Ontogeni Susunan Saraf Pusat

  • Published on
    05-Aug-2015

  • View
    63

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

<p>ONTOGENI SUSUNAN SARAF PUSAT Susunan saraf pusat embryo manusia timbul pada permulaan perkembangan minggu ketiga yang merupakan penebalan octoderm yang disebut neural plate (lempeng saraf). Pinggir-pinggir lateral lempeng ini segera meninggi dan membentuk lipatan-lipatan yang disebut plica neuralis, daerah yang rendah di antara lipatan tadi dikenal sebagai neural groove (alur saraf). Pada perkembangan selanjutnya, plica neuralis makin meninggi dan saling mendekati garis tengah dan akhirnya bersatu. Dengan demikian terbentuklah neural tube (tabung saraf). Persatuan ini mulai di daerah somit ke 4 dan segera meluas ke arah cranial dan caudal. Akan tetapi pada ujung-ujung cranial dan caudal embryo penyatuannya terlambat sehingga tetap terbuka dan disebut neuroporus anterior dan neuroporus posterior. Penutupan Neuroporus anterior terjadi pada tingkat 18 20 somit (+ hari ke 23), sedangkan neuroporus posterior menutup pada tingkat somit 25 (+ hari ke 25). Akhirnya susunan saraf pusat membentuk sebuah tabung tertutup dengan bagian caudal yang panjang yang kelak akan menjadi medula spinalis, dan bagian cranial yang lebih besar yang akan menjadi otak (Enchepalon). MEDULA SPINALIS Teori-teori sebelumnya mengatakan bahwa dinding neural tube terdiri dari 3 lapisan yang berbeda yaitu: lapisan ependym, yang paling dalam; lapisan mantel di tengah; dan lapisan marginal yang paling luar. Akan tetapi dengan perkembangan elektron microskop, menunjukkan bahwa dinding neural tube yang baru menutup hanya terdiri dari satu jenis sel yang disebut sel-sel neuroepitel. Sel-sel ini tersebar di seluruh dinding yang tebal dan membentuk epitel berlapis semu (epitel pseudostratified) yang tebal. Selama phase interfase, dimana terjadi syntesa DNA, sel-sel yang berbentuk biji dengan bagian cytoplasma lebar yang mengandung inti menempati bagian luar dinding neural tube, dan bagian cytoplasma yang ramping meluas ke arah bagian dalam. Segera setelah sintesa DNA, inti mulai bergerak ke arah rongga. Selama metaphase sel-selnya bulat dan berhubungan luas dengan rongga, sel-sel neuroepitel membelah dengan cepat sehingga terbentuk sel-sel neuroepitel dalam jumlah yang lebih banyak. Epitel pseudostratified yang tebal yang dijumpai pada neural tube disebut lapisan neuroepitel = neuroepithelium. Setelah neural tube tertutup, sel-sel neuroepitel membentuk sejenis sel yang lain yang ditandai oleh inti yang besar yang bulat dengan plasma pucat dan nucleolus yang berwarna gelap. Sel-sel ini disebut neuroblast (sel saraf sederhana). Sel-sel ini membentuk sebuah lapisan yang mengelilingi lapisan neuroepitel dan dikenal sebagai lapisan mantel yang kelak membentuk lapisan substantia gricea medulla spinalis. Lapisan paling luar medulla spinalis mengandung serabut-serabut saraf yang keluar dari neuroblast pada lapisan mantel dan dikenal sebagai lapisan marginal. Oleh karena kemudian serabut-serabut saraf ini tampak berwarna putih sehingga disebut substantia alba medulla spinalis. Lamina Basalis dan Lamina Alaris Sebagai akibat bertambahnya terus-menrus neuroblast-neuroblast pada lapisan mantel tiap-tiap sisi neural tube memperlihatkan penebalan ventral dan dorsal. Penebalan ventral disebut lamina basalis mengandung sel-sel motorik medula spinalis; sedangkan</p> <p>penebalan dorsal disebut lamina alar, membentuk daerah sensorik. Sebuah alur yang memanjang disebut sulcus limitans, terdapat di kedua sisi permukaan neural tube dan merupakan batas antara daerah motorik di depan dan daerah sensorik di belakang. Sebagai akibat pembesaran neuroblast-neuroblast yang terus menerus, lamina basalis menonjol ke arah ventral pada sisi kanan dan kiri garis tengah, sehingga membentuk sebuah alur memanjang yang dalam pada permukaan ventral medula spinalis. Alur ini disebut Fissura Anterior. Lamina Alaris terutama meluas ke arah medial sambil menekan bagian dorsal rongga neural tube, setelah kedua lamina alaris bersatu terbentuklah septum mediana posterior. Sementara itu pertumbuhan jumlah neuron-neuron di antara lamina alaris dan lamina basalis menyebabkan pertumbuhan cornu intermedius. Cornu ini terutama mengandung neuron-neuron motorik susunan saraf otonom. Pada saat itu medulla spinalis telah memperoleh bentuk yang tetap dengan cornu anterior (motorik), cornu psterior (sensorik), cornu intermadius (cornu lateral), dan rongga kecil disebut canalis centralis. Perubahan Letak Medulla Spinalis Pada perkembangan bulan ke 3, apabila panjang crownramp (dari ubun-ubun sampai pantat) embryo + 30 mm, medulla spinalis terbentang di seluruh panjang embryo di dalam columna vertebralis, dan saraf-saraf spinalis berjalan melalui foramen intervertebralis setinggi segmen asalnya. Akan tetapi dengan bertambahnya usia, columna vertebralis dan duramater memanjang lebih cepat dari neural tube sehingga ujung caudal medulla spinalis lambat laun bergeser ke tempat yang lebih tinggi. Ketika lahir, ujung ini terletak setinggi ruas L3. Keadaan ini disebut ascensus medullae. Sebagai akibat petumbuhan yang tidak seimbang ini, sarafsaraf spinal berjalan miring dari segmen asalnya di medulla spinallis menuju ke segmen columna vertebralis yang sesuai. Duramater tetap melekat pada columna vertebralis di tingkat coccygeus. Pada orang dewasa, medulla spinalis berakhir setinggi L2. Di sebelah caudal dari tempat ini susunan saraf pusat hanya diwakili oleh filum terminale yang merupakan bukti penyusutan medulla spinalis. Serabut-serabut saraf di bagian caudal medulla spinalis secara keseluruhan dikenal sebagai cauda equina (ekor kuda). Apabila cairan liqour cerebro spinalis disadap pada punksi lumbal, jarum ditusukkan pada daerah antara L2 dan L3, untuk menghindari tertusuknya medulla spinalis. N. Spinalis Neuroblast-neuroblast secara khusus dibentuk oleh pembelahan sel-sel neuroepitel. Neuroblast-neuroblast cornu anterior terbentuk lebih dahulu dan setelah sebagian besar sel-sel ini telah bermigrasi ke lapisan mantel baru dimulai pembentukan sel-sel saraf lamina alar. Dikenal 3 macam neuroblast : Neuroblast apolar , yaitu neuroblast yang berbentuk bulat dan tidak mempunyai tonjolan. Neuroblast bipolar , mempunyai dua tonjolan sitoplasma, pada sisi badan sel yang berlawanan. Neuroblast multipolar, mempunyai banyak tonjolan sitoplasma. Tonjolan pada satu sisi memanjang dengan cepat membentuk axon sederhana (neurit), sedangkan tonjolan pada ujung lain memperlihatkan sejumlah percabangan sitoplasma, yang disebut dendrit sederhana. Pada perkembangan selanjutnya menjadi sel saraf dewasa yang disebut</p> <p>neuron. Akson-akson neuron sensorik pada cornu posterior mempunyai pola gerak yang berbeda dengan akson-akson neuron motorik pada cornu anterior. Akson-akson neuron sensorik menembus lapisan marginal medulla spinalais dan lapisan ini berjalan naik hingga satu tingkat yang lebih tinggi atau turun hingga satu tingkat yang lebih rendah; sehingga disebut neuron assosiasi. Sebaliknya axon-axon motorik lain membentuk radix ventralis n. spinalis. Selama pembentukan plica neuralis, sekelompok sel-sel tertentu nampak jelas di sepanjang tepi kanan dan kiri neural groove. Sel-sel ini berasal dari ectoderm, dan dikenal sebagai sel-sel crista neuralis. Sel-sel ini membentuk lapisan antara ectoderm permukaan dengan neural tube. Lapisan ini terbentang dari mesencephalon hingga ke tingkat somit-somit caudal, dan kemudian membelah menjadi dua bagian. Di sini sel-sel crista neuralis membentuk serangkaian kelompok sel yang menghasilkan ganglion sensorik saraf - saraf spinalis ( ganglion spinalis ) dan saraf - saraf otak untuk N. 5, 7, 9 dan 10. CACAT BAWAAN Spina bifida; suatu kelainan dimana terjadi kegagalan bagian dorsal vertebra untuk bersatu. Pada keadaan seperti ini medulla spinalis dan pembungkus-pembungkusnya bisa ikut bersama-sama keluar sehingga nampak seperti kantong yang tertutup oleh kulit. Keadaan ini disebut meningomyelocele. Kalau selaputnya saja yang keluar disebut meningocele. Apabila terjadi kegagalan penutupan neural groove sehingga jaringan saraf nampak terbuka dari luar, keadaan ini disebut myelocele atau rachischisis. ENCHEPHALON Dalam perkembangan neural tube pada ujung cranialnya segera menampakkaan 3 pelebaran yang nyata yang disebut Primary Brain Vosiscles (gelembung-gelembung otak sederhana) yaitu : Prosencephalon (anterior) Mesenchephalon (tengah) Rhombencephalon (posterior). Bersamaan dengan timbulnya vesicles ini neural tube melengkung ke arah ventral sambil membentuk dua lekukan yaitu : flexura cervicalis terletak antara Rhombencephalon dan medulla spinalis. flexura cephalica yang terletak di daerah mesencephalon. Ketika embryo berumur 5 minggu, perkembangan otak telah berlangsung dengan pesat sekali, sehingga dapat dibedakan 5 bagian yaitu: Procencephalon terbagi dua yaitu : bagian anterior disebut Telencephalon, dibentuk oleh bagian tengah yaitu lamina lateralis dan dua penonjolan lateral yang disebut Hemisphera cerebri sederhana. Bagian posterior disebut Diencephalon yang ditandai oleh pembentukan gelembung-gelembung mata (optik vesiscle). Mesencephalon hanya mengalami sedikit perubahan dan dipisahkan dari Rhombencephalon melalui alur yang disebut isthmus Rhombencephali. Rhombecephalon juga terbagi atas dua bagian yaitu bagian anterior disebut Metencephalon yang kelak membentuk Pons dan cerebellum; bagian posterior disebut</p> <p>myelencephalon yang akan menjadi medulla Oblongata. Batas antara kedua bagian ini ditandai oleh sebuah lekukan yang dikenal sebagai flexura pontis. Rongga medulla spinalis yaitu canalis centralis beralih ke dalam rongga gelembunggelembung otak sehingga memungkinkan cairan otak beredar secara bebas antara hemispheria cerebri dan bagian paling caudal medulla spinalis. Rongga Rhombencephalon dikenal sebagai ventrikel IV. Rongga diencephalon sebagai ventrikel III dan rongga-rongga hemispheria cerebri sebagai ventrikel lateralis. Ventrikel III dan IV mulanya dihubungkan oleh rongga mesencephalon yang lebar, kemudian menjadi sempit sekali dan dikenal sebagai Aquaductus cerebri sylvii. Ventrikel-ventrikel lateralis berhubungan dengan ventrikel III melalui foramina interventricularis Monroi. Myelencephalon Myelencephalon, adalah bagian otak yang paling caudal terbentang dari n. spinalis I hingga ke flexura pontis dan membentuk medulla oblongata. Medulla oblongata berbeda dari Medulla Spinalis karena dinding lateralnya berputar ke luar. Akibatnya lempeng atap menjadi teregang dan terdiri dari satu lapis. Akan tetapi susunan dinding lateral myelencephalon sangat menyerupai susunan medulla spinalis, dan lempeng alaris serta lempeng basalis dipisahkan oleh sulcus limitans yang dapat dengan mudah dikenali. Lempeng Basalis Motorik Lempeng basalis myelencephalon serupa dengan lempeng basalis medulla spinalis mengandung inti-inti motorik. Akan tetapi pada myelencephalon inti-inti ini dibagi atas 3 kelompok: Kelompok medial yaitu somatik eferen Kelompok tengah yaitu visceral eferen Kelompok lateral yaitu visceral eferen umum. Kelompok I mengandung neuron-neuron motorik yang mempersarafi otot-otot corak yang berasal dari myotom-myotom di daerah kepala. Dengan jalan ini terbentuklah lanjutan sel-sel cornu anterior di daerah kepala. Oleh karena kelompok somatik eferen melanjutkan diri ke arah rostral melalui metencephalon ke dalam mesencephalon, kelompok somatik ini disebut batang motorik somatik eferen. Pada Myelencephalon batang ini diwakili oleh neuron-neuron N.XII yang mempersarafi otot-otot lidah. Pada Metencephalon dan Mesencephalon diwakili oleh neuron N. III, N. IV dan N. VI. Kelompok II, kelompok visceral eferen khusus yang terbentang hingga ke metencephalon membentuk batang motorik visceral eferen yang mengandung neuron motorik yang mempersarafi otot-otot corak yang berasal dari mesenkim arcus pharyngeus. Pada myelencephalon batang ini diwakili olen neuron-neuron N. XI, X, IX. Pada orang dewasa neuron-neuron motorik saraf ini dibentuk oleh nucleus ambiquus dan nucleus n. accessorius pars bulbaris. Kelompok III mengandung neuron-neuron yang axonnya timbul sebagai serabut-serabut preganglonic untuk bersambung pada ganglion para simpatik yang mempersarafi otototot polos dinding tract. Digestivus, trac. Respiratosius dan jantung. Selain itu juga untuk kelenjar-kelenjar liur. Pada myelencephalon diwakili oleh nucleus dorsalis n. vagus dan nucleus salivatorius inferior, melaui n. IX untuk kelenjar parotis.</p> <p>Lempeng Alaris Sensorik Lempeng alaris mengandung inti-inti penghubung sensorik yang seperti pada lempeng basalis terdiri dari 3 kelompok. Kelompok somatik aferen, menerima rangsang dari telinga dan permukaan kepala melalui N. VIII dan N. V (pars bulbospinalis). Kelompok visceral aferen khusus, menerima rangsang dari lingua, palatum, oesopharynx dan epiglottis. Neuron-neuron ini kemudian membentuk nucleus tractus salitarius. Kelompok visceral aferen umum diwakili oleh nucleus sensorik dorsalis n. vagi, menerima rangsang interoseptive dari tr. digestivus dan jantung. Sel-sel lain lempeng alaris bermigrasi ke bawah hingga terletak ventro lateral terhadap lempeng basalis. Di sini membentuk kelompok nucleus olivarius. Metencephalon Metencephalon berkembang dari bagian Rhombencephalon dan terbentang dari flexura pontis hingga ke isthmus Rhombencephali. Berbeda dengan Myelencephalon, pada metencephalon dibentuk dua unsur khusus baru : Bagian dorsal yaitu cerebellum yang berfungsi sebagai pusat koordinasi untuk sikap dan gerakan. Bagian ventral yaitu pons yang berperan sebagai jalan lintas serabut-serabut saraf antara medulla spinalis dan cortex cerebri serta cortex cerebelli</p> <p>PONS Lempeng Basalis Seperti pada myelencephalon, setiap lempeng basalis mengandung tiga kelompok neuron motorik: Somatik eferen mengandung inti N. VI Visceral eferen khusus mengandung inti-inti N. V dan N. VII. Visceral eferen umum mengandung nucleus salivatorius superior. Lapisan marginal lempeng basalis metencephalon sangat melebar dan berperan sebagai jembatan bagi serabut-serabut saraf yang menghubugngkan cortex cerebri / cortex cerebelli dengan medulla spinalis. Selain serabut-serabut saraf, pons mengandung initinti pons yang berasal dari lempeng alaris metencephalon dan myelencephalon. Axonaxon inti-inti ini tumbuh menuju ke cerebellum dan membentuk Pedunculus cerebelli media. Lempeng Alaris Perkembangan lempeng alaris metencephalon agak rumit. Bagian ventromedial mengandung 3 kelompok inti sensorik. Somatik aferen yang mengandung neuron-neuron N. V dan sebagian kecil kelompok vestibulo cochlearis. Visceral aferen khusus diwakili bagian cranial nucleus tractus salitarius.</p> <p>Visceral aferen umum diwakili bagian paling cranial nucleus sensorik dorsal n. vagus. Bagian dorsolateral lempeng alaris ke arah medial membentuk labium rhomboidea. Labium ini sebagian menonjol ke dalam rongga ventrikel IV dan sebagian di atas perlekatan lempeng atap membentuk cerebellum.</p> <p>Cerebellum Pada bagian caudal metencephalon, labium rhomboidea terpisah sangat jauh, tetapi tepat di bawah mesecephalon labia ini saling mendekati di linea mediana....</p>