is known that the financial perspective of the value increasedcost effectiveness to achieve optimal profit is Score A. Consumer perspective cantincrease market share is score C. Internal business perspective using completeness ratioshowed an increase effectiveness, efficiency and accuracy of transaction processing isscore A. Then, learning and growth perspective showed increased productivity ofemployees, this will affect the increase in employee satisfaction levels to produce goodcategories is score B.Keywords: Balanced Scorecard, company achievement, financial perspective, customers perspective, bussines internal perspective, learnings and growth perspective, productivity.1. PENDAHULUAN berhubungan kinerja di dalam perusahaan1.1 Latar Belakang dan di luar perusahaan. Saat ini PT. PIM Mengingat pupuk bersubsidi ini masih melihat kondisi perusahaannyamerupakan tugas pemerintah dalam rangka dengan metode Total Score agarpelayanan publik tentunya harus mengacu mengembangkan sumber daya pabriknyakepada prinsip tata kelola perusahaan yang agar lebih baik pada tiap tahunnya. Dalambaik. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran menyelesaikan masalah tersebut agar PT.kinerja dari sisi internal PT. PIM agar dapat PIM mampu secara objektif dapat menilaimengetahui sejauh mana tingkat kinerja keseluruhan dapat dilakukankeberhasilan dari produktivitas produksi pengukuran kinerja perusahaan denganpupuk serta sampai pendistribusian pupuk metode Balanced Scorecard (BSC).subsidi tersebut. Instruksi Presiden Nomor: PT. PIM belum mampu secara 87/Permentan/SR/.130/12/2011 danobjektif menilai beberapa perspektif yang instruksi Gubernur Aceh Nomor: 1
  • 2. 521.34/89/2012 tentang Kebijakan mewujudkan sasaran strategik yang telahKebutuhan Pupuk Bersubsidi ditetapkan sebelumnya dengan perilakumenginstruksikan Menteri dan Kepala yang diharapkan dengan penentuan secaraLembaga Pemerintah Non Departemen periodik efektifitas operasional organisasi,tertentu, serta Gubernur dan bagian organisasi dan karyawannyaBupati/Walikota seluruh Indonesia untuk berdasarkan sasaran, standar dan kriteriamelakukan upaya peningkatan pendapatan yang telah ditetapkan sebelumnyapetani, ketahanan pangan, pengembangan (Mulyadi, 1997).ekonomi perdesaan dan stabilitas ekonomi 2.2 Tahap Pengukuran Kinerjanasional. Secara khusus kepada PT. Pupuk Pengukuran kinerja dilaksanakanIskandar Muda (PIM) Aceh Utara dalam dua tahap utama yaitu tahapmerupakan yang salah satu Badan Usaha persiapan dan tahap penilaian (Mulyadi,Milik Negara (BUMN) besar di Indonesia 2001:420).yang telah berdiri sejak tahun 1982. a. Tahap persiapan terdiri dari tiga tahap rinci yaitu:1.2 Tujuan Penelitian 1. Penentuan daerah Tujuan penelitian ini adalah pertanggungjawaban danmengukur kinerja aspek-aspek seluruh manajer yang bertanggungperspektif Balanced Scorecard di jawab.perusahaan, agar diketahui bobot 2. Penetapan kriteria yang dipakaikepentingan dari perspektif keuangan, untuk mengukur kinerja.perspektif pelanggan, perspektif bisnis 3. Penilaian kinerja sesungguhnya.internal serta perspektif pembelajaran dan b. Tahap penilaian terdiri dari tigapertumbuhan dalam metode Balanced tahap rinci yaitu:Scorecard sehingga dapat diketahui 1. Pembandingan kinerjaperspektif mana yang sebaiknya sesungguhnya dengan sasarandiprioritaskan. yang telah ditetapkan sebelumnya.1.3 Batasan Masalah Penelitian 2. Penentuan penyebab timbulnya Batasan masalah dalam penelitian ini penyimpangan kinerjaadalah sebagai berikut: sesungguhnya dari yang 1. Pengukuran kinerja perspektif ditetapkan dalam standar. keuangan, internal bisnis 3. Penegakan perilaku yang pembelajaran dan produksi pupuk diinginkan dan tindakan yang adalah data tahun 2009, 2010 dan digunakan untuk mencegah 2011 perilaku yang tidak diinginkan. 2. Pengukuran data perspektif 2.3 Balanced Scorecard pelanggan, dan karyawan Balanced Scorecard terdiri dari dua berdasarkan tahun 2012 sedang kata yaitu Balanced dan Scorecard. berjalan. Scorecard artinya kartu skor, maksudnya 3. Pengukuran inisiatif penelitian ini adalah kartu skor yang akan digunakan dengan metode Balanced untuk merencanakan skor yang diwujudkan Scorecard, suatu saran ditujukan di masa yang akan datang, sedangkan bagi PT. Pupuk Iskandar Muda balanced artinya berimbang, maksudnya (PIM) Aceh Utara. adalah untuk menilai kinerja seseorang dinilai secara berimbang dari dua perspektif2 LANDASAN TEORI yaitu keuangan dan non keuangan, jangka2.1 Kinerja pendek dan jangka panjang, intern danPengertian Kinerja adalah keberhasilan eksteren (Mulyadi, 2005:1). Balancedpersonel, tim, atau unit organisasi dalam Scorecard merupakan pendekatan yang 2
  • 3. menerjemahkan visi dan strategi perusahaan terlihat lebih menekankan padake dalam tujuan-tujuan dan pengukuran- keseimbangan konsep Balanced Scorecard.pengukuran yang dilihat dari empatperspektif serta menerjemahkan visi unit 2.4 Perspektif-Perspektif dalambisnis dan strateginya dan tolak ukur. Balanced ScorecardTujuan dan tolak ukur dikembangkan untuk Menurut Tunggal (2003) BSCsetiap 4 (empat) perspektif yaitu: perspektif merupakan sistem manajemen strategikeuangan, perspektif pelanggan, perspektif (Strategic Based Responsibility Accountingproses usaha dan perspektif pembelajaran System) yang menjabarkan misi dan strategidan pertumbuhan. suatu organisasi kedalam tujuan operasional dan tolak ukur kinerja yang mutlak dari2.3 Model Balanced Scorecard empat perspektif yang berbeda yaitu, Kaplan dan Norton (2000:8) perpektif keuangan, proses bisnis internal,menggambarkan Balanced Scorecard pelanggan dan pembelajaran dankedalam satu kotak utama dengan empat pertumbuhan.tabel disekelilingnya sebagaimana terdapatpada gambar berikut. Kinerja Perspektif Keuangan Dalam Balanced Scorecard kinerja keuangan tetap menjadi perhatian, karena ukuran keuangan merupakan suatu ikhtisar dan konsekuensi ekonomi yang terjadi yang disebabkan oleh keputusan dan ekonomi yang diambil (Teuku Mirza, 1997:15). Pengukuran kinerja keuangan menunjukkan apakah perencanaan, implementasi dan pelaksanaan dari strategi memberikan perbaikan yang mendasar. Perbaikan- perbaikan ini tercermin dari sasaran-sasaran yang secara khusus berhubungan dengan keuntungan yang terukur, penulis memilih aspek Return On Asset (ROA), Return On Investment (ROI), Profit Margin, Current Kerangka kerja Balanced Scorecard Ratio.Sumber: Robert S. Kaplan and David P Mengukur kinerja perspektifNorton, 2000:8 keuangan (Amin Widjaja:2009) yang paling dominan pada setiap perusahaan adalah Berdasarkan Gambar berikut konsep tolak ukur ditinjau dari sudut pandangBalanced Scorecard sebagai sistem keuangan berdasarkan atas konsekuensipengukuran kinerja yang memandang ekonomi sebagai berikut:perusahaan dari empat perspektif secara 1) Return On Asset (ROA) = merupakankomprehensif dan koheren yang rasio yang digunakan untuk mengetahuitergambarkan dalam suatu model lebih gambaran tingkat laba yang dihasilkanmudah dipahami. Bahwa satu kotak utama dengan jumlah Aset perusahaan, denganmenggambarkan visi dan strategi formulasi berikut:perusahaan, yang diterjemahkan kedalam Labatujuan, ukuran kinerja, target dan inisiatif ROA = x 100 % Total Asetdari masing-masing perspektif yang 2) Return On Investment (ROI) merupakantergambarkan dalam empat tabel rasio yang digunakan untuk mengetahuidisekelilingnya. Model yang dikemukakan tingkat pengembalian investasi yangoleh Kaplan dan Norton ini secara sepintas dihasilkan perusahaan dalam jangka 3
  • 4. waktu tertentu. Rumus untuk mencari 2) Tingkat Retensi Pelanggan (Customer ROI adalah sebagai berikut: Retention) Laba Retensi pelanggan mengukur sejauh ROI = x 100 % mana keberhasilan perusahaan dalam Investasi3) Profit Margin merupakan salah satu mempertahankan pelanggan lama, rasio rentabilitas yang menggambarkan merupakan jumlah pelanggan lama laba (rugi) bersih per penjualan yang dibagi jumlah pelanggan dinyatakan dihasilkan semakin tinggi nilai profit dalam persen dengan formulasi: margin berarti semakin baik, karena dianggap kemampuan perusahaan dalam Jumlah Pelanggan Lama mendapatkan laba cukup tinggi. Rumus = X 100 % Jumlah Pelanggan untuk mencari profit margin adalah 3) Profitabilitas konsumen sebagai berikut: Profitabilitas konsumen digunakan untuk Laba Bersih mengukur seberapa besar keuntungan = x 100% Penjualan yang berhasil dicapai PT . PIM dari4) Current Ratio merupakan kemampuan pendapatan jasa yang ditawarkan kepada untuk membayar hutang yang segera konsumen dalam persentase dengan harus dipenuhi dengan aktiva lancar. formula berikut: Merupakan aset jangka pendek (aktiva Profitabilitas konsumen lancar) dibagi dengan hutang jangka Laba bersih sebelum pajak pendek (hutang lancar), dinyatakan = x 100% Penju...

Recommended

View more >