Hellp Synd

Embed Size (px)

DESCRIPTION

obsgyn

Text of Hellp Synd

SMF/Lab Obstetri dan Ginekologi Tutorial KasusFakultas KedokteranUniversitas Mulawarman

Kehamilan Imature denganPreeklamsia berat danHELLP syndrome

Disusun Oleh :Izhary Nur Yahman05.48847.00248.09Kristanti Andarini0808015042Gina Magda Riana0808015021Dessy Vinoricka Andriyana0808015022

Konsulen :dr. Erwin Ginting, Sp.OG

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik SMF/lab Obstetri dan GinekologiFakultas KedokteranUniversitas Mulawarman2013DAFTAR ISI

Halaman Judul 1Daftar Isi 2

BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang41.2. Tujuan 5

BAB II LAPORAN KASUS 6

BAB III TINJAUAN PUSTAKA3.1.PreeklamsiaA. Definisi17B. Epidemiologi17C. Faktor Resiko 18D. Etiologi18E. Patofisiologi 20F. Diagnosis 21G. Pencegahan22H. Diagnosis banding22I. Penatalaksanaan 22J. Komplikasi26K. Prognosis27

3.2. Sindroma HELLP A. Definisi27B. Insiden 28C. Patogenesis28D. Klasifikasi 28E. Gambaran klinis28F.Pemeriksaan penunjang29G. Diagnosis30H. Penatalaksanaan30I. Prognosis31

BAB IV PEMBAHASAN4.1. Diagnosis 324.2. Penatalaksanaan 344.3. Prognosis 354.3. Kontrasepsi 35

BAB V PENUTUP5.1. Kesimpulan 365.2. Saran 36

DAFTAR PUSTAKA 37

BAB 1PENDAHULUAN

A. Latar BelakangHipertensi (tekanan darah tinggi) adalah hal yang sering ditemukan selama kehamilan. Sekitar 10% perempuan pernah mengalami peningkatan tekanan darah pada satu waktu sebelum persalinan. Hipertensi dalam kehamilan (HDK) adalah salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu di samping perdarahan dan infeksi. Pada HDK juga didapatkan angka mortalitas dan morbiditas bayi yang cukup tinggi.Kelainan tekanan darah tinggi dalam kehamilan terdiri dari beberapa spektrum, salah satunya adalah preeklampsia dan eklampsia.1Di Indonesia, pre eklampsia dan eklampsia merupakan penyebab dari 30-40% kematian perinatal, sementara di beberapa rumah sakit di Indonesia telah menggeser perdarahan sebagai penyebab kematian maternal utama.1 Insidens preeklampsia bervariasi menurut berbagai sumber, ada yang menyebut sekitar 6-8% dari seluruh kehamilan, 10% sampai 14% pada primigravida dan 5,7% sampai 7,3% pada multigravida.2 Data eklampsia dan preeklampsia di Indonesia belum terekam baik dan laporan berbagai pusat kesehatan masih bervariasi. Data Denpasar pada tahun 1996 sampai 2000 ditemukan 35,42% dari 48 kematian ibu disebabkan oleh preeklampsia dan eklampsia.3Mortalitas maternal pada preeklampsia disebabkan oleh karena akibat komplikasi dari preeklampsia dan eklampsianya seperti: syndrom Hellp, solusio plasenta, hipofibrinogenemia, hemolisis, perdarahan otak, gagal ginjal, dekompensasi kordis dengan oedema pulmo dan nekrosis hati. Mortalitas perinatal pada pre eklampsia dan eklampsia disebabkan asfiksia intra uterin, prematuritas, dismaturitas, dan kematian janin intrauterin.4Penelitian di Indonesia menyatakan bahwa eklampsia, disamping perdarahan dan infeksi, masih merupakan sebab kematian ibu, dan merupakan sebab kematian perinatal yang tinggi. Oleh karena itu, diagnosis dini preeklampsia yang merupakan tingkat pendahuluan dari eklampsia beserta penanganannya perlu untuk diketahui oleh tenaga kesehatan yang berhubungan dengan ibu hamil termasuk dokter umum agar terjadi penurunan angka kematian ibu dan anak.4B. TujuanTujuan pembuatan dari case report ini adalah sebagai berikut :1. Untuk mengetahuitentang preeklampsi dan Hellp syndrom termasuk definisi, patofisiologi, diagnosis,penatalaksanaan, dan prognosis.2. Mendapatkan keterampilan dalam melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan mengerti tentang pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan dalam penegakan diagnosis preeklampsi dan Hellp syndrom3. Mengkaji ketepatan dan kesesuaian kasus yang dilaporkan dengan teori berdasarkan literatur mengenai Preeklamsia dan Hellp syndrom.

BAB 2LAPORAN KASUS

Anamnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal 1 April 2013 pukul 12.15 WITA di ruang Nifas Mawar Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

ANAMNESISIdentitas PasienNama :Ny. SUsia:32tahunAlamat:Jln. P.M. Noor SamarindaPekerjaan:Ibu rumah tangga (IRT)Pendidikan:Sekolah Menengah Atas (SMA)Suku:JawaAgama: Islam

Masuk ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada 28 Maret 2013 pukul 00.15 WITA dengan diagnosis G4P2A0 gravid 27-28 minggu+ tunggal hidup+ presentasi kepala + belum inpartu + PEB

Identitas SuamiNama :Tn. AMUsia:37tahunAlamat:Jln. P.M Noor SamarindaPekerjaan:SwastaPendidikan:Sekolah Menengah Atas (SMA)Suku:JawaAgama:IslamKeluhan UtamaPerdarahan pada gusi dan perdarahan keluar melalui jalan lahir.

Riwayat Penyakit SekarangPasien mengeluh gusi sebelah kanan berdarah sejak + 20 jam SMRS. 1 hari sebelumnya, pasien mengaku telah datang kerumah sakit dengan keluhan yang sama, kemudian pasien pulang paksa. Selain keluhan tersebut, pasien juga mengeluhkan sakit kepala. Sakit kepala dialami sejak 1 minggu SMRS. Sakit kepala terutama dirasakan secara hilang timbul dan tidak berhubungan dengan aktivitas.

Riwayat Penyakit DahuluPasien memiliki riwayat hipertensi sebelum masa kehamilan. Tepatnya sejak berumur 20 tahun.

Riwayat Penyakit KeluargaKeluarga pasien tidak memiliki riwayat diabetes mellitus maupun asma. Namun ada yang memiliki riwayat hipertensi, yaitu ibu pasien.

Riwayat Menstruasi Menarche :12 tahun Siklus haid :30 hari / teratur Lama haid :7 hari Jumlah darah haid : lebih dari 3 kali ganti pembalut Hari pertama haid terakhir:22- 08-2012 Taksiran persalinan:29- 05-2013

Riwayat PernikahanUntuk pertama kali, pasien menikah pada usia 16 tahun dengan lama pernikahan selama 15 tahun.

Riwayat ObstetrikNoTahun partusTempat PartusUmur kehamilanJenis PersalinanPenolong PersalinanPenyulitJK/ BBKeadaan anak Sekarang

1.1999RumahPrematurNormalDukun-Laki-laki/ BB??Meninggal

2.2000KlinikAtermNomalDokter-Laki-laki/ 3000grSehat

3.2008Rumah sakitPrematurNormalBidan IUFD, HT--

4.Hamil ini

Antenatal Care (ANC)Puskesmas setiap bulan.

KontrasepsiTidak ada.

Pemeriksaan FisikAntropometri: Berat badan (BB) : 55 kg, Tinggi badan (TB) : 159 cm.Keadaan umum: sakit beratKesadaran: Compos mentisTanda vital: Tekanan darah: 210/150 mmHg Frekuensi nadi: 88 kali/menit Frekuensi nafas: 26 kali/menit Suhu: 36,9 C

Status Generalisata Kepala :normocephal Mata:konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-). Telinga:tidak ditemukan kelainan Hidung:tidak ditemukan kelainan Tenggorokkan:tidak ditemukan kelainan Leher:pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid (-) Thoraks: Jantung:S1S2 reguler tunggal, murmur (-), gallop (-) Paru-paru:suara napas vesikuler, ronki (-), wheezing (-) Abdomen: Inspeksi:cembung, linea (+), striae (+) Auskultasi:bising usus (+) normal Ekstremitas: Superior:edema (-/-), akral hangat Inferior:edema (-/-), akral hangat, varises (-/-)

Status Obstetrik dan Ginekologi Inspeksi: membesar arah memanjang, linea (+). Palpasi: Tinggi fundus uteri : 20 cm. Leopold I: teraba bokong. Leopold II: punggung janin terletak di kiri ibu. Leopold III: teraba kepala. Leopold IV: belum masuk pintu atas panggul. TBJ (Johnson) : (20-12) x 155 gram : 1240gram. His: - Auskultasi: Denyut jantung janin : 125 kali / menit Vaginal toucher:tidak dilakukan

Diagnosis Kerja SementaraG4P2A0 gravid 27-28 minggu+ tunggal hidup+ presentasi kepala + belum inpartu+ PEB Susp. HELLP Syndrome

Pemeriksaan PenunjangDarah lengkap (27 Maret 2013) Leukosit:12.300 / mm3 Hemoglobin:14,3 gr % Hematokrit:41,7 % Trombosit:212.000 / mm3 Bleeding Time:3 menit Clotting Time:10 menitKimia Darah GDS:126 mg/dl HbsAg:- 112:Non reaktif

Urin Lengkap Berat Jenis:1,015 Warna:Kuning Kejernihan:Jernih pH:6,0 Protein:+3 Leukosit:2 - 3 Eritrosit:0 - 1

Laporan OperasiLaporan Operasi Ny. SMawar

31 tahun

Nama Ahli Bedah : dr. Sp.OG Nama Ahli Anastesi : dr. Sp.An

Diagnosa Pre Operasi:G4P2A0 gravid 27-28 minggu + Tunggal hidup + presentasi kepala + belum inpartu + Preeklamsia berat + HELLP syndrome + HAP ec. Plasenta previa totalis

Diagnosa Post Operasi: P3A0 + IUGR + PEB + Plasenta previa totalis

Tgl 28-03-2013, pukul 01.20-02.00 WITA Macam Operasi : SC

Laporan OperasiAnastesi general, A dan Antiseptik pada lapangan operasi dan sekitarnya. Dilakukan incisi mediana pada dinding abdomen, dilakukan prosedur SCTP air ketuban jernih. Lahir bayi perempuan A/S 4/6, plasenta previa totalis (PPT), injeksi 2 ampul oksitosin Intra muskular, SBU dijahit jelujur 1 lapis, rongga abdomen ditutup lapis demi lapis, perdarahan selama operasi + 400cc.

Instruksi post op :1. Observasi TTV, TFU, kontraksi uterus 15 menit sekali selama 2 jam pertama, setelahnya 4-6 jam.2. Cek DL post op, transfuse PRC bila Hb < 7 gr/dl3. Imobilisasi s/d 2 jam post op4. Realimentasi dini, diet TKTP (diet putih telur)Terapi Post Operasi:1. Injeksi Cefotaxime 3x1 gram i.v2. Injeksi Ketopain 3x1 ampul i.v3. Injeksi Ranitidin 2x1 ampul i.v4. Injeksi Dexamethasone 2x2 ampul selama 2 hari,Selanjutnya dexamethasone 2x1 ampul selama 2 hari5. IVFD MgSO4 drip 1 gr/jam6. Gastrul 3 tablet per rectal7. Nifedipin 4x10 mg tablet p.o

Follow UpTanggal/JamFollow Up

28 Maret 201300.15Menerima pasien dari IGD dan melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik.Diagnosis: G4P2A0 gravid 27-28 minggu+ tunggal hidup+ presentasi kepala + belum inpartu+ PEB Susp. HELLP Syndrome

00.20Lapor dr. SpOG, advice: Drip MgSO4 sesuai protap Inj. Dexamethason 2 amp/iv. Siap darah PRC 1 unit Inj. Kalnex 500mg i.v. Nifedipin tab 10mg Persiapan SC

02.30Post Op.Memasukan gastrula 3 tablet per rektalObs. TTV :TD= 180/60 mmHg; N = 82x/mnt; RR = 22x/mnt; T=36,5oC

02.45TD= 210/100 mmHg; N = 80x/mnt; RR = 24x/mnt; T=36,8oCDiberikan nifedipin tab 10 mg p.o

03.00TD= 190/100 mmHg; N = 82x/mnt; RR = 18x/mnt; T=36,8oC

03.15TD=