Istirahat & Tidur

  • View
    802

  • Download
    125

Embed Size (px)

Text of Istirahat & Tidur

  • Seringkali orang menyimpan & menghemat sejumlah energi untuk meningkatkan atau mempertahankan kesehatannya.

    Penghematan atau penyimpanan energi dilakukan dengan cara istirahat atau tidur

    Pada umumnya orang yang menderita sakit membutuhkan lebih banyak istirahat & tidur.

  • Istirahat dikonotasikan dengan sttus aktivitas tubuh dalam keadaan menurun.

    Istirahat digambarkan dgn keadaan tenang, rilex tanpa ada tekanan emosi & terbebas dari rasa takut atau cemas.

    Bdasarkan gambaran ini, maka istirahat tidak selalu dipersepsikan dengan keadaan tanpa aktivitas, karena kenyataannya, org yg melakukan aktivitas yg restfull, Co: rekreasi, menari dll sbg hasil dari istirahat adalah tubuh menjadi segar.

  • Maslow (1970), tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia.

    Secara historis, tidur dikaitkan dgn status tidak sadar. Lalu definisi ini berkembang bahwa tidur sebagai keadaan seseorang yg sadar diikuti dgn penurunan persepsi & reaksi terhadap stimulus lingkungan.

    Hayter (1980) aktivitas fisik yg minimal, sadar, terjadi perubahan proses fisiologi tubuh & menurunnya respon terhadap stimulus eksternal.

  • Fungsi tidur biasanya dikaitkan dgn proteksi & restorasi. Istilah yg sering ditemukan dlm masyarakat

    Hal ini didasari dgn: tidur mengembalikan kesegaran fisik, menurunkan stress & kecemasan serta mengembalikan kemampuan berkonsentrasi dlm menghadapi masalah & melakukan aktivitas sehari-hari

  • Pusat pengaturan siklus tidur secara alami berada pada batang otak, yaitu sistem aktivasi retikular (retikulas activating system/RAS) & region sinkronisasi bulbaris (bulbar synchronizing region/BSR).

    Formasi retikularis ini bergerak melalui medula oblongata, pons, otak tengah ke hipotalamus.

  • Selama tidur tubuh mengirimkan stimulus yang rendah baik dari kortex serebri maupun perifer & individu akan bangun jika stimulus2 ini ditingkatkan.

    RAS digambarkan dgn status tubuh yg sadar & menerima input sensorik seperti stimulus auditori, visual, nyeri & taktile. Stimulus inilah yg mempertahankan seseorang tetap bangun & sadar.

    Formasi retikular ini memungkinkan pengaturan aktivitas volunter & reflex

  • Hipotalamus berfungsi sbg pusat aktivasi involunter. Salah satunya tidur & bangun. Kerusakan pd hipotalamus menyebabkan seseorang tidur dlm waktu yg abnormal.

    Perubahan2 fisik yg terjadi pd waktu tidur adl, denyut nadi menurun, tekanan darah arteri menurun, dilatasi pembuluh darah perifer, kadang-kadang meningkatkan aktivitas traktus gastrointestinal, relaksasi otot skeletal & menurukan kecepatan metabolisme basalis sebanyak 10%-30%.

  • Tahap tidur ada 2 yaituNon Rapid Eye Movement (NREM)Rapid Eye Movement (REM)

    Tahap ini telah diselidiki melalui alat EEG, EOG (elektrookulografi), EMG (Elektromiografi)

  • Ada 4 tahap Tahap I & II menghabiskan kira-kira 5-50%, untuk berespon terhadap cahaya, dan individu pada tahap ini cenderung mudah terbangun.

    Tahap III & IV menghabiskan 10 % dari total waktu tidur.

    Pd tahap ini individu tidur nyenyak deep-sleep & disebut dgn istilah delta sleep or slow wave sleep (sws). Ambang rangsang individu sangat rendah, sehingga dibutuhkan stimulus yang g intensif untuk membangunkannya

  • Tahap NREM didominasi SSO dari brankhus parasimpatik, shg terjadi penurunan denyut nadi, kecepatan respirasi, TD, kecepatan Metabolisme & temperatur tubuh

    Tahap REM Individu yg masuk tahap ini lebih sulit terbangun. Normalnya org dewasa mengkonsumsi 20-25% dr waktu tidurnya. Seseorang yang bangun pd tahap ini, biasanya menyatakan baru saja bermimpi, namun ada orang yang sulit mengingat kembali mimpinya.

  • Selama tahap REM terjadi peningkatan denyut nadi, kecepatan Respirasi, TD, tapi tonus otot skeletal & tendon menurun. Tahap ini diyakini sbg tahap yg penting dlm mengembalikan keseimbangan emosional & memainkan peranan yg besar dlm proses belajar, daya ingat & adaptasi

  • Siklus tidur yg normal terjadi jika individu melalui seluruh tahap NREM. Lalu individu akan kembali ke tahap III & II. Sebelum individu masuk ke tahap I lalu bangun, individu tersebut akan masuk ke tahap REM.

    Setelah tahap REM individu akan meneruskan siklus tidurnya dgn masuk kembali ke tahap II dari NREM & selanjutnya.

    Jika individu bangun pd tahap kapanpun, maka proses akan dimulai kembali dari NREM tahap I

  • Siklus ini akan terjadi 4-5 kali pada individu yg tidur selama 8 jam, dgn lama masing-masing siklus kurang lebih 90-100 menit.

  • BAGAN SIKLUS TIDUR

    Pre sleep ! NREM tahap I --- NREM tahap II --- NREM tahap III ! !REM NREM tahap IV !! NREM tahap II --- NREM tahap III

  • Jumlah waktu tidur 8 jam per 24 jam telah diterima sebagai standar normal. Tapi berdasarkan tingkat perkembangan hal ini menjadi bervariasi.

  • Neonatus: sampai 3 bulan ; rata-rata 16 jam; 50 % dari tidurnya adalah tidur REMBayi: pola tidur malam hari usia 3 buln. Tidur rata-rata 8 10 jam pd malam hari. 30% siklus REMTodler: total tidur 12 jam sehari. REM menurunPrasekolah: rata-rata 12 jam. 20% adalah REMUsia sekolah: tidak membutuhkan tidur siang, usia 6 th tidur malam rata2 11 12 jam. Usia 11 th 9 10 jam (Wong, 1995)

  • Remaja: sekitar 7 jam untuk tidur setiap malam (Carskadon, 1990)Dewasa muda: tidur malam hari rata-rata 6 8 jam; jarang tidur siang; 20% waktu tidur REMDewasa tengah: selama masa dewasa tangah total waktu untuk tidur malam hari menurun. Jmlh tidur tahap 4 menurunLansia: tidur REM memendek. Penurunan yg progresif pd tahap tidur NREM 3 dan 4, beberapa lansia hampir tdk memiliki tahap 4 atau tidur yg dalam.

  • Tingkat perkembangan, siklus tidur-bangun bervariasi pada tiap tingkat usia

    Aktivitas fisik, kelelahan meningkatkan REM & NREM

  • 3. Stress psikologi, sakit & situasi yg menyebabkan stress psikologi cenderung mengganggu tidur, baik kesulitan dlm memenuhi jumlah jam tidur yg dibutuhkan maupun menurunkan prosentase dari REM.

    4. Motivasi, keputusan untuk tetap terjaga & sadar membantu seseorang unt menghindari kantuk & tidur.

    5. Diet, Asam amino L-tryptophan brx memudahkan individu untuk tidur. Protein ini mencegah pengeluaran serotonin, Co: Susu, Ice cream & keju.

  • 6. Alkohol, pada jumlah yg sedikit dpt memudahkan orang untuk tidur, tapi dlm jumlah banyak dpt mengurangi lamanya REM dan fase delta.

    7. Kafein, bekerja dlm SSP. Unt kebanyakan orang kafein mempengaruhi kemudahan tidur seseorang.

    8. Rokok, Nikotin merupakan stimulan, yg membuat seseorang sulit tidur & mudah terbangun

    9. Faktor lingkungan, kebanyakan orang lebih nyaman tidur dirumah sendiri

  • 10. Gaya hidup, berbagai gaya hidup mempengaruhi tidur individu, diantaranya pola kerja, aktivitas sehari-hari, lamanya waktu menonton TV.

    11. Kondisi Fisik, keadaan sakit berpengaruh, baik fisiologis maupun psikologis. Keadaan ini berpengaruh lsg pd tidur individu. Co; seseorg yg menderita ulkus gastrikum biasanya bangun pd malam hari krn merasa nyeri. Hal ini terjadi krn sekresi gastrik meningkat pd waktu REM. Umumnya mereka memakan makanan unt menetraliisir asam lambung.

    12. Medikasi, Byk obat2an yg mempengaruhi tidur seseorg, umumnya gol barbiturat, amphetamin & antidepresan

  • Masalah tidur terbagi 2Primer, jika gangguan tidur menjadi keluhan utama. Termasuk didalamnya yaitu: insomnia, hipersomnia, narkolepsi & sleep apnea

    Sekunder, jika keluhan tidur terjadi krn penyakit klinik lainnya, Co; nyeri menyebabkan terjadinya sleep deprivasi

  • Riwayat perawatan mengenai istirahat & tidur harus bersifat komprehensif. Pengkajian meliputi pola tidur-bangun, efek tidur dalam melakukan fungsi sehari-hari, hal-hal yg membantu unt dpt tidur nyenyak, masalah2 tidur yg dialami & faktor2 lain yg terkontribusi didalamnya.

  • Unt menilai kualitas tidur klien, seperti letargi, lelah, lemah, pembengkakan pada palpebra, mata merah & berbicara dgn lemah. Perlu juga dicatat karakteristik tubuh yg mungkin meningkatkan masalah tidur spt obesitas, deviasi septum nasal.

    Snoring biasanya disebabkan oleh adanya obstruksi jalan udara antara hidung & mulut

  • INSOMNIA: Rasional/ menentukan sifat dan keparahan insomnia. Membantu pemilihan terapi tidurSeberapa mudah anda tertidur?Apakah anda tertidur dan mengalami kesulitan utk tetap tertidur? Beraka kali anda terbangun?Apakah anda terbangun lebih awal?Pukl brp biasanya terbangun? Apa yg menyebabkan anda terbangun dgn lebih awal?Apa yg anda lakukan utk mempersiapkan tidur? Utk memperbaiki tidur anda?Seberapa sering anda mengalami kesulitan tidur?

  • Apakah anda mendengkur dgn keras?Pernahkah seseorg memberitahu bahwa anda sering berhenti bernafas sejenak ketika tidur?Apakah anda mengalami sakit kepala setelah bangun?Apakah anda mengalami kesulitan utk tetap terjaga di siang hari?

  • Apakah anda kelelahan disiang hari?Apakah anda tertidur disaat yg tdk tepat?Apakah anda mengalami episode kehilangan kontrol otot atau terjatuh ke lantai?Pernahkah anda merasa tdk mampu utk bergerak atau berbicara sesaat sblm tidurApakah anda pernah mengalami mimpi hidup pada saat akan tidur atau terjaga?

  • Gangguan pola tidur (sulit tertidur) berhubungan dengan (b.d): kebisingan lingkungan; nyeri artritisGangguan pola tidur (sering terbangun) b.d: kekhawatiran kehilangan perkerjaan, ketergantungan obat-obatan barbiturat.Risiko cedera b.d serangan berjalan dalam tidurGangguan harga diri b.d adanya mengompolGangguan pertukaran gas selama tidur b.d perubahan suplai oksigenPola nafas tdk efektif b.d ob