LAPORAN AKHIR ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN bppp. stabilisasi harga barang kebutuhan pokok telah

  • View
    225

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of LAPORAN AKHIR ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN bppp. stabilisasi harga barang kebutuhan pokok telah

LAPORAN AKHIR

ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN BARANGPOKOK DI DAERAH PERBATASAN

PUSAT KEBIJAKAN PERDAGANGAN DALAM NEGERI BADAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN PERDAGANGAN

KEMENTERIAN PERDAGANGAN

i

Puska PDN, BP2KP, Kementerian Perdagangan

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat

dan rahmat-Nya, sehingga laporan Analisis Pemenuhan Kebutuhan Barang

Pokok di Daerah Perbatasan dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang

sudah ditentukan. Dalam rangka mendukung kebijakan pemenuhan dan

stabilisasi harga barang kebutuhan pokok telah dilakukan beberapa langkah

strategis salah satunya adalah bekerja sama dengan pemangku kepentingan

terkait seperti Kementerian Perhubungan, Pemerintah Daerah, dan PT Pelni

dalam mendorong Gerai Maritim.

Hasil analisis merekomendasikan perbaikan Supply Chain Management

dalam penyediaan kebutuhan pokok di khususnya di daerah perbatasan,

menyusun zonasi distribusi yang disesuaikan dengan asal dan jenis barang

kebutuhan pokok serta jarak tempuh pelayaran, dan menciptakan

keseimbangan perdagangan antar pulau di Nunukan.

Disadari bahwa hasil analisis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena

itu diharapkan sumbangan pemikiran dari para pembaca sebagai

barangpenyempurnaan lebih lanjut. Pada kesempatan ini kami

menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, yang secara langsung

maupun tidak langsung telah membantu penyelesaian laporan ini. Semoga

laporan ini bisa bermanfaat.

Jakarta, Oktober 2015

Pusat Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri

ii

Puska PDN, BP2KP, Kementerian Perdagangan

ABSTRAK

Pengembangan sektor perdagangan merupakan salah satu langkah strategis dalam pembangunan kawasan perbatasan. Akses langsung keluar negeri melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas mendorong arus barang dan jasa dari dan ke Indonesia semakin cepat. Seiring dengan berkembangnya perekonomian kawasan perbatasan, perdagangan di daerah perbatasan semakin kompleks dengan jenis produk, jumlah produk, jumlah pedagang, kebijakan atau regulasi, dan kendalanya. Penelitian ini dilakukan guna membandingkan biaya distribusi barangdari daerah pemasok ke daerah perbatasan dengan menggunakan pola saat ini dan konsep Gerai Maritim, dan melihat kesiapan infrastruktur pendukung dalam distribusi barang dari sentra pasokan ke perbatasan. Dengan menggunakan analisis komparatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa apapun opsi rute dan moda transportasi yang dipilih tetap memerlukan perbaikan Supply Chain Management dalam penyediaan kebutuhan pokok di daerah perbatasan. Untuk itu studi ini merekomendasikan perlunya perbaikan Supply Chain Management dan penyusunan zonasi distribusi yang disesuaikan dengan asal dan jenis barang dalam mendukung konsep Gerai Maritim. Kata kunci: Perdagangan Perbatasan, Gerai Maritim, Analysis Komparatif.

ABSTRACT The development of the trade sector is a strategic step in the development of

the border area. Direct access abroad through Cross Border Inspection Post

flows commodity dan services from and to Indonesia faster. Along with the

economic development of border area, trade in border areas increasingly

complex by the type of product, the number of product, the number of traders,

policies or regulations, and obstacles. This study was conducted to compare

the distribution costs commodity from supplier to the border area by using the

current pattern and the Gerai Maritim concept, and the readiness of

supporting infrastructure of commodity distribution center for supplies to the

border. By using comparative analysis, the results showed that regardless of

the option chosen and the mode of transportation still need improvement

Supply Chain Management in the provision of basic necessities in the border

area. This study recommends the need for improvement Supply Chain

Management and preparation of zoning distribution adapted to the origin and

type of goods in order to support the Gerai Maritim concept.

Keywords: Border Trade, Gerai Maritim, Comparative Analysis.

iii

Puska PDN, BP2KP, Kementerian Perdagangan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

ABSTRAK ii

DAFTAR ISI iii

DAFTAR TABEL vi

DAFTAR GAMBAR vii

BAB I. PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang .................................................................................... 1

1.2. Tujuan ................................................................................................. 2

1.4. Output ................................................................................................. 3

1.5. Pekiraan Manfaat dan Dampak ........................................................... 3

1.6. Ruang Lingkup .................................................................................... 3

1.7. Sistematika Penulisan ......................................................................... 3

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 5

2.1. Transportasi dan Supply Chain Management Tinjauan ....................... 5

2.2. Transportasi Laut .............................................................................. 11

2.3. Biaya Transportasi dan Tarif .............................................................. 13

2.4. Komponen Biaya dan Waktu ............................................................. 14

2.5. Jenis Biaya Transportasi ................................................................... 19

2.6. Konsep Tol Laut dan Gerai Maritim ................................................... 22

BAB III. METODE ANALISIS 26

3.1. Metode Analisis ................................................................................. 26

3.2. Kerangka Analisis .............................................................................. 26

3.3. Tahapan Penelitian............................................................................ 26

3.4. Responden Analisis ........................................................................... 27

3.5. Lokasi Survey .................................................................................... 28

3.4. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data .................................... 28

BAB IV. GAMBARAN PERDAGANGAN DI PERBATASAN 29

4.1. Determinan Eksistensi Komoditi dari Malaysia .................................. 29

4.2. Kondisi Fasilitas dan Performa Logistik Malaysia .............................. 31

4.3. Kondisi Fasilitas dan Performa Logistik di Kabupaten Nunukan ........ 34

BAB V. ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN BARANG POKOK

DENGAN KONSEP GERAI MARITIM 39

5.1. Komparasi Kondisi Pola Transportasi ................................................ 39

5.2. Komparasi Kondisi Infrastruktur Pelabuhan Laut ............................... 47

5.3. Komparasi Pola Bongkar Muat dan Biaya Pelabuhan ........................ 48

iv

Puska PDN, BP2KP, Kementerian Perdagangan

5.4. Analisis Supply Chain Management (SCM) Pemenuhan Barang

Pokok ke Nunukan ............................................................................ 48

BAB VI. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 53

6.1. Kesimpulan ....................................................................................... 53

6.2. Rekomendasi .................................................................................... 54

DAFTAR PUSTAKA 55

LAMPIRAN 57

v

Puska PDN, BP2KP, Kementerian Perdagangan

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Kinerja Sektor Logistik Negara ASEAN Tahun 2014 ........................ 32

Tabel 4.2. Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan 2009 - 2013 ....................... 36

Tabel 4.3. Komponen Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten

Nunukan .......................................................................................... 37

Tabel 5.1. Realisasi Kegiatan Bongkar Muat Peti Kemas Pelabuhan

Tunontaka dan Inflasi Bulanan Nunukan Tahun 2014 ...................... 49

Tabel 5.2. Komponen Harga Pokok Gula Pasir per 24 ton/kontainer Rute

dari Surabaya - Nunukan pada Oktober 2014.................................. 50

Tabel 5.3. Faktor faktor yang Menentukan Pilihan Moda

Transportasi Laut ............................................................................. 52

vi

Puska PDN, BP2KP, Kementerian Perdagangan

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Transportation and Economic ....................... 6

Gambar 2.2. Terminologi Logistik dan Transportasi .................. 9

Gambar 2.3. Peranan Pelabuhan Dalam Supply Chain Management 12

Gambar 2.4. Typical Ocean Freight Costs for some products ............ 16

Gambar 2.5 Condition Affecting Transport Cost .............................................. 19

Gambar 2.6 Port Cost Components ................................................................ 22

Gambar 2.7 Jaringan Trayek Liner PT PELNI ................................................. 22

Gambar 4.1. Produk Gula Bersubsidi Kemasan 1 Kg Asal Malaysia.. .............. 30

Gambar 4.2. Produk Gas kemasan 14 Kg Asal Malaysia . ................. 31

Gambar 4.3. Volume Kapal di Pulau Sulawesi ................ 40

Gambar 5.1. Dermaga Pelabuhan Pare