PENUNTUN SKILLS LAB BLOK 4.2 EMERGENCY AND PATIENT ...

  • Published on
    08-Dec-2016

  • View
    215

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  • PENUNTUN SKILLS LAB

    BLOK 4.2

    EMERGENCY AND PATIENT SAFETY

    SERI KETERAMPILAN KOMUNIKASI

    Resep 3. Penulisan resep rasional

    SERI KETRAMPILAN PROSEDURAL

    Mini WSD

    Resusitasi Jantung Paru

    EDISI 1

    Revisi 2012

    TIM PELAKSANA SKILLS LAB

    FAKULTAS KEDOKTERAN

    UNIVERSITAS ANDALAS

    PADANG

  • CARA PENGGUNAAN BUKU INI:

    Untuk mahasiswa

    Bacalah penuntun skills lab ini sebelum proses pembelajaran

    dimulai. Hal ini akan membantu saudara lebih cepat memahami

    materi skills lab yang akan dipelajari dan memperbanyak waktu

    untuk latihan dibawah pengawasan instruktur masing-masing.

    Bacalah juga bahan /materi pembelajaran yang terkait dengan

    keterampilan yang akan dipelajari seperti: Anatomi, fisiologi,

    biokimia, dan ilmu lainnya. Hal ini akan membantu saudara untuk

    lebih memahami ilmu-ilmu tersebut dan menemukan

    keterkaitannya dengan skills lab yang sedang dipelajari.

    Di buku ini juga disertaan suplemen bacaan sebagai tambahan

    kepustakaan dalam keterampilan Resusitasi.

    Saudara juga diwajibkan untuk menyisihkan waktu diluar

    jadwal untuk belajar / latihan mandiri.

    Selamat belajar dan berlatih ...

    Terima kasih

    Tim Penyusun

  • DAFTAR TOPIK SKILLS LAB TIAP MINGGU

    Minggu Ke Bentuk keterampilan topik Tempat

    I Keterampilan komunikasi

    Resep . Penulisan resep

    rasional ABCD

    II Ujian resep 3

    II Keterampilan prosedural

    Mini WSD

    EF

    III Ujian Mini WSD

    IV

    Keterampilan

    prosedural

    Resusitasi Jantung Paru

    (RJP)

    EF V

    VI Ujian RJP

    Nilai akhir skills lab:

    Nilai = 2Resep + 2WSD + 3RJP

    7

    Ketentuan :

    1. Mahasiswa yang akan mengikuti ujian tulis/skills lab/praktikum harus mengikuti persyaratan berikut :

    a. Minimal kehadiran dalam kegiatan diskusi tutorial 90% b. Minimal kehadiran dalam kegiatan diskusi pleno 90% c. Minimal kehadiran dalam kegiatan skills lab 100% d. Minimal kehadiran dalam kegiatan praktikum 100%

    2. Apabila tidak lulus dalam ujian tulis, mahasiswa mendapat kesempatan untuk ujian remedial satu kali pada akhir tahun akademik yang bersangkutan. Jika masih gagal,

    mahasiswa yang bersangkutan harus mengulang blok.

    3. Batas minimal nilai kelulusan skills lab adalah 81 untuk kesemua keterampilan 4. Apabila tidak lulus ujian skills lab, mahasiswa mendapat kesempatan untuk ujian

    remedial satu kali di akhir blok. Jika masih gagal, mahasiswa yang bersangkutan harus

    mengulang blok Ketentuan penilaian berdasarkan peraturan akademik program sarjana Universitas Andalas.

  • KETERAMPILAN KOMUNIKASI

    RESEP 3. PENULISAN RESEP RASIONAL

    I. PENDAHULUAN

    Sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonsesia (SKDI), Skills Lab (SL)

    penulisan resep dikategorikan kedalam kompetensi seri keterampilan komunikasi. Pada

    prinsipnya kompetensi inti dari penulisan resep ini adalah kemampuan farmakologi

    dokter yang pada dasarnya semua materi farmakologi yang terintegrasi dalam blok pada

    sistem PBL diberikan dalam bentuk kuliah pengantar dan pratikum yang dilaksanakan

    mulai Blok 1.4 pada semester 3 sampai Blok 4.2 semester akhir. Sedangkan untuk SL

    penulisan resep diberikan pada Blok 3.3 Gangguan Respirasi dan Blok 4.1. Pengelolaan

    penyakit tropik.

    Oleh karena itu SL penulisan resep pada Blok 4.2 ini tidak hanya pemantapan

    keterampilan penulisan resep yang mencangkup ketepatan dalam pemilihan obat

    berdasarkan penyebab penyakit, ketepatan dalam menentukan bentuk sediaan obat

    (BSO) dan memperhatikan interaksi obat sehingga mampu meminimalkan efek samping

    yang dapat terjadi. Skills lab ini juga memantapkan konsep terapi individu dan keluarga

    yang sudah diintegrasi dalam kegiatan Family Oriented Medical Education (FOME) yang

    harus diikuti oleh semua mahasiswa kedokteran pada tahun ke dua. Selain hal diatas

    mahasiswa mampu mengimplementasikan KONSEP PASIENT SAFETY dalam

    pemberian terapi.

    II. TUJUAN PEMBELAJARAN

    2.1. TUJUAN UMUM

    Mahasiswa mampu menuliskan resep dengan benar dan rasional

    berdasarkan penyebab penyakit dengan pendekatan holistik .

    2.2. TUJUAN KHUSUS

    Mahasiswa mampu menuliskan resep dengan benar dan rasional

    Sehingga :

    1. Tepat obat yang diberikan

    2. Tepat dosis yang diberikan

    3. Tepat BSO yang diberikan

    4. Tepat cara pakai yang diberikan

    5. Minimalkan efek samping obat

  • III. STRATEGI PEMBELAJARAN :

    1. Mahasiswa mempelajari kembali semua DIAGNOSA dengan kompentensi

    4 dalam buku SKDI sehingga mengetahui penyebab penyakit.

    2. Mahasiswa mempelajari kembali semua kompetensi farmakologi yang

    telah diberikan pada blok sebelumnya

    3. Mahasiswa mempelajari kembali obat-obat yang digunakan dalam

    pelayanan primer ( puskesmas)

    4. Mahasiswa mengimplementasikan bahan kuliah pengantar pada Blok 4.2

    yang mencakup materi BSO, interaksi obat dan memberikan terapi individu

    dan keluarga dalam konsep Bloom

    IV. PRA SYARAT

    1. Mahasiswa sudah mengikuti FOME

    2. Mahasiswa sudah pernah mengikuti SL penulisan resep pada Blok 3.3

    3. Mahasiswa sudah pernah mengikuti SL penulisan resep pada Blok 4.1

    V. TEORI

    Pada prinsipnya pemberian terapi pada penderita sangat ditentukan oleh

    ketepatan dokter mendiagnosa hal ini sesuai dengan KONSEP PASIENT

    SAFETY . Dalam menegakan diagnosa tidak hanya membutuhkan keterampilan

    dalam pemeriksaan fisik diagnostik akan tetapi juga harus mampu melakukan

    pendekatan secara komperehensif dan holistik yang sudah dilaksanakan dalam

    kegiatan FOME pada tahun ke dua. SL penulisan resep pada Blok 4.2

    memantapkan kompetensi farmakologi mahasiswa untuk dapat memberikan

    terapi yang benar dan rasional dengan pendekatan komperehensif dan holistik

    yang didasarkan pada pasient safety.

    5.1 TAHAP-TAHAP MENULISKAN RESEP YANG BENAR DAN

    RASIONAL

    Contoh kasus :

    Seorang ibu datang ke puskesmas membawa anaknya bernama Siti umur 5 th, ibu

    tersebut menceritakan kepada dokter semua keluhan yang diderita anaknya. Dalam

    hasil anamesis dan pemeriksaan fisik dokter puskesmas tersebut mendiagnosa

    Typus Abdominalis.

  • Maka langkah-langkah yang harus diikuti adalah :

    1. Bila DIAGNOSA sudah benar maka mahasiswa menentukan untuk memberikan

    terapi pada penderita.

  • 2. Setelah mahasiswa menentukan untuk memberikan terapi maka mahasiswa mampu

    mengetahui penyebab dari penyakit tersebut sehingga dapat menentukan apakah

    penyakit tersebut mempunyai terapi pilihan atau tidak . Bila tidak maka terapi yang

    digunakan adalah obat-obat untuk layanan primer ( puskesmas). Apakah terapi

    simtomatis diperlukan ?

    3. Setelah mahasiswa mampu menentukan obat yang akan diberikan untuk penderita

    maka barulah mahasiswa menentukan dosis terapi dengan menghitung dosis obat

    berdasarkan berat badan untuk anak dan membandingkannya dengan dosis

    maksimal, menentukan BSO yang tepat, menentukan signatura berdasarkan t1/2 obat.

    Selanjutnya yang terpenting juga adalah mahasiswa harus menentukan apakah resep

    tersebut diberikan dalam bentuk magistralis atau offisinalis hal ini juga tergantung

    dengan kemapuan penderita dalam membeli obat dan ketersediaan obat yang ada di

    pelayanan primer. Selanjutnya mahasiswa mampu mengkomunikasikan/

    menjelaskan cara pakai obat tersebut pada penderita.

  • 5.2 MENULISKAN RESEP YG BENAR DAN RASIONAL BERDASARKAN

    TIPE RESEP YANG DIINGINKAN

    4. Menuliskan dengan tipe magistralis

    5. Menuliskan dengan tipe offisinalis

    Dr EDWINA

    Praktek Umum

    SIP : No.03 / tahun 2006

    Alamat : Jln Ganting II No 16 Padang

    Telp : 0751890114

    Praktek Senin Jumat

    Jam 17.00 - 19.00

    Padang, 17-5-2006

    R/ Chlorampenicol ????? mg

    SL q

    m f pulv d t d No ????

    S 4 d d p I

    Paraf

    Pro : Siti

    Umur : 5 th

    Alamat : Jln Proklamasi No 17 Padang

    Dr EDWINA

    Praktek Umum

    SIP : No.03 / tahun 2006

    Alamat : Jln Ganting II No 16 Padang

    Telp : 0751890114

    Praktek Senin Jumat

    Jam 17.00 - 19.00

    Padang, 17-5-2006

    R/ Chlorampenicol syrup flash No ???

    S 4 d d cth I/ II ???

    Paraf

    Pro : Siti

    Umur : 5 th

    Alamat : Jln Proklamasi No 17 Padang

  • VI. PELAKSANAAN SL

    KEGIATAN SKILLS LAB RESEP 3

    Minggu

    ke

    Materi Pembimbing KET

    1 Instruktur memberikan kasus pada

    mahasiswa dengan kriteria kompotensi 4

    sesuai dengan SKDI dan menuliskan

    RESEP untuk kasus tsb. RESEP tsb

    didiskusikan dan dijelaskan yang benar

    dan rasional oleh instruktur.

    Instruktur BSO

    DOSIS

    SIGNATURA

    TIPE R/

    2 UJIAN :

    Instruktur menentukan/ memilih kasus

    dengan kompetensi 4 berdasarkan SKDI

    dengan kriteria 2 kasus untuk siklus besar

    ( Interne, Bedah, Obgyn, IKA) dan 2

    kasus untuk siklus kecil

    Instruktur Masing-masing

    kasus dg R/

    menggunakan

    lembaran

    penilaan

  • LEMBAR PENILAIAN SKILLS LAB BLOK 4.2

    RESEP 3: PENULISAN RESEP RASIONAL

    Nama mahasiswa : ...................................... Kelompok: ............

    No. BP : ......................................

    No. ASPEK YANG DINILAI SKOR TOTAL

    SKOR

    BOBOT NILAI

    0 2 10

    I. Prescriptio:

    1. Nama Dokter

    2%

    2. Alamat Dokter

    3. SIP (Surat Izin Praktik)

    4. Hari Praktik

    5. Jam Praktik

    6. No.Telpon

    7. Nama Kota

    8. Tanggal resep ditulis

    II. Superscriptio (R/) 2%

    III. Inscriptio

    1.Remedium Cardinale

    a. Tepat obat 20%

    b. Tepat dosis 20%

    c. Tepat jumlah yang

    diberikan

    15%

    2. Remedium Adjuvant 1%

    IV. Subscriptio (BSO) 15%

    V. Signatura 15%

    VI. Nama Penderita di belakang

    Pro

    2%

    VII. Umur Penderita 2%

    VIII. Alamat Penderita 2%

    IX. Paraf 1%

    X. Menjelaskan cara

    pemakaian kepada pasien

    3%

    TOTAL:

    Keterangan :

    Skor 0 : Tidak ditulis sama sekali

    Skor 2 : Ditulis tapi salah

    Skor 10 : Ditulis dengan tidak ada salah sama sekali

    Padang, ........................ 2012

    Instruktur

    ( ....................................... )

  • PENUNTUN SKILL LAB

    MINI WSD

    I. PENDAHULUAN

    Definisi

    Mini WSD adalah tindakan pengaliran udara atau cairan dengan cepat dan terus

    menerus dari rongga pleura.

    Manfaat

    Modul ini dibuat untuk mahasiswa agar dapat mencapai keterampilan yang baik

    dalam menangani kasus-kasus gawat darurat paru yang banyak ditemukan,

    terutama pada kasus Pneumothorak ventil dan efusi pleura ganas.

    II. TUJUAN PEMBELAJARAN

    Umum : Mahasiswa mampu melakukan tindakan pemasangan mini WSD pada

    kasus pneumothotak ventil dan efusi pleura masif.

    Khusus

    Mahasiswa mampu :

    - Mendeteksi terjadinya Pneumothorak ventil dan efusi pleura masif.

    - Melakukan persiapan untuk Pemasangan Mini WSD.

    - Melakukan tindakan Pemasangan Mini WSD.

    - Menilai keberhasilan tindakan yang dilakukan.

    - Mengetahui prosedur rujukan untuk kasus-kasus gawat darurat paru.

    III. STRATEGI PEMBELAJARAN

    - Pembelajaran dilakukan diruangan skill lab dengan menggunakan alat peraga

    sebanyak 2 kali pertemuan.

    IV. PERSYARATAN

    Mahasiswa yang mengikuti skill lab ini, sudah melalui skill lab pemeriksaan fisik Paru.

  • V. TEORI

    Mini WSD ( Water Sealed Drainage) merupakan tindakan untuk mengeluarkan

    cairan dari rongga pleura bersifat tidak permanen, dengan menggunakan abocate / IV

    cateter. Tindakan ini digunakan pada keadaan pneumothorak ventil serta efusi pleura

    masif yang dapat mengancam jiwa, sehingga tindakan ini harus segera dilakukan.

    Penentuan diagnosis tepat terhadap kasus gawat darurat ini sangat perlu, karena

    menentukan jenis intervensi yang diperlukan. Diagnosis pneumothorak ventil serta efusi

    pleura masif ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan

    penunjang.

    Pengetahuan tentang anatomi dari dinding dada sangat diperlukan dalam

    melakukan pemasangan mini WSD ini, agar dapat menentukan dengan tepat dimana

    tempat pemasangan mini wsd. Dinding dada terdiri dari Tulang dan jaringan lunak.

    Tulang yang membentuk dinding dada adalah :

    tulang iga,

    columna vertebralis torakalis,

    sternum,

    tulang clavicula,

    scapula

    Jaringan lunak yang membentuk dinding dada adalah :

    otot dinding dada

    pembuluh darah terutama pembuluh darah intrerkostalis dan torakalis

    interna.

  • Perbedaan antara pneumotorak ventil dan efusi pleura masif berdasarkan anamnesis,

    pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang dapat dilihat dibawah ini:

    Pneumothorak ventil

    Anamnesis

    Sesak napas tiba-tiba kadang didahului rasa nyeri di dada yang ada

    kelainan.

    Pemeriksaan fisis

    Inspeksi ; Asimetris, daerah kelainan lebih cembung.

    Palpasi : Fremitus melemah pada sisi yang sakit.

    Perkusi ; hipersonor dibanding sisi yang sehat.

    Auskultasi ; Suara nafas menghilang pada sisi yang sakit.

    Dapat disertai dengan keadaan umum yang berat serta hemodinamik terganggu.

    Foto torak

    Dilakukan pemeriksaan foto torak PA, dan ditemukan adanya gambaran

    hiperadiolusen tanpa corakan paru dengan batas paru yang kolap disertai

    pendorongan organ-organ mediastinum.

    Gambar 2. Gambaran radiologi Pneumothorak ventil

    dikutip dari 1

    Punksi percobaan didapatkan udara dalam spuit yang digunakan.

    Paru

    kolapss

  • EFUSI PLEURA GANAS

    Anamnesis Sesak terutama beraktifitas. Tidur lebih enak ke arah kelainan

    Pemeriksaan fisis Inspeksi ; Asimetris daerah kelainan lebih cembung Palpasi : fremitus sisi yang sakit menghilang. Perkusi ; Pekak Auskultasi ; Suara nafas sisi yang sakit menghilang.

    Foto torak PA / Lateral dekubitus

    Radio opak ( perselubungan homogen) dimana lateral lebih tinggi dari medial dapat disertai pendorongan organ mediastinum.

    Gambar 3. Gambaran efusi pleura masif pada hemitorak kiri. dikutip dari 1

    punksi percobaan didapatkan cairan dalam spiut yang digunakan.

  • Setelah diagnosis ditegakkan maka pemilihan lokasi penusukan juga sangat penting

    diketahui. Pemilihannya adalah berdasarkan tempat yang paling aman diantara sela iga

    depan atau belakang, menjauhi pembuluh darah, syaraf serta organ-organ vital yang

    berada didalam dinding torak.

    Pemilihan lokasi ini diusahakan tidak mengganggu pasien. Pada pneumothorak

    ventil lokasi untuk penusukan abocath adalah Ruang Interkostal II depan, pada garis Mid

    Clavikula, sedangkan untuk efusi lokasi yang dipilih adalah Ruang Interkostal V / VI/

    VII Linea Aksilaris posterior. Penusukan abocath harus dilakukan diatas Costae karena

    tidak terdapat pembuluh disana, secara lengkap dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

    Gambar 4. Gambaran otot, syaraf, pembuluh darah serta

    vena pada ruang interkostal.Dikutip dari 2

    Gambar 5. Cara melakukan punksi percobaan. Dikutip dari 3

  • Kontra indikasi pemasangan mini WSD :

    Absolut : tidak ada

    Relatif : Perlengketan pleura

    VI. CARA PEMASANGAN WSD

    Beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum pemasangan mini WSD :

    1. Pastikan diagnosis kerja pasien adalah pneumothorak ventil atau efusi pleura masif,

    untuk ini lakukan terlebih dahulu :

    - Anamnesis lengkap

    - Pemeriksaan fisik paru

    - Pemeriksaan Radiologi torak serta labor pendukung.

    2. Menerangkan tujuan serta resiko tindakan yang akan dilakukan kepada pasien dan mendapatkan persetujuan pasien untu...