TIDUR & ISTIRAHAT

  • View
    52

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KDDK

Text of TIDUR & ISTIRAHAT

BASED COMMUNITY : INTERVENTION NUTRITION PREGNANT

TIDUR & ISTIRAHATNS. RISCA ARIANI, S.Kep71. TIDUR DAN ISTIRAHATTidur adalah proses fisiologis yang bersiklus yang bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan.Tidur suatu keadaan yang berulang-ulang, perubahan status kesadaran yang terjadi selama periode tertentu.Satu teori fungsi tidur adalah berhubungan dengan penyembuhan (Evans dan French, 1995). Memperoleh kualitas tidur terbaik adalah penting untuk peningkatan kesehatan yang baik dan pemulihan individu yang sakit.Pengindentifikasian dan penanganan gangguan pola tidur klien adalah tujuan penting perawat. untuk membantu klien mendapatkan kebutuhan istirahat dan tidur, maka perawat harus memahami sifat alamiah dari tidur, faktor yang mempengaruhi, dan kebiasaan tidur klien.2. FISIOLOGI TIDURIRAMA SIRKADIANIrama sirkadian (berasal dari bahasa latin, circa: tentang dan dies: hari) adalah siklus 24 jam, siang-malam. Contohnya siklus tidur.Irama infradian adalah siklus yang terjadi dalam siklus yang lebih lama dari 24 jam. Contohnya siklus menstruasi wanita.Irama ultradian adalah siklus biologis yang terjadi kurang dari 24 jam.Irama sikardian termasuk siklus tidur-bangun harian, dipengaruhi oleh cahaya dan suhu serta faktor-faktor eksternal seperti aktivitas sosial dan rutinitas pekerjaan.PENGATURAN TIDURTidur melibatkan suatu urutan keadaan fisiologis yang dipertahankan oleh integrasi tinggi aktivitas sistem saraf pusat yang berhubungan dengan perubahan dalam sistem saraf periferal, endokrin, kardiovaskuler, pernapasan dan muskular (Robinson, 1993).Kontrol dan pengaturan tidur tergantung pada hubungan antara dua mekanisme serebral yang mengaktivasi secara intermitten dan menekan pusat otak tertinggi untuk mengontrol tidur dan terjaga.Sistem aktivasi rekular (SAR) berlokasi pada batang otak teratas. SAR dipercayai terdiri dari sel khusus yang mempertahankan kewaspadaan dan terjaga. Bulbar sinchronizing region (BSR) atau daerah sinkronisasi bulbar berlokasi di pons dan otak depan bagian tengah yang menyebabkan tidur.Input sensori kontrol SAR dan BSR, mengaktivasi adan menekan pusat otak tertinggi secara intermitten untuk mengontrol tidur dan terbangun TAHAPAN TIDURTidur yang normal melibatkan dua fase: pergerakan mata yang tidak cepat (tidur nonrapid eye movement, NREM) dan pergerakan mata yang cepat (tidur rapid eye movement, REM).Selama NREM seorang yang tidur mengalami kemajuan melalui empat tahapan selama siklus tidur yang tipikal 90 menit. Kualitas tidur dari tahap 1 sampai tahap 4 semakin dalam. Tidur yang dangkal merupakan karakteristik dari tidur tahap 1 dan 2 dan seorang lebih mudah terbangun. Tahap 3 dan 4 melibatkan tidur yang dalam, disebut tidur gelombang rendah, dan seorang sulit terbangun. Tidur REM merupakan fase pada akhir tiap siklus 90 menit. Konsolidasi memori (Karni dkk, 1994) dan pemulihan psikologis terjadi pada tahap ini.TAHAPAN TIDURTahap 1: NREMTahap meliputi tingkat paling dangkal dalam tidur.Tahap berakhir beberapa menit.Pengurangan aktivitas fisiologis dimulai dengan penurunan secara bertahap ttv dan metabolisme.Seseorang dengan mudah terbangun oleh stimulus sensori seperti suara.Tahap 2: NREMTahap 2 merupakan periode tidur bersuara.Kemajuan relaksasiUnuk terbangun masih relatif mudah.Tahap berakhir 10 hingga 20 menit.Kelanjutan fungsi tubuh menjadi lamban.Tahap 3: NREMTahap 3 meliputi tahap awal dari tidur yang dalam.Orang yang tidur sulit dibangunkan dan jarang bergerak.Otot-otot dalam keadaan santai penuh.Ttv menurun tetapi tetap teratur.Tahap berakhir 15 hingga 30 menit.

Tahap 4: NREMTahap 4 merupakan tahap tidur terdalam.Sangat sulit untuk membangunkan orang yang tidur.Jika terjadin kurang tidur maka orang yang tidur akan menghabiskan porsi malam yang seimbang pada tahap ini.Ttv menurun secara bermakna dibanding selama jam terjaga.Tahap berakhir kurang lebih 30 menit.Tidur sambil berjalan dan enuresis dapat terjadi.Tidur REMMimpi yang penuh warna dan tampak hidup dapat terjadi pada REM. Mimpi yang kurang hidup dapat terjadi pada tahap yang lain.Tahap ini biasanya dimulai sekitar 90 menit setelah mulai tidur.Hal ini dicirikan dengan respon otonom dari pergerakan mata yang cepat, fluktuasi jantung & kecepatan respirasi & peningkatan atau fluktuasi tekanan darah.Terjadi penurunan tonus otot skelet.Peningkatan sekresi lambung.Sangat sulit sekali membangunkan orang yang tidur.Durasi tidur REM meningkat pada tiap siklus rata-rata 20 menit.SIKLUS TIDURKetikaseseorang tertidur, biasanya melewati 4 sampai 6 siklus tidur penuh tiap siklus tidur terdiri 4 tahap dari tidur NREM dan satu periode tidur REM.Pola siklus biasanya berkembang dari tahap 1 menuju ke tahap 4 NREM, diikuti kebalikan tahap 4 ke 3, lalu ke 2, diakhiri dengan periode tidur REM. Seseorang biasanya mencapai tidur REM sekitar 90 menit ke siklus tidur.Tahap-tahap siklus tidur orang dewasaTahap PratidurNonREM Tahap 1NonREM Tahap 2NonREM Tahap 3NonREM Tahap 4NonREM Tahap 2NonREM Tahap 3Tidur REM3. FUNGSI TIDURMengkontribusi pemulihan fisiologis dan psikologis (Oswald, 1984; Anch dkk, 1988).Tidur yang nyenyak bermanfaat dalam memelihara fungsi jantung.Memperbaiki proses biologis secara rutin.Sintesis protein dan pembagian sel untuk pembaharuan jaringan seperti pada kulit, sumsum tulang, mukosa lambung dan otak terjadi selama istirahat dan tidur.Tubuh menyimpan energi selama tidur.Pemulihan kognitif (membantu penyimpanan memori dan pembelajaran).4. KEBUTUHAN & POLA TIDUR NORMALNeonatus sampai usia 3 bulan : 16 jam sehariBayi : 8 10 jam pada malam hari.Todler : 12 jam sehari.Prasekolah : 12 jam semalam.Anak usia sekolah : 6 tahun : 11-12 jam semalam.11 tahun : 9-10 jam semalam.Remaja : 7 jam semalam.Dewasa muda : 6-8 jam semalam.Dewasa tengahLansia

5. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDURPenyakit fisik.Obat-obatan dan substansiGaya hidup.Pola tidur yang biasa & mengantuk yang berlebiuhan pada siang hari (EDS).Stress emosional.Lingkungan.Lingkungan.Latihan fisik & kelelahan.Asupan makanan & kalori.6. GANGGUAN TIDURInsomniaGejala yang dialami oleh klien yang mengalami kesulitan kronis untuk tidur, sering terbangun dari tidur, dan/atau tidur singkat atau tidur nonrestoratif (Zorick, 1994).Apnea tidur Gangguan yang dicirikan dengan kerangnya aliran udara melalui hidung dan mulut selama periode 10 detik atau lebih pada saat tidur. Ada 3 jenis apnea tidur : apnea sentral, obstruktif dan campuran yang mempunyai komponen apnea sentral dan obstruktif.NarkolepsiDisfungsi mekanisme yang mengatur keadaan bangun dan tidur. EDS adalah keluhan utama paling sering yang berkaitan dengan gangguan ini.

Deprivasi tidurMasalah yang dihadapi banyak klien sebagai akibat disomnia. Penyebabnya dapat menyangkut penyakit (mis. demam, sulir bernapas, atau nyeri), stress emosional, obat-obatan, gangguan lingkungan dan keanekaragaman waktu tidur yang terkait dengan waktu kerja.ParasomniaMasalah tidur yang lebih banyak terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Parasomnia yang terjadi pada anak-anak meliputi somnambulisme (berjalan dalam tidur), terjaga malam, mimpi buruk, enuresis nokturnal (ngompol) dan menggeratakkan gigi (bruksisme) (Mindel, 1993).7. PROSES KEPERAWATAN TIDURPengkajianKaji sumber untuk pengkajian tidur klien.Riwayat tidur- Deskripsi masalah tidur.- Pola tidur biasa.- Perubahan pola tidur terakhir.- Penggunaan obat tidur dan obat-obatan yang telah diresepkan lainnya serta obat-obatan bebas.- Pola asupan diet dan jumlah zat (mis. Alkohol) yang mempengaruhi tidur.- Gejala yang dialami selama terbangun.- Penyakit fisik yang terjadi secara bersamaan.- Peristiwa dalam kehidupan yang terjadi saat ini.- Status emosinal dan mental saat ini.

Diagnosa keperawatanContoh diagnosa kep. NANDA untuk gangguan tidur.Gangguan pola tidur (sulit tertidur) berhubungan dengan;Kebisingan lingkunganNyeri arthritisGangguan pola tidur (sering terbangun) berhubungan dengan;Kekhawatiran kehilangan pekerjaanKetergantungan terhadap obat-obatanRisiko cedera berhubungan dengan;Serangan berjalan dalam tidurPerubahan proses berpikir berhubungan dengan;Deprivasi tidurPola napas tidak efektif berhubungan dengan;Obstruksi trakeobronkhial16Perencanaan keperawatanTabel RenpraDx. Kep: Gangguan pola tidur (sulit tertidur) berhubungan dengan khawatir akan kehilangan pekerjaan

Tujuan Kriteria hasilIntervensi Rasional Klien melaporkan bahwa pola tidur yang biasa telah terbentuk kembali dalam satu bulan.

Klien tidur dalam 30 menit setelah naik ke tempat tidur.

Klien melaporkan perasaan segar di saat terbangun di pagi hari.Minta klien mengikuti ritual tidur, naik ke tempat tidur pada jam yang sama setiap malam, meminum segelas susu.

Kendalikan sumber sumber kebisingan di lingkungan & pastikan bahwa kamar tidur sudah digelapkan & memiliki ventilasi yang baik.Susu menganndung L-triptofan, asam amino alami yang merangsang tidur.4) Implementasi keperawatanAplikasi dari perencanaan keperawatan yang telah dibuat oleh perawat.5) Evaluasi keperawatanPenilaian sejauh mana tujuan umum maupun tujuan khusus tercapai.