Modul Pendidikan Kesehatan Istirahat dan Tidur finish

  • View
    394

  • Download
    10

Embed Size (px)

Text of Modul Pendidikan Kesehatan Istirahat dan Tidur finish

MODUL PENDIDIKAN KESEHATAN (MICROTEACHING) ISTIRAHAT DAN TIDUR

A. TIDUR DAN ISTIRAHAT Tidur dan Istirahat merupakan kebutuhan dasar yang mutlak harus dipenuhi oleh semua orang. Dengan istirahat dan tidur yang cukup,tubuh baru dapat berfungsi secara optimal. Istirahat dan tidur sendiri memiliki makna yang berbeda pada setiap individu. Secara umum, Istirahat berarti suatu keadaan tenang, relaks, tanpa tekanan emosional, dan bebas dari perasaan gelisah. Jadi, beristirahat bukan berarti tidak melakukan aktivitas sama sekali. Terkadang, berjalan-jalan di taman juga bisa dikatakan sebagai suatu bentuk istirahat. Sedangkan Tidur adalah status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun. Tidur dikarakteristikkan dengan aktifitas fisik yang minimal, tingkat kesadaran yang bervariasi, perubahan proses fsiologis tubuh, dan penurunan respons terhadap stimulus eksternal. Hampir sepertiga dari waktu kita, kita gunakan untuk tidur. Hal tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa tidur dapat memulihkan atau mengistirahatkan fisik setelah seharian beraktivitas, mengurangi stress dan kecemasan, serta dapat meningkatkan kemampuan dan konsentrasi saat hendak melakukan aktivitas sehari-hari. B. FISIOLOGI TIDUR Tidur adalah proses fisiologis yang bersiklus yang bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan. Siklus tidur-terjaga mempengaruhi dan mengatur fungsi fisiologis dan respons perilaku. 1. Circadian Rhythm (Irama Sirkadian) Setiap makhluk hidup memiliki bioritme (jam biologis) yang berbeda. Pada manusia, bioritme ini dikontrol oleh tubuh dan disesuaikan dengan faktor lingkungan (misal; cahaya, kegelapan, gravitasi, dan stimulus elektromagnetik). Bentuk bioritme yang paling umum adalah ritme sirkadian yang melengkapi siklus selama 24 jam. Dalam hal ini, fluktuasi denyut jantung, tekanan darah, temperature, sekresi hormon, metabolisme, dan penampilan serta perasaan individu bergantung pada ritme sirkadiannya. Tidur adalah salah satu irama biologis tubuh yang sangat kompleks. Sinkronisasi sirkadian terjadi jika individu memiliki pola tidur-bangun yang mengikuti jam biologisnya: individu akan bangun pada saat ritme fisiologis paling tinggi atau paling aktif dan akan tidur pada saat ritme tersebut paling rendah (Lilis,Taylor,Lemone,1989). a. Tahapan tidurricco arika sandys file

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan bantuan alat elektroensefalogram (EEG), elektro-okulogram (EOG), dan elektrokiogram (EMG), diketahui ada dua tahapan tidur, yaitu non-rapid eye movement (NREM) dan rapid eye movement (REM). 1) Non Rapid Eye Movement (NREM). Tidur NREM disebut juga sebagai tidur gelombang-pendek karena gelombang otak yang ditunjukkan oleh orang yang tidur lebih pendek daripada gelombang alfa dan beta yang ditunjukkan orang yang sadar. Pada tidur NREM terjadi penurunan sejumlah fungsi fisiologi tubuh. Di samping itu,semua proses metabolic termasuk tanda-tanda vital, metabolism, dan kerja otot melambat. Tidur NREM sendiri terbagi atas 4 tahap (I-IV). Tahap I-II disebut sebagai tidur ringan (light sleep) dan tahap III-IV disebut sebagai tidur dalam (deep sleep atau delta sleep). a) Tahap I Tahap I merupakan tahap transisi antara bangun dan tidur dengan ciri sebagai berikut : rileks, masih sadar dengan lingkungan, frekuensi nadi dan nafas sedikit menurun, bola mata bergerak dari samping ke samping, dapat bangun segera selama tahap ini. Tahap ini berlangsung selama 5 menit. b) Tahap II Tahap II merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menurun dengan ciri sebagai berikut : bola mata berhenti bergerak, temperatur tubuh menurun, serta frekuensi nadi dan nafas menurun secara jelas. Tahap ini berlangsung sekitar 10-15 menit. c) Tahap III Tahap III merupakan tahap tidur dengan ciri denyut nadi dan frekuensi nafas serta proses tubuh lainnya lambat, awal dari keadaan tidur lelap, disebabkan adanya dominasi sistem syaraf parasimpatis dan sulit untuk dibangunkan. Berlangsung 15-30 menit. d) Tahap IV Tahap IV merupakan tahap tidur nyenyak, sulit dibangunkan gerakan bola mata cepat, sekresi lambung menurun, jarang bergerak dan sulit dibangunkan, serta tonus otot menurun.

ricco arika sandys file

Pre sleep

Tahap I

Tahap II

Tahap III

Tahap IV

Tahap REM

Tahap II

Tahap III

2) Rapid Eye Movement (REM). Tidur REM biasanya terjadi setiap 90 menit dan berlangsung selama 5-30 menit. Tidur REM tidak senyenyak tidur NREM, dan sebagian besar mimpi terjadi pada tahap ini. Selama tidur REM,otak cenderung aktif dan metabolismenya meninggkat hingga 20%. Pada tahap individu menjadi sulit untuk dibangunkan atau justru dapat bangun dengan tiba-tiba, tonus otot terdepresi,sekresi lambung meningkat,dan frekuensi jantung dan pernapasan sering kali tidak teratur b. Siklus Tidur Selama tidur , individu melewati tahap tidur NREM dan REM. Siklus tidur yang komplet normalnya berlangsung selama 1,5 jam, dan setiap orang biasanya melalui emapt hingga lima siklus selama 7-8 jam tidur. Siklus tersebut dimulai dari tahap NREM yang berlanjut ke tahap REM. Tahap NREM I-III berlangsung selama 30 menit, kemudian diteruskan ke tahap IV selama 20 menit. Setelah itu, individu kembali melalui tahap III dan II selama 20 menit. Tahap I REM muncul sesudahnya dan berlangsung selama 10 menit.

ricco arika sandys file

2. Pengaturan Tidur

Kontrol dan regulasi tidur tergantung pada interrelasi antara dua mekanisme serebral yang bekerja saling berlawanan antara yang satu dengan lainnya. Keduanya secara intermiten mengaktivasi dan mensupresi pusat luhur di otak yang mengontrol tidur dan terjaga. Satu mekanisme menyebabkan individu terjaga, sedangkan mekanisme lainnya menyebabkan individu tertidur. Sistem pengaktipan reticular (reticular activating system/RAS) terletak dalam batang otak atas (upper brainstem). RAS diyakini mengandung sel-sel khusus yang mempertahankan keadaan siaga dan terjaga. RAS menerima input rangsangricco arika sandys file

sensori visual, auditori dan nyeri serta rangsang raba. Aktivitas dari serebral kortek (seperti emosi dan proses berfikir) juga menstimulasi RAS. Studi yang dilaporkan oleh Canavan (1984) dan Chuman (1983) dalam Potter & Perry (1993) meyakini bahwa keadaan terjaga merupakan akibat dari neuron-neuron yang ada dalam RAS melepaskan katekolamin seperti hormon norepineprin. Tidur dapat juga ditimbulkan oleh pelepasan serotonin dari sel khusus dalam raphe sleep system pada pons dan bagian medial dari otak depan. Area otak ini disebut juga sebagai regio pengsinkronan bulbar (bulbar synchronizing region/BSR). Bagaimana seseorang dapat mempertahankan keadaan terjaga atau keadaan tidur bergantung pada keseimbangan impuls yang diterima dari pusat otak (seperti, berfikir); reseptor sensori perifer seperti stimuli bunyi dan cahaya; dan sistem limbik atau emosi (Potter & Parry,1993). Seorang yang mencoba untuk tidur, akan menutupkan matanya dan mengatur posisinya sehingga rilek. Stimulus pada RAS menjadi menurun. Jika ruangan digelapkan dan tenang, maka aktivasi RAS akan semakin menurun. Pada suatu saat BSR akan mengambil alih, sehingga menyebabkan individu menjadi tertidur (Potter & Perry, 1993) C. FUNGSI TIDUR Fungsi tidur adalah restorative (memperbaiki) kembali organ organ tubuh. Kegiatan memperbaiki kembali tersebut berbeda saat Rapid Eye Movement (REM) dan Nonrapid Eye Movement (NREM). Nonrapid Eye Movement akan mempengaruhi proses anabolik dan sintesis makromolekul ribonukleic acid RNA). Rapid Eye Movement akan mempengaruhi pembentukan hubungan baru pada korteks dan sistem neuroendokrin yang menuju otak. Selain fungsi di atas tidur, dapat juga digunakan sebagai tanda terdapatnya kelainan pada tubuh yaitu terdapatnya gangguan tidur yang menjadi peringatan dini keadaan patologis yang terjadi di tubuh. Menurut Oswald,dkk (1983), tidur merupakan waktu pemulihan fisiologis dan psikologis dan persiapan untuk periode jaga berikutnya. Kebutuhan Tidur Normal Kebutuhan tidur pada manusia tergantung pada tingkat perkembangan, kebutuhan tidur manusia. Berdasarkan Umur : Umur 0 1 bulan 1 bulan - 18 bulanricco arika sandys file

Tingkat Perkembangan bayi baru lahir masa bayi

Jumlah Kebutuhan Tidur 14 - 18 jam/hari 12 - 14 jam/ hari

18 bulan - 3 tahun 3 tahun - 6 tahun 6 tahun - 12 tahun 12 tahun - 18 tahun 18 - 40 tahun 40 tahun - 60 tahun 60 tahun keatas

masa anak masa prasekolah masa sekolah masa remaja masa dewasa masa muda paruh baya masa dewasa tua

11 - 12 jam/hari 11 jam/hari 10 jam/ hari 8,5 jam/hari 7 - 8 jam/hari 7 jam/hari 6 jam/hari.

D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR 1. Penyakit fisik Setiap penyakit yang menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan fisik, atau masalah suasana hati, seperti kecemasan atau depresi dapat menyebabkan masalah tidur. Penyakit juga membuat pasien tidur dalam posisi yang tidak biasa, seperti posisi yang aneh saat tangan atau lengan diimobilisasi pada traksi dapat mengganggu tidur. Beberapa penyakit yang menyebabkan gangguan tidur diantaranya adalah penyakit pada pernapasan, jantung koroner, hipertensi, nokturia, lansia, dan orang yang berpenyakit tukak peptik. 2. Obat-obatan dan substansi Obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. hipnotik dapat mengganggu tahap III dan IV tidur NREM, metabloker dapat menyebabkan insomnia dan mimpi buruk, sedangkan narkotik (mis; meperidin hidroklorida dan morfin) diketahui dapat menekan tidur REM dan menyebabkan seringnya terjaga di malam hari. 3. Gaya hidup Individu yang bekerja bergantian berputar (misal 2 minggu siang diikuti oleh 1 minggu malam) seringkali mempunyai kesulitan menyeseuaikan perubahan jadwal tidur. 4. Pola tidur yang biasa dan mengantuk yang berlebihan pada siang hari EDS seringkali menyebabkan kerusakan pada fungsi terjaga, penampilan kerja atau sekolah yang buruk, kecelakaan saat mengemudi atau menggunakan peralatan,