of 43 /43
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembuatan Proposal Saat ini bepergian (travelling) dengan menggunakan pesawat terbang merupakan salah satu kebutuhan manusia yang penting dalam sebagian aktivitasnya. Bepergian (travelling) ke kawasan domestik maupun internasional pada umumnya mempunyai tujuan untuk kepentingan pekerjaan (work), kegiatan belajar (studying), wisata atau kepentingan lainnya. Dari waktu ke waktu bepergian dengan menggunakan pesawat terbang mengalami peningkatan, hal ini didukung oleh semakin banyaknya maskapai-maskapai penerbangan yang baru yang menciptakan persaingan yang ketat antara lain persaingan di tingkat harga, dimana kita lihat harga tiket pesawat terbang semakin murah walaupun tidak serta merta diikuti oleh peningkatan pelayanan. Selain masalah pelayanan yang belum memuaskan ada juga permasalahan yang sangat krusial yaitu masalah infrastuktur yang kurang memadai. Seperti kita ketahui bahwa tidak banyak di Indonesia ini bandara (aiport) yang bisa menampung banyak pesawat terbang (airplane) ataupun bandara (airport) kelas internasional yang dikelola secara baik dari sisi manajemen dan juga dari sisi teknologi. 1

Proposal (Repaired)

Embed Size (px)

DESCRIPTION

proposal usaha baru

Text of Proposal (Repaired)

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembuatan Proposal Saat ini bepergian (travelling) dengan menggunakan pesawat terbang merupakan salah satu kebutuhan manusia yang penting dalam sebagian aktivitasnya. Bepergian (travelling) ke kawasan domestik maupun internasional pada umumnya mempunyai tujuan untuk kepentingan pekerjaan (work), kegiatan belajar (studying), wisata atau kepentingan lainnya. Dari waktu ke waktu bepergian dengan menggunakan pesawat terbang mengalami peningkatan, hal ini didukung oleh semakin banyaknya maskapai-maskapai penerbangan yang baru yang menciptakan persaingan yang ketat antara lain persaingan di tingkat harga, dimana kita lihat harga tiket pesawat terbang semakin murah walaupun tidak serta merta diikuti oleh peningkatan pelayanan. Selain masalah pelayanan yang belum memuaskan ada juga permasalahan yang sangat krusial yaitu masalah infrastuktur yang kurang memadai. Seperti kita ketahui bahwa tidak banyak di Indonesia ini bandara (aiport) yang bisa menampung banyak pesawat terbang (airplane) ataupun bandara (airport) kelas internasional yang dikelola secara baik dari sisi manajemen dan juga dari sisi teknologi. Bepergian (travelling) dengan menggunakan pesawat terbang saat ini sangat dibutuhkan oleh mayoritas masyarakat terutama bagi mereka yang memiliki tujuan untuk pekerjaannya, untuk belajar di luar pulau atau di luar negeri, ataupun untuk sekedar wisata. Apalagi Indonesia termasuk negara dengan jumlah pulau terbanyak dimana diantara pulau-pulau tersebut untuk tujuan wisata. belum dieksplorasi dengan optimal

1

Bepergian

dengan

menggunakan

pesawat

terbang

sangat

potensial, efisien dan ekonomis, hanya dengan waktu beberapa jam kita dapat mengunjungi tempat lain yang ribuan atau puluhan ribu mil jauhnya. Ini sangat penting bagi mereka yang hanya memiliki sedikit waktu dalam kegiatan mereka (pekerjaan, belajar, dan lainnya) di tempat lain. Indonesia merupakan negara dengan banyak tempat (objek) tujuan wisata khususnya untuk kawasan Asia Tenggara bersama Thailand dan Malaysia. Jika diperbandingkan dengan negara lain (seperti Thailand dan Malaysia), Indonesia lebih banyak memiliki objek wisata yang lebih komplit. Ini karena Indonesia merupakan negara kepulauan dimana diantara pulau-pulau (daerah-daerah) tersebut banyak yang belum dieksplorasi secara optimal untuk tujuan wisata seperti kebudayaannya, keindahannya, keunikan dan keragaman lainnya yang dapat menarik minat wisatawan baik lokal maupun luar negeri. Di satu sisi saat ini di Indonesia di kalangan kelas menengah telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup baik yang menyebabkan mobilitas mereka untuk bepergian dengan pesawat terbang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Banyak diantara mereka bepergian untuk keperluan bisnis, belajar, wisata dan juga untuk keperluan ibadah seperti ibadah haji. Untuk ibadah haji ini sendiri dari tahun ke tahun Indonesia mendapatkan kuota yang semakin besar. Dengan melihat dan dari pengalaman kami di bidang Tours and Travel Business selama kurang lebih sepuluh tahun ini kami mengajukan proposal ini kepada para investor yang tertarik untuk membangun bisnis Travel dan Tour Domestik dan Internasional bersama kami yang didukung oleh para profesional dan berpengalaman di bidang ini. Kami mengajak para calon investor untuk menghadapi masa depan yang cerah dan kesempatan yang sangat baik di dalam bisnis ini.2

B. Maksud dan Tujuan Dalam penulisan proposal ini penulis mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1. Untuk memenuhi dan melengkapi sebagai tugas satu mata kuliah

penganggaran pemberian nilai

perusahaan

salah

persyaratan

2. Selain sebagai melengkapi tugas juga untuk menjadi bahan acuan bagi mereka yang sedang atau akan membuat proposal tugas ataupun proposal pembuatan usaha. 3. Dan terakhir jika memang memungkinkan penulis mempunyai tujuan agar proposal ini dapat menjadi acuan yang nyata bagi calon-calon investor yang berminat untuk terjun di bisnis travel dan tour ini C. Metode Penelitian (Landasan Teori) Di dalam penulisan proposal ini penulis juga memasukkan unsurunsur teoritis yang berkaitan dengan landasan dan juga pembahasan proposal.

3

BAB II PEMBAHASAN

1. Selintas Tentang Pariwisata

Bisnis travel dan tour ini merupakan satu kesatuan dengan dunia pariwisata. Wisata saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan hidup manusia selain kebutuhan pokok lainnya seperti sandang, pangan dan papan. Bepergian merupakan salah satu kegiatan pariwisata untuk mengunjungi objek-objek wisata. Produk pariwisata juga dapat diartikan sebagai gabungan /

campuran dari fasilitas dan pelayanan, seperti yang diungkapkan oleh Manuel Baud Bouvy & Fred Lawson, Tourism & Recreation Handbook of Planing and Design (Architectural Press, 1998) Tourism products are an amalgam of resources, facilities and services Objek dan daya tarik Wisata (ODTW) yang merupakan bentukan nyata dari produk pariwisata tersebut dapat dikategorikan ke dalam 3 kelompok, antara lain: 1. ODTW berbasis alam 2. ODTW berbasis pada sejarah dan budaya, 3. serta ODTW yang berorientasi kepada minat khusus (special interest) The product may defined as a bundle or package of tangible and intangible component, based on activity at destination. The package is perceived by the tourist as an experience available at price (Middleton, 1988: 79). Jadi produk pariwisata dijelaskan sangat terkait dengan aktivitas di daerah tujuan wisata (destinasi wisata), sehingga kegiatan

4

pariwisata akan lebih dapat berkembang / dikembangkan apabila di suatu daerah tersebut mempunyai objek dan daya tarik wisata "Destination is at one a single entity but it comprises every kind of tourism organization and operation in its geographical area (Sumber : A.V Seaton & M.M Bennett, 1996, p.350) Dari definisi di atas maka destinasi merupakan suatu area geografi, dapat berupa daerah administrasi atau bentukan geografi yang dikembangkan untuk memuaskan wisatawan. Di dalam sebuah destinasi terdapat berbagai faktor yang saling mendukung satu dengan yang lainnya. Hal itu merupakan bentuk dari konsep destination mix yang dijelaskan di bawah ini : The destination mix is another unique, relational concept with five components: attractions and events, facilities, infrastructure, transportation, and hospitality resources. (Sumber : Alastair M. Morrison,2001,p.186) Di dalam memasarkan destinasi terdapat beberapa tujuan yang harus dicapai oleh pemasar, di antaranya adalah : 1. 2. Meningkatkan citra dari suatu daerah dengan harapan dapat mendorong para investor untuk menanamkan modalnya di daerah tersebut. Meningkatkan jumlah dan kualitas dari fasilitas dan infrastruktur di daerah tersebut yang tidak hanya berguna bagi keleluasaan para wisatawan namun juga berguna bagi masyarakat lokal di mana destinasi tersebut berada. 3. 4. 5. Memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat lokal terhadap daerahnya karena banyak wisatawan yang ingin datang dan melihat daerahnya tersebut. Memberikan sebuah pemikiran baru dan pemasukan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas di lingkungan lokal suatu destinasi. Mencoba untuk membuat destinasi agar dapat lebih diterima oleh wisatawan dengan membaca ekspektasi dari wisatawan dan juga melihat pada kebijakan dari pemerintah

(Sumber : Susan Homer and John Swarbroke, 1996)

5

Destinasi juga terdiri dari berbagai elemen-elemen. Di dalam membuat strategi terhadap sebuah destinasi terdapat beberapa faktor yang harus dianalisis terlebih dahulu di dalam pasar. Faktor-faktor tersebut antara lain :1.

What

are

the

natural

resources

of

the

destination

area?

Yang termasuk kedalam sumber daya alam di suatu destinasi antara lain adalah iklim, tanah, vegetasi, kehidupan binatang, air, pantai, ketersediaan air minum, sumber daya energi, dan keindahan alam sekitar destinasi.2.

What

is

the

existing

infrastructure?

Infrastruktur yang masuk ke dalamnya antara lain water supply, sistem pembuangan, listrik dan gas, sistem komunikasi, jalan, bandar udara, terminal, stasiun kereta api, tempat parkir, dan transportasi publik.3.

What

is

the

current

development

phase

of

the

suprastructure?

Sarana suprastruktur terdiri dari fasilitas-fasilitas seperti hotel/motel, restoran/bar, toko-toko, tempat-tempat hiburan, dan sektor bisnis lainnya yang menyediakan barang dan jasa kepada konsumen.4.

What forms of transportation are currently avaible to potential travel consumers who may choose to visit the destination? Dalam hal transportasi yang terkait di dalamnya mobil, pesawat udara, kereta api, bus dan kapal laut.

5.

Does the destination area have the necessary people (the host community) who are willing and able to service the travel consumer? Maksud dari hal di atas apakah masyarakat lokal mempunyai keinginan di dalam memberikan jasanya kepada wisatawan yang datang ke daerah mereka. Keinginan tersebut tidak hanya meliputi keinginan di dalam pelayanan namun juga masyarakat lokal juga harus dapat menerima budaya dan motivasi yang dibawa oleh wisatawan ke daerah mereka. Intinya adalah penyesuaian antara budaya masyarakat lokal dengan budaya pendatang yang berasal dari wisatawan.

6.

What cultural/historical resources does a particular destination have that sets it a part from other destinations? Dengan kata lain adalah apakah destinasi yang akan dipasarkan tersebut mempunyai pesaing lain yang potensi produk sejarah dan budayanya sama dengan yang dipasarkan destinasi tersebut kepada konsumen.6

7.

What types of travel consumers currently visit the destinations? Why do they choose to visit that destinations instead of the many other possible destinations? Menentukan jenis wisatawan yang datang ke suatu destinasi yang dapat memberikan nilai wawasan yang nantinya akan masuk ke dalam daur hidup produk. Apakah wisatawan yang datang menyukai jenis wisata petualangan atau jenis lainnya.

8.

What is the government attitude toward, and treatment of, tourism? Hal ini menjelaskan keterlibatan pemerintah terhadap pariwisata yang berkembang pada suatu destinasi. Keterlibatan tersebut bisa dalam bentuk tindakan langsung dari pemerintah pada perkembangan pariwisata atau pemerintah yang ada di destinasi tersebut hanya sebagai fasilitator dan pemberi kebijakan saja. Keterlibatan lain yang dapat dilakukan pemerintah di dalam pengembangan pariwisata di suatu destinasi dapat dilakukan dengan melakukan promosi pariwisata yang pastinya akan meningkatkan jumlah kunjungan ke suatu destinasi.

(Sumber : Robert C. Lewwis and Richard E Chambers, 1990) Di dalam BAB VI, Pasal 14 Undang-Undang No.10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan dijelaskan bahwa tentang beberapa macam Usaha Pariwisata antara lain salah satunya adalah Usaha Jasa Transportasi Wisata dan Usaha Perjalanan Wisata. Dari sekian jenis dan macam Usaha Pariwisata tersebut kami mengkhususkan diri pada bidang Jasa Transportasi dan Perjalanan Wisata. Ada beberapa macam pokok-pokok yang berkaitan dengan usaha Jasa Transportasi dan Perjalanan Wisata, antara lain : a. Objek Pariwisata Objek pariwisata merupakan objek/tempat dimana seorang turis ingin mengunjungi. Dapat berupa adventure atau tempat bersejarah, tempat dengan pemandangan yang indah dan unik atau tempat yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan tempat lain. Untuk hal ini kami akan melakukan kerjasama dengan beberapa objek wisata yang ada di Indonesia,7

untuk periode awal kami akan melakukan kerjasama dengan beberpa objek wisata yang sudah familiar bagi turis. b. Transportasi Pelayanan transportasi sangat diperlukan untuk menyukseskan bisnis travel dan tur ini. Pelayanan yang cepat tapi nyaman merupakan moto yang harus dipertahankan agar para wisatawan tidak merasa lelah di dalam perjalanan, nyaman dan merasa bahagia dapat menikmati perjalanannya. Transportasi disini dapat berupa : Airplane (pesawat terbang) Train (kereta api) Bus Mobil Sepeda Motor

c. Hotel / Akomodasi Di sekeliling objek wisata diharuskan ada tempat

penginapan/hotel bagi para wisatawan. Ini persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak pengelola agar para wisatawan dapat dengan nyaman menikmati objek wisata dalam waktu berharihari. Untuk memperlancar bisnis kami akan melakukan kerjasama dengan beberapa hotel yang berdekatan dengan objek wisata baik itu hotel bintang lima ataupun hotel dibawah tingkatan itu tetapi tetap dengan pelayanan yang memuaskan. d. Restoran Biasanya di sekitar objek wisata diharuskan ada fasilitas rumah makan/restoran. Restoran ini bisa termasuk di dalam satu kesatuan bentuk pelayanan di dalam hotel itu sendiri ataupun8

berdiri sendiri di luar pengelolaan hotel. Untuk hal ini kami juga akan mengadakan kerjasama dengan beberapa restoran di sekitar objek wisata yang memiliki menu, ataupun pemandangan dan pelayanan yang baik dalam memuaskan kebutuhan wisatawan. e. Souvenir Souvenir menjadi sebuah cindera mata yang dapat memberikan kesan yang unik tentang daerah objek wisata itu sendiri. Dengan adanya souvenir ini juga dapat membantu dan mengembangkan industri kerajinan masyarakat setempat yang tentunya memiliki kekhasan dan keunikan yang berbeda dengan daerah/objek wisata lain. Terkadang sebuah aktivitas di dunia ini membuat orang-orang tertarik untuk segera melihat, menyaksikan dan berperan dalam aktivitas tersebut, misal : Aktivtas ibadah Haji, bagi umat muslim ibadah haji ini merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan dan mayoritas penduduk Indonesia adalah umat muslim. Dan aktivitas lainnya misal aktivitas/kegiatan olahraga, seperti Piala Dunia Sepakbola, Tenis, dan juga bisa dari aktivitas/kegiatan musik, seperti konser musisi terkenal yang semuanya ini dapat memberikan daya tarik bagi orang-orang untuk mengunjungi ataupun ikut berperan di dalam kegiatan tersebut. Kenaikan dan penurunan tingkat kunjungan wisatawan sangat mempengaruhi tingkat devisa suatu negara, bahkan ada suatu negara yang pendapatan terbesarnya berasal dari sektor pariwisata. Ini menjadi tanggung jawab semua stakeholder di bidang pariwisata terutama pemerintah dan juga termasuk pengusaha-pengusaha yang berkaitan dengan kepariwisataan seperti usaha/bisnis yang akan kami rintis ini.

9

2. Pariwisata Di Indonesia Seperti kita ketahui pada umumnya bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah objek wisata yang banyak dan berpotensi untuk memajukan kepariwisataan di Indonesia. Indonesia sejak terjadinya peristiwa bom bali berusaha keras untuk membangkitkan sektor wisata kembali dan saat ini sudah mengalami peningkatan yang signifikan. Dan terakhir kita sedang memperjuangkan Pulau Komodo untuk menjadi salah satu dari Situs Keajaiban Dunia yang pada akhirnya bertujuan untuk lebih memajukan dan meningkatkan lagi sektor pariwisatan di Indonesia. Jika ini berhasil bukan tidak mungkin dapat diikuti oleh daerah-daerah lain di Indonesia yang memang banyak memiliki keunikan tersendiri yang dapat menarik minat wisatawan. Dan Indonesia selalu berusaha untuk sekarang dan masa depan untuk menjadikan tidak hanya BALI sebagai satu-satunya objek wisata yang mendunia, masih banyak lagi objek/daerah wisata yang memiliki potensi tersembunyi yang masih harus dieksplorasi dan dioptimalkan, seperti : Pemandangan di Lombok Pulau Komodo Papua Sumatera Sulawesi Dan masih banyak daerah lainnya yang benar-benar perlu perhatian dan pembenahan dari para stakeholder di bidang pariwisata terutama pemerintah.

10

3. Perencanaan dan Proyeksi Bisnis Tour dan Travel Dalam merencanakan usaha/bisnis ini kami harus menetapkan beberapa tahapan seperti dibawah ini : A. Rencana Investasi 1. Legalitas Dalam hal ini kami harus memperoleh legalitas usaha sebagai berikut : Akta Notaris Legalisasi Akta Notaris ke DEPKUMHAM SIUP dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Undang-Undang Gangguan dari MUSPIKA setempat NPWP Registrasi di Departemen Pariwisata Registrasi di Departemen Agama sebagai penyedia jasa transportasi Umroh dan Haji Plus. Dan juga Registrasi di Asosias Muslim Penyelenggara Umroh dan Haji (AMPUH). 2. Keanggotaan di Asosiasi Pariwisata dan Agensi Maskapai Penerbangan Keanggotaan di IATA (International Association Of Travel Agency) Keanggotaan di ASITA (Association Of Indonesian Travel Agency) Menjadi Agen bagi Maskapai Penerbangan Garuda Indonesa Airways Menjadi Agen bagi Maskapai Penerbangan Merpati Air11

Menjadi Agen bagi Maskapai Penerbangan Mandala Air Menjadi Agen bagi Maskapai Penerbangan Batavia Air Menjadi Agen bagi Maskapai Penerbangan Lion Air Menjadi Agen bagi Maskapai Penerbangan Sriwijaya Air Menjadi Agen bagi Maskapai Penerbangan Adam Air Menjadi Agen bagi Maskapai Penerbangan Kartika Air 3. Pembiayaan Fixed Assets Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal. Pengertian aktiva tetap menurut PSAK 16 (2004 : 16.1) menyatakan bahwa ; Aktiva tetap adalah aktiva tetap yang berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu yang digunakan dalam operasi perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebihdari satu tahun. Sedangkan menurut IAI melalui PSAK No.16 (2004:16.2) mengemukakan pengertian aktiva tetap sebagai berikut: aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai

12

dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Sedangkan menurut Jerry J. Weygandt (2007:566) yang di alih bahasakan oleh Ali Akbar Yulianto, Wasilah, dan Rangga Handika, mengemukakan pengertian aktiva tetap sebagai berikut: Aset tetap (plant assets) adalah sumber daya yang memiliki tiga karakteristik: memiliki bentuk fisik, digunakan dalam kegiatan operasional, dan tidak untuk dijual ke konsumen. Sedangkan menurut Warren, Reeve & Fess (2006:504) yang di alih bahasakan oleh Aria farahmita, Amanugrahani dan Taufik hendrawan, mengemukakan pengertian aktiva tetap sebagai berikut: aktiva tetap (fixed assets) merupakan aktiva jangka panjang atau aktiva yang relative permanen. Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang dimiliki perusahaan yang digunakan dalam operasi

13

perusahaan tidak dimaksudkan untuk dijual dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Menurut S. Munawir (2007:17) jenis-jenis aktiva tetap adalah sebagai berikut: 1.Tanah yang diatasnya didirikan bangunan atau digunakan operasi, misalnya sebagai lapangan, halaman, tempat parker dan lain sebagainya 2.Bangunan, baik bangunan kantor, took maupun bangunan untuk pabrik 3.Mesin 4.Inventaris 5.Kendaraan dan perlengkapan atau alat-alat lainnya. Menurut Warren, Reeve & Fess (2006:504) yang di alih bahasakan oleh Aria farahmita, Amanugrahani dan Taufik hendrawan, jenis-jenis aktiva tetap terdiri dari: 1. Peralatan 2,Bangunan 3.Tanah. Beberapa Fixed Assets yang kami butuhkan untuk perusahaan baru terdiri dari: a. Kendaraan (vehicle) : sebanyak 1 unit mobil dan 2 unit sepeda motor untuk operasional transportasi. b. Peralatan dan Perlengkapan Kantor :

14

Komputer Printer Hand Phone PABX System Telephone Facsimile Server Filling Cabinet Server Stationery (Perlengkapan Kantor/ATK) c. Furniture & Fixture : Kursi dan Meja untuk Direktur Meja dan Kursi untuk Manajer Meja dan Kursi untuk Staf Meja dan Kursi untuk Sales Counter Sofa untuk Tamu Mark Board 4. Biaya-Biaya (Pengeluaran-Pengeluaran) Operasional Untuk Operasional perusahaan selama tiga bulan ke depan kami perkirakan akan mengeluarkan biaya-biaya operasional antara lain : a. Gaji (Salaries)15

b. Sewa Kantor c. Biaya Telepond. Biaya Listrik

e. Stationery f. Pemeliharaan kendaraan dan kantor g. Brosur h. Entertainment 5. Dana-Dana Standby Kami membutuhkan dana-dana standby untuk pembiayaan daftar-daftar (rencana) tours selama 4 kali dalam satu tahun. Tours/Perjalanan yang kami rencanakan adalah : Domestic Tour International Tour Adventure Tour

Biasanya kami akan melakukan program tour pada bulanbulan : Mei, Juni, November dan Desember. Mengenai Proyeksi Investasi kami berikan lampiran yaitu di LAMPIRAN D

16

B. Organisasi Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terikat dengan peraturan yang ada yang telah disepakati. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.(1)

.

Pengertian organisasi menurut para ahli :Stoner

mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola(2)

hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersamaJames

.

D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah(2)

bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersamaChester

.

I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah

merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih(2).Stephen

P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah

kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Teori organisasi merupakan studi dimana kita memandang suatu organisasi baik dari segi fungsi dan struktur , dengan meninjau pendapat atau pendekatan untuk mencari pemecahan masalah dalam suatu organisasi dimana para pelaku organisasi berinteraksi satu dengan yang lain nya, yang membentuk suatu system yang saling mempengaruhi sesama pelakunya agar mencapai tujuan yang lebih baik

17

Robbins (2007) mendefinisikan struktur organisasi sebagai penentuan bagaimana pekerjaan dibagi, dibagi, dan dikelompokkan secara formal. Sedangkan organisasi merupakan unit sosial yang dikoordinasikan secara sadar, terdiri dari dua orang atau lebih, dan berfungsi dalam suatu dasar yang relatif terus-menerus guna mencapai serangkaian tujuan bersama. Robbins (2007) mendefinisikan struktur organisasi sebagai penentuan bagaimana pekerjaan dibagi, dibagi, dan dikelompokkan secara formal. Sedangkan organisasi merupakan unit sosial yang dikoordinasikan secara sadar, terdiri dari dua orang atau lebih, dan berfungsi dalam suatu dasar yang relatif terus-menerus guna mencapai serangkaian tujuan bersama. Dalam konteks desain organisasi, Ivancevich (2008) mendefinisikannya sebagai proses penentuan keputusan untuk memilih alternatif kerangka kerja jabatan, proyek pekerjaan, dan departemen. Dengan demikian, keputusan atau tindakantindakan yang dipilih ini akan menghasilkan sebuah struktur organisasi. Ada enam elemen yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketiak akan mendesain struktur organisasi. Ke-enam elemen tersebut meliputi : 1. Spesialisasi Pekerjaan adalah sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagibagi ke dalam beberapa pekerjaan tersendiri 2. Departementalisasi adalah dasar yang dipakai untuk mengelompokkan pekerjaan secara bersama-sama 3. Rantai komando adalah garis wewenang yang tanpa putus yang membentang dari puncak organisasi ke unit terbawah dan menjelaskan siapa yang bertanggung jawab kepada siapa. Wewenang sendiri merupakan hak yang melekat dalam sebuah posisi manajerial untuk memberikan perintah dan untuk berharap bahwa perintahnya tersebut dipatuhi 4. Rentang Kendali adalah jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang manajer secara efisien dan efektif 5. Sentralisasi Desentralisasi. Sentralisasi adalah sejauh mana tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi18

6. Formalisasi adalah sejauh mana pekerjaan pekerjaan di dalam organisasi dilakukan. 7. Rentang kendali adalah

19

Desain organisasi 1. Struktur Sederhana (simple structure) Struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang terpusat pada seseorang saja, dan sedikit formalisasi. Struktur sederhana paling banyak digunakan oleh usaha-usaha kecil di mana manajer dan pemilik adalah sama. Kekuatan utama dari struktur sederhana ini terletak pada kesederhanaanya. Cepat, fleksibel, tidak mahal untuk dikelola, dan akuntabilitasnya jelas. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa diterapkan pada organisasi yang besar. Hal ini karena ketika diterapkan pada organisasi yang besar dimana formalisasi-nya yang rendah dan sentralisasinya yang tinggi akan menyebabkan kelebihan beban (overload) informasi di puncak. Pengambilan keputusan akan berjalan lambat karena tergantung kepada satu orang yaitu pemilik sekaligus pimpinan organisasi.

Sedangkan Struktur Organisasi yang dipergunakan oleh kami untuk bisnis travel dan tour ini adalah struktur organisasi garis dengan bagman sebagai berikut:

20

DIREKTUR

General Manajer

Ticketing Manager

Marketing Manager

Finance Manager

Tour Manager

Domestic Ticketing

Sales

Courier & Collector

Domestic & Adventure

Internation al Ticketing

Product

Accounting

Tour Internation al Tour

Hotel Reservatio n

Administrati on

Travel Document

Strktur organisasi yang diterapkan oleh perusahaan ini dengan kebutuhan personil sebagai berikut : Diredtor General Manager Ticketing Manager Marketing Manager Finance Manager Tour Manger : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang21

Domestic Ticketing staff: 1 orang International Ticketing Staff : 1 orang

Hotel Reservation Staff : 1 orang Product Staff Sales Staff Accounting Staff Administration Staff Courier & Collector Domestic & Adventure Staff : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang

International Tour Staff : 1 orang Travel Document Staff : 1 orang

C. PRODUK Perusahaan kami menawarkan tujuh macam kategori jasa yang ditawarkan : 1. Penerbangan Domestik Dalam jasa penyediaan tiket penerbangan domestik ini kami telah melakukan kerjasama dalam bentuk menjadi agen beberapa maskapai penerbangan milik domestik, antara lain : Garuda Indonesia Airways Merpati Airlines Mandala Airlines Batavia Air22

Lion Air Sriwijaya Air Kartika Air Air Asia Others 2. Tiket Penerbangan Internasional (International Tickets) Dalam Jasa Penyediaan kerjasama yang sudah Tiket untuk internasional jadwal kami

melakukan penerbangan

dengan memiliki

maskapai-maskapai penerbangan

internasional, antara lain : Garuda Indonesia Airways Singapore Airlines Cathay Pasific China Airlines Maskapai Penerbangan Internasional lainnya 3. Travel Document Kami juga menyediakan jasa pengiriman dokument

internasional ke sebagian besar negara di Eropa, Timur Tengah dan Asia. 4. Domestic Tour (Perjalanan/Wisata Domestik) Kami juga menyediakan jasa perjalanan (wisata atau untuk keperluan lainnya). Untuk menunjang jasa ini kami melakukan kerjasama stakeholder dengan yang beberapa terlibat di tempat wilayah wisata wisata ataupun seperti

perusahaan-perusahaan tour lainnya di daerah lain. Untuk23

tujuan perjalanan itu sendiri kami juga melakukan kerjasama dengan tempat-tempat wisata, antara lain : Wilayah Jawa Barat, antara lain tempat-tempat wisata di sekitar Bogor, Bandung, seperti Kebun Raya Bogor, Puncak, Kawah Putih Ciwidey, dll. Wilayah Jawa Tengah Seperti : Batu Raden, Semarang dan Ambarawa Yogyakarta Wilayah Jawa Timur : Bromo, Sarangan, Batu Malang Wilayah Sumatera : Danau Toba, Danau Maninjau, dan lainnya 5. Perjalanan Wisata Internasional (International Tour) Dalam memenuhi jasa di bidang ini kami melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan tour di negara lain, antara lain : Asia : - Malaysia (Langkawi Island) - Thailand (Phuket Beach) Eropa : - England (Birmingham Palace)

- France (Paris, Monte Carlo) - Netherland - Germany - Swiss - Italia Australia : - (Gold Coast and Sydney) - New Zealand24

America : - United State Of America - Canada 6. Adventure Tour Disini kami memiliki dua macam adventure tour, yakni : Domestic Tour (diving, surfing, tribe of Badui, Tribe Of Tengger and Ujung Kulon Forest Conservation, dan lain-lain) International Tour (Surfing, climbing, ski dan lain-lain0 7. Umroh / Haji Karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim maka jasa pelayanan untuk Umroh / Haji merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan di Indonesia ini. Ibadah Umroh dapat dilakkukan di luar rutinitas ibadah haji artinya dari satu tahun kalendar ibadah haji dilakukan selama kurang lebih dua bulan dan selama kurang lebih 10 bulan dapat melakukan ibadah umroh. Dan selain Umroh/Haji tersebut kami juga dapat melakukan penjualan tiket kepada para calon tenaga kerja Indonesia yang melakukan perjalanan ke atau luar Indonesia. Untuk hal ini kami akan melakukan kerjasama dengan Asosiasi Penyedia Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI).

D.Marketing (Pemasaran)Menurut Kotler dalam Bukunya Strategi Pemasaran Jasa adalah bentuk kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Menurutnya karakteristik jasa dikategorikan empat macam, yaitu :25

1. Tidak Berwujud (intangibility) Jasa tidak dapat dilihat, diraba, dirasa, didengar atau dicium sebelum jasa itu dibeli. 2. Tidak terpisahkan (inseparability) Pada umumnya jasa dihasilkan dan dikonsumsi secara

bersama. Tidak seperti barang fisik yang diproduksi, disimpan dalam persediaan, didistribusikan melewati berbagai penjual dan baru dikonsumsi. Jika seorang memberikan pelayanan maka penyedianya merupakan bagian dari jasa tersebut. Karena pembeli juga hadir pada saat jasa itu dilakukan, interaksi pemasaran penyedia-pembelian jasa, baik merupakan ciri khusus pembeli penyedia maupun

mempengaruhi hasil jasa. 3. Bervariasi (variability) Jasa bergantung pada siapa yang menyediakan, kapan dan dimana jasa tersebut diberikan. Jasa sangat bervariasi. Pada umumnya perusahaan yang bergerak di bidang jasa dapat menggunakan tiga langkah guna pengendalian mutu dan kualitas dari jasa. Hal ini diterapkan dalam bentuk melakukan suatu investasi yang baik guna menciptakan prosedur yang berkualitas. Pemilihan suatu karyawan harus dilakukan dengan menciptakan standar dan kualitas dari sumber daya manusia dan diberikan pelatihan yang baik guna menciptakan kualitas dan mutu service yang diberikan. Bentuk yang lain yang perlu dilakukan dengan cara menstandarisasi proses pelaksanaan jasa di seluruh organisasi. Melakukan survei untuk mengetahui kepuasan konsumen akan jasa yang diberikan melalui saran dan kritik. 4. Tidak dapat disimpan (perishability)

26

Jika tidak dapat disimpan setelah jasa itu dipergunakan, jasa akan hilang dengan mudah meskipun permintaan tetap. Menurut Philip Kotler Strategi Pemasaran adalah pemikiran tindakan logis pemasaran dimana unit-unit bisnis bisa berharap untuk memanfaatkannya Strategi keputusan dalam tentang rangka itu biaya memenuhi terdiri pemasaran, tujuan atas bauran perusahaan. pengambilan pemasaran sendiri

pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungannya dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Strategi pemasaran ini menurut Kotler dikategorikan dalam beberapa tahap yaitu dimulai dari segmentasi pasar kemudian dilanjutkan dengan target pasar dan diarahkan pada strategi penentuan pasar. Di perusahaan kami ini sendiri kami menerapkan promosi dengan cara personal selling dan direct selling dan membangun jaringan pemasaran dengan melalui relasi-relasi yang kompeten dan potensial yang dilakukan oleh orang-orang profesional yang memang sudah memiliki pengalaman lebih dari sepuluh tahun di bisnis ini. Berdasarkan produk jasa yang kami tawarkan maka kami berikan beberpa segmentasi pasar yang ingin kami terapkan dalam proses pemasarannya yaitu :

27

Person Maksudnya adalah segmen pasar yang berasal dari penduduk Indonesia yang biasa bepergian/melakukan perjalanan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Group Banyak Group/Community di yang berada ini bisa di Indonesia. berdasarkan

Group/Community

Indonesia

jenis/kegemaran yang sama, bidang kerja yang sama baik di dunia olahraga, musik dan lainnya. Biasanya mereka sering melakukan perjalanan-perjalanan baik domestik maupun ke luar negeri sekedar berwisata ataupun memang memiliki jaringan dengan group/community yang sama di negara lain. Institusi Negara

Institusi disini maksudnya adalah institusi-institusi negara yang sering membutuhkan tiket-tiket penerbangan (tiket perjalanan) untuk keperluan mengunjungi kantor-kantor cabangnya di daerah/kota lain atau untuk acara-acara resmi yang dilakukan oleh institusi tersebut. Institusi negara yang dimaksud seperti Departemen-Departemen Pemerintah, Parlemen dan lainnya. Perusahaan (company) Perusahaan yang dimaksud disini seperti : SANYO, PANASONIC, Bank-bank asing, perusahaan kelas menengah dan kelas atas lainnya. Perusahaan Negara Perusahaan yang dimiliki oleh negara (BUMN) seperti : PT. PERTAMINA PT. Pengerukan Indonesia (Persero)28

PT. Krakatau Steel Bank Mandiri, Tbk Bank BNI, Tbk Bank BRI, Tbk Dan lainnya Ekspatriat Di jaman globalisasi ini semakin banyak ekspatriat yang bekerja sebagai profesional di banyak perusahaan di dalam negeri baik itu perusahaan swasta nasional maupun perusahaan MNC (Multinational Company) yang memiliki cabang atau perwakilan disini. Sudah pasti memerlukan tiket penerbangan baik untuk keperluan pulang pergi ke negara tempat asal perusahaan ataupun untuk sekedar wisata. E. REVENUE (PENDAPATAN) Pendapatan (revenue) diperoleh dari : 1. Pendapatan Operasional (Operating Revenue) Pendapatan operasional diperoleh dari fee tiket (ticket fee), margin keuntungan dari TOURS dan fee dari UMROH dan HAJI. Perkiraan/proyeksi dari fee tersebut adalah : a. Tiket Domestik (Domestic Ticket) sekitar 5 % b. Tiket Internasional (International Ticket) sekitar 6 % c. Pendapatan Operasi (operating revenue) dari TOURS

sebesar 15 % dari penjualan

29

d. Pendapatan Operasi (operating revenue) dari fee UMROH dan HAJI sebesar kurang lebih US$ 200 (sekitar Rp. 200 juta) per orang. 2. Pendapatan Bukan Operasional (Non Operating Revenue) Pendapatan Bukan Operasional (Non Operating Revenue) didapat dari interest/bunga dari Dana Stand By (Stand By Funds) dan juga dari Laba Ditahan (Retained Earning) F. PROFITABILITY (OWN CAPITAL RENTABILITY) Profitabilitas kami proyeksikan meningkat dari tahun pertama sampai tahun kelima. Dengan perkiraan Modal Sendiri sebesar Rp. 250.000.000,kami memproyeksikan profitabilitas (Rentabilitas Modal Sendiri) sebagai berikut :

Tahun Pertama Tahun Kedua Tahun Ketiga Tahun Keempat Tahun Kelima

: 8,76 % : 28,42 % : 38,88 % : 37,28 % : 39,59 %

Profitabilitas (Rentabilitas Atas Modal Sendiri) disini kami hitung dari Profit/Laba Bersih Setelah Pajak (Earning After Tax) dibagi dengan jumlah Modal Sendiri. Di dalam Buku Dasar-Dasar Pembelanjaan halaman 35 - 36 dengan penulis Prof. Dr. Bambang Riyanto dituliskan bahwa yang dinamakan Rentabilitas itu menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu, dan umumnya dirumuskan :30

(L/M) x 100 % Di mana L adalah jumlah laba yang diperoleh selama periode tertentu dan M adalah modal atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Cara untuk menilai rentabilitas suatu perusahaan adalah bermacam-macam dan tergantung pada laba dan aktiva atau modal mana yang akan diperbandingkan satu dengan lainnya. Apakah yang akan diperbandingkan itu laba yang berasal dari operasi atau laba usaha (laba sebelum pajak) atau laba neto sesudah pajak dengan aktiva operasi, atau laba neto sesudah pajak diperbandingkan dengan keseluruhan aktiva tangible ataukah yang akan diperbandingkan itu laba neto sesudah pajak dengan jumlah modal sendiri. Secara umum ada dua macam penilaian rentabilitas, yaitu : 1. Rentabilitas Ekonomi Ialah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing (keseluruhan modal yang bekerja) yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase. Modal yang diperhitungkan hanyalah modal yang bekerja di dalam perusahaan (operating capital/assets), tidak termasuk modal yang ditanamkan dalam perusahaan lain atau modal yang ditanamkan dalam efek (kecuali perusahaan-perusahaan kredit) tidak diperhitungkan dalam menghitung rentabilitas ekonomi. Demikian pula dengan laba yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas ekonomi hanyalah laba yang berasal dari operasinya perusahaan, yaitu yang disebut laba usaha (laba bersih sebelum pajak) atau laba bersih setelah pajak, dan yang diperoleh dari dari usaha-usaha di luar perusahaan atau dari efek (misalnya deviden, kupon, dan lain-lain) tidak diperhitungkan dalam menghitung rentabilitas ekonomi.31

Dalam literatur Anglosax pada umumnya digunakan istilah earning meskipun power cara untuk pengertian rentabilitas berbeda. ekonomi Dalam perhitungannya sedikit

hubungan ini Howard & Upton dalam bukunya Introduction to Business Finance menyatakan Earning Power as the ability of a given investment to earn to return from it use. R.W. Johnson dalam bukunya Finacial Management menyatakan Earning Power, the relation of net operating income to the net operating assets, hubungan tersebut digambarkan sebagai berikut : Profit Margin Earning PowerNet Operating Income X Operating Income Net Sales Operating Assets Net Sales

x

Operating Assets Turnover =

=

Net Net

Net Operating Assets

Analisa Rentabilitas Ekonomi ini juga sering disebut analisa Rate Of ROI (Rate Of Return On Investment)

32

2. Rentabilitas Modal Sendiri Sering juga dinamakan rentabilitas usaha adalah

perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri di satu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut di lain pihak. Atau dengan kata lain dapatlah dikatakan bahwa rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan keuntungan. Laba yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas modal sendiri adalah laba usaha setelah dikurangi dengan bunga modal asing dan pajak perseroan atau income tax, EAT (Earning After Tax). Sedangkan modal yang diperhitungkan hanyalah modal sendiri yang bekerja di dalam perusahaan.

33