Psikiatri New

  • View
    28

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

psikiatri

Text of Psikiatri New

  • All About Psikiatrydr. Jekson Martiar Siahaan

  • DeliriumAdalah Kebingungan, gelisah, konfusi, reaksi disorientasi yang disertai dengan rasa takut dan halusinasiPenyebab utama delirium adalah penyakit pada sistem saraf pusat ( misalnya epilepsi), penyakit sistemik (misalnya gagal jantung), dan intoksikasi atau withdraweal obat obatan atau zat toksik )Neurotransmitter yang berperan adalah acetylcholine dan daerah utama neuroanatomi yang terkena adalah formatio retikularisGejala umum yang terjadi adalah kesadaran berkabut tentang lingkungan. Gejala yang secara umum terjadi pada delirium adalah awitannya tiba tiba (akut), sebagian besar delirium diawali dengan peruibahan pola tidur, kelelahan yang sulit dijelaskan, mood yang berfluktuatif. Fobia tidur, gelisah, cemas dan mimpi buruk yang sering muncul

  • Gambaran KlinisProdormalKeleahan, cemas menjadi iritabelGangguan kesadaranPenurunan kejernihan tingkat kesadaran terhadap lingkungan (Kesadran berkabut)KewaspadaanTerdiri hiperaktivitas dan hipoaktivitas.Hiperaktivitas, kaitannya dengan sindrom putus zat, misalnya flushingm berkeringat, takikardia, nausea dan hipertermiaHipoaktivitas, seluruh aktivitas menurun sehingga dikatakan sebagai depresiGangguan pemusatan perhatianGangguan pemusatan perhatianDitandai oleh adanya kesulitan mempertahankan, memusatkan dan mengalihkan perhatian

  • OrientasiPada delirium ringan akan terjadi gangguan orientasi waktu sedangkan pada delirium berat akan mencakup orientasi tempat dan orangBahasa dan kognitifAbnomalitas berbahasa dan inkoherensiDaya ingat dan fungsi kognitif yang tergangguPersepsiHalusinasi visual dan auditorikMoodMarah, mengamuk, ketakutan yang tidak beralasan. Perubahan mood dapat berfluktuatif sepanjang hariGangguan tidur bangunAgitasi pada malam hari dan masalah perilaku pada saat tidur, keadaan ini disebut SundowningGejala neurologiDisfasia, tremor, asteriksis, inkoordinasi dan inkontinensi urin

  • PemeriksaanPenggunaan status pemeriksaan mental bedsise seperti Mini Mental State Examination (MMSE), Mental Status Examination, atau tes Wajah TanganEEG

  • DDDemensiaYang paling nyata adalah awitan, pada delirium awitannya tiba tiba, sedangkan pada demensia berjalan perlahanSama sama mengalami gangguan kognitif, tetapi pada demensia lebih stabil, sedangkan pada delirium berfluktuatifSkizofreniaWaham dan halusinasi pada skizofrenik lebih konstan dan lebih terorganisasi dibandingkan deliriumDepresiSama sama hipoaktif, bedain dengan EEG pada skizo didapatkan rekaman yang abnormal, penigkatan kepekaan terhadap prosedur aktivasi, dll Sedangkan pada deliriu terjadi perlambatan umum pada aktivitas

  • Th/Bila etiologi antikolinergik (Amitriptilin, doxepin, imipramine, thioridazine dan chlorpromazine) maka diberikan pisostigmin salisilat 1 2 mg iv atau im dan dapat diulang 15 30 menit bila diperlukanFarmakoterapiAntipsikosisGol Butyrophenone (Haloperidol) 2 10 mg im dan dapat diualng satu jam kemudian bila pasien menunjukkan agitasi, bila sudah tenng dapat diberikan obat per oral dengan dosis 1.5 x dari dosis suntik, 1/3 pagi dan 2/3 saat tidurAntiinsomniaBenzodiazepin, Lorazepam 1 2 mg sebelaum saat tidurECTOpioidBila muncul gejala yang sangat nyeri atau sesak napas

  • Bacaan LanjutanKaplan, Hlm. 466, 519, 523, 715UI, Hlm. 100, 103, 104

  • DemensiaAdalah sindrom yang ditandai oleh berbagai gangguan fungsi kognitif tanpa gangguan kesadaranFungsi kognitif yang terganggu adalah intelegensia umum, belajar dan ingatan, bahasa, memecahkan masalah, orientasi, persepsi, perhatian, konsentrasi, pertimbangan, dan kemampuan sosial

  • EtiologiPenyakit penyakit yang menyebabkan disfungsi otak seperti Alzheimer, penyakit serebrovaskuler (stroke), hidrosephalus, parkinson, AIDS, Hungtinton, dan gangguan metabolik termasuk defisiensi vitamin

  • KlasifikasiDemensia yang tak dapat dipulihkan (Irreversibel)Demensia tipe alzheimerKorea HungtingtonPenyakit ParkinsonDemensia yang dapat pulih (reversibel)Demensia vaskulerHidrosefalus tekanan normalDemensia menetap yang diinduksi oleh zatSedatif hipnotik atau zat toksik seperti timah, perak pelarut (solvent) dan organofosfat

  • Gejala KlinisDemensia Stadium DiniPerubahan samar samar dalam kepribadian, hendaya dalam ketrampilan sosial, berkurangnya minat dan ambisi, afek yang labil dan dangkal, agitasi, sejumlah keluahan somatikgejala psikiatrik yang samar, penuunan bertahapkemampuan intelektual dan ketajaman pikiranDemensia Stadium LanjutPenurunan memori (daya ingat)Perubahan mood dan kepribadian

  • Penurunan daya orientasiHendaya intelektualGangguan daya nilai (judgement)Gejala psikotikHendaya berbahasa

  • Terapi SimtomatikAnsietas akut, kegelisahan, agitasiHaloperidol 0.5 mg per oral 3 x 1; Risperidon 1 mg per oral sehari. Hentikan setelah 4 6 mingguAnsitas non psikotikDiazepam 2 mg per oral dua kali sehari, Venlafaxin XR. Hentikan setelah 4 6 mingguAgitasi kronikFluoxetine 10 20 mg/hari dan atau Buspiron 15 mg 2x1 sehariDepresiSSRI dengan trisiklik mulai perlahan lahan dan tingkatkan sampai ada efek- misalnya desipramin 75 150 mg per oral sehariInsomnia : hanya utk penggunaan jangka pendek

  • Terapi KhususTidak ada terapi obat khusus untuk demensia yang ditemukan bermanfaat secara konsisten, walaupun banyak sedang ditelitiPeningkatan aktivitas kolinergik sentral dapat memberikan perbaikan sementara dari beberapa gejala alzheimer misalnya pemberian asetilkolin esterase inhibitor yaitu :Donepezil (Aricept 5 10 mg, 1 x 1 hari, malam hari)Rivastigmine (Exelon 6 12 mg, 2 x 1)Galantamine (Reminyl 8 16 mg, 2 x 1)

  • SkizofreniaDikatakan skizofrenia apabila gejala sudah berlangsung 1 bulan, bila < 1 bulan disebut psikosis akutPeningkatan neurotransmitter sentral yaitu peningkatan aktivitas dopamin sentralSubtipe skizofrenia :Skizofrenia ParanoidSkizofrenia disorganisasi (Hebefrenik)Skizofrenia katatonikSkizofrenia tak terinciDepresi pasca skizofreniaSkizofrenia residualSkizofrenia simpleksSkizofrenia yang tak tergolongkan

  • Tipe ParanoidWaham dan halusinasi menonjol sedangkan afek dan pembicaraan hampir tidak terpengaruhiGejala :Waham Paranoid 67Waham kebesaranWaham kejaran (persekutorik)Waham rujukan (delution of reference)Waham dikendalikanHalusinasi akustik berupa ancaman, perintah, atau menghina

  • Tipe Disorganisasi (Hebefrenik)Afek tumpul, ketololan atau tak serasiSering inkoherenWaham tak sistematisPerilaku disorganisasi seperti menyeringai dan menerisme

  • Tipe KatatoniaStupor katatonik atau mutisme yaitu pasien tidak berespon terhadap lingkungan atau orangNegativisme katatonik yaitu pasien melawan semua perintah perintah atau usaha usaha untuk mengerakkan fisiknyaRigiditas katatonik yaitu pasien secara fisik sangat kakuPostur katatonia yaitu pasien mempertahankan posisi yang tidak biasa atau anehKegembiraan katonik yaitu pasien sangat aktif dan gembira

  • Tipe ResidualGejala negatif (gejala residual) seperti Penarikan diri secara sosialAfek datar atau tidak serasiPerilaku eksentrikAsosiasi melongarPikiran tak logis

  • Depresi Pasca SkizofreniaGejala skizofrenia masih tetap ada tetapi tidak mendominasi gambaran klinisnyaGejala menetap tersebut dapat berupa gejala positif atau negatif (biasanya lebih sering gejala negatif)Pedoman diagnostiknya :Pasien telah menderita skizofreniaBeberapa gejala skizofrenia masih adaGejala gejala depresif menonjol dan menganggu, memenuhi sedikitnya kriteria untuk suatu episode depresif dan telah ada paling sedikit 2 minggu

  • Episode Manik Terutama ditandai dengan suasana perasaan/mood meningkat, ekspansif dan iritabelSering pula ditandai dengan mood yang iritabel, terutama bila rencana yang sangat ambusius menemui kegagalan

  • HipomaniaIndividu mengalami peningkatan energi dan aktivitas, biasanya perasaan sejahtera yang mencolok dan efisiensi baik fisik dan mentalLebih sering bersifat pergaulan sosial yang bersifat eforik, kadang kadang mudah marah, terkesan sombong serta perilaku yang tidak sombong serta perilaku yang tidak sopan dan mengesalkanTidak disertai halusinasi dan wahamKonsentrasi dan perhatiannya mengalami hendaya

  • Mania tanpa gejala psikotikEnergi meningkat : aktivitas berlebihan, percepatan dan banyak bicara, kebutuhan tidur berkurang tanpa ada halusinasi dan delusi/wahamPeningkatan aktivitas atau agitasiPeningkatan pembicaraanLompat gagasan, atau individu secara subyektif merasakan percepatan pikiranHilangnya batasan normal sosial, yang berakibat pada perilaku yang tidak sesuai dalam lingkungannyaPenurunan kebutuhan tidurPeningkatan self esteem atau rasa kebesaranPerubahan terus menerus dari aktivitas atau rencanaPerilaku yang tidak bijaksana dan tidak hati hati yang resikonya tidak disadari oleh penderita, seperti pemakaian uang berlebihan, rencana rencana besar yang tidak matang, berkendaraan secara tidak hati hatiPeningkatan energi seksual atau tidak hati hati secara seksual

  • Mania dengan gejala PsikotikIritabilitas dan kecurigaan menjadi waham kejar, waham kebesaran atau religiusWaham dan halusinasi bisa serasi atau tidak serasi dengan suasana alam perasaanPeningkatan aktivitas dan eksitasi fisik yang hebat dan terus menerus dapat menjurus kepada agresi dan kekerasan, pengabdian keselamatan dan kesehatan diri

  • Gangguan Afektif BipolarDitandai dengan episode berulang sekurangnya dua, episode yang satu menunjukkan peningkatan mood, energi dan aktivitas yang jelas terganggu (mania atau hipomania), dan pada waktu yang lain berupa penurunan mood, energi dan aktivitas (depresi) dengan masa remisi sempurna diantaranya

  • Episode depresiGejala utama :Afek depresiKehilangan minat dan kegembiraanBerkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah dan menurunnya aktivitasGejala lai