of 44/44
Atresia Duodenum adalah tidak terbentuknya atau tersumbatnya duodenum (bagian terkecil dari usus halus) sehingga tidak dapat dilalui makanan yang akan ke usus. Atresia duodenum merupakan salah satu abnormalitas usus yang biasa ditemui didalam ahli bedah pediatrik dan merupakan lokasi yang paling sering terjadinya obstruksi usus di hampir semua kasus osbtruksi.1. Atresia duodenum dijumpai satu diantara 6.000─10.000 kelahiran hidup. Dasar embriologi terjadinya atresia duodenum disebabkan karena kegagalan rekanalisasi duodenal pada fase padat intestinal bagian atas dan terdapat oklusi vascular di daerah duodenum dalam masa perkembangan fetal.2 Setengah dari semua bayi baru lahir dengan atresia duedenal juga mempunyai anomali kongenital pada sistem organ lainnya. Lebih dari 30% dari kasus kelainan ini ditemukan pada bayi dengan sindrom down. Keterlambatan diagnosis dan tatalaksana mengakibatkan bayi dapat mengalami asfiksia, dehidrasi, hiponatremia dan hipokalemia yang diakibatkan muntah-muntah Kata Kunci : atresia duodenum, tanda double bubble sign Abstrak

Atresia Duodenum FIX

  • View
    73

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Atresia Duodenum FIX

Atresia Duodenum adalah tidak terbentuknya atau tersumbatnya duodenum (bagian terkecil dari usus halus) sehingga tidak dapat dilalui makanan yang akan ke usus. Atresia duodenum merupakan salah satu abnormalitas usus yang biasa ditemui didalam ahli bedah pediatrik dan merupakan lokasi yang paling sering terjadinya obstruksi usus di hampir semua kasus osbtruksi.1. Atresia duodenum dijumpai satu diantara 6.00010.000 kelahiran hidup. Dasar embriologi terjadinya atresia duodenum disebabkan karena kegagalan rekanalisasi duodenal pada fase padat intestinal bagian atas dan terdapat oklusi vascular di daerah duodenum dalam masa perkembangan fetal.2 Setengah dari semua bayi baru lahir dengan atresia duedenal juga mempunyai anomali kongenital pada sistem organ lainnya. Lebih dari 30% dari kasus kelainan ini ditemukan pada bayi dengan sindrom down. Keterlambatan diagnosis dan tatalaksana mengakibatkan bayi dapat mengalami asfiksia, dehidrasi, hiponatremia dan hipokalemia yang diakibatkan muntahmuntah Kata Kunci : atresia duodenum, tanda double bubble sign

Nama : By. Norma Tgl. Lahir : 25/02/2013 BB : 2500 gram PB : 36 cm RM : 597024 MRS : 02/03/2013 Ruangan : Level room II A

Keluhan Utama : muntah AT : dialami sejak lahir sampai sekarang. Riwayat muntah hijau tidak menyemprot bercampur lendir, ada sejak dilahirkan.Pasien tidak pernah diberikan minum sejak lahir. Riwayat keluar lendir warna putih dari anus setelah pasien lahir 3 hari. Buang air kecil lancar. Riwayat perut cembung ada

Riwayat kehamilan : kontrol teratur di bidan dan puskesmas mendapat vitamin suntik TT dua kali. Ibu tidak pernah sakit, tidak pernah minum obat dan minum jamu-jamuan. Riwayat bersalin : bayi lahir kurang bulan, lahir spontan di puskesmas, ditolong oleh bidan, tidak segera menangis, biru lalu diberikan oksigen, beberapa jam setelah lahir, keluar cairan hijau dari mulut.

Riwayat menyusu : tidak pernah asi dan menetek. Riwayat di puskesmas selama satu malam, lalu bayi dirujuk di Rumah Sakit Makassau karena tidak minum (menelan) susu, dan keluar cairan hijau dari mulut. Di Rumah Sakit Makassau dirawat selama 5 hari dan mendapat terapi IVFD, antibiotik, dan OGT lalu, dirujuk ke RSWS dengan diagnosa atresia duodeni.

Status Generalis : sakit sedang/Gizi kurang/ Composmentis Status vital : HR : 152 x/menit P : 47 x/menit (bronkhovesikular) S : 36,8

Status Lokalis Regio Abdomen : Inspeksi : tampak datar dan ikut gerak napas, warna kulit sama dengan sekitarnya, tidak ada pelebaran vena Palpasi : distended abdomen (-), MT (-), Hepar/lien tidak teraba Perkusi : timpani Auskultasi : peristaltik (+) kesan menurun

Ureum Kreatinin

10 0,03

GOTGPT Natrium Kalium Clorida HBsAg

3117 130 2,7 52 (-)

WBC RBC HGB HCT PLT BIL.TOTAL BIL. DIREK PT APTT

11,5 5,7 19,0 56,3 344 11,92 2,02 16,6 93,6

Kesan : Double bubble

Merupakan

bagian terpendek dari usus halus, berbentuk huruf C yang melingkari caput pankreas

Berawal

dari bulboduodenale dan berakhir pada duodenojejunal junction (ligamentum Treitz)organ retro peritoneal, tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum

Merupakan

Merupakan bagian teratas usus halus Panjang 25 cm, berliku-liku di sekitar caput pancreas Fungsi utama : absorpsi produk-produk pencernaan Merupakan struktur retroperitoneal Seluruh permukaan duodenum dilapisi peritoneum, kecuali 2,5 cm pertama

A. Gastrica dextra A. Pancreatico-duodenalis superior A. Pancreatico-duodenalis inferior

Plexus coeliacus Plexus mesentericus superior

Tidak terbentuknya atau tersumbatnya sebagian duodenum sehingga tidak dapat dilalui makanan yang akan ke usus

Insiden

1 per 6000 kelahiran Atresia duodenal 40-60%, Hidramnion terjadi pada sekitar 40% kasus obstruksi duodenum 22-30% pasien obstruksi duodenum menderita trisomi 21

Kelainan bawaan yang belum diketahui jelas.

penyebabnya

Kelainan pengembangan embrionik saat

masih

dalam

kehamilan.lumen

Terjadiusus

kegagalan minggu ke 5

rekanalisasi

selama masa kehamilan minggu ke 4 dan

Dapat disebabkan faktor intrinsik didalam duodenum, dapat total atau parsial, atau tanpa diafgrama mukosa. Diameter bukaan dapat kecil sekali atau besar, mendekati diameter lumen normal. Faktor ekstrinsik tekanan laur duodenum seperti pita Ladd.

Jaringan mukosa utuh atau intak yang terbentuk dari mukosa dan submukosa. Dari luar tampak perbedaan diameter proksimal dan distal. Lambung dan duodenum proksimal atresia mengalami dilatasi

Ujung buntu duodenum dihubungkan oleh pita jaringan ikat

Dua ujung buntu duodenum terpisah tanpa hubungan pita jaringan ikat

Bisa ditemukan abdomen bagian atas

pembengkakan

Muntah banyak segera setelah lahir, berwarna kehijauan akibat adanya empedu (biliosa)

Muntah terus-menerus meskipun bayi dipuasakan selama beberapa jam

Tidak memproduksi urin beberapa kali buang air kecil

setelah

Hilangnya bising usus setelah beberapa kali buang air besar mekonium.

Rontgen Polos abdomen :

2 bayangan gelembung udara, gelembung lambung dan duodenum proksimal atresia.

Obstruksi duodenum ditandai khas oleh gambaran double-bubble (gelembung ganda) pada USG prenatal. Gelembung pertama mengacu pada lambung, dan gelembung kedua mengacu pada loop duodenal postpilorik dan prestenotik yang terdilatasi

Persiapan prabedah:

Dekompresi dengan NGT, Isap udara, cairan, mencegah muntah dan aspirasi. Resusitasi cairan dan elektrolit, koreksi asam basa, hiponatremia dan hipokalemia. Pembedahan elektif pada pagi hari berikutnya.

Side-to-side Duodeno-duodenostomy Dilakukan insisi pada dinding duodenum dan melakukan eksisi pada jaringan lalu melakukan penjahitan pada bekas insisi

Dilakukan diamond-shaped anastomosis

Dilakukan A duodenoduodenostomy atau gastrojejunostomy

The atretic segment is by passed by creating an opening between the stomach and jejunum

Tidak dilakukan reseksi bagian atresia, karena dapat terjadi pemotongan ampula vateri dan saluran Wirsungi.

Dehidrasi Refluks gastroesofageal---pneumoni aspirasi Perforasi Megaduodenum

Sebelum abad 20 angka mortalitas > 90%.

kemajuan di bidang anestesi pediatrik, neonatologi, dan teknik pembedahan, angka kesembuhannya telah meningkat hingga 90%