Jurnal Psikiatri

  • View
    24

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

MAGIC

Text of Jurnal Psikiatri

Randomized Comparison of Systemic Anti-inflamatory Therapy Versus Fluocinolone Acetonide Implant for Intermediate, Posterior and Panuveitis : The Multicenter Uveitis Steroid Treatment Trial

Underestimation of substance abuse in psychiatric patientsby conventional hospital screeningOleh Bayu Pratama

PembimbingDr. Lucy Marturia B, Sp. KJ

Journal Reading PsychiatryKEPANITERAAN KLINIK ILMU PSIKIATRI RSKJ SOEPRAPTO BENGKULU UNIVERSITAS BENGKULU

Latar Belakang15 % dari populasi Amerika menggunakan zat pada usia > 18 tahun, mempunyai masalah penggunaan zat yang serius., dua pertiga diantaranya menyalahgunakan alkohol, dan sepertiga lainnya menggunakan zat selain alkohol.Zat dapat mempengaruhi keadaan mental cthnya mood Maupun aktivitas yg dapat diobsevasi dari luar contonhnya porilaku. (kaplan and sadock)

Latar BelakangrisikoHubungan demografikPrevalensi penggunaan zat paling sering adalah pada saat berusia 18 sampai 25 tahun Jenis kelamin laki-laki lebih tinggi dari pada wanitaRas dan etnik kelompok kulit hitam lebih tinggi dibanding kulit putih atau hispanik

Latar Belakang

Diagnosis psikiatri terutama bergantung pada prilaku dan gejala.Penggunaan zat dapat meniru gejala klinik dari gangguan pskiatri mayor: skizofrenia dan kelaian bipolar.komplikasi dari obat-obatan yg digunakan pasien pskiatri, sehingga dibutuhkan pemeriksaan awal (screening) yang tepat untuk tatalaksana komplikasi penggunaan obat-obatan.

Latar BelakangPasien dgn First Epsd of Psychosis/ FEP 2 x lebih mungkin menggunakan zat dibanding populasi umum yg juga memiliki FEP.Dewasa ini, penggunaan zat-zat konvensional, akan tetapi penggunaan obat Polydrug + penggunaan obat-obat baruOleh karena itu sangat diperlukan pemeriksaan urin yang tepat dan akurat.

Tujuan PenelitianTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui obat-obat yang digunakan pasien-pasien psikiatri yang datang ke Unit Gawat Darurat yang terdapat di sebuah rumah sakit untuk di analisis dan dideskripsikan bagaimana diagnosis dan obat-obat yang digunakan pasien tersebut, dengan mengambil sampel urin yang ada di Miami,USA.

Metodologi PenelitianSampel urin dari 220 pasien dengan penggunaan drug dan alkohol, unit psikiatri, yang ada di IGD rumah sakit umum yang ada di miami, USA. akan dianlisis dengan KIMS, ELISA dan Basic Drug Screen GC-MS.Penelitian mengambil sampel dari laki-laki maupun perempuan yang berusia antara 18-64 tahun.

Metodologi PenelitianDiketahui juga bagaimana demografi pasien dan diagnosis kliniknya.Tidak ada informasi tentang tanggal pengambilan sampel.

Metodologi Penelitian

KIMS : terdiri dari 5 panel urin drug screen: amphetamine, benzodiazepine, cannabis, cocaine, and opiatesELISA : 12 panel urin drug screen. (amphetamines, benzodiazepines, buprenorphine, ketamine,methamphetamine, cocaine, cannabis, opiates, oxycodone,zolpidem, methylphenidate, barbiturates) Basic Drug Screen : peralatan canggih: nitrogen phosphorus detector (NPD) and mass spectrometer (MS).

Metodologi PenelitianAnalisis DataElisa: dinalisis dengan Software DSX DS2.Basic Drug Screen: sensitivatasnya > 200 jenis obat-obatan.

Hasil PenelitianHasil DemografiWanita 28% dari sampel penelitian + penggunaan obat-obatan.Popolasi tes rata-rata berusia 42 tahun (18-79 tahun)

Hasil PenelitianPasien 220 dgn diagnosis

Catatan: pasien bisa memiliki 1 diagnosis atau lebih

Hasil PenelitianPerbandingan antara hasil Kim dan ELISA

Hasil PenelitianPerbandingan antara hasil Kim dan ELISA

Hasil PenelitianPada hasil Kim dan ELISAKIM hanya mendeteksi obat : Amphetamine/methamphetamine, Benzodiazepines , Cannabis, Cocaine, Opiates/oxycodone.Sedangkan Elisa dapat mendeteksi obat-obat seperti KIM + Barbiturate, Methylphenidate, Buprenorphine, Ketamine, Zolpidem.

Hasil PenelitianKim 37 % obat tidak terdeteksi ELISA 29 % obat yang tidak terdeteksiJadi, dibandingkan dengan KIM, Elisa lebih superior.

Hasil PenelitianBASIC DRUG SCREEN GC MS (obat2 terdeteksi)

Hasil PenelitianDari 220 sample, 1 orang pasien bisa menggunakan 1 jenis obat atau lebih.

Hasil dari Basic drug screen : diagnosis pasien dan obat-obat yg digunakan.

Hasil PenelitianBasic Drug Screen Pada tabel didapatkan bahwa 36 % dari sampel urin adalah positif antipsikosis. 30 % antidepresan 15 % antikonvulsan. 10% didapatkan hasil yg negatif.

DiskusiSkrining akurat penting karena penting untuk mendiagnosis untuk pengobatan yang optimal pada pasien psikiatri akut.Deteksi penggunaan obat-obatan tidak hanya untuk keracunan akut tetapi juga untuk mengamati pola penggunaan narkoba dari waktu ke waktu.

DiskusiPsikiater dapat membentuk tim untuk menangai penggunaan obat-obatan dan ketergantungan walaupun gejala psikatri akut belumm muncul.Penggunaan zat baru meningkat beberapa tahun terakhir. Misalnya sintetik katinone/bath salt, metylone, mephedrone, MDPV and tryptamine dilaporkan juga dalam studi kasus.

DiskusiGejala-gejala dalam penggunaan obat2 baru: abdominal diskomport, halusinasi,auditorik. Visiual. KIM dan ELISA tdk bisa mendeteksi tryptamine, karena ELISA terlalu selektif.

DiskusiOleh karena itu, kemampuan untuk menyingkirkan obat-induced, sangat penting untuk perawatan jangka panjang pasien.Faktor paling sering adalah substansi yang belum diakui oleh undang-undang sebagai penyalahgunaan obat.

Keterbatasan penelitianinformasi sangat terbatas pada rencana pengobatan pasien, perawatan, tindak lanjut (follow up), berapa lama pasien dirawat.Tidak diketahuinya hubungan langsung respon pengobatan dengan hasil toksikologi yang didapatkan dari KIM,ELISA BDS GC MS.sifat penelitian dengan sampel blinded tidak adakurangnya informasi tentang penggunaan obat yang diresepkan pada populasi sample.

Keterbatasan penelitian tidak diketahui apakah beberapa temuan ini adalah karena penggunaan obat yang diresepkan atau penyalahgunaan obat ketika membuat resep.Peneliti tidak menyebutkan rumah sakit.

KesimpulanBasic Drug Screen GC MS merupakan analisis komprehensif, cepat dan biaya toksikologi urin yang efektif murah untuk memperjelas diagnostik, yang merupakan langkah awal yang efektif untuk rencana perawatan pasien dengan penggunaan obat-obatan.

KesimpulanObat-obatan seperti ganja, beberapa opiat atau benzodiazepin tidak akan terdeteksi dengan menggunakan BDS dan GC MS, sehingga sangat penting bahwa ELISA atau KIMS secara khusus digunakan di samping Basic Drug Screen.

Rangkumanmengumpulkan sampel 220 pasien rawat inap yg ditemukan penggunaan obat akut: analisis dengan KIMS, ELISA dan basic drug sceen GC MS.KIM lebih inferior dari ELISA dan GC MS, keduanya memiliki sensitifitas dan deteksi yg luas thd obat. KIMS gagal mendeteksi 50% pasien yg menggunakan opiat, metampetamin.

RangkumanMetode analisis adekuat dan sensitifitas dalam mendeteksi secara cepat, dalam penggunaan obat yg ilegal ataupun obat yg diresepkan dokter sangat diperlukan gunanya untuk penilaian dan penatalaksanaan yg tepat bagi pasien.

Daftar PustakaSaddock BJ, Sadock VA, eds. Kaplan & Saddocks.2005. Comprehensive textbook of Psychiatry. 8th ed, vol 18, philadelphia : lippincott Wiliiams & wilkins. Lisa J, Reidy a, Junquera b, Dijck a, Bernard W, Steele a, Charles B. Nemeroff b. 2014. Underestimation of substance abuse in psychiatric patients by conventional hospital screening. Journal physiciary reasearch. Miami. USA.

TERIMAKASIH