Makala Stase Mata

  • View
    20

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Makala Stase Mata

katarak senilis

MAKALAH ILMU PENYAKIT MATA[katarak senilis]

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberkan rahmat dan karunia Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul KATARAK SENILIS . Adapun penulisan makalah ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Penyakit Mata.Penulis menerima segala kritikan dan saran yang bersifat membangun dan dapat meningkatkan yang diperoleh dari makalah ini. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dr. Pinto Yusneni Pulungan Sp.M atas bimbingan dan arahan selama mengikuti Kepaniteraan Klinik Senior di UPT. BKIM Medan Sumatra Utara.Demikian kata pengantar dari penulis, penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Medan, maret 2013Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.iDAFTAR ISI...iiPENDAHULUAN...1TINJAUAN PUSTAKAN...2A. ANATOMI dan Fisiologi...2B. FUNGSI LENSA3C. KATARAK.3KESIMPULAN...29DAFTAR PUSTAKA..30

BAB IPENDAHULUANKebutaan adalah masalah kesehtan masyarakat yangserius bagi tiap Negara,terutama pada Negara-negara berkembang, dimana 9 dari 10 tunanetra hidup disana, demikian dikatakan oleh Direktur Jendral WHO, Dr, Groharlem Bruntland. Kebutaan akan berdampak secara social dan ekonomi. Sebernarnya 75% kebutaan didunia ini dapat dicegah atau diobati. Salah satunya kebutaan yang disebabkan oleh katarak.Katarak adalah kekeruhan atau perubahan warna pada lensa. Baik itu kekeruhan lensa yang kecil,local atau seluruhnya. Pada umumnya katarak terjadi karena proses penuaan, tetapi banyak faktor-faktor lainnya yaitu kelainan genetik atau kongenital, penyakit sistemik, obat-obatan dan trauma. Peningkatan kasus katarak biasanya banyak terjadi di usia diatas 70 tahun. Faktanya, katarak yang berhubungan dengan usia terjadi kira-kira 50% pada orang dengan usia 65-74 tahun dan 70% pada usia 75 tahun. Katarak sebagaian besar umumnya menyebabkan penglihatan menurun (tidak dapat dikoreksi dengan kacamata).Badan kesehatan dunia (WHO) memiliki cacatan yang menakutkan tentang kondisi kebutaan didunia khususnya di Negara berkembang. Disebutkan, saat ini terdapat 45 juta penderita kebutaan di dunia 60% diantaranya di Negara miskin atau berkembang. Indonesia, dalam catatan WHO berada di urutan ketiga dengan terdapat angka kebutaan sebesar 1,47%.BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. ANATOMI DAN FISIOLOGI1. KorneaMerupakan jendela paling depan dari mata dimana sinar masuk dan difokuskan ke dalam pupil . Bentuk kornea cembung dengan sifat yang transparan dimana kekuatan pembiasan sinar yang masuk 80 % atau 40 dioptri ,dengan indeks bias.2. IrisIris merupakan bagian yang memberi warna pada mata, warna coklat pada iris yang akan menghalangi sinar masuk kedalam mata,iris juga mengatur jumlah sinar yang masuk kedalam pupil melalui besarnya pupil.3. Pupil Pupil berwarna hitam pekat yang mengatur jumlah sinar masuk kedalam bola mata. Pada pupil terdapat m.sfinger pupil yang bila berkontraksi akan mengakibatkan mengecilnya pupil (miosis) dan m.dilatator pupil yang bila berkontriksi akan mengakibatkan membesarnya pupil (midriasis)

4. Corpus siliarisBerperan untuk akomodasi dan menghasilkan humor aquaeus.5. LensaLensa dapat membiaskan sinar 20 % atau 10 dioptri dan berperan pada saat akomodasi. 65 % lensa mengandung air dan 35 % protein.6. RetinaRetina akan meneruskan rangsangan yang diterimanya berupa bayangan benda sebagai rangsangan elektrik ke otak sebagai bayangan yang dikenal. Pada Retina terdapat sel batang sebagai sel pengenal sinar dan sel kerucut yang mengenal frekuensi sinar. 7. Nervus OptikusSaraf penglihatan yang meneruskan rangsangan listrik dari mata ke korteks visual untuk dikenali bayangannya.

B. Fungsi LensaLensa mata mempunyai fungsi utama untuk memfokuskan cahaya pada retina. Untuk memfokuskan cahaya yang datang dari jauh, otot-otot siliaris relaksasi, menegangkan zonula Zinii dan memperkecil diameter anteroposterior lensa sampai ukurannya minimal. Dalam posisi ini daya refraksi lensa adalah minimal sehingga berkas cahaya sejajar terfokus pada retina. Sedangkan untuk memfokuskan cahaya dari benda dekat, otot siliaris berkontraksi sehingga tegangan zonula Zinii berkurang dan lensa menjadi lebih sferis diiringi oleh peningkatan daya bias nya. Kerjasama fisiologis antara korpus siliaris, zonula Zinii dan lensa untuk memfokuskan benda dekat ke retina dikenal sebagai proses akomodasi.C. KatarakDefinisiKatarak berasal dari bahasa Yunani Katarrhakies, bahasa Inggris Cata-ract dan bahasa Latin Cataracta yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular di mana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh. Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau terjadi akibat kedua-duanya. Biasanya katarak mengenai kedua mata dan berjalan progresif, tetapi kadang-kadang juga dapat tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama. Katarak pada umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut, akan tetapi dapat juga akibat kelainan kongenital atau penyulit penyakit mata lokal menahun. Bermacam-macam penyakit mata dapat mengakibatkan katarak seperti glaukoma, ablasi, uveitis dan retinitis pigmentosa.

Gambar 2. Lensa normal dan lensa katarakEtiologia. Penyebab paling banyak adalah akibat proses lanjut usia/ degenerasi, yang mengakibatkan lensa mata menjadi keras dan keruh.(Katarak Senilis)b. Dipercepat oleh faktor lingkungan, seperti merokok, sinar ultraviolet, alkohol, kurang vitamin E,radang menahun dalam bola mata, polusi asap motor/pabrik karena mengandung timbal.c. Cedera mata, misalnya pukulan keras, tusukan benda, panas yang tinggi, bahan kimia yang merusak lensa.(Katarak Traumatik)d. Peradangan/infeksi pada saat hamil, penyakit yang diturunkan.(Katarak Kongenital)e. Penyakit infeksi tertentu dan penyakit metabolik misalnya diabetes mellitus. (Katarak komplikata)f. Obat-obat tertentu (misalnya kortikosteroid, klorokuin , klorpromazin, ergotamine, pilokarpin). KlasifikasiBerdasarkan usia, katarak dapat diklasifikasikan menjadi:a. Katarak kongenitalYaitu katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari satu tahun. Katarak kongenital dapat diklasifikasikan lagi menjadi katarak kapsulolentikuler dam katarak lentikuler. Katarak kongenital sering ditemukan pada bayi prematur dan gangguan sistem saraf seperti retardasi mentalb. Katarak juvenilisYaitu katarak yang mulai terbentuk pada usia kurang dari 9 tahun. Katarak juvenilis dapat merupakan kelanjutan dari katarak kongenital. Kasus katarak juvenilis biasanya merupakan penyulit dari penyakit lainnya seperti gangguan metabolik, distrofia miotonik, trauma, radiasi maupun pengaruh obat-obatan.c. Katarak senilisSemua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut (diatas 50 tahun) dapat dikategorikan sebagai katarak senilis. Kondensasi pada nukleus lensa menyebabkan sklerosis nukleus setelah usia paruh baya.Menurut morfologinya, klasifikasi katarak senilis adalah sebagai berikut:d. Katarak subkapsularI. Katarak subkapsular anteriorKatarak terjadi dibawah kapsula lensa dan berhubungan dengan metaplasi fibrosis dari epitel lensa.II. Katarak subkapsular posteriorKatarak terjadi didepan kapsula posterior dan bermanifestasi sebagai bentukan semacam vakuola, granuler ataupun plak. Karena lokasinya, opasitas subkapsular posterior memiliki efek yang lebih besar daripada katarak nuclear dan kortikal. Pasien seringkali mengalami miosis dan rasa silau. Penglihatan jarak dekat lebih sering terganggu daripada penglihatan jarak jauh, dan gangguan penglihatan lebih cepat terjadi dibanding katarak jenis lain.e. Katarak nuklearKatarak nuklear terjadi sebagai hasil eksagerasi dari proses penuaan normal yang melibatkan nukleus. Kondisi ini seringkali berkaitan dengan myopia karena kenaikan indeks refraksi pada nukleus lensa dan kenaikan aberasi sferis. Sklerosis nuclear ditandai dengan tampakan awal berupa awan kekuningan sebagai hasil deposisi pigmen urokrom. Pada fase lanjut nukleus menjadi kecoklatan (brunescent) dengan konsistensi padat.

f. Katarak kortikalKatarak tipe kortikal melibatkan korteks bagian anterior, posterior dan ekuator. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adanya perubahan komposisi ion pada korteks lensa dan adanya perubahan hidrasi serabut lensa. Kekeruhan bermula sebagai cekungan (cleft) ataupun vakuola diantara serabut lensa karena hidrasi korteks. Kekeruhan selanjutnya berlanjut dari kekeruhan kuneiformis (bentuk baji) ataupun radial, yang seringkali bermula dari kuadran inferonasal. Baik katarak kortikal maupun subkapsular tampak putih pada iluminasi oblik dan tampak hitam dengan siluet kemerahan pada retroiluminasi.g. Katarak Christmas treeKatarak jenis ini tidak banyak ditemukan, ditandai dengan adanya sapuan polikromasi seperti jarum yang terdeposisi jauh di dalam kosteks dan nukleus. Lesi ini dapat berupa lesi tunggal atau disertai kekeruhan di tempat lain.Secara klinis, katarak senilis dibagi menjadi 4 stadium, yaitu:h. Katarak insipiensKekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk jeruji menuju korteks atau ke area subkapsular. Kekeruhan ini dapat menimbulkan poliopia karena indeks refraksi yang tidak sama pada bagian-bagian lensa.

i. Katarak imaturLensa mengalami kekeruhan namun belum mengenai seluruh bagian lensa. Volume lensa akan bertambah karena tekanan osmotik lensa yang bertambah sehingga lensa akan mencembung. Hal ini dapat menimbulkan blokade pupil sehingga terjadi glaucoma sekunderj. Katarak matur Lensa mengalami kekeruhan secara merata di seluruh bagian. Cairan dalam lensa dapat keluar sendiri sehingga ukuran lensa dan kedalaman bilik mata depan akan kembali normalk. Katarak hipermaturPada kondisi ini protein korteks mencair. Kapsul anterior tenggelam dan lensa mengkerut karena pengeluaran cairan dari lensa. Jika berlanjut maka h