Istirahat Dan Tidur - Copy - Copy - Copy - Copy

  • View
    253

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

gf

Text of Istirahat Dan Tidur - Copy - Copy - Copy - Copy

ISTIRAHAT DAN TIDUR

Kelompok 3:Maria Rosalin Sea (2012-11-024)Mawar Oktaviani (2012-11-025)Meilga Citi M (2012-11-026)Melianti (2012-11-027)Monica Pradnya Paramitha (2012-11-028)Nia Pransiska Pia (2012-11-029)Nisa Apriani (2012-11-030)Patrisia Cristina K (2012-11-031)Priskila Pelita Kasih (2012-11-032)Raphita Diorarta (2012-11-033)Vincent Tigor (2012-11-042)

STIK SINT CAROLUSS1 KEPERAWATAN A 2012

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangSetiap orang membutuhkan istirahat dan tidur agar mempertahankan status kesehatan pada tingkat ysng optimal. Selain itu proses tidur dapat memperbaiki berbagai sel dalam tubuh. Pemenuh kebutuhan istirahat dan tidur terutama sangat penting bagi orang yang sedang sakit agar lebih cepat sembuh agar memperbaiki kerusakan pada sel. Apabila kebutuhan istirahat dan tidur tersebut cukup, maka jumlah energi yang diharapkan dapat memulihkan status kesehatan dan mempertahankan terpenuhinya kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, individu yang mengalami kelelahan juga memerukan istirahat dan tidur lebih dari biasanya. Namun ada juga gangguan-gangguan dalam tidur.1.2 Tujuan PenulisanSetelah mempelajari dan membahas makalah ini, maka pembaca diharapkan:1. Dapat memahami fisiologi tidur2. Dapat mengidentifikasi karakteristik tidur NREM dan REM3. Dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tidur normal4. Dapat menggambarkan gangguan tidur yang umum terjadi5. Dapat mengidentifikasi komponen-komponen pengkajian pola tidur6. Dapat membuat diagnosis keperawatan, hasil yang diharapkan dan intervensi keperawatan yang terkait dengan masalah tidur7. Dapat menguraikan intervensi yang meningkatkan tidur normal1.3 Rumusan Masalah1. Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan gangguan tidur?2. apa fisiologi tidur?3. Meliputi apa sajakah macam-macam gangguan tidur?4. Bagaimana proses tidur?5. Apa pengkajian, diagnosis keperawatan, hasil yang diharapkan dan intervensi keperawatan yang terkait dengan masalah tidur?BAB IIPEMBAHASANIstirahat bermakna ketenangan, relaksasi tanpa stress emosional dan terbebas dari kecemasan. Oleh karena itu, istirahat tidak selalu bermakna tidak beraktifitas; pada kenyataannya beberapa orang menemukan ketenangan dari beberapa aktifitas tertentu seperti berjalan di udara yang segar. Perawat dank lien harus sama-sama mengetahui apakah klien tidak boleh beraktifitas atau apakah inaktifitas tersebut melibatkan seluruh tubuh atau bagian tubuh.Tidur merupakan sebuah proses bilogis yang umum pada semua orang. Tidur telah dianggap sebagai perubahan status kesadaran yang didalamnya terdapat persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungannya mengalami penurunan. Tidur dicirikan dengan aktivitas fisik minimal, tingkat kesadaran bervariasi, perubahan pada proses fisiologis tubuh dan penurunan respon terhadap stimulus eksternal.2.1 Fisiologi TidurSiklus alami tidur diperkirakan dikendalikan oleh pusat yang terletak di bagian bawah otak yang secara aktif menghambat keadaan terjaga, sehingga menyebabkan tidur. 2.1.1 Tahap TidurElektroensefalogram (EEG) memberikan gambaran jelas mengenai apa yang terjadi selama tidur. Elektroda ini dipasang di berbagai bagian kulit kepala orang yang sedang tidur. Cara kerja dari elektroda ini adalah menyalurkan energi listrik dari korteks serebral ke pena yang mencatat gelombang otak pada kertas grafik.Ada 2 tipe tidur yang telah diidentifikasi yaitu tidur NREM dan tidur REM (Rapid Eye Movement [pergerakan mata cepat])a. Tidur NREMTidur NREM adalah tidur yang dalam dan tenang dan menurunkan beberapa fungsi fisiologis, kebanyakan tidur NREM terjadi di malam hari. Semua proses metabolik yang meliputi tanda-tanda vital, metabolisme dan kerja otot menjadi lambat.

Tidur NREM dibagi menjadi 4 tahap;I. Tahap I (tidur sangat ringan)Di tahap ini, individu merasa mengantuk dan relaks, bola mata bergerak dari satu sisi ke sisi lain dan denyut jantung serta pernapasan sedikit menurun. Tahap ini hanya berlangsung beberapa menit dan individu dapat dibangunkan secara cepat.II. Tahap II (tidur ringan)Selama tahap ini proses tubuh terus menerus menurun. Mata secara umum tetap bergerak dari satu sisi ke sisi yg lain, denyut jantung dan pernapasan menurun, serta diikuti dengan penurunan suhu tubuh. Tahap ini berlangsung 10-15 menit tetapi sudah merupakan 40%-45% bagian dari tidur total.III. Tahap IIIProses tubuh lain, denyut jantung dan frekuensi pernapasan terus menurun karena dominasi sistem parasimpatik. Individu menjadi sulit untuk bangun dan tidak terganggu dengan stimulus sensorik. Otot rangka menjadi sangat relaks, refleks mengilang dan dapat terjadi dengkuran.IV. Tahap IVMerupakan tidur delta karena menandai tidur yang dalam. Tahap diduga memulihkan tubuh secara fisik. Denyut jantung dan frekuensi pernapasan menurun 20%-30% dibandingkan dengan selama terjaga. Individu tidur sangat relaks, jarang bergerak dan susah dibangunkan. Di tahap ini mata biasanya berputar dan terjadi mimpi.b. Tidur REMTidur REM biasanya kembali terjadi sekitar setiap 90 menit dan berlangsung selama 5-30 menit. Mimpi paling sering terjadi selama tidur REM dan mimpinya diingat karena mimpi tersebut dimasukan kedalam memori. Dalam siklus ini individu dapat sulit dibangunkan atau dapat bangun secara spontan, tonus otot ditekan, denyut jantung dan frekuensi pernapasan sering kali tidak teratur. Ini dikarenakan otak sangat aktif dan metabolisme otak meningkat 20%, biasanya disebut tidur paradoksial karena tampak bertentangan.2.1.2 Siklus TidurSiklus tidur mengacu pada urutan tidur yang diawali dengan empat tahap tidur NREM, dengan kembali ke tahap 3, kemudian 2, maka bagian ke tahap REM pertama. Lamanya siklus tidur umumnya antara 70 dan 90 menit dan periode tidur yang sebenarnya akan melewati 4 sampai 6 siklus tidur selama rata-rata 7 sampai 8 jam.Panjang periode tidur NREM dan REM akan membuat orang menjadi lebih santai dan berenergi. Agar periode tidur berlangsung dibutuhkan tahap 3 sampai tahap 4 dan lebih untuk tidur REM dan mimpi pada fase tidur REM akan menjadi lebih intensif. Jika siklus tidur terganggu di tahapnya, maka siklus tidur baru akan dimulai lagi, mulanya lagi pada tahap 1 tidur NREM dan kemudian ke semua tahap.2.2 Jam BiologisBioritme (jam biologis yang ritmik) mengontrol fluktuasi harian dalam ratusan proses fisiologis, termasuk suhu tubuh, tingkat pernapasan, kinerja, kewaspadaan, dan kadar hormon.Bioritme yang paling dikenal adalah irama sirkadian, yang diambil dari bahasa latin circa dies yang artinya sekitas satu hari. Ritme biologis lainnya;1. Ultradian lebih pendek dari satu hari2. Infradian - berlangsung satu bulan atau lebih3. Circannual - membutuhkan sekitar satu tahun untuk menyelesaikan siklusKetika isyarat waktu eksternal sebagai malam hari, tidur bangun dan waktu makan yang tidak konsisten, ritme biologis sirkadian terjadi. Ini ketidak sinkronan internal yang mengganggu waktu kegiatan fisiologis dan perilaku, yang pada gilirannya menyebabkan kelelahan, mengganggu pola tidur, dan menyebabkan kinerja berkurang dan kemampuan mengatasi. Contoh dari tidak sinkronisasi adalah bahwa bayi yang baru lahir adalah ritme biologis tidak stabil 3 sampai 4 bulan. Pada titik ini, bayi akan mulai untuk mengembangkan periode tidur lebih lama di malam hari dan menjadi lebih terprediksi di saat terjaga dan pola tidurnya.2.3 Faktor Faktor yg Mempengaruhi TidurBeberapa faktor dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari keadaan tidur dan terjaga. Seringkali, masalah tidur dihasilkan dari kombinasi banyak faktor.2.3.1 Tingkat KenyamananKenyamanan adalah pengalaman yang sangat subyektif. Perawat harus menilai sejauh mana kebutuhan fisik dan psikologis klien telah dipenuhi. Setiap kali kebutuhan dasar tidak terpenuhi, orang mengalami ketidaknyamanan yang menyebabkan ketegangan pisiologikal, menghasilkan kecemasan dan gangguan potensial dalam tidur dan istirahat.

2.3.2 KecemasanTubuh dan pikiran yang tidak pernah diistirahatkan mengganggu kemampuan untuk tidur. Ketika mencoba untuk tidur, banyak orang sering memiliki pikiran yang mengganggu sehingga menyebabkan ketegangan otot yang akan mengganggu tidur. Kecemasan terkait dengan bekerja tekanan, keluarga, tuntutan, dan stressor lainnya tidak secara otomatis berhenti ketika individu berupaya untuk tidur. Kecemasan sering menyebabkan kesulitan tidur dan meningkatkan kadar norepinefrin dalam darah melalui stimulasi sistem saraf simpatis. Perubahan kimia ini menyebabkan kurangnya waktu tidur tahap IV NREM dan tidur REM dan banyak perubahan pada tahap lain.2.3.3 LingkunganFaktor lingkungan dapat meningkatkan atau merusak waktu tidur. Pencahayaan, suhu, bau, ventilasi dan tingkat kebisingan dapat mengganggu proses tidur klien yang memiliki perbedaan norma norma lingkungan kebiasaan klien. Seseorang yang biasa tidur dalam keadaan gelap mungkin akan sulit tertidur pada keadaan terang. 2.3.4 Gaya HidupOlah raga yang berlebih dapat memperlambat tidur sedangkan olah raga yang teratur biasanya kondusif untuk tidur. Kemampuan seseorang untuk relaks sebelum tidur adalah faktor terpenting yang mempengaruhi kemampuan untuk tidur. Kehidupan yang serba cepat diisi dengan banyak stres dapat mengakibatkan ketidakmampuan seseorang untuk tertidur dengan cepat. Gaya hidup lain yang dapat mengganggu tidur adalah mempunyai jadwal kerja yang tidak sesuai dengan jam biologis individu (contohnya kerja dengan sistem shift).2.3.5 DietJenis makanan yang dikonsumsi memiliki dampak kualitas dan kuantitas tidur. Makanan yang mengandung banyak kafein seperti kopi, coca cola dan coklat berfungsi sebagai stimulan dan sering mengganggu siklus tidur normal. Mereka yang mengkonsumsi makanan pedas dalam volume yang banyak sebelum tidur juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang juga dapat menganggu waktu untuk tidur. Sebaliknya, jika tidur dalam keadaan lapar juga dapat menghasilkan masalah dalam tidur karena individu dapat disibukkan dengan makanan dan rasa lapar daripada berkonsentrasi pada tidur. L-tiptofan dalam