Analisa Tata Letak Fasilitas and Aliran

  • Published on
    03-Mar-2018

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • 7/26/2019 Analisa Tata Letak Fasilitas and Aliran

    1/16

    Analisa tata letak fasilitas dan aliran bahan 1

    ANALISA TATA LETAK FASILITAS DAN ALIRAN BAHAN

    PADA PROYEK KONSTRUKSI

    DISUSUN OLEH :

    WILLEM SIDHARNO

    08/273394/ET/06106

    JURUSAN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN

    FAKULTAS TEKNIK

    UNIVERSITAS GADJAH MADA

    YOGYAKARTA

    2010

  • 7/26/2019 Analisa Tata Letak Fasilitas and Aliran

    2/16

    Analisa tata letak fasilitas dan aliran bahan 2

    ANALISA TATA LETAK FASILITAS DAN ALIRAN BAHAN

    PADA PROYEK KONSTRUKSI

    Oleh :

    Willem.Sidharno1)

    Toriq A.Ghuzdewan2)

    INTISARI

    Seiring jalannya waktu dan perkembangan teknologi, persaingan sangat ketat

    khususnya pada dunia konstruksi menuntut perusahaan untuk melakukan efisiensi diberbagai

    aspek produksi. Salah satu efisiensi yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah

    mengoptimalkan kinerja di lapangan dengan melakukan pengaturan tata letak fasilitas dan

    aliran bahan sehingga (material handling) pelaksanaan pekerjaan proyek/produksi dapat

    lebih efisien, hemat waktu, frekuensi pekerjaan yang rendah dan hasil produksi yang

    optimal. Salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi adalah dengan melakukan analisa

    dan simulasi pada tata letak fasilitas proyek konstruksi.

    Penelitian ini bertujuan melakukan analisa dan simulasi tata letak fasilitas dan

    aliran bahan pada proyek konstruksi.Penelitian dilakukan melalui studi pada proyek

    pembangunan gedung RSA UGM. Analisa khususnya dilakukan pada pekerjaan balok dan

    kolom karena pertimbangan waktu penelitian yang terbatas dan karena pada proyek

    konstruksi pekerjaan yang paling tinggi frekuensi produksinya pada balok dan kolom. Untuk

    itu analisa tata letak fasilitas dan aliran bahan ini bertujuan untuk mengetahui tata letak

    fasilitas dan aliran bahan pada produksi balok precast (B11) dan kolom in situ (K3) dan

    Menganalisa fasilitas, tata letak dan aliran bahan pada produksi balok precast (B11) dan

    kolom in situ (K3) yang ada pada proyek pembangunan RSA UGM.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe tata letak fasilitas dan pola aliran bahan

    yang diterapkan pada proyek dalam studi kasus adalah tipe process layout dan pola odd

    angle. Berdasarkan analisa dengan metode kuantitatif atau perhitungan from to chart yang

    di optimalkan dengan metode CRAFT menggunakan software WinQSB dan analisa metode

    kualitatif teknik ARC dengan alternative, diperoleh tata letak baru hasil metode kuantitatif

    yang di optimalkan dengan CRAFT dengan nilai : 42,94% dan Final layout yangdipilih

    berdasarkan peningkatan efisiensi terbesar adalah layout berdasarkan ARC yang

    menghasilkan total momen material handling. Namau pada kasus ini yang dipakai adalah

    hasil analisa metode kualitatif yang hasil efisiensinya lebih rendah dibanding efisiensi hasilWinQSB sebesar 28,32% dan derajat hubungan keterkaitan kegiatan yang lebih efektif

    dibanding hasil analisa dengan WinQSB.

    Kata kunci : Tata letak, Aliran bahan, Material handling, Plant layout

    1) Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

    2) Dosen Pembimbing Tugas Akhir Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

  • 7/26/2019 Analisa Tata Letak Fasilitas and Aliran

    3/16

    Analisa tata letak fasilitas dan aliran bahan 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1.

    Latar Belakang Masalah

    Kompetisi yang terjadi akhir-akhir sangatketat sehingga memaksa setiap perusahaan

    melakukan efisiensi dalam segala kegiatan

    proses produksinya untuk mengurangi ataumenurunkan biaya produksi tanpamenurunkan kualitas barang atau produk yang

    dihasilkan dengan waktu yang efektif dan

    efisien. Dalam Perkembangan industri

    konstruksi saat ini dengan permintaan semakin

    meningkat namun kualitas terbaik dan tepatwaktu mengharuskan system produksi pada

    perusahaan untuk memiliki kemampuan yang

    fleksibel, produktif, efektif, dan efisien denganberbagai cara dan kegiatan, seperti

    merencanakan fasilitas lokasi fasilitas

    pekerjaan, menata urutan aliran proses ataudengan menata ulang fasilitas produksi yang

    sudah ada (re-layout). Tujuan dari kegiatan-kegiatan di atas adalah untuk menata tata

    letak fasilitas produksi yang lebih efektif dan

    efisien agar waktu produksi lebih minimaltapi tetap menghasilkan kuantitas dan kualitas

    produk yang terbaik.

    1.2.Rumusan MasalahTata letak fasilitas dan aliran bahan sangat

    penting untuk mencapai efisiensi dan

    efektivitas pekerjaan. Sebelum itu semuatercapai maka perlu diketahui bagaimana

    menyusun tata letak yang baik dan bagaimana

    mengoptimalkan tata letak pada aliran proses

    produksi balok dan kolom jika belum efektif

    dan efisien. Agar bisa tercapai keberhasilanproduksi yang baik dengan jarak dan waktu

    yang optimal.

    1.3.

    Tujuan PenelitianAdapun tujuan yang ingin dicapai dalam

    tugas akhir ini adalah :

    Mempelajari fasilitas-fasilitas pendukung

    yang ada pada pekerjaan konstruksi dan

    mempelajari tata letak produksi yang ada

    pada proyek konstruksi.

    Menganalisa aliran bahan pada proses

    produksi yang sudah ada.

    Membuat aliran produksi

    Mengusulkan perbaikan tata letak

    produksi yang lebih baik, sehingga lebih

    efisien dan efektif .

    1.4.

    Batasan Masalah

    Pada Proyek Pekerjaan Rumah Sakit

    Akademik UGM tahap I, banyak aspek yang

    terlibat dan saling berkaitan, oleh karena ituagar lebih jelas, pembahasan masalah tidak

    melebar dan menyimpang dari lingkup

    pembahasan, maka ter-dapat asumsi dan

    batasan masalah sebagai berikut :

    Obyek penelitian tata letak fasilitas proyek

    dilakukan pada Proyek Pekerjaan Rumah

    Sakit Akademik UGM tahap I.

    Kegiatan kegiatan yang diamati

    khususnya hanya pada proses produksi

    balok precast (B11) dan kolom in situ

    (K3).

    Penelitian dilakukan untuk alternatif, agarlebih lancar pada proses aliran produksi

    balok precast (B11) dan kolom in

    situ(K3).

    1.5.

    Manfaat PenelitianPenelitian ini diharapkan dapat

    memberi manfaat baik bagi Perusahaan,

    mahasiswa dan institusi pendidikan maupun

    bagi kepentingan akademik. Manfaat itu

    mencakup :

    Gambaran pengembangan perancangan

    tata letak fasilitas proyek yang dapatditerapkan untuk proyek proyek yang akan

    datang,nantinya dapat dijadikan pedoman

    manajemen untuk membangun layout

    fasilitas proyek yang lebih baik dari

    sebelumnya.

    Menjelaskan tata letak dan fasilitas yang

    baik dalam pelaksanaan suatu proyek

    untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan.

    Memberikan informasi yang berguna

    sebagai pengembangan tata letak dan

    fasilitas proyek.

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1

    Produktivitas kerjaProduktivitas adalah satu ukuran umum

    suatu negara, industri, atau unit usaha yang

    menggunakan sumber dayanya atau faktor

  • 7/26/2019 Analisa Tata Letak Fasilitas and Aliran

    4/16

    Analisa tata letak fasilitas dan aliran bahan 2

    produksi. Ukuran keberhasilan produksi

    dipandang dari sisi output, maka produktivitas

    dipandang dari dua sisi sekaligus, yaitu sisi

    output dan input.

    2.2 Usaha-usaha meningkatkan

    produktivitas kerjaBerdasarkan definisi produktivitas yang

    merupakan sebagai rasio output terhadap

    input, maka dapat dilihat bahwa untuk

    peningkatan produktivitas, perlu dilakukan

    tindakantindakan meningkatkan output

    dan/atau menurunkan input. Maka dapat

    dilakukan peningkatan produktivitas kerja

    dengan usaha-usaha antara lain:1) Meningkatakan jumlah alat yang digunakan

    untuk proses produksi

    2) Meningkatkan SDM pada

    3) Mengatur tata letak falitas dan aliran bahan

    dengan baik

    4) menaikkan Output sedangkan input

    mengalami menurun.

    2.3. Perkembangan Teori Tata Letak

    PabrikPerencanaan tata letak fasilitas merupakan

    susunan dari fasilitas-fasilitas dan operasional

    yang dibutuhkan untuk proses pengolahan

    suatu produk. Pengaturan tata letak dan

    fasilitas telah dikembangkan sejak tahun

    1960an pada industri-industri massal/besar

    seperti pabrik dan perusahaan yangmenghasilkan produk (Apple, 1990).

    Tata letak merupakan satu keputusan

    penting yang menentukan efisiensi sebuah

    operasi dalam jangka panjang. Tata letak

    memiliki banyak dampak strategis karena tata

    letak menentukan daya saing perusahaan

    dalam hal kapasitas, proses fleksibilitas, dan

    biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak

    pelanggan, dan citra perusahaan. Tata letak

    yang efektif dapat membantu organisasi

    mencapai sebuah strategi yang menunjang

    diferensiasi, biaya rendah, atau respon cepat.Semua kasus desain tata letak harus

    mempertimbangkan bagaimana untuk dapat

    mencapai (Wignjosoebroto, 2009):

    Utilisasi ruang, peralatan, dan orang yang

    lebih tinggi.

    Aliran informasi, barang, atau orang yang

    lebih baik.

    Moral karyawan yang lebih baik, juga

    kondisi lingkungan kerja yang lebih aman.

    Interaksi dengan pelanggan yang lebih

    baik.

    Fleksibilitas (bagaimanapun kondisi tata

    letak yang ada sekarang, tata letak

    tersebut akan perlu diubah).

    2.4.

    Keuntungan penggunaan tata letak dan

    aliran bahanSecara garis besar keuntungan dari tata

    letak pabrik ialah mengatur area kerja dan

    segala fasilitas produksi yang paling ekonomis

    untuk beroperasi produksi aman, dan nyaman

    sehingga akan dapat menaikkan moral kerja

    dan performance dari operator. Lebih spesifik

    lagi tata letak yang baik akan dapat

    memberikan keuntungankeuntungan dalam

    sistem produksi (Wignjosoebroto, 2009), yaitu

    antara lain sebagai berikut :1.

    Menaikkan output produksi

    2.

    Mengurangi waktu tunggu (delay)

    3.

    Mengurangi proses pemindahan bahan

    (material handling)

    4.

    Penghematan penggunaan areal untuk

    produksi gudang dan service.

    5.

    Pendaya guna yang lebih besar dari

    pemakaian mesin, tenaga kerja, dan

    fasilitas produksi

    6.

    Mengurangi inventory in-process.

    7.

    Proses manufacturing yang lebih singkat

    8.

    Mengurangi resiko bagi kesehatan dankeselamatan kerja dari operator.

    9.

    Memperbaiki moral dan kepuasan kerja.

    10.

    Mempermudah aktivitas supervisi.

    11.

    Mengurangi kemacetan dan

    kesimpangsiuran.

    12.

    Mengurangi faktor yang bisa merugikan

    dan mempengaruhi kualitas dari bahan

    baku ataupun produk jadi.

    Aliran bahan

    Perancangan fasilitas seperti aliran bahansangat penting karena merupakan tulang

    punngung terwujudnya tata letak dan fasilitas

    yang efisien dan efektif. Aliran bahan harus

    dirancang dengan cermat sehingga tidak

    menjadi suatu pola aliran yang mebingungkanseperti benang yang kusut, dapat dikatakan

    bahwa keberhasilan perusahaan atau paling

    tidak profitabilitasnya merupakan pantulan

  • 7/26/2019 Analisa Tata Letak Fasilitas and Aliran

    5/16

    Analisa tata letak fasilitas dan aliran bahan 3

    langsung dari usaha yang berjalan dalam

    perencanaan ini (Apple,1990).

    Aliran bahan yang direncanakan dengan tepat

    Penataan fasilitas fisik yang baik

    Operasi efisien

    Biaya produksi minimum

    Keberhasilan Perusahaan

    Gambar 2.2 Pentingnya aliran bahan (Apple,

    1990)

    2.5 Hubungan Perancangan Tata Letak

    Pabrik Dengan Produktivitas

    Untuk lebih spesifik, berikut ini adalah

    beberapa alasan mengapa harus memperbaikidesain layoutpabrik :

    1) Menaikkan outputproduksi.

    2) Mengurangi waktu tunggu.

    3) Mengurangi proses material handling.

    4) Penghematan penggunaan areal untukproduksi, gudang, danservice.

    5) Pemanfaatan fasilitas produksi dan tenaga

    kerja dengan lebih optimal.6) Mengurangi biaya simpan produk

    setengah jadi (inventory in-process).

    7) Mempersingkat proses manufacturing.

    8) Mengurangi resiko kesehatan dankeselamatan kerja operator.

    9) Mempermudah aktivitas supervisi

    (pengawasan kerja).

    10) Mengurangi kemacetan dan

    kesimpangsiuran aliran material.

    BAB III

    LANDASAN TEORI

    3.1

    Definisi Tata Letak Pabrik

    Tata letak (plant layout) didefinisikan

    sebagai perencanaan dan integrasi daripada

    aliran komponen komponen suatu produksi

    untuk mendapatkan interelasi yang paling

    efektif dan efisien antara pekerja peralatan dan

    pemindahan dari material mulai dari

    penerimaan melalui pabrikasi menuju

    pengiriman produk jadi (Apple, 1990)

    3.2

    Tujuan Tata Letak Proyek1.

    Menaikkan output produksi

    2.

    Mengurangi waktu tunggu (delay)

    3.

    Mengurangi proses pemindahan bahan

    (material handling)4.

    Penghematan penggunaan areal untuk

    produksi gudang dan service.

    5.

    Pendaya guna yang lebih besar dari

    pemakaian mesin, tenaga kerja, dan

    fasilitas produksi

    6.

    Mengurangi inventory in-process.

    7.

    Proses manufacturing yang lebih singkat

    8.

    Mengurangi resiko bagi kesehatan dan

    keselamatan kerja dari operator.

    9.

    Memperbaiki moral dan kepuasan kerja.

    10.

    Mempermudah aktivitas supervisi.

    11.

    Mengurangi kemacetan dankesimpangsiuran.

    12.

    Mengurangi faktor yang bisa merugikan

    dan mempengaruhi kualitas dari bahan

    baku ataupun produk jadi.

    3.3

    Macam / Tipe Tata Letak

    1.

    Tata Letak Fasilitas Berdasarkan

    Aliran Produksi (product lay out)

    Mesin

    Bubut

    Mesin

    Press

    Mesin

    Perata

    Mesin

    Drill

    Mesin

    Gerind

    Mesin

    Drill

    Mesin

    Pelengkung

    Mesin

    Drill

    Mesin

    Bubut

    Mesin

    Perata

    Mesin

    Drill

    Mesin

    DrillGudangBahanBaku(M

    aterial)

    GudangProdukJa

    di

    ProsesPerakitan(Assembly)

    2.

    Tata Letak Proses ( Process Lay-Out)

    GudangBahanBaku

    GudangPrrodukJadi

    Mesin

    Bubut

    Pengel

    asan

    Mesin

    Bubut

    Mesin

    Drill

    Pengel

    asan

    Pengec

    atan

    Mesin

    Bubut

    Mesin

    Drill

    Mesin

    Gerinda

    Mesin

    Perata

    Mesin

    Perata

    Mesin

    Perata

    Mesin

    GerindaPerakitan

    Perakitan

    Pengec

    atan

    Mesin

    Bubut

  • 7/26/2019 Analisa Tata Letak Fasilitas and Aliran

    6/16

    Analisa tata letak fasilitas dan aliran bahan 4

    3.

    Tata Letak Material Tetap (Fixed

    Product Lay Out)

    GudangBahanBaku(Material,

    Komponen,

    SpareParts,Dll)

    Mesin

    Las

    Fasilitas

    Pengecatan

    Mesin

    Gerinda

    Mesin

    Gerinda

    Mesin

    Gergaji/potong

    Mesin

    Keling

    GudangProduk

    Jadi

    4.

    Tata Letak Grup (Group Technology

    Lay Out)

    Gudangbahanbaku

    Gudangbahanbaku

    Mesinbubut

    PerakitanMesinerinda

    Mesindrill

    Mesinperata

    Perakitan

    Mesinlas

    Pengecatan

    Pera

    kitan

    Mesin

    press

    Mesin

    drill

    Mesin

    bubut

    Mesin

    press

    Mesingerinda

    Mesindrill

    Perakitan

    Mesindrill

    Mesingerinda

    3.4

    Ciri tata letak yang baik1.

    Pemrosesan digabung dengan pemindahan

    bahan

    2.

    Pemindahan bergerak dari penerimaan

    menuju pengiriman

    3.

    Operasi pertama dekat dengan penerimaan

    4.

    Operasi terakhir dekat dengan pengiriman

    5.

    Penyimpanan pada tempat pemakaian jika

    mungkin

    6.

    Tata letak yang dapat disesuaikan dengan

    perubahan

    7.

    Direncanakan untuk perluasan terencana

    8.

    Barang setengah jadi minimum9.

    Sedikit mungkin bahan yang tengah

    diproses

    10.

    Pemakaian seluruh lantai pabrik

    maksimum

    11.

    Ruang penyimpanan yang cukup

    3.5

    Pola Aliran Bahan untuk proses

    produksi

    1.

    Garis lurus (Straight line)

    1 2 3 4 5 6

    2.

    Bentuk U (U shape)

    1 2 3

    456

    3.

    Pola ziq zaq

    1

    2 3

    4

    6

    5

    4.

    Melingkar (Circular)

    1

    2

    3

    4

    6

    5

    5.

    Bersudut ganjil (Odd angle)

    1

    2

    3

    4

    6

    5

    3.6Langkah langkah perencanaan pola

    aliranperencanaan pola aliran bahan yang

    sebaiknya diterapkan, maka prosedur tersebut

    dibawah ini akan banyak membantu

    pelaksanaan maksud tersebut

  • 7/26/2019 Analisa Tata Letak Fasilitas and Aliran

    7/16

    Analisa tata letak fasilitas dan aliran bahan 5

    3.7

    Perencanaan aliran yang efektif

    Suatu jalur aliran langsung adalah aliran

    maju yang tidak terputus, tidak mengalami

    pemotongan lintasan dari awal sampai dengan

    akhir tujuan. Bilamana aliran saling

    berpotongan, maka hal tersebut akan berakibatterjadinya kemacetan atau hambatan yang

    tidak diinginkan

    3.8

    Metode konvensional untuk

    menganalisa aliran bahan

    Jenis peta proses untuk dianalisa disini

    adalah :

    Peta proses operasi (Operation process

    chart)

    Peta aliran proses (Flow process chart)

    Diagram aliran (Flow diagram)

    3.9 Metode kuantitatif guna menganalisa

    alira...

Recommended

View more >