Referat Dan Lapsus Psikiatri - GR

  • View
    21

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

medical

Text of Referat Dan Lapsus Psikiatri - GR

CARDINAL SIGN

Gadis Mona Permata Randa C111 10 801REFERATGejala Positif dan Negatif pada SkizofreniaSkizofreniaSkizofrenia adalah suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau deteriorating) yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik, fisik, dan sosial budaya. Diagnosis SkizofreniaHarus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas):ThoughtDelusionHalusinasi AuditorikWaham-waham menetap jenis lainnya, yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil Tipe SkizofreniaSkizofrenia ParanoidSkizofrenia HebefrenikSkizofenia KatatonikSkizofrenia Tak TerinciDepresi pasca-skizofreniaSkizofrenia residualSkizofrenia simpleksPada tahun 1980, T.J. Crow mengajukan klasifikasi pasien skizofrenik ke dalam tipe I dan II, berdasarkan ada atau tidaknya gejala positif (atau produktif) dan negatif (atau defisit). Gejala Positif dan Gejala NegatifPerilaku psikotik tidak terlihat pada orang sehat. Orang-orang dengan gejala positif sering "kehilangan sentuhan" dengan realitas. Gejala-gejala ini bisa datang dan pergi. Kadang-kadang parah dan kadang tidak terlihat, tergantung pada individu yang menerima pengobatan.Gejala PositifHalusinasi: hal yang seseorang melihat, mendengar, bau, atau merasakan apa yang orang lain tidak dapat lihat, dengar, cium, atau rasa.Delusi: keyakinan palsu yang bukan merupakan bagian dari budaya seseorang dan tidak berubah.

Gejala PositifGejala NegatifBerhubungan dengan gangguan emosi dan perilaku yang normal. Gejala-gejala ini sulit untuk dikategorikan sebagai bagian dari gangguan skizofrenia dan bisa salah untuk depresi atau kondisi lain. Gejala Negatif"Flat affect" (wajah seseorang tidak bergerak atau ia berbicara dengan suara kusam atau monoton)Kurangnya kesenangan dalam kehidupan sehari-hariKurangnya kemampuan untuk memulai dan mempertahankan kegiatan yang direncanakanBerbicara sedikit, bahkan ketika dipaksa untuk berinteraksi. Positive and Negative Syndrome Scale (PANSS)Skala positif (P) WahamKekacauan proses pikir atau conceptual disorganizationHalusinasiGaduh gelisah atau excitementWaham kebesaranWaham curiga atau waham kejarPermusuhanPositive and Negative Syndrome Scale (PANSS)Skala negatif (N) Afek tumpulPenarikan emosional atau emotional withdrawal.Kemiskinan raportPenarikan diri dari hubungan sosial secara pasif atau apatisKesulitan dalam pemikiran abstrakKurangnya spontanitas dan arus percakapanPemikiran stereotipikPositive and Negative Syndrome Scale (PANSS)Skala psikopatologi umum (G)Kekhawatiran somatikAnxietasRasa bersalahKeteganganGerakan dan sikap tubuhDepresiRetardasi motorikPositive and Negative Syndrome Scale (PANSS)Tidak kooperatifIsi pikiran yang tidak biasaDisorientasiPerhatian burukKurangnya daya nilai dan tilikan Gangguan dorongan kehendak, makan dan minum, dan pengendalian pikiran, perilaku, gerakan, serta pembicaraan Pengendalian impuls yang buruk. PreokupasiPenghindaran sosial secara aktifPengobatanSkizofrenia diobati dengan antipsikotika (AP). Obat ini dibagi dalam dua kelompok, berdasarkan mekanisme kerjanya, yaitu:Dopamine receptor antagonist (DRA) atau antipsikotika generasi I (APG-I) Serotonin-dopamin antagonist (SDA) atau antipsikotika generasi II (APG-II)Obat APG-I disebut juga antipsikotika konventional atau tipikal sedangkan APG-II disebut juga antipsikotika baru atau atipikal. PengobatanObat APG-I berguna terutama untuk mengontrol gejala-gejala positif sedangkan untuk gejala negatif hampir tidak bermanfaat. Obat APG-II bermanfaat baik untuk gejala positif maupun negatif.

PengobatanObat-obat antipsikotik yang baru dengan efikasi yang lebih baik dan efek samping minimal. Ada beberapa jenis APG-II, antara lain:ClozapineRisperidoneOlazapineQuetiapineZiprasidonePrognosisAngka pemulihan: 10-60%20-30% dari semua pasien skizofrenik mampu menjalani kehidupan kurang lebih normal20-30% pasien terus mengalami gejala sedang40-60% pasien tetap memiliki hendaya secara signifikanPasien skizofrenia memiliki prognosis lebih buruk dibanding pasien dengan gangguan mood.Gadis Mona Permata Randa C111 10 801LAPORAN KASUSGangguan Panik (F41.0)IDENTITAS PASIENNama: Tn. SNo. RM: 318518Umur: 32 tahunAgama: IslamSuku: MakassarStatus Pernikahan: MenikahPendidikan Terakhir: D3Pekerjaan: PegawaiAlamat / No. Telpon: Jl. Toddopuli XIX Blok 34 No.4 / 081280522103Datang ke poli jiwa RSUD Labuang Baji untuk pertama kalinya pada tanggal 08 April 2015.RIWAYAT PSIKIATRIKeluhan UtamaCemas

Riwayat Gangguan SekarangCemas sudah dialami pasien sejak 2 bulan yang lalu. Saat cemas, pasien merasa sesak nafas seperti dada nya terikat, tangan dan kaki dingin, jantung berdebar dan lambung dirasa tidak enak terutama bila mulai berpikir mengenai kematian.

RIWAYAT PSIKIATRIAwalnya pasien mulai cemas bermula dari sejak pasien check-up kesehatan 2 bulan yang lalu dan dikatakan kolesterolnya agak tinggi. Pasien juga susah tidur dank arena bila serangan cemasnya datang, pasien sangat merasa tidak nyaman, pasien menjadi takut dan cemas bila naik kendaraan dan berpergian sendiri. Biasanya perasaan cemasnya 40 menit dan pasien mengatakan bahwa gangguan ini muncul rata-rata 3 kali dalam sehari. Berat badan pasien turun 5kg dalam 1 bulan karna mengatur pola makannya.Ada riwayat berobat ke poli interna karena awalnya pasien mengira ada masalah pada lambungnya dan juga pasien pernah berobat ke poli jantung karena sesak napas dan jantung berdebar-debar tetapi tidak ditemukan adanya kelainan.

RIWAYAT PSIKIATRIRiwayat Gangguan SebelumnyaRiwayat Penyakit DahuluTidak ditemukan adanya riwayat penyakit fisik seperti infeksi, trauma kapitis dan kejang.

Riwayat Penggunaan Zat PsikoaktifPasien tidak pernah merokok, mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.

Riwayat Gangguan Psikiatri SebelumnyaAda riwayat keluhan yang sama sebelumnya pada tahun 2009, berobat secara rukiyah dan sembuh.

RIWAYAT PSIKIATRIRiwayat Kehidupan PribadiRiwayat Prenatal dan PerinatalPasien lahir normal, ditolong oleh dokter pada tanggal 28 Maret 1983. Selama kehamilan, ibu pasien dalam keadaan sehat. Pada saat bayi, pasien tidak pernah mengalami panas tinggi dan kejang serta minum susu formula. Riwayat Masa Kanak Awal (Usia 1-3 tahun)Pasien diasuh oleh kedua orangtuanya. Diberi susu formula. pertumbuhan dan perkembangan pasien pada masa anak-anak awal sesuai dengan perkembangan anak seusianya. Tidak ada masalah perilaku yang menonjol. RIWAYAT PSIKIATRIRiwayat Masa Kanak Pertengahan (Usia 4-11 tahun)Pasien tinggal bersama kedua orangtuanya dan cukup mendapat perhatian dan kasih sayang. Pada usia 7 tahun mulai masuk salah satu SD swasta di Makassar. Pasien tidak pernah tinggal kelas dan memiliki prestasi yang baik di sekolah. Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja (Usia 12-18 tahun)Tamat dari SD pasien melanjutkan ke SMP Negeri di Makassar, lalu melanjutkan ke SMA Negri di Makassar. Saat di SMP dan SMA, pasien tidak pernah tinggal kelas dan prestasinya juga cukup bagus di sekolah. Setelah tamat SMK , pasien melanjutkan pendidikan D3 Komputer & Akuntansi di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar.

RIWAYAT PSIKIATRIRiwayat Masa Dewasaa. Riwayat PekerjaanPasien bekerja sebagai pegawai di salah satu provider HP di Makassar.b. Riwayat PernikahanPasien sudah menikah dan memiliki 2 orang anak (, ).c. Riwayat Agama Pasien memeluk agama Islam, dan menjalankan kewajiban agama dengan cukup baik.d. Riwayat MiliterPasien tidak pernah mengikuti kegiatan militer. e. Riwayat Pelanggaran HukumSelama ini pasien tidak pernah terlibat dengan masalah hukum.f. Aktivitas Sosial Pasien dikenal sebagai orang yang pandai bergaul dan sering terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan.RIWAYAT PSIKIATRIRiwayat KeluargaPasien adalah anak ke-2 dari 4 bersaudara (,,,)Ada riwayat keluarga dengan keluhan yang sama (ibu dan kaka kandung)Hubungan dengan keluarga baikSituasi Kehidupan SekarangPasien tinggal dengan istri dan kedua anaknya.

PEMERIKSAAN FISIK DAN NEUROLOGI Status InternusKeadaan umum tidak tampak sakitKesadaran kompos mentisTekanan darah 120/70 mmHgNadi 80 kali/menitFrekwensi pernafasan 24 kali/menitSuhu tubuh 36,5 Ckonjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterus, jantung, paru dan abdomen dalam batas normal, ekstremitas atas dan bawah tidak ada kelainan.

PEMERIKSAAN FISIK DAN NEUROLOGI Status NeurologiGejala rangsang selaput otak : kaku kuduk (-), Kernigs sign (-)/(-), pupil bulat dan isokor 2,5 mm/2,5 mm, refleks cahaya (+)/(+), fungsi motorik dan sensorik keempat ekstremitas dalam batas normal, tidak ditemukan refleks patologis.

STATUS MENTAL Deskripsi UmumPenampilan Seorang laki-laki, wajah sesuai umur, postur tubuh tinggi, kulit sawo matang, menggunakan kemeja hitam garis-garis putih dan celana kain panjang berwarna hitam, perawatan diri baik.KesadaranBaikPerilaku dan Aktivitas PsikomotoTenangPembicaraanSpontan, lancer, intonasi biasa. Sikap terhadap pemeriksa KooperatifSTATUS MENTAL Keadaan AfektifMood: Takut, depresifAfek: CemasEmpati: Dapat dirabarasakanFungsi Intelektual (Kognitif)Taraf PendidikanPengetahuan umum dan kecerdasan pasien sesuai dengan tingkat pendidikannya.Orientasia. Waktu: Baik b. Tempat: Baikc. Orang: BaikSTATUS MENTAL Daya Ingata. Jangka Panjang: Baikb. Jangka Sedang: Baikc. Jangka Pendek: Baikd. Jangka Segera: Baik4. Konsentrasi dan Perhatian: Baik5.Pikiran Abstrak: Baik6.Bakat Kreatif: Belum diketahui 7. Kemampuan Menolong diri sendiri: Baik

STATUS MENTAL Gangguan PersepsiHalusinasi: tidak ada Ilusi: tidak ada Depersonalisasi dan derealisasi : tidak adaProses BerpikirArus Pikiran: Produktivitas spontan, intonasi biasa, kontinuitas relevan dan tidak didapatkan adanya hendaya berbahasa.Isi Pikiran Perokupasi: tidak adaGangguan isi pikiran: tid