BULETIN LPJKN EDISI III 2015 ... 2 BULETIN LPJKN EDISI III 2015 BULETIN LPJKN EDISI III 20153 S ektor

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BULETIN LPJKN EDISI III 2015 ... 2 BULETIN LPJKN EDISI III 2015 BULETIN LPJKN EDISI III 20153 S...

  • BULETIN LPJKN EDISI III 2015 1

  • 2 BULETIN LPJKN EDISI III 2015 BULETIN LPJKN EDISI III 2015 3

    Sektor konstruksi saat ini menjadi salah satu sektor unggulan di Indonesia. Wajar jika tidak saja pelaku jasa konstruksi nasional yang berlomba untuk mendapatkan bagian dari bisnis di sektor itu. Tapi pelaku jasa konstruksi asing pun turut berlomba untuk mendapatkan kesempatan untuk bisa memaksimalkan potensi bisnis di sektor konstruksi yang ada di Indonesia.

    Kondisi inilah yang pada akhirnya tidak saja pemerintah terkait, tapi juga LPJK ( Lembaga Jasa Konstruksi ) Nasional berusaha untuk mengembangkan sektor konstruksi lebih baik dari masa kemasa. Memang, dua hal yang menjadi consern kita semua ketika sektor konstruksi mulai menjadi sektor pilihan bagi para pelaku jasa konstruksi yaitu masalah kondisi bisnis yang kondusif serta kesiapan pelaku jasa konstruksi yang bersangkutan.

    Itulah sebabnya, pemerintah dan swasta selalu berupaya untuk saling bahu membahu menciptakan situasi yang kondusif serta mengembangkan pelaku jasa konstruksi yang berdaya saing tinggi. Terlebih saat ini ketika kita sudah mulai masuk dalam kondisi yang namanya Masyarakat Ekonomi Asean, menuju kondisi pasar global 2020. Beragam kegiatan coba dilakukan demi tercapainya apa yang menjadi harapan bersama. Dari mulai mengaktfkan komunikasi antar lembaga. Seperti yang dilakukan LPJK dengan lembaga perguruan tinggi, hingga mengadakan ajang pameran internasional seperti The Big 5 Construct Indonesia..

    Kesemuanya itu sebagai bentuk apresiasi dan keinginan dari pemerintah dan juga pelaku jasa konstruksi untuk menjadikan sektor ini benar-benar menjadi salah satu sektor unggulan di Indonesia. Karena ketika sektor konstruksi bangkit dan menjadi salah satu sektor unggulan sudah pasti dampak positif akan segera kita rasakan. Ambil contoh misalnya, ketika infrastruktur yang dibangun oleh pelaku jasa konstruksi semakin baik. Maka sudah pasti ekonomi makro kita akan semakin meningkat yang ditunjang dengan semakin tumbuhnya sentra – sentra ekonomi baru yang ada di seluruh Indonesia.

    Hasil akhir dari itu semua sudah pasti akan tercipta kondisi ekonomi yang tidak saja kuat, tapi juga terstruktur, sehingga kedepan sektor konstruksi bisa menjadi sektor andalan bagi pemerintah Indonesia meningkatkan stabilitas ekonominya. Karena kita semua tahu salah satu faktor kunci dalam menciptakan stabilitas ekonomi nasional adalah terciptanya jaringan infrastruktur yang baik. Semoga saat ini dan kedepan, adalah waktu yang tepat untuk kita menciptakan kondisi sarana dan prasarana pendukung ekonomi yang lebih baik.

    DARI REDAKSI LAPORAN UTAMA :

    SATU TEKAD BERSAMA MENJAGA LPJK SEBAGAI LEMBAGA TERPERCAYA

    (HAL 3)

    PEMENANG KONSTRUKSI INDONESIA 2014 :

    INDONESIA INFRASTRUKTUR WEEK 2015 (HAL 8)

    WAWANCARA: Tema : Meningkatkan Kerjasama Antara LPJK dan

    Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Sektor Konstruksi Narasumber : Bapak.

    Tri Widjajanto, Bapak. Herwidayanto Tema : Peran Penilai Ahli dalam

    Sengketa Proyek Konstruksi di Indonesia Narasumber

    : Bapak. Dharma Tyanto (HAL 13)

    LPJK NASIONAL & PROPINSI :

    Narasumber : LPJK Propinsi DI Yogyakarta, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur (HAL 17)

    LPJK & AKTIVITAS PENGURUS : Tema : Beberapa Kegiatan Pengurus

    LPJK Nasional (HAL 21)

    SERBA SERBI : Aktivitas LPJK Selama 3 Bulan Terakhir (HAL 27)

    LPJK & INFORMASI : Tema : Peluncuran Buku Bidang Konstruksi

    Tema: Audiensi LPJK Nasional Dengan Presiden Republik Indonesia & Pengukuhan

    Pengurus Tambahan LPJK Nasional (HAL 30)

    LPJK DALAM ANGKA : (HAL 33)

    GALERY FOTO (HAL 35)

    LAPORAN UTAMA

    SUSUNAN REDAKSI : Pembina : Ir. Tri Widjajanto, J,MT

    Pelindung : DR. Putut Marhayudi, Prof. DR. Ir.Wiratman Wangsadinata, Dr. Ir. Sarwono Hardjomuljadi Dewan Redaksi : Ir. Bambang Kusumarijadi, Ir. Ruslan Rivai, Ir. Dharma Tyanto Saptodewo, MT, MBA, Ir. Harry Purwantara, M.Eng.Sc, Ir. Jimmy S.Juwana,MSAE,

    Prof. DR. I Gde Widiadnyana Merati, DR. Ir. Krishna Suryanto Pribadi, Drs. Nyoto Suwignyo, MM, Ir. Yaya Supriatna S,M.Eng.Sc Pimpinan Umum : Deddi Rudiana Kosasih

    Pemimpin Redaksi : Kun Hidayat, Editor / Penyunting : Achmad S. Fachrezzy, Aca Ditamihardja, Hafis Qiswiny. Sekretaris Redaksi : Gamma Ayuningtyas

    Adminitrasi & Distribusi : Eka Yulianti, Febi Lastiano, Saimin.

    SEKRETARIAT REDAKSI : Badan Pelaksana LPJK Nasional

    Gedung Balai Krida - Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Jln. Iskandarsyah Raya No.35, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan

    Tlp (021) 720.1476, Fax (021) 720.1472 Email : lpjkn@lpjk.net

    Website : http : //www.lpjk.net

    BuletinBuletin Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasioanal Lpjkn

    Lahir dari satu tekat bersama yang dibangun oleh 4 komponen yaitu asosiasi perusahaan, profesional, pemerintah terkait serta pakar dan akademisi. Wajar jika pada akhirnya LPJK harus mampu menjadi satu lembaga yang tidak saja kuat secara organisasi tapi juga independent.

    Tekat itulah yang pada Hari Ulang Tahun LPJK ( Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi ) ke-16 kembali di tekankan. Dengan mengusung tema “ Satu Tekat Bersama Menjaga LPJK Sebagai Lembaga Terpercaya” semua pihak baik pengurus dan anggota LPJK berharap kedepan LPJK bisa lebih bersifat mandiri dan independent.

    Ada 2 hal menarik yang membuat tekad ini menjadi begitu terasa menyatu dengan kondisi saat ini. Pertama dengan mulai diber- lakukannya Masyarajat Ekonomi Asean, dimana salah satu sektor yang pasti akan di lirik pengusaha asing adalah sektor konstruksi. Jelas keberadaan LPJK yang besar dan independent akan menjadi satu lokomotif baru yang mampu membawa sektor konstruksi Indonesia berjaya tidak saja di dalam negeri tapi juga setidaknya di kawasan Asean. Kedua bertepatan dengan HUT LPJK Ke-16 ini pula terjadi penyempurnaan dari sisi komposisi kepenguru- san LPJK. Hal itu sesuai dengan Based on the Decree of Public Work and People Housing Minister Number : 381/KPTS/M/2015 Concerning the ”Addition Installment of the Management of National Construction Services Development Board, Period : 2011 – 2015 July 27, 2015 members are stipulated as follows.

    Sehingga saat ini dalam kepengurusan LPJK Nasional terdapat Kepengurusan Pusat dan Kepengurusan Harian. Harapannya adalah bahwa dengan adanya penyempurnaan ini maka LPJK bisa menjadi satu lembaga yang kredible dan memiliki komitmen untuk memajukan sektor konstruksi di Indonesia.

    Terkait dengan penyelenggaraan HUT LPJK Ke-16 memang telah diadakan beragam kegiatan yang di tutup dengan seremonial acara yang di tempatkan di LPJK Propinsi Sumatera Utara. Dalam kaitan acara tersebut, sebelumnya telah diadakan beragam acara dari mulai Seminar, Gathering Keluarga Besar LPJK hingga Seminar Nasional yang di isi oleh para pakar dan praktisi terkemuka : Dr. Mulya E. Siregar, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan, Duta Besar M. Wahid Supriyadi, Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya, Ibu Aviliani Pakar Ekonomi & Perbankan serta , Dirjen Bina Konstruksi KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM & PERUMAHAN RAKYAT. Ada beberapa hal menarik yang disampaikan oleh Avilliani, selaku Pakar Ekonomi & Perbankan, khususnya dalam kaitan Peta Masyarakat Ekonomi Asean. Pertama soal PDB ( Product Domestic Broto ) Indonesia adalah terbesar di Asean dan menempati urutan ke-16 di dunia. Ini sebuah prestasi yang baik untuk perkembangan bisnis di Indonesia. Sementara untuk kondisi perbandingan infrastruktur Indonesia sudah mulai membaik, hanya memang jika dilihat dari besaran luas yang dicompare dengan luas wilayah, kita masih tertinggal di banding India dan China. Yang mungkin agak sedikit jadi pertanyaan adalah, menyangkut

    SATU TEKAD BERSAMA MENJAGA LPJK SEBAGAI LEMBAGA TERPERCAYA

  • 4 BULETIN LPJKN EDISI III 2015 BULETIN LPJKN EDISI III 2015 5

    akan diberlakukannya kondisi Masyarakat Ekonomi Asean adalah bahwa sekalipun jumlah penduduk Indonesia bisa dikatakan cukup besar tidak saja di kalangan Asean tapi juga di dunia. Namun sangat disayangkan rasio enterpreneurship kita dan rasio pendaftaran perusahaan baru di Indonesia masih jauh dari kata cukup. Artinya apa, masyarakat Indonesia masih kurang berani dalam pengembangan dirinya menjadi seorang yang bekerja diluar faktor kenyamanan ( artinya mampu berjuang dan tidak hanya bergantung pada orang lain = hanya sebagai karyawan bukan pengusaha ). Dari tabel terlihat kondisi ini perlu ditingkat-

    kan, mengingat saat ini dan kedepan dengan akan diberlakukan- nya pasar bebas Asean dan Dunia, maka sebenarnya kesempatan kita untuk bisa meraih manfaat yang cukup besar bisa terjadi. Sementara , Duta Besar M. Wahid Supriyadi, Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya dalam paparannya

    yang mencoba memperlihatkan seperti apa sebenarnya kondisi Masyarakat Ekonomi Asean dilihat dari beberapa sudut bisnis.

    Banyak hal yang menjadi perhatian M Wahid Supriyadi menyangkut apa itu Masyarakat Ekonomi Asean dan kondisi Indonesia sendiri di dalamnya. Dari mulai kondisi Sarjana Teknik Indonesia yang jika di comoare dengan negara lain baik di kawasan Asean dan dunia, jelas kondisi saat ini masih jauh dari

    kata cukup. Seperti juga Aviliani yang menyoroti kondisi sektor infrastruktur. Narasumber ini pun mencoba memperlihatkan kondisi Indonesia terkini dalam skala global dalam hal Global Competitive Index. Gambaran ini bisa menjadi satu perhatian untuk semua pelaku jasa konstruksi di Indonesia bahwa saat