Konsep Tidur Dan Istirahat

  • View
    220

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Konsep Tidur Dan Istirahat

  • 8/16/2019 Konsep Tidur Dan Istirahat

    1/27

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar dimana persepsi dan reaksi individu

    terhadap lingkungan menurun atau hilang, dan dapat dibangunkan dengan indra atau

    rangsangan yang cukup. Tujuan seseorang tidur tidak jelas diketahui, namun diyakini tidur 

    diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental emosional, fisiologis dan kesehatan.

    B. Tujuan

    a. Tujuan umum

    Tujuan umum pembuatan makalah ini yaitu agar Mahasiswa mampu mengetahui

    tentang gangguan pola tidur 

    b. Tujuan khusus

    1) Pengertian Istirahat dan Tidur 

    2) Fisiologi Tidur 

    3) enis!jenis Tidur  ) Pola Tidur "erdasarkan Tingkat Perkembangan#$sia

    !) Faktor yang Mempengaruhi %uantitas dan %ualitas Tidur 

    ") &angguan Tidur 

    #)  'skep masalah tidur 

    BAB II

    PE$BAHA%AN

    A.  Pengert&an Ist&rahat 'an T&'ur

    1

  • 8/16/2019 Konsep Tidur Dan Istirahat

    2/27

    Istirahat adalah keadaan dimana tenang tanpa adanya tekanan,bukan hanya dalam

    kedaan beraktifitas tetapi juga yang membutuhkan ketenangan. %ata istirahat berarti berhenti

    sebentar untuk melepaskan lelah, bersantai untuk menyegarkan diri, atau suatu keadaan

    melepaskan diri dari segala hal yang membosankan, menyulitkan, bahkan menjengkelkan.

    Terdapat beberapa karakteristik dari istirahat. Misalnya, (arrow )*+- yang dikutip

    oleh Perry dan Potter *++/ mengungkapkan enam karakteristik yang berhubungan dengan

    istirahat, diantaanya0

    *. Merasakan bahwa segala sesuatu dapat diatas

    1. Merasa diterima.

    /. Mengetahui apa yang sedang terjadi.

    2. "ebas dari gangguan ketidaknyamanan.

    3. Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktivitas yang mempunyai tujuan. . Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan.

    %ebutuhan istirahat dapat dirasakan apabila semua karakteristik diatas dapat

    terpenuhi. 4al ini dapat dijumpai apabila pasien merasakan segala kebutuhannya dapat diatasi

    dan adanya pengawasan maupun penerimaan dari asuhan keperawatan yang diberikan

    sehingga dapat memberikan kedamaian. 'pabila pasien tidak merasakan enam kriteria

    tersebut di atas, maka kebutuhan istirahatnya masih belum terpenuhi sehingga diperlukan

    tindakan keperawatan yang dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur,

    misalnya mendengarkan secara hati!hati tentang kekhawatiran personal pasien dan mencoba

    meringankannya jika memungkinkan.

    Pasien yang mempunyai perasaan tidak diterima tidak mungkin dapat beristirahat

    dengan tenang. 5leh sebab itu, perawat harus sensitif terhadap kekhawatiran atau masalah

    yang dialami pasien. Pengenalan pasien terhadap apa yang akan terjadi adalah keadaan lain

    yang penting agar dapat beristirahat. 'danya ketidaktahuan akan menimbulkan kecemasan

    dengan tingkat yang berbeda!beda dan dapat menimbulkan gangguan pada istirahat pasien

    sehingga perawat harus membantu memberikan penjelasan pada pasiennya.

    'gar pasien merasa diterima dan mendapatkan kepuasan, maka pasien harus

    dilibatkan dalam melaksanakan berbagai aktivitas yang mempunyai tujuan sehingga pasien

    merasa dihargai tentang kompetensi yang ada pada dirinya. Pasien akan merasa aman jika

    mengetahui bahwa ia akan mendapat bantuan yang sesuai dengan yang diperlukannya. Pasien

    yang merasa terisolasi dan kurang mendapat bantuan tidak akan dapat istirahat, sehingga  perawat harus dapat menciptakan suasana agar pasien tidak merasa terisolasi dengan cara

    2

  • 8/16/2019 Konsep Tidur Dan Istirahat

    3/27

    melibatkan keluarga dan teman!teman pasien. %eluarga dan teman!teman pasien dapat

    meningkatkan kebutuhan istirahat pasien dengan cara membantu pasien dalam tugas sehari!

    hari dan dalam mengambil keputusan yang sukar.

    Tidur merupakan kondisi tidak sadar di mana individu dapat dibangunkan oleh

    stimulus atau sensoris yang sesuai )&uyton, *+6, atau juga dapat dikatakan sebagai keadaan

    tidak sadarkan diri yang relatif, bukan hanya keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan,

    tetapi lebih merupakan suatu urutan siklus yang berulang, dengan ciri adanya aktifitas yang

    minim, memiliki kesadaran yang bervariasi, terdapat perubahan proses fisiologis, dan terjadi

     penurunan respons terhadap rangsangan dari luar.

    Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar dimana persepsi dan reaksi individu

    terhadap lingkungan menurun atau hilang, dan dapat dibangunkan dengan indra atau

    rangsangan yang cukup. Tujuan seseorang tidur tidak jelas diketahui, namun diyakini tidur 

    diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental emosional, fisiologis dan kesehatan.

    7eseorang dapat dikategorikan sedang tidur apabila terdapat tanda!tanda sebagai

     berikut0

    *. 'ktivitas fisik minimal

    1. Tingkat kesadaran yang bervariasi. /. Terjadi perubahan!perubahan proses fisiologis tubuh, dan

    2. Penurunan respon terhadap rangsangan dari luar.

    7elama tidur, dalam tubuh seseorang terjadi perubahan proses fisiologis, diantaranya8

    *. Penurunan tekanan darah, denyut nadi.

    1. 9ilatasi pembuluh darah perifer.

    /. %adang!kadang terjadi peningkatan aktivitas traktus gastrointestinal.

    2. :elaksasi otot!otot rangka.

    3. "asal metabolism rate )"M: menurun *;!/;

  • 8/16/2019 Konsep Tidur Dan Istirahat

    4/27

    substansia retikularis dari batang otak. Ini dapat diketahui melalui pemeriksaan

    =lectroenchepalogram )==&. 'lat tersebut dapat memperlihatkan fluktuasi energy

    )gelombang otak pada kertas grafik.

    B.  (&s&lg& T&'ur

    'ktivitas tidur diatur dan dikontrol oleh dua system pada batang otak,yaitu Reticular 

     Activating System *+A%)  dan Bulbar Synchronizing Region *B%+). +A% di bagian atas

     batang otak diyakini memiliki sel!sel khusus yang dapat mempertahankan kewaspadaan dan

    kesadaran8 memberi stimulus visual,pendengaran,nyeri,dan sensori raba8serta emosi dan

     proses berfikir. Pada saat sadar, :'7 melepaskan katekolamin,sedangkan pada saat tidur 

    terjadi pelepasan serum serotonin dari "7: )Tarwoto,>artonah,1;;/.

    ,. -en&sjen&s T&'ur

    Pada hakekatnya tidur dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori yaitu tidur dengan

    gerakan bola mata cepat (Rapid Eye Movement) dan tidur dengan gerakan bola mata lambat

    (Non-Rapid Eye Movement).

    *. Tidur :=M

    Tidur :=M biasanya terjadi setiap +; menit dan berlangsung selama 3!/; menit. Tidur 

    :=M tidak senyenyak tidur (:=M dan sebagian besar mimpi terjadi pada tahap ini. 7elama

    tidur :=M, otak cenderung aktif dan metabolismenya meninggkat hingga 1;

  • 8/16/2019 Konsep Tidur Dan Istirahat

    5/27

    a ?enderung hiperaktif.

     b %urang dapat mengendalikan diri dan emosi )labil.

    c (afsu makan bertambah.

    d "ingung dan curiga.

    1. Tidur (:=M

    Tidur (:=M disebut juga sebagai tidur gelombang!pendek karena gelombang otak yang

    ditunjukkan oleh orang yang tidur lebih pendek daripada gelombang alfa dan beta yang

    ditunjukkan orang yang sadar. Pada tidur (:=M terjadi penurunan sejumlah fungsi fisiologi

    tubuh. 9i samping itu,semua proses metabolik termasuk tanda!tanda vital, metabolisme, dan

    kerja otot melambat.

    Tidur (:=M merupakan tidur yang nyaman dan dalam. Pada tidur (:=M gelombang otak lebih lamban dibandingkan pada orang yang sadar atau tudak tidur. Tanda!tanda tidur 

     (:=M antara lain mimpi berkurang, keadaan istirahat, tekanan darah turun, kecepatan

     pernafasan turun, metabolism turyn dan gerakan bola mata melambat.

    Tidur (:=M memiliki empat tahap yang masing@masing tahap ditandai dengan pola

     perubahan aktivitas gelombang otak. Tahap I!II disebut sebagai tidur ringan (light sleep) dan

    tahap III!IA disebut sebagai tidur dalam (deep sleep atau delta sleep).

    a Tahap I

    Merupakan tahap transisi dimana seseorang beralih dari sadar menjadi tidur. Pada tahap ini

    ditandai dengan seseorang merasa kabur dan rileks, seluruh otot menjadi lemas, kelopak mata

    menutup mata, kedua bola mata bergerak ke kiri dan kanan, kecepatan jantung dan

     pernafasan menurun secara jelas, pada ==& terlihat terjadi penurunan voltasi gelombang!

    gelombang alfa. 7eseorang yang tidur pada tahap ini dapat dibangunkan dengan mudah.

     b Tahap II

    Merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun. 9itandai dengan kedua bola

    mata berhenti bergerak, suhu tubuh menurun, tonus otot perlahan!lahan menurun serta proses

     jantung dan pernafasan menurun secara jelas. Pada ==& timbul gelombang beta dengan

    frekuensi *2!*6 siklus#detik. &elombang!gelombang ini disebut gelombang tidur. Tahap ini

     berlangsung *;!*3 menit.

    c Tahap III

    5

  • 8/16/2019 Konsep Tidur Dan Istirahat

    6/27

    Pada tahap ini keadaan fisik lemah lunglai karena tonus otot lenyap secara menyeluruh.

    %ecepatan jantung, pernafasan dan proses tubuh berlanjut mengalami penurunanakibat

    dominasi system saraf parasimpatis. Pada ==& memperlihatkan gelombang beta menjadi *!1

    siklus#detik. 7eseorang yang tidur pada tahap ini sulit dibangunkan.

    d Tahap IA

    Merupakan tahap tidur dimana seseorang berad